Fotografi
Filed under Dokumen & Ebook, Fotografi
Berikut materi kajian deGromiest bertemakan fotografi yang diselenggarakan tanggal 12 Juni 2010.
Filed under Dokumen & Ebook, Fotografi
Berikut materi kajian deGromiest bertemakan fotografi yang diselenggarakan tanggal 12 Juni 2010.
Filed under Dokumentasi
Assalamu’alaikum.
Berikut ini adalah susunan pengurus deGromiest 2009-2010:
Ketua: Abdul Muizz Tri Pradipto
Sekretaris: Sita Noor Indah
Bendahara: Faizah Fulyani
Bidang Konsumsi: Lia Atwa
Divisi:
Silaturrahim: Wahono dan Adhi Dharma
Tadarrus/Iqra: M. Sigit A.R. dan Susanah Agus
Kajian Islami: Robby Roswanda dan Nur Alia Oktaviani
Olahraga: Novian Darajat
Pengajian anak: Sri Aktaviyani
Dana Usaha: M. Iqbal dan Nizar Happyana
Media: Rachmawati dan Rahmad Mahendra
Silaturrahim Muslimah : Desti Alkano
Filed under Dokumentasi, Jadwal shalat
Filed under Dokumen & Ebook, Dokumentasi
Assalamu’ alaikum,
Sebagai salah satu mekanisme kontrol yang baik dalam paguyuban kita, teriring saya lampirkan laporan yang berisikan pelbagai kegiatan yang sudah terlaksana selama kepengurusan 2008-2009. Mudah-mudahan banyak manfaat yang bisa dipetik baik oleh pengurus maupun warga degromiest secara keseluruhan.
Silakan dilirik di link berikut:
laporan-pertanggung-jawaban-deg-2009
Selamat bertugas kepada Muiz dan Kabinet 2009-2010 yang akan melanjutkan perjalanan kita ini. Semoga Alloh SWT meridhai amanah yang akan diemban oleh pengurus degromiest ke depan.
Wassalam,
AMel
<Ketua deGromiest 2008-2009>
Assalamu’alaikum wr wb,
Saya mewakili tim diary Ramadhan dengan bangga mempersembahkan kumpulan hasil karya tulisan para warga deG dalam menyemarakan bulan suci tahun ini. Semoga dengan jerih payah para kontributor dan tim redaksi dapat menambah wawasan serta curahan ilmu yang bermanfaat.
Silakan dilirik disini:
Wassalam,
Tim Diary Ramadhan 2009
Filed under Dokumentasi
Filed under Dokumentasi
Filed under Dokumentasi
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al Quran 02:183)
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa [2] (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib , yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka [3] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. [4] Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. [5]
adab n kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak: ayahnya terkenal sbg orang yg tinggi –nya.
(KBBI Daring)
Ya Allah, curahkanlah rahmat kepadaku dengan Al Quran, dan jadikan Al Quran sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku terhadap apa yang telah aku lupakan dari Al Quran. Ajarilah aku apa-apa yang belum aku ketahui dari Al Quran. Anugerahkanlah aku kemampuan untuk senantiasa membacanya sepanjang siang dan malam. Jadikan Al Quran hujjah bagiku, wahai Tuhan seru sekalian Alam.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.
Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.
Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan untuk bertemu lagi dengan RamadanMu, sesungguhnya kami telah menyia-nyiakan waktu kami kecuali Engkau mengampuni kami.Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada nabi kita Muhammad SAW, keluarganya, dan para sahabatnya yang terpilih, serta salam yang berlimpah ruah.
Diary Ramadhan : Edisi tanggal 29 Ramadhan 1430 H
Oleh : Tjundoko Suprijadi
Dalam bulan Ramadhan ini marilah kita bercermin sejenak, apakah yang kita lakukan sekarang sudah lebih baik dari yang kita lakukan sebelumnya, atau masih sama dan bahkan malah lebih jelek dari sebelumnya.
Kondisi politik, sosial dan budaya bangsa kita saat ini masih memprihatinkan. Misalnya: birokrasi masih berbelit dan korup, ditambah lagi vonis pengadilan masih belum dapat menimbulkan efek jera terhadap para koruptor, belum semua anggota DPR memikirkan nasib rakyat kecil, dan masih banyak lagi persoalan bangsa ini yang jika dibahas tidak akan habis habis. Negara masih membutuhkan pribadi-pribadi yang bermoral dan berakhlak mulia serta istiqomah, tidak hanya sekedar pandai melakukan kritik tetapi juga harus bisa menunjukkan jiwa keteladanan dan sekaligus bisa diterapkan didalam kehidupan masyarakat. Pemikiran yang bersifat nasional masih diperlukan, namun implementasi dalam keseharian lebih perlu untuk terus ditingkatkan.
Saya masih teringat kotbah dari tayangan televisi yang disampaikan oleh K. H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Dengan menggunakan bahasa yang sangat sederhana tetapi cepat dipahami oleh masyarakat luas, beliau menyampaikan “mulailah dari diri sendiri…, mulailah dari yang kecil… dan mulailah dari sekarang juga…”. Mudah-mudahan dengan mengaplikasikan beberapa contoh sederhana dibawah ini, kita termasuk yang disayang Allah SWT. Amiiin.
1. Menuntut ilmu dan mengamalkannya.
Pepatah mengatakan bahwa kita wajib menuntut ilmu walau sampai negeri China. Ini berarti bahwa kita harus selalu belajar selama kita masih hidup didunia dan mengamalkannya di dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan memahami Al Qur’an, baik tulisan maupun isinya, adalah suatu kegiatan yang sangat positif dan dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun. Mulailah dari yang sangat sederhana, yaitu dengan belajar membaca huruf Arab (belajar Iqro’), kemudian meningkat membaca Al Qur’an beserta terjemahannya. Dalam bidang lain, menuntut ilmu harus dilakukan sampai ke jenjang pendidikan yang setinggi-tingginya. Setelah ilmu tersebut dikuasai, kita wajib mengamalkan ilmu tersebut, misalnya melalui diskusi kecil dalam kelompok organisasi, melalui tulisan, menjadi guru/dosen, dll.
2. Tidak sombong.
Dari pengalaman saya di tanah suci Mekah, ternyata dengan melihat begitu banyak manusia yang berkumpul disekitar masjid Masjidil Haram, saya sebagai seorang manusia merasa tidak ada artinya sama sekali jika dibandingkan dengan apa yang dimiliki Allah SWT. Pangkat, jabatan, gelar, kekayaan dsb. bukanlah hal yang dapat disombongkan. Oleh karena itu, mulailah berperilaku rendah hati, menghargai orang lain dan tidak membeda-bedakan dalam bergaul.
3. Jujur.
Saat ini banyak sekali tindak korupsi dimana pelakunya tidak menyadari bahwa hal tersebut bersifat korup atau menipu. Misalnya, pada saat menyekolahkan anak, orang tua menginginkan anaknya masuk ke sekolah favorit. Karena takut tidak diterima, maka si orang tua membayar sejumlah uang kepada guru, agar guru yang bersangkutan menaikkan nilai anaknya. Beberapa hal yang membuat orang tua tersebut tidak menyadari bahwa tindakannya adalah tindakan korup diantaranya: banyak orang tua lain yang melakukan hal yang sama; menganggap bahwa hal ini perlu dilakukan untuk menjamin masa depan anaknya; dll. Contoh lain adalah kontraktor yang ingin memenangkan sebuah tender pekerjaan dengan menempuh segala cara, misalnya dengan memanipulasi data pada profil perusahaannya, menyuap panitia proyek, dll. Oleh karena itu, kita perlu untuk berhati-hati dalam berperilaku. Hindarilah suap-menyuap dalam bentuk apapun dan mulailah mendidik anak dengan sebuah kejujuran, walaupun hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Sesungguhnya Allah maha mengetahui.
4. Bersedekah.
Bersedekah sedikit tetapi ikhlas akan lebih baik dari pada bersedekah dalam jumlah banyak tetapi kurang ikhlas, apalagi ditambah dengan harapan diketahui orang dan mendapat imbalan dari yang diberi sedekah. Ladang untuk bersedekah di negara kita masih sangat banyak, contohnya memberi makan pada orang miskin (pengangkut sampah, tukang becak, dsb.); menyantuni anak yatim; memberikan beasiswa pendidikan atau menjadi orang tua asuh bagi anak miskin yang pandai; dsb. Untuk itu, jangan menyia-nyiakan sisa waktu hidup ini untuk tidak bersedekah.
5. Doa dan syukur.
Biasakanlah berdo’a setelah menjalankan sholat 5 waktu dan bersyukurlah terhadap semua nikmat yang telah Allah berikan. Ini adalah pekerjaan yang sangat nikmat dan sekaligus sangat mudah dilakukan. Nikmat hidup akan terasa, karena kita menyadari bahwa semua terjadi karena Allah. Saat sedang bergembira ataupun bersedih, kita akan bersikap biasa saja. Itulah sebabnya kita wajib berikhtiar yang dibarengi dengan berdo’a. Jika tetap gagal setelah berikhtiar, maka semua adalah karena kehendak Allah.
6. Senyum.
Hiasilah pergaulan sehari-hari dengan keluarga, tetangga dan masyarakat dengan sapaan yang halus dan senyuman yang ikhlas. Hal ini akan memberikan kebahagiaan tersendiri untuk kita. Apabila kita menyapa istri atau anak dengan senyum, maka reaksi mereka akan jauh lebih positif dibandingkan jika kita menyapa mereka dengan kasar.
7. Berpikir positif.
Mulailah dengan menghilangkan sedikit demi sedikit prasangka buruk terhadap orang lain. Apabila suami pulang ke rumah agak terlambat, jangan terburu-buru berpikiran jelek. Mulailah berpikir bahwa mungkin suami ada rapat mendadak. Setelah suami sampai di rumah, tanyakan dengan baik-baik. Apabila ada orang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi padahal kondisi jalan sangat padat, mulailah dengan memikirkan kemungkinan yang baik: mungkin pengemudi tersebut sedang mengantarkan orang yang sakit parah untuk menuju ke rumah sakit.
8. Peduli lingkungan.
Kebersihan dan keindahan adalah sebagian dari iman. Banyak sekali perbuatan yang tidak sesuai dengan pepatah ini di masyarakat, misalnya membuang sampah dan meludah di sembarang tempat, dsb. Bahkan tak jarang orang yang cukup terpandang sekali pun, saat sedang mengendarai mobil mewah, membuang sampah keluar dari jendela sehingga mengotori jalan. Perbuatan tersebut sangat berlawanan dengan rasa keimanan kita. Untuk itu, mulailah dengan mendidik keluarga kita agar membuang sampah di tempat sampah, tidak membuang sampah di selokan, parit atau sungai.
Masih banyak lagi hal-hal sederhana yang belum sempat tertulis, misalnya : tidak bergosip (membicarakan kejelekan orang lain), tidak memandang rendah orang lain, dsb. Namun, semoga beberapa hal yang telah diuraikan di atas dapat mulai kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari (termasuk penulis), sehingga hidup kita menjadi lebih berarti dan bermanfaat bagi sesama. Amin ya rabbal alamin.
Filed under Dokumentasi, Ramadhan, Ramadhan 2009
Diary Ramadhan : Edisi tanggal 28 Ramadhan 1430 H
Oleh : Ismail Fahmi
Sering dalam perjalanan naik sepeda ke kantor, sambil menikmati pagi ala Belanda yang kadang cerah, segar, dan paling sering mendung, gerimis dan hujan, saya merenung dan bertanya dalam diri. Kemana arah perjalanan hidupku? Mengapa setelah selesai belajar selama lima tahun bukannya langsung balik ke Indonesia untuk menerapkan ilmu, tetapi malah terdampar di Amsterdam untuk waktu yang belum tahu kapan akan berakhir? Mengapa sering kurasakan perjalanan hidup ini bak pesawat yang sedang dalam mode auto-pilot, tak bisa aku belokkan ke kiri atau ke kanan. Dia naik turun suka-suka.
Kondisi seperti ini membuatku khawatir, gundah, bete, dan takut manakala ketidakjelasan menggantung seperti mendung di pagi itu. Kelabu, mungkin hingga esok hari, atau seminggu ini. Akankah pada akhirnya bermuara pada kebahagiaan, atau hanya masalah, kesempitan, dan kekurangan yang tak berujung? Tak tahu.
Hingga suatu ketika hadir sebuah cerita kepadaku. Sebuah kisah yang membuatku semakin tenang dan yakin dalam menjalani hidup. Caraku memandang apa yang terjadi atas diri ini berubah. Jika saja sejak dulu aku mendengar kisah ini, mungkin tak akan lama-lama kekhawatiran hadir di sini.
Seorang pria meminjamkan sahabat lamanya sejumlah uang. Berapa bulan kemudian ia membutuhkan uang itu, sehingga ia pergi ke rumah sahabatnya di kota tetangga, untuk meminta kembali uangnya yang ia pinjamkan. Istri sahabatnya mengatakan padanya bahwa suaminya sedang mengunjungi seseorang di sisi lain kota itu. Istri sahabatnya menunjukkan arah dan alamat yang harus dituju, lalu lelaki itu pun berangkat.
Dalam perjalanan, ia melintasi sebuah prosesi pemakaman. Karena tidak sedang terburu-buru, ia memutuskan untuk mengikuti prosesi itu, dan ikut memanjatkan doa bagi nafs almarhum.
Pekuburan kota itu sudah sangat tua. Jika kuburan baru akan digali, beberapa kuburan lama harus digali ulang untuk mengangkat dan memindahkan sisa tulang belulangnya. Ketika pria itu berdiri di samping lubang yang baru digali untuk jenasah almarhum, ia memerhatikan sisa-sisa kerangka yang baru saja diangkat, tepat di sampingnya. Di antara kedua gigi depan tengkoraknya terselib sebutir kacang pipih. Tanpa berpikir, ia ambil butiran kacang itu dan dijentikkannya ke mulutnya sendiri.
Tepat setelah itu, datanglah seorang lelaki yang seluruh janggutnya telah memutih namun tampak awet muda. Ia bertanya kepada si pria, “Kau tahu kenapa kau ada di sini sekarang?”
“Oh, tentu saja. Aku datang ke kota ini untuk mengunjungi sahabatku.”
“Bukan. Kau ada di sini karena harus memakan sebutir kacang itu. Tahukah kau, bahwa kacang itu adalah hakmu. Kacang itu bukan hak orang itu yang sudah menjadi tulang belulang sejak bertahun-tahun lalu, sehingga ia tidak akan bisa menelannya. Kacang itu adalah hakmu, dan harus sampai kepadamu.”
Kisah ini sederhana, namun sangat membekas dalam diriku. Dia berlaku bukan hanya untuk si pria itu, tetapi bagi siapapun dan bagi segala sesuatu. Allah sendiri yang memenuhi segala hak dan kebutuhanku. Apapun yang diciptakan untuk menjadi hakku, aku pasti akan menerimanya.
Dalam sebuah kesempatan aku bertanya kepada sahabatku yang sudah lebih banyak memakan asam garam kehidupan, ketika saat itu aku sedang menghadapi sebuah kesulitan yang menurut ukuranku sangat besar, dia menjelaskan sebuah makna yang kemudian membukakan tabir pemahamanku.
Sesungguhnya, dia bilang, segala kebaikan dan keburukan yang terjadi pada kita, adalah untuk semakin mengokohkan akar keenam dari keimanan kita. Selama ini ketika kita berbicara soal keimanan, lebih banyak dimaksudkan pada keimanan kepada Allah, Malaikat-malaikat, Rasul-rasul, Kitab-kitab, dan Hari Akhir. Jika melihat batapa seringnya kita dirundung duka disamping suka, tiada pernah berhenti, bukankah ini pertanda bahwa Allah sayang kepada kita? Agar kita semakin mantap juga dengan pilar iman ke-enam, iman kepada segala kebaikan dan keburukan yang terjadi pada kita? Meyakini dan menerima keduanya dengan timbangan yang sama, sama-sama dari Allah, sama-sama membawa kebaikan, sama-sama hendak meningkatkan derajat kita. Pedih memang, ketika duka hadir. Namun ketika dibalik duka itu kita bisa menyingkap sebuah tabir tipis, sehingga kita bisa melihat cahaya Allah dibaliknya, niscaya tak ada lagi beda antara keduanya. Suka dan duka akhirnya sama-sama kita butuhkan, seperti sayap kanan dan kiri seekor elang yang membawanya tebang tinggi ke langit biru.
Kini aku semakin yakin. Di manapun aku berada, pasti sudah ada rencana dan ukurannya. Mungkin karena aku sekedar harus menakan sebutir kacang pipih itu.
[cerita di atas kudapat dari buku Cinta Bagai Anggur terjemahan temanku]
–
Ismail Fahmi
Sebuah Diary Ramadhan oleh Titah Yudhistira
Satu hal yang benar-benar saya syukuri dalam menjalani bulan Ramadhan di Indonesia adalah tersedianya berlimpah sarana untuk merengkuh segala yang terbaik dari bulan yang mulia ini. Berbagai kegiatan dapat diikuti untuk meraih berkah Ramadhan di tanah air. Mulai dari tarawih dan tadarus di masjid dan surau, turut menyumbang makanan pada yang sedang berpuasa, mendatangi stand-stand amal, sampai-sampai menonton TV-pun memiliki potensi ibadah. Pada bulan ini, stasiun-stasiun TV di Indonesia berlomba-lomba menyiarkan acara-acara religius Islami. Memang, harus diakui bahwa beberapa acara ini hanya bersifat hura-hura dan kurang Islami, tapi banyak juga acara yang dapat membuka hati dan wawasan.
Salah satu acara TV yang cukup menarik perhatian saya adalah acara yang berisikan perjalanan spritual selebritis dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Acara-acara ini berisikan bagaimana mereka mengalami krisis hidup dan akhirnya mendapat petunjuk Allah SWT serta akhirnya saat ini hidup tentram dan damai. Bukan semata-mata karena ini menyangkut kisah selebritis sehingga menjadi acara favorit saya (in fact, masalah mereka sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja). Ada dua hal utama yang menjadikan acara ini favorit. Pertama, saya pribadi baru saja mengalami episode tersulit yang penuh cobaan (dan azab) dari Allah SWT, sehingga saya bisa hanyut dalam emosi dan emphaty mengikuti perjalanan hidup mereka. Kedua, pengalaman mereka dapat menjadi pelajaran yang dapat diikuti oleh saya yang sedang struggling menepis azab. Dan atas dasar ini pulalah saya ingin berbagi perjalanan saya melewati cobaan menuju rahmat via azab, melalui Diary Ramadhan ini. Saya berharap kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran darinya.
Sebelum lanjut, ada dua istilah yang sangat penting dan menjadi inti tulisan ini: cobaan dan azab. Apa bedanya? Dalam praktiknya keduanya dapat bermanifestasi dalam bentuk yang sama. Jika usaha kita bangkrut atau tunangan kita tiba-tiba memutuskan hubungan dengan kita, apakah hal tersebut cobaan atau azab? Yang pasti, cobaan adalah sesuatu yang masih terperikan (bahkan terkadang kita mintakan, e.g cobaan berupa keturunan, harta, ilmu, dan kedudukan/kemuliaan); azab adalah sesuatu yang kita ingin hindari dan merupakan akibat dari kesalahan dan dosa yang kita perbuat. Saya pribadi berkeyakinan bahwa kita sebagai manusia sangat rentan terhadap azab Allah (baik yang ringan sampai yang berat). Dasar pemikiran saya adalah sebagai berikut:
1. Manusia hidup tidak akan lepas dari cobaan
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS Al-Ankabut:2)
2. Tidak semua cobaan adalah berupa penderitaan. Seringkali cobaan itu berupa nikmat dan kesenangan
“Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata:’Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku’. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.” (QS Az-zumar:49)
3. Jika cobaan itu berupa penderitaan atau sesuatu yang membuat kita sedih, seringkali kita malah akan mendekatkan diri pada Allah SWT. Tapi, sebaliknya jika cobaan itu berupa kenikmatan (atau ‘kenikmatan’), maka seringkali kita tidak sadar bahwa diri kita sedang diuji oleh Allah.
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya (kesusahan) dia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS Yunus:12)
4. Manakala kita tidak sadar bahwa kita sedang diuji dengan kenikmatan, besar kemungkinan kita akan tergelincir dan tidak mensyukuri nikmat Allah itu, maka azab Allah akan segera tiba.
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan:’Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim: 7)
Bagaimana argumen saya diatas? Cukup logis bukan? Dan secara empiris, proses ini baru saja terjadi pada diri saya pribadi akhir-akhir ini. Sebenarnya agak malu juga menceritakannya (masa terkena azab pamer dan bangga), tapi memang salah satu jalan awal yang harus ditempuh untuk mengubah azab menjadi rahmat adalah kebesaran hati kita untuk mengakui kesalahan kita dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi (dan tentu saja juga berjanji untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan sejenis dan sebanding di masa depan).
Mengacu ke pengalaman saya, semuanya bermula dengan kesempatan yang saya peroleh untuk melanjutkan pendidikan di Groningen yang notabene bagian dari Belanda yang bagian dari Eropa. Adalah cita-cita saya sedari kecil untuk menghabiskan sebagian hidup saya di Eropa. Dan ternyata tidak cuma itu saja. Kenikmatan demi kenikmatan datang bertubi-tubi. Satu demi satu mimpi hidup saya (yang selama ini saya yakini mimpi hanya mimpi) terwujud dalam enam bulan pertama saya di Groningen. Bahkan beberapa saya rasakan jauh lebih indah dari bayangan saya sebelumnya hingga sempat saya berpikir: it’s to good to be true. Saya tenggelam dalam euphoria (belakangan saya tahu bahwa yang saya alami, secara ilmiah, tidak lain merupakan bagian dari perubahan drastis yang saya alami. Demikian konon menurut booklet menjalani stress selama di RuG terbitan biro konseling RuG. Booklet yang bagus, sebisa mungkin bagi rekan-rekan yang baru datang untuk membaca booklet ini seawal mungkin). Dan memang itulah puncak kebodohan saya. Saya tidak sadar bahwa saya sedang diuji oleh Yang Mahakuasa (c.f QS Az-Zumar 49). Dan akibat ignorance saya ini, saya pun tergelincir. Dan sesuai peringatan-peringatan-Nya di kitab suci, berbagai kehilangan, kekecewaan, penderitaan, dan kesedihan segera datang satu per satu (c.f QS Ibrahim:7).
Pada awalnya saya berusaha mengatasi segala kekecewaan yang saya alami dengan mengandalkan kekuatan rasio saya. Pelan-pelan otak saya berusaha merekayasa keadaan dan membuat justifikasi atas apa yang saya alami ini sebagai sesuatu yang baik bagi saya serta berusaha menyiapkan segepok “mitigation plan”. Tapi meskipun sudah berbulan-bulan, rasa sakit, kecewa, dan penyesalan yang luar biasa (sorrows) itu tidak bisa lepas dan selalu menghantui hari-hari saya. Bahkan pada suatu titik sudah pada tahap membahayakan kesehatan fisik (yang paling nampak adalah turunnya berat badan saya secara cukup signifikan yang sebagaimana dengan sukses teramati oleh beberapa rekan deGromiest yang sempat menanyakan perubahan ini pada saya).
… to be continued …
Filed under Audio, Dokumentasi
Topik: Bersahabat dengan Al-Qur’an
Nara Sumber: Pak Agus Purwanto
Waktu: Minggu 6 September 2009, 19.50 CET
Filed under Audio, Dokumentasi
Topik: Ramadhan Terbaikku
Nara Sumber: Pak Agus
Waktu: Minggu 30 Agustus 2009, 20.00 CET
Assalamu’ alaikum wr wb,
Berikut jepretan foto yang diambil pada hari sabtu yang bahagia menyambut Ramadhan hari pertama.
Selengkapnya bisa dilirik di link berikut:
http://degromiest.multiply.com/photos/album/43/Dokumentasi_Buka_Bersama_DeG_220809_
Wassalam,
Moderator deG
Filed under Audio, Dokumentasi
Topik: Tips Sehat dan Bugar Menjalankan Shaum Ramadhan
Nara Sumber: Mbak Agnes
Waktu: Minggu 23 Agustus 2009, 20.30 CET
Topik: Bahasa Ibu Bahasa Penuh Cinta
Nara Sumber: Mbak Dessy
Waktu: Selasa 5 Mei 2009, 19.00 CET
Filed under Dokumentasi
Koordinator : Nandi & Yusuf
Tadarusan di bulan Ramadhan diselenggarakan ba’da Ashar,
3 kali pertemuan/minggu, Senin-Rabu-Jumat. 10 hari terakhir
Ramadhan akan diintensifkan. Tempat di student house
(door to door) dengan durasi sekitar 1 jam.
2. Buka Bareng
Koordinator : Iqbal & Pandji
Diselenggarakan 1 kali/minggu,
Acara buka puasa minggu pertama Ramadhan akan diselenggarakan di kediaman
Kang Intan Taufik di Amalia van Solmsstraat 46B.pada tanggal 22 Agustus 2008,
dimulai pada pukul 19:30, catatan: waktu berbuka sekitar pukul 20.56 CEST
3. deGromiest OL
Koordinator : Alia, Faizah
dG OL bulan Ramadhan diselenggarakan sekali seminggu pada hari MInggu.
Sambil menunggu “bedug” berbuka dengan durasi sekitar 30 menit.
4. Diary Ramadhan
Koordinator : Lia
Sebuah media untuk berbagi melalui bentuk tulisan, khusus bagi
warga dG yang budiman. Semua diperbolehkan dan diencourage
untuk mengirimkan tulisannya ke Lia. Temanya kalau bisa
berhubungan dengan Ramadhan, atau yang sifatnya lebih umum
juga diperbolehkan. Setelah disortir, nanti akan dirilis di milis,
café dG, dan atau media lainnya.
5. Zakat
Koordinator : Wahono
Dikoordinasikan dengan tim Galiro (versi RZI).

Filed under Dokumentasi
Berikut foto-foto terpilih dari total jumlah foto 107… jumlah yang ‘tidak sedikit’
dan membuat tim juri mengerahkan tenaga ekstra untuk memilih foto-foto terbaik kali ini.
Walau sempat ‘kaget’ dengan jumlah foto peserta yang cukup banyak, tapi secara umum merasa senang dengan kualitas foto yang semakin hari semakin bagus kalau dibanding saat pertama kali ajang foto De-Gromiest ini diadakan. Pemilihan angle dan komposisi sudah semakin kreatif, ‘rasa’ artistik beberapa peserta sudah mulai terasah, dari data exif banyak juga yang sudah tepat menggunakan diafragma tertentu pada focal length lensa yang digunakan.
Kekurangan untuk beberapa foto masih pada hal ‘Point of Interest’, Foto-foto terpilih selain cukup memenuhi kriteria penjurian juga memiliki POI. Beberapa foto yang lain tidak memiliki POI yang jelas sehingga foto terkesan ‘crowded’…untuk evaluasi mengenai POI bisa dilihat pada catatan berikut
Memotret bunga sering kali identik dengan permainan Depth of Field (DoF), DoF ini digunakan juga untuk mengisolasi objek utama dari latar belakangnya sehingga POI menjadi lebih jelas, tips untuk DoF ini bisa lihat disini
Dari hasil kerja keras kami
terpilih foto-foto berikut :

Tim Juri
Inne R Hardjanto
Foto-foto yang terpilih menjadi foto terbaik pilihan “Ajang Kreasi Foto De Gromiest 2009″ untuk periode February 2009 dengan teman “BANGUNAN KUNO.”
Foto-foto lainnya bisa dilihat disini.
Berikut urutan nilai dan beberapa catatan untuk Ajang Kreasi Foto De Gromiest periode February 2009 dengan tema “Bangunan Kuno”. Penilaian berdasarkan kriteria kesesuaian tema, komposisi & angle, teknik, dan nilai artistik dengan komposisi sebagai berikut:
- Kesesuaian tema: 15%
- Komposisi dan Angle: 30%
- Teknik: 20%
- Nilai Artistik: 35%
Catatan: Urutan foto terbaik ke-2 diraih dua buah foto dengan nilai sama dengan pemilik foto Kang Intan dan Iging.
Foto-foto pilihan juri ada disini, dan remarks dari kedua juri (Inne Hardjanto & Ario Perdana) bisa dilihat disini.
Filed under Audio, Dokumentasi
Topik: Tips Belanja
Nara Sumber: Rachma dan K’ Fean
Waktu: Minggu 25 Januari 2009, 19.30 CET
Topik: Cake Related
Nara Sumber: Teh Intan
Waktu: Sabtu 26 Juli 2008, 19.00 CET
Topik: Tips Menjaga Kesehatan Kulit
Nara Sumber: Mbak Mira
Waktu: Minggu 29 Juni 2008, 20.00 CET
Topik: Menggapai Pernikahan Barokah
Nara Sumber: Mbak Nona
Waktu: Jum’at 16 Mei 2008, 19.00 CET
Topik: Menjadi Pasien Cerdas, Mengapa Perlu?
Nara Sumber: Mbak Agnes
Waktu: Minggu 27 April 2008, 20.00 CET
Topik: Tips Memasak Enak, Cepat, Murah, dan Bergizi
Nara Sumber: Teh Nisa
Waktu: Minggu, 16 Maret 2008, 20.00 CET
Filed under Dokumentasi
Assalamu’alaikum Wr Wb,
Terlampir jadwal shalat yang dikeluarkan dari masjid Selwerd untuk bulan Desember 2008.
Wassalam,
Redaksi Cafe
Assalaamu álaiakum wr.wb,
Menyadari akan banyaknya anggota dGromiest yg memiliki bakat terpendam di bidang fotografi, serta semakin maraknya fotografer aliran HITAM (baca SLRÂ
) di groningen, maka kami dari divisi hobi dan olahraga bermaksud untuk menyelenggarakan Ajang Kreasi Fotografi. Ajang ini Insya Alloh akan dilaksanakan sepanjang kepengurusan dengan tema berbeda tiap bulannya (di akhir bulan akan dilakukan seleksi foto yang paling baik), foto terbaik akan mendapatkan penghargaan.
Adapun syarat dan ketentuan adalah sebagai berikut :
1. Lokasi foto di Groningen
2. Kamera yang digunakan boleh kamera apapun (D-SLR, pocket, kamera handphone, kamera analog).
3. Foto yang dikirim adalah foto yang di ambil sepanjang bulan tersebut (foto yg di ambil di luar bulan itu di anggap gugur), dan belum pernah di publikasikan sebelumnya.
4. Foto tidak boleh diolah oleh software pengolah gambar apapun.
5. Setiap peserta boleh mengirimkan foto sebanyak2nya dengan ketentuan satu foto yang dikirim, peserta berinfak 50 cent.
6. Foto di kumpulkan sepanjang bulan tersebut, dan di akhir bulan akan diseleksi foto terbaik. Penilaian dilakukan oleh fotografer yang berpengalaman (dalam konfirmasi)
wassalam
Divisi Hobby dan Olahraga
Filed under Dokumentasi, Photo, Traveling Club, brussel, traveling
Arramel
Iseng sambil nunggu hasil kerjaan di lab nongol, coba upload kumpulan foto2 rombongan DeG yg ga sengaja ada di folder hard disk kantor (entah kapan lagi bs nongol disitu). Nah jadi buat yg ga familiar ama wajah orang2 di atas mohon maaf. Rombongan ini kurang lebih beranggotakan 17 orang dan memang meniatkan diri mo liburan pas summer ke negeri sebrang. Kebanyakan beranggotakan anak2 Spatial Science plus beberapa keluarga.
Selengkapnya…
New Comments