Archives for “Agenda deGromiest”

Assalamu’alaikum,

Adalah satu kebanggaan bagi saya pribadi untuk membuat surat pembuka untuk undangan Defense PhD dari salah satu tetua deG kita, Nandang Mufti. Insya Alloh, pada tanggal 5 Dec 08 nanti beliau akan menggenapkan pengukuhannya di grup Solid State Chemistry tepat waktu. Beliau sudah malang melintang di basement gedung 18  zernike complex hampir 4 tahun dan akan menyajikan thesis berjudul “Magnetic and Electric Response In Multiferroic Manganites”. Terlampir beberapa petikan isi dari buku tersebut yang memuat antara lain intisari riset yang bergerak di bidang penentuan material baru yg dapat menggabungkan sifat kelistrikan dan kemagnetan pada satu komponen. Klo tertarik bisa langsung merujuk kepada beliau di n.mufti@rug.nl

Bagi yg berminat bisa melirik ke attachment berikut:

cover1_mufti1

cover_mufti

undangan_mufti

summary_muftipublications_mufti

acknowledgments_mufti

Mari kita doakan beliau bisa menuntaskan final epic dari perjalanan menempuh gelar doktoral di pekan depan.

 

Wassalam,

Amel


Bismillah..

Rekan sekalian,

Sebagai sudah disampaikan pak Arramel, insya Allah untuk koordinasi program qurban deGromiest tahun ini, kita akan kembali bekerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia, yang juga adalah salah satu mitra Galiro di Indonesia. Program rutin qurban yang selama ini sudah digulirkan tiap tahun oleh RZI ialah Superqurban : Pantang Mubadzir. Berikut informasinya, semoga bermanfaat.

Bagi rekan sekalian yang berniat berqurban tahun ini, insya Allah dapat menyalurkan dananya lewat rekening di bawah.

=====
Superqurban : Pantang Mubazir

INFO PRODUK
1. Daging qurban dikemas dalam bentuk kornet
2. Seluruh proses pembuatan produk dilaksanakan di dalam negeri
3. Satu ekor kambing menghasilkan 40 kaleng kornet @ berat bersih 200 gram, bermanfaat untuk 40 orang
4. Satu ekor sapi menghasilkan 400 kaleng kornet @ berat bersih 200 gram, bermanfaat untuk 400 orang
5. Pequrban dapat menyalurkan sendiri semua kornet qurban yang menjadi haknya atau mengamanahkan penyaluran ke Rumah Zakat Indonesia agar lebih optimal.

PROSES PROGRAM
1. Pendanaan Hingga H+3 (11 Desember 2008)
2. Penyembelihan 10-13 Dzulhijjah/ 8-11 Des 2008
3. Kornetisasi 2 minggu
4. Pengiriman ke kantor cabang 1 minggu
5. Pendistribusian ke mustahik Mulai akhir bulan Januari 2009 sampai 1 tahun ke depan

KEUNGGULAN PROGRAM
1. Sesuai syariah
Hewan dipotong dalam kondisi sehat pada hari raya Idul Adha hingga hari tasyrik.
2. Praktis
Mudah dibawa, mudah dibuka, aman, siap menjangkau nusantara hingga daerah-daerah pelosok.
3. Kesehatan Terjamin
Hewan qurban dikarantina dalam pengawasan dokter hewan.
4. Kornet tahan lama hingga jangka waktu 3 tahun
Diproduksi oleh perusahaan yang telah berpengalaman dalam pengemasan produk ekspor, dengan standar halal MUI dan pengawasan BPOM.
5. Aksi distribusi dilakukan sepanjang tahun
Tidak habis dalam sekejap sepekan hari raya qurban. Program penyaluran bisa lebih terarah, terencana dan dalam waktu yang panjang.
6. Menjangkau pelosok Indonesia
Menjangkau daerah terpencil, pedesaan dan wilayah jangkauan bencana yang luas. Minim resiko dibanding bila idistribusikan dalam wujud hewan hidup
7. Memberdayakan Petani Lokal
Mengingat tahun ini semua produksi dilakukan di Indonesia, program ini sangat efektif memberdayakan potensi peternak lokal yang utamanya berbasis di pesantren.
8. Solusi Efektif Bantu Korban Bencana
Terbukti sukses untuk membantu korban konflik Ambon, Maluku Utara, bencana tsunami Aceh, gizi buruk di Banten, longsor Banjarnegara, gempa DIY-Jateng, tsunami Pangandaran, gempa di Bengkulu, bencana Gunung Kelud dan aksi lainnya.
9. Cocok sebagai tools atau alat bantu perusahaan dalam menggelar aksi kepedulian lingkungan.
CSR (Corporate Social Responsibility ) menjadi salah program yang sangat penting dilakukan. Dengan Superqurban, perusahaan bisa mengoptimalkannya sebagai instrumen program peningkatan gizi masyarakat, melengkapi sembako yang sudah biasa diberikan.

HARGA QURBAN*
1. Qurban Kambing : Rp 850.000,00/ekor (atau dibulatkan 70 euro)
Dikornetkan menjadi 40 kaleng/ekor, @200 gram
2. Qurban Sapi : Rp 7.500.000,00/ ekor
Dikornetkan menjadi 400 kaleng/ekor, @ 200 gram
1 ekor sapi bisa untuk 7 orang pequrban (atau dibulatkan 80 euro per orang)

=====

salam,

A.M.T. Pradipto
Duindoornstraat 563
9741 PV Groningen
+31-619247218

Bank Detail :
ABN-AMRO
Grote Markt 23
9712 HR Groningen
Account number : 46.82.34.489

———— ——— ——–
HARGA QURBAN*
1. Qurban Kambing : Rp 850.000,00/ekor (atau dibulatkan 70 euro)
2. Qurban Sapi : Rp 7.500.000,00/ ekor
1 ekor sapi bisa untuk 7 orang pequrban (atau dibulatkan 80 euro per orang)

Wassalam,

Tim Qurban


Serah terima ketua dari Iging ke Arramel

Serah terima ketua dari Iging ke Arramel

Selengkapnya…


PEMILU KETUA DEGROMIEST
16 November 2008, 13:30 CET
Madoerastraat 8A
Arramel

Arramel

Muiz

Muiz

Wahono (Oon)

Wahono (Oon)

Robby

Robby


Assalaamu álaikum wr. wb.

Mengingat :
1. Adanya beberapa orang bakal calon yg telah mengundurkan diri
2. Waktu dan Acara Pemilihan Ketua deGromiest yang semakin dekat

Menimbang :
Perlu dilakukan pergantian ketua deGromiest untuk periode 2008-2009

Memutuskan :
1. Menolak surat pengunduran diri dari saudara Abdul Muizz dan saudara Wahono, mengingat alasan yang disampaikan kurang jelas.
2. Menerima surat pengunduran diri
dari saudara Syarif Riyadi dengan alasan yang bersangkutan telah pernah memimpin deGromiest sebelumnya.

sehingga calon definitif ketua deGromiest periode 2008-2009 adalah :

1.Saudara Arramel
2.Saudara Robby Roswanda
3.Saudara Abdul Muizz
4.Saudara Wahono

Demikian surat keputusan ini dibuat dan tidak dapat di ganggu gugat. Calon ketua deGromiest yang tidak menghadiri pertemuan tetap akan diikutkan dalam proses pemilihan.

Groningen, 12 November 2008
Atas nama KPU

Muhamad Insanu
Nandang Mufti
Gany Herianto
Nandi


Dalam acara Halal bi Halal deGromiest tahun 2007, Lala dan Malik membacakan puisi berjudul “Demi Matahari”, yang merupakan terjemahan dari surat Asy-Syams (Matahari) ke dalam bahasa Indonesia (Malik) dan Belanda (Lala).

Di Youtube, video ini telah ditonton sebanyak 2,295 kali (per 11 Nov 2008). Selamat menikmati:



Assalaamu ‘alaikum wr. wb.,

Berdasarkan hasil rapat internal KPU, yang berlangsung pada hari ini Rabu, 05 November 2008, bertempat di Beijum.

Mengingat : Telah selesainya periode kepengurusan de Gromiest 2007/2008

Menimbang : Perlu adanya kesinambungan kepengurusan de Gromiest periode selanjutnya
(2008/2009)

Memutuskan :
Perlu segera diadakan pemilihan ketua de Gromiest periode 2008/2009 yang Insya Alloh akan dilakukan pada silaturahmi bulan november pada tanggal 16 November 2008. Berdasarkan hasil rapat KPU pada tanggal 05 November 2008 di Beijum, ada beberapa bakal calon yang potensial untuk melanjutkan kepengurusan de Gromiest 2008-2009, antara lain :

Selengkapnya…


Assalamualaikum wr wb ..
DeGromiest mengundang rekan-rekan sekalian untuk datang ke acara silaturrahim bulanan deGromiest yang akan diadakan pada,
Hari/Tanggal : Minggu/16 November 2008
Jam : 13.30 CET
Tempat : Madoerastraat 8A
Agenda : Pemilu deGromiest
Untuk kepentingan konsumsi, silahkan mengisi daftar hadir pada database di sini.
wassalam,

-S. Riyadi a.k.a. Iging-
Ketua deGromiest


GONG 2005/2006

Filed under Agenda deGromiest

Assalamu’alaikum wR wB.

Acara silaturahim bulan September tidak hanya merupakan titik temu bagi pada veteran deGromiest, juga ajang kenal dengan pada kaum anshor yang baru hijrah ke negri Groningen. Acara silaturahim kali ini sangat istimewa karena didalamnya telah dihasilkan berbagai putusan penting yang sangat menentukan gerak langkah de Gromiest ke masa mendatang.

Keputusan penting yang berhasil diambil pada malam hari Sabtu tersebut adalah:

1. Penetapan AD/ART de Gromiest
Setelah melewati masa iddah, dengan kesepakatan hadirin pada waktu itu, AD/ART de Gromiest secara resmi ditetapkan. Master Indra akan mengunggah AD/ART de Gromiest ke café dalam waktu dekat ini.

2. Pemilihan ketua de Gromiest baru
Dalam forum diskusi tim KPU (Komisi Perwakilan Ummat) dalam pemilihan ketua de Gromiest, ditelurkan tiga (3) nama kandidat ketua de Gromiest yang kemudian dijadikan formatur dalam proses pemilihan. Para kandidat ketua adalah:
- Agus Purwoko (pak Agus)
- Eko Hardjanto (mas Eko)
- Febdian Rusydi (SBY)
Berkat kearifan dan kebijaksanaan masing-masing anggota formatur, akhirnya melalui musyawarah, terpilihlah pak Agus sebagai ketua baru de Gromiest yang didampingi oleh mas Eko dan SBY sebagai wakil-wakil ketua.
Kepemimpinan yang baru diberikan waktu hingga tanggal 17 Ramadhan untuk membentuk kepengurusan dan untuk sementara waktu, de Gromiest tetap berjalan sebagaimana biasanya dipimpin oleh trinitas pra-demisioner.
Dengan terpilihnya ketua baru, maka SBY sebagai ketua KPU diberhentikan dengan hormat dan mandat telah yang diberikan secara resmi dicabut kembali.

3. Pemilihan ketua GPR
Dalam acara silaturahim pula alhamdulillah telah diangkat ketua Gerakan Perindu Ramadhan melalui pemilihan aklamasi dan kesediaan Nandang Mufti (mas Nandang). Ketua terpilih ini akan segera menyiapkan agenda kegiatan selama bulan Ramadhan yang sudah sangat dekat.

Demikianlah keputusan-keputusan yang telah diambil dan kami mengucapkan selamat bertugas kepada para ketua terpilih, dan berterima kasih kepada para warga de Gromiest yang telah menyaksikan drama alih kekuasaan tak berdarah ini.

Groningen, September 2005

Pengurus pra-demisioner

Indra Muliawan
Wangsa T. Ismaya
Shri Mulyanto (in absentia)


Silaturrahim September 2005

Filed under Agenda deGromiest

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Insya Allah, pada tanggal 24 September 2005, kembali akan diadakan acara bulanan silaturahim deGromiest. Pada acara ini juga, kita akan menyambut rekan-rekan yang baru datang ke Groningen ini.
Acara tersebut akan diadakan di :

Tempat tinggal keluarga Ismail Fahmi
Bezettingslaan 30, 9728EH Groningen
Pukul 17.00 waktu Groningen Selatan

Acara utama kita kali ini adalah perkenalan, ramah tamah dan bertukar informasi (tips dan trik) dengan rekan-rekan yang baru datang. Kalau ada waktu, bagi yang berminat, bisa melanjutkan dengan pembahasan rancangan AD/ART serta suksesi kepengurusan deGromiest.

Untuk keterangan lebih lanjut, sila hubungi:
Indra Muliawan
0642111769
indramuliawan @ yahoo.com


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Insya Allah, pada tanggal 13 Agustus 2005, akan diadakan dua acara. Acara utamanya adalah perpisahan dengan Bendahara kita yang telah menyelesaikan studinya di Groningen, Diana Jirjis. Oleh karena mau tak mau dalam acara tersebut pasti akan terjadi silaturrahim, maka, dengan persetujuan pemilik acara utama, acara tersebut juga ditunggangi sebagai Silaturrahim bulanan deGromiest untuk Agustus 2005. Acara tersebut akan diadakan di :

Kediaman Itobh, Ponky, Diana, dan Mas Widy*
Westerbadstraat 48, Groningen
Pukul 17.00 18.30** waktu Stasiun Groningen CS

Untuk keterangan lebih lanjut, sila hubungi:
Diana Jirjis di :
dheeyana@ yahoo. com
0619046578

*tidak terdaftar di Gemeente Groningen
** sudah dikonfirmasi


Silaturrahim Juli 2005

Filed under Agenda deGromiest

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Insya Allah, Silaturrahim Juli 2005 akan diadakan di :

Kediaman Hari, Dian & Dafin
M.L.Kingstraat 12, Groningen
tanggal 23 Juli 2005
Pukul 17.00 waktu Hoornsemeer

Yang tidak membawa kendaraan pribadi, dapat menumpang bus Lijn 6. Selain dari halte-halte yang dilalui trayeknya, bus lijn 6 dapat juga dinaiki dari Groningen Centraal Station. Pastikan naik ke jurusan “Hoornsemeer”, dan turun di b s f von suttnerstraat/s o j. Sebagai pelengkap, disebelah kiri (di seberang halte) ada supermarket “Albert Heijn”. Jalan kaki sedikit ke arah datangnya bus, M.L.Kingstraat ada di sebelah kiri.

Pembicara adalah juga warga baru di Groningen, jadi sekaligus perkenalan, Mas Mochammad Chalid.

Sesuai dengan aspirasi beberapa warga degromiest, kali ini bapak-bapak yang akan menyiapkan konsumsi. Walaupun demikian, sebagaimana biasa, seluruh bantuan akan diterima dengan senang hati. Terutama “cadangan” apabila masaknya gagal.

Rekan-rekan, om, tante yang akan pulang diharapkan datang, terutama dari rombongan Bappenas, yang akan meninggalkan Groningen pada tanggal 30 Juli. Jadi sekalian, selain perkenalan, juga ada perpisahan.

Untuk keterangan lebih lanjut, sila hubungi:
Indra Muliawan di :
indramuliawan@ yahoo. com
0642111769


Silaturrahim Mei 2005

Filed under Agenda deGromiest

Setelah silaturrahim April 2005 ditiadakan, Mei ini mudah-mudahan tidak ada lagi halangan dan rintangan.

Insya Allah, Silaturrahmi Mei 2005 akan diadakan pada :

Sabtu, 28 Mei 2005 pukul 18.00
di Concordiastraat 67 A
dengan pembicara seorang saudara muallaf dari Den Haag yang akan berbagi visi dan pengalamannya

Kehadiran saudara-saudari semua amat diharapkan, mengingat kemungkinan bahwa Silaturrahim kali ini adalah yang terakhir yang dapat kita laksanakan di rumah Mas Amal, Mba Heni, Rayhan, Safira, dan tidak ketinggalan, Khairul


DeGromiest menerima hibah barang dari anggota. Hasil penjualan barang akan dimasukkan ke dalam kas deGromiest. Jika anda sudah menyelesaikan studi di Groningen dan ingin menghibangkan barang, atau jika ingin membeli barang yang dilelang, silahkan hubungi: Agnes Tri Harjaningrum (bundaagnes @ yahoo.com, tel: 0641 054 573).

Berikut ini adalah daftar barang yang dilelang deGromiest:

No. Nama Barang              Lokasi
1.  Ranjang + Matras         Wangsa
2.  Buku Tasawuf (2 bh)     Mbak Yulia
3.  Buku Bank Islam          Mbak Yulia
4.  Tape recorder              Mbak Yulia
5.  Lem, tambalan ban       Mbak Yulia
6.  Water cooker (2lt)        Wangsa
7.  Water cooker (1,7lt)      Wangsa
8. Sepeda perempuan        Indra

DAFTAR BARANG-BARANG DARI MBAK HENI, LOKASI : DI RUMAH KEL. PAK TRI

No	Nama Barang 	                   Banyaknya
1	Selimut     	                         7
2	Bantal	                                  6
3	Sprei	                                  4
4	Topi	                                  11
5	Baju anak2	                      banyak
6	Celana anak2	                    banyak
7	Baju dewasa	                     beberapa
8	Celana dewasa	                   1
9	Bantalan kursi	                     8
10	Buku2	                               4
11	Gelas	                                banyak
12	Mangkok	                             beberapa
13	Piring 	                                 beberapa
14	Hanger	                               banyak
15	Sendok + garpu dll	          beberapa
16	Panci pegangan panjang	      1
17	Baskom plastik lobang2	       2
18	Tempat sendok garpu	      1
19	Teko 	                               1
20	Cangkir	beberapa
21	CD	banyak
22	Gelas ukur plastik	          1
23	Tatakan panci	                   4
24	Kabel expansi
25	Jam dinding	                    1
26	Baki	                                2
27	Kertas gosok	                   beberapa
28	Lampu tidur	                    1
29	Lampu belajar	                  1
30	Payung	                             1
31	Pemotong lakband	       1
32	Gunting	                             4
33	Tempat sampah	               3
34	Cukuran rambut	               2
35	Sandal + sepatu	                beberapa
36	Raket DDC power + control (dlm 1 tempat)	2
37	Kereta untuk bawa keranjang	3
38	Gantungan baju	                 2
39	Kasur kecil	                     3
40	Meja setrika	                    1
41	Kipas angin hitam	         1
42	rak plastik	                     1
43	Lemari laci plastik 3 laci	1
44	Lemari dinding kayu	      1
45	Karpet 1x2 m	                 1
46	Karpet 2x3 m	                  1
47	scooter	                              1
48	Cermin	                            2
49	Kursi biru lipat	            1
50	Kursi putih	                     2
51	Perangkat dapur
52	Kursi kecil plastik	          2
53	Tempat organ	                1
54	Plastik tempat baju kotor     1
55	Seperangkat kabel internet
56	Seperangkat peralatan sepeda
57	Ujung (pipa) penyedot debu	1
58	Perlengkapan ngepel, sikat ngepel dll
59	Tempat majalah kayu	    1
60	Timba plastik	                  3
61	Speaker aktif	                   1 set
62	Tempat mainan anak2 meja dan 2 kursi	1 set
63	Tempat piring/rak piring	1
64	Bola anak2	                  2
65	Oven	                            1
66	Mixer	                             1
67	Tas laptop	                   1
68	Jaket kulit dewasa	       1
69	Keyboard komputer	    1
70	Gorden	                           1 set
71	Rak plastik tempat bunga putih	1
72	Rak besi besi kecil hitam	1
73	Rak besi putih	                   1
74	Rak plastik	                     1


Radio deGromiest

Filed under Agenda deGromiest

Sun, 24 Oct 2004 23:19:22

Assalamu’alaikum…

Selepas latihan nyanyi, puisi, dan dialog untuk Nuzulul Quran, di Jalan Pendudukan, yang tersisa adalah obrolan yang sangat positif tentang gerakan deGromiest selanjutnya. Ada Pak Toto, Pak Budi, Pak Tri, Indra, Buyung, Ismail, Agnes, Lala dan Malik (ikut2an nggangguin…)

DEJAVU

Seperti dejavu, nostalgia, Pak Toto memberikan pandangan yang panjang lebar tentang pendapat beliau mengenai mahasiswa Indonesia khususnya di Groningen ini. Seperti ada semangat yg menyala di mata mahasiswa2 tersebut. Berbicara tentang asumsi, teori, ideologi, idealisme… meingingatkan beliau pada 15 tahun yang lalu. Ketika keputusan harus diambil: turun ke jalan atau tidak?

RUANG IDEALISME

Yang dapat kutarik dari obrolan tersebut adalah: apa yang kita lakukan di sini, sebagai mahasiswa Indonesia, ketika kita melakukan hal-hal di luar tugas utama seperti kuliah, riset, dll… adalah untuk menciptakan sebuah ruang dalam hati dan pikiran kita. Ruang yang nantinya sangat diperlukan, yang akan mengarahkan tindakan ketika kita sudah kembali ke tanah air. Ruang yang memihak kepada bangsa. Ruang yang bersifat idealis. Ruang yang sangat penting, ketika roda kerja memaksa kita harus pragmatis dan praktis, berpikir pendek dan mungkin hanya ‘mengambil kesempatan’. Ruang yg akan membawa kita menjadi khalifah, rahmatan lil alamin, bukan hanya untuk diri sendiri.

RAPAT MEJA BUNDAR

Oleh karena itu, digelar lah rapat meja bundar ketika berbuka puasa (siomay, bakso, udang goreng, ayam champignon..), antara oknum IM, FR, IF, AT, LL, dan MK.. mendorong diadakannya sebuah revolusi di tubuh deGromiest. Sudah saatnya kini deGromiest melangkah ke dunia luar, membuka diri dari sekat kota kecil Groningen. Uang logam 2 euro yagn diinfaqkan, lalu disalurankan ke Indonesia, adalah salah satu hal yang paling nyata dari gerakan kepedulian yg bisa kita lakukan. Kenapa? Karena 2 euro, benar2 sampai di tanah air.

Selain itu, ternyata sangat perlu untuk membangun ruang idealisme di diri kita. Satu kaki berpijak pada hal-hal yang idealis, satu kaki lagi berpijak pada hal-hal yang pragmatis.

REVOLUSI

deGromiest sudah cukup sukses dengan web2nya. Ada Serambi, Cafe, Wong, dan Journal. Terimakasih yg sangat besar kepada Raihan dan Safira yang telah ‘menggerakkan’ Cak Amal untuk memulai upaya mulia membangun Media bagi deGromiest. Ini ibarat saluran, yang melancarkan kebuntuan dan kemacetan pemikiran yang menyambungkan diri2 kita.

Setelah hampir satu tahun, sebuah revolusi perlu dibuat. Kita perlu melangkah kepada saluran yang lebih besar. Gambar dan teks rasanya tidak lagi mampu menampung aliran kebutuhan dan semangat para anggota. Contohnya, Fathiya, Raihan, Safira, Lala, dan Malik.. belum bisa secara langsung menikmati atau mendaptkan manfaat dari media ini. Bukankah mereka juga anggota deGromiest? Jangan sampai menunggu mereka menuntut revolusi. Kita sendiri yang harus memulainya.

RADIO DEGROMIEST

Bayangkan, jika sebelum tidur, anak2 kita bisa mendengarkan kisah heroik perang jaman Nabi Muhammad, Kesabaran Nabi Ayyub, Taubat Nabi Adam, Hensel and Gretel, Nisa dan Mio yang berani tidur sendiri… Para orang tua mendengarkan wawancara dengan Mas Tomi (ayahnya Faiz) tentang bagaimana mendidik anaknya… Pagi-pagi sudah bisa mendengar rangkuman berita Nasional dari Indra… Kuliah umum kosmologi yang bersemangat… Wawancara dengan mahasiswa2 yang sudah selesai study tentang hasil riset mereka.. Kisah kehidupan muslim di Belanda, baik dari mualaf, komunitas suriname, dan mahasiswa2 indonesia.. Ceramah2 dari ustad Indonesia (Aa Gym, Miftah Faridl, …), Tips2 tinggal di Groningen bagi mahasiswa yg baru dateng… dan tak lupa.. lagu2 Bimbo, Siti Nurhaliza, Debu, Sulis & Haddad Alwi, Raihan, Chrisye, Ebiet, Iwan Fals… yang ‘menggerakkan’.

Bayangkan, jika itu semua ada di http://radio.degromiest.nl….

Wassalam.

PS: Selanjutnya Indra akan memaparkan secara detail gagasan
revolusi ini.
Monggo mas….

Purn. Ismail


24 Oct 2004 23:33:44
Penjelasan dari Jendral Indra

Assalamu’alaikum,
Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Setelah Introduksi dan Pembeberan plot Panglima Besar Revolusi Jenderal Hampir Purnawirawan Daripada Yang Mana Ismail Fahmi, saya rasa semua udah jelas, bahwa sebentar lagi radio deGromiest akan segera mengudara di ruang maya.

Nama dan Motto radio ini sebenarnya belum diputuskan, sehingga untuk sementara, kita pakai nama Radio deGromiest,.. dengan tidak menutup kemungkinan pemakaian nama itu dapat diteruskan apabila memang tidak ditemukan yang lebih cocok..

Sang Jenderal Daripada Yang Mana Ismail Fahmi memang sudah punya ide ini sejak beberapa waktu yang lalu, tetapi akibat pembadaian otak di konferensi meja bundar (KMB) sore tadi, akhirnya dikonkretkanlah rencana pengudaraan radio tersebut. Karena, konsep tetap akan berada di tatanan konsep dan mungkin larut dalam pragmatisme kehidupan sehari2 kalau tidak dilaksanakan.

Intinya, radio itu adalah corong suara kita yang dapat didengar di seluruh dunia, tentunya untuk yang punya internet verbinding yang cukup cepat untuk streaming.. hehehe..

Untuk itu, peran kita semua amat ditunggu untuk mengisi slot acara di Radio.. mungkin Cak Fu mau nyanyi lagi Iwan Fals ? atau Bang Fahmi mau iklan Bakso? atau Itobh mau pamer resep Sabar Jaya? dan lain sebagainya.. sampai saat ini, slot acara yang sudah dipersiapkan adalah (tidak diurutkan berdasarkan apapun) :

1. Acara Anak-anak, pembacaan cerita “malam hari” yang rencananya akan diasuh oleh Kak Agnes. Terbuka juga kemungkinan acara yang diisi oleh anak2 sendiri. Yang masih merasa anak2 tentu boleh ikut.. hehe..

2. Acara diskusi dengan berbagai topik. Bisa dari GPMPS, atau live discussion dengan orang2 pilihan produser acara (IF)

3. Pemutaran lagu.. wajiblah disemua Radio.. lagu2nya akan disupply dari febdian.net, dari koleksi pribadi Indra, dan mungkin sekali dari ketua terpilih de Gromiest, Wangsa, yang udah ancang2 upgrade harddisk karena udah hampir penuh dengan MP3.. kayaknya sih bakal terima request juga lho..

4. Summary berita mingguan. Bisa dari tanah air, bisa bukan dari tanah air, .. kebetulan aja saya tiap hari baca koran online, dan kadang2 yang offline.. jadi kalo gak sempat baca dan ingin dengar berita, silakan simak radio deGromiest..

5. Monolog.. hasil perenungan pribadi, puisi, dan lain-lain..

6. Orasi dan Opini, diasuh oleh Uda Buyung yang memang kita kenal punya hobi orasi. Opininya harus kita supply.. kalo nggak acara ini jadi corong Buyung.. hehehe..

7. Anda sakit perut karena makan kepala udang? badan memar2 tertabrak oma fiets? atau kurang gizi karena nggak bisa masak? ikuti siaran “Kak Agnes menjawab” segala permasalahan kesehatan akan dibahas disini.. Dan karena slot ini diproduseri Kak Agnes, maka mungkin akan dilebarkan sehingga mencakup acara FTM, atau parenting.. hanya mohon diingat,.. ini bukan Agnes L. Tobing..

8. Wawancara profil dan hasil riset. Pengalaman, profil dan pengalaman serta mungkin, hasil riset dari orang2 seperti alumni2 yang sudah pulang, atau handai taulan kita yang memang perlu ditilik alur hidup dan pengalamannya yang mungkin bisa kita manfaatkan.. dan kalau bisa, kita coba wawancara dengan Presiden Yudhoyono atau para ex-president.. tapi gak janji deeh.. hehe

9. Kehidupan muslim di Groningen sehari-hari dari berbagai perspektif.. masalah kesulitan tempat shalat di kampus.. daging2 halal, ataupun isu2 hoofddoek yang sempat mengegerkan perancis.. akan dibahas disini..

10. Ceramah2 dari uztad2 di tanah air, tentu bukan live, karena cuma ngambil aja dari rekaman2 yang ada. Diusahakan dimintakan izin kepada uztad ybs ..

11. Resensi buku baru, film2 baru, yang dikemas dalam bentuk obrolan santai menikmati kopi hangat beserta nasi dan lauk pauk lengkap.. hehehe..

12. ….tidak ketinggalan… kuliah umum GPMPS … !

13. Pembahasan isu2 internasional.. kekacauan di Irak, dinamika kehidupan uni eropa, ekspansi pasar cina, atau isu lokal.. seperti ada penyebab demonstrasi serikat buruh di Amsterdam, laporan lalulintas sepeda disekitar groningen, jadwal kereta, … kesemua isu ini diusahakan aktual.. (biro jodoh? gimana nih yung? hehe)

Acara-acara ini masih bersifat tentatif, dan penjadwalannya juga masih akan diatur lebih lanjut.. sehingga jangan ragu2 layangkan sumbang sarannya.. kalau nggak sumbang saran, para produser mungkin akan segera menyusun acara “dari desa ke desa”, “kelompencapir”, atau sandiwara radio saur sepuh…

Sembari nunggu saran masuk, daripada ditunda, radio ini akan diusahakan “on air” minggu2 ini.. tentu dengan format siaran percobaan dulu.. url, softwer, dll, akan diumumkan kemudian oleh sang Jenderal hampir punakawan, eh.. purnawirawan Ismail Fahmi.. (atau menteri telekomunikasi, Prof. Ikhlasul Amal?)

Wassalam,
Indra


Mon, 25 Oct 2004 03:59:45
Penjelasan dari Prof. Ikhlasul Amal

Bismillahhirrahmanirrahim.

Oke, oke…
Di mana-mana anak-anak muda tidak sabaran. Tengah malam yang gelap gulita tiba-tiba minta dipasangkan pemancar radio. Kalau zaman Harmoko harus minta izin dulu tuh, tidak bisa langsung FM (kecuali sebagian sahamnya punya anak babe), apalagi ini langsung minta versi siber.

Jadilah saya yang sedang enak-enak mendengar sayup-sayup lagu nostalgia dari Voice of Indonesia, dan sedikit terkantuk-kantuk di sebelah Atijembar, langsung turun ambil sari jeruk dan secawan kudapan agar mata terjaga lagi. Instal ini dan itu, email yang datang kemudian memang dari para superhero, atau tukang ronda keliling (satu dari sektor Selatan, satu lagi tetangga masjid, dan satu lagi penjaga Centrum).

Semua melakukan provokasi tentang stasiun radio, padahal sudah diotak-atik di bagian yang misterius, tetap saja “streaming” belum bekerja. Duh, masak kalah dengan sistem operasi jendela yang dipakai di pemancar gelap tanpa izin di Asrama Kuning!

Sampai akhirnya, keluar jurus Dewa Ngantuk — yang entah dari mana tidak jelas, pokoknya tiba-tiba merasa seperti dibisiki oleh Google, dan dicoba… jreng! Pakai XMMS (maaf, tidak terima WinAmp apalagi Windows Media Player) akses pakai HTTP… bunyi!

Silakan dicoba siaran perdana:

* http://radio.degromiest.nl
-atau, kalau gagal-
* http://radio.degromiest.nl:8000

Karena belum ada stok bunyi-bunyian yang akan diperdengarkan, maka sementar semau saya dulu.

Wassalam @ 04.00

amal


Berikut ini adalah daftar anggota dan kafilah deGromiest untuk tahun 2004/2005. Melalui daftar ini, anda dapat mengetahui siapa saja yang saat ini berada di Groningen, dan siapa contact person untuk tiap-tiap kafilah (berdasarkan student house atau lokasi), sehingga memudahkan anda menjalin silaturahmi.

Berdasarkan Student House

Albertine Agnesplein

Bisschop Nierman C.

Blekerslaan
Tanti Sugiharti (4C2, 9724 EJ, Groningen)
Pak Sateriadi

Kornoeljestraat / Blue Building (Selwerd I)
Abdul Gafur (2E18, 9741 JB, Groningen)
Agum (2A2)
Budi (2K13)

Esdoorlaan / Red Building (Selwerd II)
Guruh Kusumo

Duindoornstraat / Yellow Building (Selwerd III)
Buyung

Kraneweg/Melkweg

Moesstraat

van Starkenborgh

Martinihouse

Nijenborgh / Kontainer
Henry
Riko
Ali
Adit
Ponky Ivo
Era
Mbak Nur
Syarif

Basaltflat
Pak Toto
Pak Wahyu
Nina
Meli
Shanty
Bayu

Berdasarkan Lokasi Rumah / Buurt

Corpus De Hoorn

Bezettingslaan 30, 9728 EH
Ismail Fahmi & Agnes
Lala & Malik
Mobile: #06 410 54573 (ismail)
Mobile: #06 209 08509 (agnes)

Selwerd/Paddepoel

Dierenriemstraat 171
El-Fahmi Yaman & Yulia
Fathiya & Nurul
Yunia Sribudiyani

Concordiastraat 67a
Ikhlasul Amal & Heni Rahmawati
Raihan & Safira
Khairul Saleh

Wilgenlaan 54
Teguh Sugihartono & Margareth
Michele

Centrum

Haddingestraat 28B
Wangsa Tirta Ismaya

Muh. Arfan
Grote Markt 16, 9712HT
Mobile: 0638154614

Hoofstraat 1, 9712 JA
Eko Hardjanto
Mobile #: 0652240619
Apartment # 050-3187291


Materi Persiapan Ramadhan 1425H

Filed under Agenda deGromiest

Atas izin Allah SWT. tidak lama lagi bulan mulia Ramadhan 1425H akan datang atau didatangi. Menjalankan ibadah puasa dan melewati bulan mulia yang penuh ampunan dan maghfirah tentu merupakan kenikmatan tersendiri di Groningen. Beberapa hal di bawah ini dapat dijadikan materi persiapan menyambut Ramadhan kali ini.

Pengumuman awal Ramadhan

Penentuan awal bulan Ramadhan mengikuti ketetapan yang disetujui/digunakan oleh Masjid Selwerd, Groningen. Pertimbangan yang digunakan: kita berada di Groningen dan Masjid Selwerd merupakan representasi resmi kegiatan Islam di Groningen — sekaligus masjid yang dihadiri lebih banyak anggota De Gromiest. Dengan demikian ketetapan yang dikeluarkan Masjid Selwerd lebih memiliki legitimasi dalam pemilihan jadwal waktu sholat dan perayaan hari-hari besar Islam (termasuk awal Ramadhan). Biasanya awal Ramadhan ditetapkan oleh pengurus masjid setelah shalat Isya’ dan secara langsung akan diumumkan baik lewat situs Web, mailing list, atau silakan kontak lewat telepon. Lebih jauh teknis pelaksanaannya akan diumumkan menjelang awal bulan Ramadhan.

Jadwal waktu berbuka dan sahur

Jadwal yang digunakan untuk aktivitas puasa mengikuti jadwal sholat. Untuk waktu sholat harian, sudah tersedia di Serambi De Gromiest dan sedang perbaikan jadwal per bulan. Versi lama jadwal bulanan ini tersedia di album situs versi lama. Apabila terdapat perubahan URL, nanti akan diumumkan.

Hal lain yang perlu diperhatikan, pada tanggal 31 Oktober akan berlaku perubahan waktu (Daylight Saving Time) sehingga perlu diperhatikan agar tidak salah dalam menggunakan jadwal berpuasa.

Insya Allah jadwal waktu berbuka dan sahur ini akan disediakan di situs Web De Gromiest dengan menggunakan acuan jadwal waktu sholat yang digunakan oleh Masjid Selwerd.

Kegiatan di Masjid Selwerd

Secara umum setiap hari terdapat kegiatan ibadah shaum di Masjid Selwerd, yakni buka puasa bersama dan sholat taraweh. Demikian juga di Masjid Turki yang berada di Koreweg. Buka puasa di Masjid Selwerd diselenggarakan untuk semua hadirin yang datang pada jam buka puasa dan disediakan cuma-cuma. Makanan yang tersedia khas Timur Tengah dan pengurus masjid sangat berharap keikutsertaan jamaah masjid pada acara tersebut. Jadi jangan ragu-ragu dengan undangan tersebut!

Sedangkan shalat taraweh dilangsungkan mengikuti jadwal sholat Isya’ dengan dimundurkan sekitar setengah jam untuk menunggu jamaah berkumpul. Hadirin shalat taraweh banyak (jamaah memenuhi masjid bagian dalam) dan dilangsungkan delapan rakaat dengan bacaan surah Al Quran satu juz setiap malam. Menjelang akhir bulan Ramadhan terdapat acara yang lebih khusus untuk taraweh ini dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar.

De Gromiest merencanakan acara pembacaan Al Quran (tadarus) satu juz setiap malam dan dilaksanakan setelah shalat taraweh, di Masjid Selwerd. Insya Allah saya dan Bang Fahmi akan mengusahakan agar pembacaan Al Quran ini dapat rutin setiap hari, oleh karena itu diharapkan partisipasi dari sahabat-sahabat lainnya. Tadarusan ini biasanya juga diikuti oleh jamaah Masjid Selwerd secara umum (tidak banyak jumlahnya).

Kegiatan di akhir pekan

Setiap hari Sabtu direncanakan akan diselenggarakan acara buka shaum bersama dilanjutkan dengan sholat wajib berjamaah dan taraweh, serta tadarus. Tempat pelaksanaan di rumah anggota dan akan ditentukan kemudian. Mempertimbangkan kondisi selama bulan puasa, sebaiknya dibicarakan teknis persiapan acara (terutama masakan) agar tidak memberatkan pelaksana.

Acara ini sekaligus menjadi pengganti acara Baca Al Quran setiap hari Sabtu.

Kemungkinan kegiatan tambahan adalah mengikuti shalat taraweh di Masjid An-Noer, Hoogezand, tempat komunitas Jawa-Suriname. Saya akan mengusahakan kontak dengan saudara-saudara kita dari Suriname yang kemungkinan pergi ke sana, untuk keperluan transportasi. Tentu saja, jumlah peserta dalam satu kloter ke sana dibatasi. Gambaran kunjungan ke Hoogezand pernah saya tulis di Masjid An Noer, Hoogezand.

Penyaluran Zakat

De Gromiest akan membantu penyaluran zakat mal dan zakat fitrah dari anggota bekerja sama dengan KZIS (Ibu Nung). Teknis pelaksanaan akan diumumkan kemudian setelah mendapat kabar dari KZIS Belanda.

====

Demikian gambaran kegiatan Ramadhan berdasarkan pengalaman yang sudah dijalankan tiga kali bersama De Gromiest. Insya Allah pada Silaturahmi Oktober nanti hal ini akan dibahas secara terbuka dan tulisan ini dapat dijadikan bekal pembahasan. Silakan kemukakan pendapat dalam bentuk komentar di bawah ini yang sekaligus dapat dijadikan bahan perbaikan tulisan di atas.

Terima kasih.


Demokrasi dan de Gromiest

Filed under Agenda deGromiest

Tanggal 18 September Avond kemarin telah terjadi pemilihan ketua de Gromiest untuk periode 2004-2005. Pemilihan tersebut berlangsung cukup Demokratis dengan musyawarah mufakat. Demokratis pada kalimat sebelumnya dicetak miring, karena kemudian muncul sedikit pertanyaan menggelitik dalam benak, Demokratis itu, dus Demokrasi itu apa sih? apa iya, bahwa pemilihan ketua yang diserahkan pada tim formatur demokratis? bukankah sebagian besar anggota de Gromiest yang tidak termasuk tim formatur kehilangan hak suaranya? dalam pemilu di tanah air saja seorang Profesor Doktor dengan seorang yang tidak pernah sekolah saja memiliki hak suara yang sama!

Plato dalam republik utopianya memang pernah memberikan solusi, ditengah-tengah kekecewaannya mengenai keadaan negerinya pada saat itu, bahwa pengambilan keputusan dalam menentukan nasib negara, termasuk memilih pemimpin negara tersebut diberikan hanya kepada orang-orang yang memiliki kompetensi untuk itu. Pendek kata, politik oleh golongan elit. Sehingga orang-orang yang kurang berpendidikan, yang tidak punya cukup pengalaman kehilangan hak pilihnya dan kehilangan haknya dalam menentukan kebijakan negara. Kemudian, pertanyaan tadi malah lebih menggelitik : “apakah dengan demikian anggota tim formatur lebih memiliki kompetensi dalam mengatur dan merencanakan kegiatan de Gromiest daripada anggota yang lain?” Masa iya? pastinya ada orang yang memiliki kapabilitas lebih di luar tim formatur… toch?

Ternyata, langkah yang diambil de Gromiest dengan tim formaturnya adalah suatu hal yang sedikit berbeda dari apa yang dikatakan plato dalam republik utopianya diatas. Suara dari sekian banyak anggota de Gromiest diwakilkan kepada anggota tim formatur yang dianggap mewakili aspirasi anggota yang mengajukannya. Mirip dengan pelajaran tata negara atau PPKN /PMP di sekolah ? hehe.. tidak begitu.. karena tim formatur bukan DPR. Tugas tim ini hanya sekali selesai, tidak berjalan beriringan dengan ketua dan kabinetnya. Akan tetapi memang disini terlihat sekali ada Demokrasi Perwakilan. Tetapi, bukankah dengan keanggotaan yang tidak sampai satu kelurahan bisa diadakan demokrasi langsung? pemilihan presiden untuk suatu negara yang berpenduduk di atas 200 juta pun bisa dengan pemilihan langsung kan? makin menggelitik rupanya pertanyaan-pertanyaan yang mulai berdatangan ini.

Mungkin pada saat penentuan teknis pemilihan ketua hal ini belum terpikirkan oleh sebagian atau malah semua anggota degromiest. Dengan terbentuknya formatur, pertukaran pemikiran dapat dilaksanakan dengan lebih dalam, dan lebih cepat, karena tidak terlalu banyak yang didengarkan pendapatnya. Bandingkan dengan apabila diskusi dilakukan dengan seluruh anggota de Gromiest,.. pasti, selain yang benar-benar berdiskusi, ada grup-grup tertentu yang bergosip, mencicip makanan, atau sekedar nonton tivi .. sehingga kurang efisien. Dengan diskusi dan keterbukaan, kepemimpinan de Gromiest kali ini terlaksana dengan musyawarah mufakat dan bukan voting. para kandidat pun ditanya dulu kesediaannya untuk menjadi ketua, sehingga benar-benar dengan kelapangan hati, atas konsensus semua. Sehingga yang terjadi kemarin malam adalah suatu penggabungan yang cantik antara demokrasi perwakilan dan musyawarah mufakat.

Kemudian muncul pula pemikiran, bahwa apabila yang terjadi kemarin malam itu dipraktekkan dalam level negara, mungkin dapat memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi bangsa indonesia yang menurut sebagian orang sedang berada dalam ambang kehancuran. Apakah mungkin? perbandingan suatu organisasi skala de Gromiest dengan skala Republik Indonesia mungkin ibarat membandingkan manusia dengan quark-quark yang menyusun manusia itu sendiri.. apakah patut diperbandingkan? Tetapi, ada baiknya bila kita tilik ke belakang menyusuri waktu, tidak terlalu jauh sampai pada saat bumi dan langit masih menyatu, tetapi jauh setelah “Big Bang”, yaitu pada saat munculnya demokrasi.

Demokrasi, suatu kata yang seringkali kita dengar pada masa sekarang ini, terutama di CNN atau Fox news, kala seorang George W. Bush memberikan justifikasi penyerangan ke Irak. Tetapi apa sih Demokrasi? Ingat-ingat dari pelajaran SMA, asal katanya adalah Demos dan Kratos. Demos, artinya rakyat, sedangkan Kratos adalah kekuatan (morfologi ke dalam bahasa belanda menjadi “kracht” walaupun dalam konteksnya saat ini lebih pas kalau diartikan dengan “macht”). Mudah untuk menebak kelanjutannya ceritanya, bahwa dalam demos kratos di yunani ini, yang berangkat dari pemikiran filsuf-filsufnya, diangkat dan dipraktekkan dalam kehidupan bernegara dengan sistem one man one vote. Sehingga arah kebijakan negara benar-benar mengikuti keinginan mayoritas penduduk suatu negara. Keadaan ini kurang disukai Plato, karena dengan demikian, negara berada ditengah ombang-ambing kemauan penduduknya, sedangkan belum tentu kemauan penduduknya walaupun mayoritas adalah benar dan terbaik. Apabila suatu saat mayoritas rakyat menginginkan perang sedangkan tidak cukup sumberdaya untuk itu, maka pasti negara akan kalah, namun karena itu kemauan rakyat, maka harus dilaksanakan. Plato kemudian berpikir, bahwa diperlukan suatu standar tertentu, patokan tertentu, untuk membatasi keterombang-ambingan tersebut. Siapakah yang menentukan standar tersebut? tentu orang-orang pintar nan cerdas pada saat itu (padahal sih, mereka kan juga bisa terombang-ambing ya..). Merekalah yang kemudian oleh Plato diposisikan sebagai para pengambil keputusan yang paling kompeten, sehingga tidak ada hak pilih bagi kelompok di luar mereka.

Demokrasi model Plato memang hampir, atau malah tidak pernah terpakai. Karena, terutama pada zaman sekarang ini, hal itu pasti akan dilihat sebagai pemasungan HAM. Padahal, kalau kita mau kembali pada keadaan dimana semua konsep pemikiran di dunia ini belum ada, (mirip pada keadaan dimana materi itu belum ada… hehe), HAM itu apa sih? siapa yang mematok standarnya? demikian sering didengung-dengungkan.. tapi apa sih patokan HAM itu? siapa yang membuat patokannya? mudah sekali orang berteriak pelanggaran HAM sekarang ini.. tapi apakah yang berteriak itu tahu apa hakikat HAM itu sebenarnya? tetapi kembali kita ke Demokrasi. Demokrasi di Yunani kemudian berevolusi menjadi demokrasi yang kita kenal sekarang dengan segala variasinya. Sehingga, dengan hal-hal lain produk yunani, negara (atau lebih tepat wilayah) ini sering disebut sebagai “craddle of western civilisation”. Western? memangnya ada yang bukan western ya? Syura.. bukan western. Kesimpulan sampai saat ini, setelah membaca beberapa literatur, inti dari Syura itu sendiri sebenarnya mirip dengan Demokrasi, walaupun Syura bukanlah demokrasi! ada suatu perbedaan besar, selain dari awal munculnya, yaitu pada zaman Rasulullah, Syura selalu mengakar kepada Al Qur’an dan Hadits. Sehingga selalu ada patokan pelaksanaan, dan tidak terombang-ambing dibawa arus keinginan mayoritas, (tentunya apabila rakyatnya ikut patokan). Sehingga tidak diperlukan Utopianisme Plato.

Yang menjadi permasalahan pada masa kini adalah pengkultusan dan pencatutan nama dan semangat Demokrasi itu sendiri. Ada demokrasi sosialis, ada demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila, dan entah apalagi. Mungkin hal ini disebabkan, apabila ada yang menggunakan nama lain, seperti misalnya pemerintahan sosialis, pasti akan dimusuhi barat. kata-kata demokrasi adalah suatu kata yang keramat, yang kalau tidak disebut, akan mengakibatkan ke”sengsaraan”.. mirip dengan kata-kata pembangunan dan orde baru di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Sehingga, si negara yang katanya kuat itu, mencatut demokrasi sebagai alasan pembenar menyerang Irak.. to uphold democracy .. katanya..

Padahal, kalau memang mau jujur, melihat pemikiran plato dan perkembangan negara-negara di dunia, Demokrasi dengan pengertian yang berlaku umum pada masa kini (kekuatan dan kemauan mayoritas) itu bukan harga mati. Demokrasi, dengan semangat people powernya memang merupakan suatu sistem pengambilan keputusan dan pemerintahan yang baik. Tetapi apakah demikian pada semua situasi dan kondisi? Bagaimanapun demokrasi yang dikenal luas dan “sepertinya” dipraktekkan sekarang ini adalah produk barat. Dengan demikian, mengusung nilai-nilai dan diwarnai oleh kultur barat, craddlenya. Bukan berarti semua produk barat itu buruk, namun, dalam ilmu sosial, penerapan suatu sistem nilai yang sama sekali asing ke dalam suatu kebudayaan yang sama sekali berbeda seringkali menemui kegagalan. Nilai tersebut, harus diadaptasikan dahulu kedalam sistem nilai yang berlaku, baru kemudian bisa diintegrasikan. Ibarat rice cooker miyako yang dibawa ke Inggris, harus dicarikan adapter dengan 3 colokan dahulu, baru bisa digunakan. Sebagai tambahan saja, studi hukum pun juga mengenal legal culture, dimana tidak bisa hukum dari suatu negara ditransplantasikan begitu aja ke negara lain. Harus memperhatikan legal culturenya juga, atau sistem itu akan menemui kegagalan, atau permasalahan yang cukup pelik. Paling tidak dalam ilmu hukum, sudah terbukti secara empiris. Sehingga, Demokrasi, apabila memang mau diterapkan, perlu adaptasi terlebih dahulu.

Dalam suatu organisasi setingkat negara pada masa kini, memang sulit untuk mewujudkan terjadinya mufakat dari sekian ratus juta rakyatnya. Demokrasi perwakilan sudah pernah kita cicipi. Dan secara empiris, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mengapa? mungkin dikarenakan paling tidak ada 2 hal yang melenceng pada saat pelaksanaan. Pertama, rakyat yang memilih wakilnya tidak mengetahui kapasitas si wakil. Dahulu kita memilih partai. Sekarang sudah lebih baik.. sedikit. Kita memilih orang. Apa kita kenal orang itu? apa mereka sudah berbuat untuk kesejahteraan rakyat? bagaimana profilnya? apakah mereka se-aspirasi dengan kita? apakah mereka pantas dipilih? sulit untuk menjawabnya, karena kurangnya input untuk diproses. Dahulu para pilihan kita itu memilih presiden bak tim formatur de Gromiest memilih ketua. Permasalahan kedua muncul pula disini. Tidak amanahnya para wakil kita tersebut, membuat musyawarah mufakat untuk kepemimpinan 32 tahun tidak berganti. Musyawarah ini dapat dikatakan semu.. karena begitu di”merdeka”kan dari tekanan, baru kelihatan aslinya, semua memiliki keinginan yang berbeda-beda. Sekali lagi sulit untuk mengatur hal-hal seperti ini dalam organsisi setingkat negara. Beruntung pada organsisasi setingkat quark seperti de Gromiest, si pemilih mengenal langsung sang wakil dalam formatur, dan sang formatur, Insya Allah bertindak amanah dalam menjalankan tugasnya. Tadi malam itu adalah contoh demokrasi perwakilan yang baik sistem dan pelaksananya berjalan sebagaimana rencana.

Sekarang ini kita memilih langsung presidennya, tidak melalui wakil lagi. Tetapi, apakah pilihan itu tepat? bebas ? merdeka? objektif? sepertinya kita belum bisa mewujudkan kebebasan memilih itu. Dahulu kita terkungkung tekanan. Sekarang, kita terkungkung money politics, penampilan kandidat, ikut-ikutan orang karena tidak mengerti, sehingga akhirnya pemilihan presiden tak ubahnya Akademi Fantasi atau Indonesian Idol, minus nyanyi. Semua ditentukan popularitas, kita terkungkung popularitas sehingga penentuan bukan didasarkan kompetensi. Bedanya pemilihan presiden di TPS, kalau AFI atau Indonesia Idol bisa lewat SMS. Mungkin sebagian dari kita ada yang merasa tidak terkungkung. Benar. Terutama kita yang beruntung telah mengecap pendidikan yang jika dibandingkan dengan seluruh rakyat Indonesia, cukup tinggi. Tetapi bayangkan rekan-rekan ditanah airkita yang hingga kini, setelah beberapa kali pergantian presiden masih belum juga bisa baca tulis, (apalagi baca email dan mendiskusikan spam), yang tidak tahu menahu berita di pusat kekuasaan Jakarta, tiba-tiba harus memilih presidennya. Bagaimanapun salah satu sendi dasar demokrasi adalah pemberitaan yang memadai mengenai situasi dan kondisi kepemimpinan dan kenegaraan, dan pemberitaan ini mencapai dan dimengerti oleh rakyat. (Para pencinta game Civilization III pasti mahfum, kalau mau mengganti sistem pemerintahan dengan demokrasi, harus memiliki dahulu teknologi berita cetak!) ..Berapa banyak dari yang bisa membaca, tetapi kemudian tidak mengerti? Dalam kebingungan dan akhirnya ketidakpeduliannya, 5 atau 10 Euro mungkin sudah lebih dari cukup untuk menentukan pilihan.

Demokrasi, ataupun Syura, mungkin merupakan suatu sistem yang dirasakan “teradil” yang dapat dihasilkan manusia,.. saat ini. Namun, bukan berarti, sistem teradil ini tanpa kekurangan. Banyak sekali kekurangannnya, sehingga perlu diadakan perbaikan disana-sini, ibarat microsoft berulang kali mempublikasikan “patch” untuk internet explorer. Dan bukan tidak mungkin, pada suatu ketika, saat makin banyak “patch” yang dibutuhkan, mungkin lebih baik untuk membangun internet explorer dari awal. Mungkin Demokrasi juga perlu kita bangun dari awal agar lebih memenuhi kebutuhan kita. de Gromiest, paling tidak tadi malam telah menyumbang kepada khazanah demokrasi, bahwa pakem umum yang berlaku dapat diubah dan dapat menghasilkan keputusan yang diterima semua orang. Mungkin masih lama evolusi untuk dapat menghasilkan Demokrasi gaya baru. Tetapi paling tidak, Quark menyusun atom, atom menyusun molekul, molekul menyusun protein, protein menyusun sel, dan sel menyusun manusia. Mungkin berhasil, mungkin tidak, tetapi de Gromiest telah memulai.


Tulisan ini sumbangan dari Sdr. Andreas Ismar.

17 Agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka Nusa dan Bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia?..

Jika anda mengingat kembali masa2 sekolah anda di Indonesia, maka lagu di atas tentunya tidak menjadi asing lagi di telinga. Lagu tersebut hampir selalu dikumandangkan di setiap upacara bendera, hari-hari besar nasional dari mulai Istana Merdeka hingga gang-gang kecil di pelosok. Bahkan lagu tersebut makin sering terdengar menjelang Peringatan Proklamasi kemerdekaan kita yang lebih popular dikenal dengan tujuhbelasan.

Tidak berbeda dengan kampung halaman, gegap gempita yang sama juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia di segala penjuru dunia. Setiap kedutaan NKRI mengadakan berbagai acara pada hari ?sakral? tersebut di berbagai negara, tak jarang berlangsung marathon selama beberapa minggu; dan tak terhitung berapa banyak lagi yang diadakan oleh berbagai penyelenggara. Di Groningen, utara Belanda, beberapa pelajar merasa kegerahan menjelang tujuhbelasan. Kerinduan akan suasana kampung halaman dan berkumpul bersama menjadi pendorong untuk mengadakan acara. Bak gayung bersambut, hal serupa juga dirasakan oleh berbagai individu dalam komunitas ini. Gerah menjadi gairah.

Kegairahan yang nyata terlihat dalam setiap lomba, dan dari wajah-wajah partisipan. Acara tersebut sendiri diadakan pada hari Minggu, 15 Agustus di kawasan Zernike Complex, lokasi kampus RuG dan Hanze, dengan jumlah partisipan mendekati 70 orang. Rangkaian acaranya meliputi lomba-lomba: makan kerupuk, balap kelereng, tarik tambang, sepakbola sarung dan memasukkan pensil ke botol, nyanyi-nyanyi dan pembagian hadiah. Sementara para peserta terbagi atas kaum pelajar, keluarga yang telah menetap lama, dan warga Belanda yang afektif terhadap Indonesia. Yang paling mengagumkan adalah mungkin usia mereka. Dari yang berusia 4 tahun hingga 50-an, semua aktif ikut lomba. Suasana akrab dan lepas, walaupun banyak dari mereka yang baru kenal, mendorong partisipan menjadi aktif, atau beberapa orang mungkin mengatakan: tidak tahu malu! Pernahkan anda membayangkan ibu-ibu berusia 50 tahun ikut balap kelereng di RT anda? Atau bapak-bapak yang melahap kerupuk dengan rakusnya?

Yah, memang acara ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Bahkan tambang untuk lomba sendiri dibuat dari lipatan-lipatan gorden rumah! Acara yang dimotori oleh de Gromiest (Groningen Moslem Society) ini dapat dibilang merupakan proyek nekat, mengingat belum pernah diadakannya acara serupa, keterbatasan dana, lokasi serta mepetnya waktu persiapan. Namun, di balik segala keterbatasan dan hambatan, acara tersebut berhasil menyatukan berbagai insan dalam sebuah kegairahan massal. Kegairahan tanpa batas-batas usia, suku, agama bahkan kewarganegaraan. Kami direkatkan menjadi satu keluarga. Kesatuan dalam kegairahan terhadap Indonesia, kerinduan dan harapan akan negeri kita. Terdengar seperti sebuah istilah PMP? Nasionalisme, kalau tidak salah?

Bukan di tengah gemerlapnya panggung, atau kemegahan lapangan upacara; namun justru pada acara kecil ini hatiku berteriak: ?Hidup Indonesia!?. Selamat ulang tahun Indonesia, selamat ulang tahun negeriku tercinta. (ism)

?.Kita tetap setia, tetap sedia?


(Tulisan ini awalnya dikirim ke PR, tapi…)

“Satu..dua..tiga..mulai!” teriakan seorang panitia lomba menggema di lapangan berumput hijau Hanzeborg Zernike complex, ketika mengawali pertandingan tarik tambang pria. Tarik-menarik tali dengan jumlah peserta lima lawan lima orang ini berlangsung cukup alot selama beberapa detik. Namun tiba-tiba…’tass….!’ tali itu putus dan tubuh-tubuh kekar berjumpalitan jatuh ke tanah. Salah seorang peserta meringis kesakitan akibat terkena lecutan tali yang putus. Peserta lain tesenyum-senyum sambil menahan nyeri akibat jatuh. Walaupun demikian baik peserta, panitia dan pengunjung yang hadir malah merasa terhibur dan tertawa-tawa menyaksikan adegan yang cukup seru dan lucu ini. Tali putus? kok bisa? Tentu saja, karena tali yang dipergunakan untuk perlombaan tarik tambang itu ternyata adalah… kain gorden!

Tak ada rotan akar pun jadi, demikian kata pepatah. Pepatah ini betul-betul digunakan oleh panitia penyelenggara perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-59 di kota Groningen. Mengingat sempitnya persiapan waktu, pencarian lokasi, serta dana yang terbatas, pihak panitia harus menggunakan dana seefektif dan seefisien mungkin. Karena harga tambang cukup mahal di kota ini, akhirnya panitia memutuskan untuk menggunakan kain gorden rumah yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan tali tambang. Kain gorden dipotong memanjang, kemudian dijalin dan diikat sedemikian rupa sehingga dianggap cukup kuat untuk dijadikan tali yang menyerupai tambang.

Sehari sebelum acara, 4 orang mahasiswa yang sedang mengambil program PhD di Universitas Groningen, 1 orang mahasiswa Master fisika teoretis, 1 orang mahasiswa S1 ekonomi bisnis, dan 1 orang profesional pengeboran lepas pantai, mendesain dan “menyulap” kain gorden menjadi tali tambang. Saat dilakukan uji coba, tali dianggap dapat berfungsi dengan baik sehingga panitia optimis perlombaan tarik tambang tetap dapat dilaksanakan. “Tak ada tambang, gorden pun jadi” ujar panitia dengan penuh keyakinan.

Sebelum perlombaan tarik tambang pria, tali ini sempat digunakan oleh peserta wanita dan berjalan lancar walaupun satu dari tiga kain yang dijalin sempat putus. Setelah panitia memperbaikinya, perlombaan dilanjutkan dengan kaum pria yang notabene memang jauh lebih kuat. Ternyata sang tali tak sanggup bertahan melawan tarikan para pria dan benar-benar putus. Namun, saran jitu dari seorang panitia yang di kota ini sedang mengambil program Phd bidang biokimia, telah membuat pertandingan tetap berjalan. Tambang yang putus pun menyatu kembali dan pertandingan tetap berlangsung dengan seru walaupun harus mengurangi jumlah peserta.

Itulah gambaran sekilas tentang perlombaan tarik tambang di kota Groningen Belanda oleh masyarakat Indonesia dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke-59. Peringatan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 Agustus 2004. Tanggal tersebut dipilih semata-mata karena acara tidak mungkin dilaksanakan pada hari kerja. Perayaan hari kemerdekaan RI di kota ini baru pertama kali dilaksanakan. Mengorganisir suatu acara memang bukan perkara mudah. Terlebih lagi dengan kesibukan dan jadwal kegiatan yang padat dari tiap warga Indonesia. Barangkali itulah yang menjadi alasan mengapa kegiatan seperti ini tidak pernah diselenggarakan di tahun-tahun sebelumnya. Biasanya warga Indonesia di Groningen yang berminat merayakan hari kemerdekaan akan bergabung ke kota lain. Delft maupun Den Haag yang berpenduduk Indonesia lebih banyak dan telah rutin mengadakan acara perayaan hari kemerdekaan setiap tahunnya, sering menjadi pillihan bagi warga Indonesia di Groningen. Namun, kendala jarak dan biaya menyebabkan tidak semua warga Indonesia dapat menyempatkan diri pergi ke kota tersebut. Karena itulah panitia berusaha merealisasikan perayaan hari kemerdekaan di kota ini.

Walaupun acara dilaksanakan dengan segala keterbatasan, perayaan berlangsung cukup meriah dan dihadiri oleh sekira 70 orang masyarakat Indonesia yang tinggal di propinsi paling Utara Belanda ini. Ismail Fahmi, selaku ketua panitia acara sekaligus ketua deGromiest (perkumpulan warga muslim asal Indonesia di kota Groningen), yang sedang mengambil program Phd bidang Computational Linguistic mengatakan, â??Perayaan ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan di antara warga Indonesia serta yang berjiwa Indonesia di Groningen. Acara ini juga diharapkan dapat mengobati kerinduan masyarakat Indonesia yang sudah lama berada disini, agar tidak lupa akan Indonesia dan tetap cinta pada negerinya.â?? Ujar Ismail.
â??Ide awal acara sebetulnya dimulai dari diskusi anggota deGromiest. Jauh lebih baik mengadakan acara perayaan sendiri ketimbang harus pergi ke kota lain. Mengingat cukup banyak warga Indonesia yang tinggal di Groningen, dan sama sekali belum pernah diadakan acara peringatan hari kemerdekaan setiap tahunnya, maka deGromiest merasa perlu mengadakan acara semacam ini. DeGromiest memutuskan untuk menjadi pioneer, dan mengkoordinasi serta mendanai acara kali ini. Sebetulnya ini termasuk proyek nekat, mengingat waktu untuk mempersiapkan hanya seminggu, pencarian lokasi yang cukup merepotkan dan dana yang terbatas. Tetapi alhamdulillah acara dapat berjalan lancar disertai cuaca yang juga sangat mendukung. Padahal biasanya cuaca sering diwarnai hujan karena musim panas tahun ini memang agak berbeda dari sebelumnya.â?? Demikian keterangan Ismail.
Dalam peringatan kali ini, deGromiest mengajak berbagai kalangan yang bersedia untuk menjadi panitia. Sebagian besar panitia terdiri dari mahasiswa, baik muslim maupun non muslim, serta beberapa warga Indonesia yang sudah lama menetap dan bekerja di Groningen. Peserta yang datang adalah masyarakat Indonesia maupun yang berjiwa Indonesia. Terbukti ketika acara berlangsung tampak hadir beberapa warga belanda yang beristrikan atau bersuamikan warga Indonesia, bahkan juga warga Belanda yang merasa memiliki keterikatan dengan Indonesia, dan sangat peduli terhadap warga Indonesia.

Salah satunya adalah Pak Bein (Profesor Beintema), yang merupakan pakar dalam bidang biokimia. Pak Bein cukup fasih berbahasa Indonesia dan mempunyai keterikatan batin yang kuat dengan Indonesia. Pada tahun 1966-1967 beliau pernah tinggal di Indonesia dan menjadi dosen di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Sejak saat itu hingga kini, beliau sering pulang-pergi Groningen-Indonesia untuk mengadakan kerjasama dalam proyek-proyek di Indonesia, dan membantu pengiriman mahasiswa serta staf-staf peneliti Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Universitas Groningen. Beliau juga merupakan salah satu pendiri jurusan kimia di Fakultas MIPA Unpad Bandung. Saat ini beliau sudah pensiun tetapi tetap aktif menjadi pembimbing bagi peneliti-peneliti di bidang biokimia.

Selain pak Bein, hadir pula seorang nenek warga Belanda bernama Ans, yang tetap semangat dan energik mengikuti lomba balap kelereng serta tarik tambang. Perlombaan yang diselenggarakan memang terbuka bagi segala usia, mulai dari 2,5 tahun sampai 64 tahun seperti Ans. Bukan saja tarik tambang serta balap kelereng, acara ini juga diwarnai perlombaan lain seperti lomba makan kerupuk, lomba memasukan pensil ke dalam botol, lomba sepak bola dengan kostum sarung dan mata ditutup kain hitam ala bajak laut.

Acara puncak yang sekiranya diisi dengan lomba sepak bola ala bajak laut ternyata tidak menjadi puncak. Pengunjung merasa lebih puas dengan acara lomba tarik tambang yang putus. Selain itu karena siang telah menjelang, beberapa pengunjung sudah tampak gelisah tak bisa â??kompromiâ?? dengan perut mereka. Akhirnya, panitia segera menghidangkan makan siang dengan menu ala Indonesia seperti bakmie goreng dan kerupuk. Panasnya mentari musim panas pun segera hilang begitu melihat panitia menyediakan semangka merah menggiurkan yang membuat air liur menetes. Beberapa warga juga ada yang berbaik hati membawakan kolak, wajit serta kue lumpur khas Indonesia yang langsung laris-manis â??diserbuâ?? pengunjung.

Setelah perut tak lagi â??bernyanyiâ??, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi pemenang lomba. Pemenang diminta naik ke atas podium sederhana yang disusun dari kayu dan kursi bekas pungutan berwarna merah. Kontainer sampah yang kebetulan berwarna merah putih menjadi latar belakang podium dan cukup mengesankan bahwa podium tersebut memang sengaja dibuat dengan latar belakang merah putih. Setelah pembagian hadiah selesai, semua warga berkumpul mengelilingi podium dan bernyanyi bersama menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia serta lagu-lagu kenangan. Diiringi petikan gitar, lagu Indonesia Raya dinyanyikan dengan cukup syahdu dan memunculkan getar-getar kerinduan akan tanah kelahiran. Rasanya masih ingin bernyanyi dan mengingat kembali kenangan indah tentang Indonesia. Namun, waktu jua lah yang memisahkan. Acara diakhiri dengan foto bersama dan teriakan merdeka !.

Walaupun di negeri orang dengan acara yang sederhana, bahkan tali tambang pun terbuat dari kain gorden, namun peringatan kali ini menyimpan banyak kenangan dan makna. Tambang gorden telah menyatukan segenap insan, tanpa mengenal batas usia, perbedaan warna kulit, kewarganegaraan dan agama. Semua bersatu dalam gelak tawa dan kesyahduan, mengobati kerinduan akan kampung halaman, serta menambah kecintaan pada Indonesia. Selamat ulang tahun Indonesia. Meskipun jauh di negeri orang â??engkauâ?? tak akan kami lupakan dan tetap kami banggakan.

Tanah airku, tidak kulupakan.
Kan terkenang selama hidupku.
Biarpun saya pergi jauh.
Tidak kan hilang dari kalbu.
Tanah ku yang kucintai,….engkau kuhargai.

Walaupun banyak negri kujalani,
yang mashyur permai dikata orang.
Tetapi kampung dan rumahku,
disanalah ku rasa senang.
Tanah, ku tak kulupakan….
engkau kubanggakan…

(Agnes Tri H)

Foto-foto 17-Agustusan:

http://ferry.degromiest.nl/Gallery/17an-20040815/index.html (Koleksi Bung Ferry)
http://atijembar.degromiest.nl/album/thumbnails.php?album=22 (Koleksi Indra M)
http://ario-perdana.fotopic.net/c267258.html (Koleksi Ario, Tukang Bola)


Tambang Gorden pun Putus!

Filed under Agenda deGromiest

tariktambang.jpg Tambang yang dibuat dari bahan gorden, didesain oleh 4 orang PhD, 1 orang Master fisika teoretis, dan 1 orang profesional pengeboran lepas pantai itu, ternyata langsung putus. Hanya dalam sekali tarik, group tarik tambang wanita telah memutuskan satu dari tiga tali yang dipintal jadi tambang. Akhirnya tambang pun benar-benar putus setelah group laki-laki berikutnya menarik dengan lebih kuat. Badan-badan kekar itu pun langsung berjempalitan, bergulung-gulung, jatuh ke tanah. Namun, saran jitu dari pakar biokimia telah membuat pertandingan tetap berlangsung. Tambang yang putus itu pun menyatu kembali.

Alhamdulillah, acara 17-Agustusan yang dipersiapkan dalam waktu yang sangat singkat, satu minggu, berjalan dengan sukses. Diikuti oleh lebih dari 50 orang, terdiri dari mahasiswa, warga Indonesia, dan warga belanda yang memiliki hubungan kuat dengan Indonesia. Dari anak-anak hingga kakek dan nenek menikmati acara yang baru pertama kali dilaksanakan di kota Groningen ini.

Cuaca juga sangat mendukung. Dimulai dengan pagi yang sangat cerah, dan ketika terik, mendung datang memayungi pertandingan di lapangan. Setelah selesai pertandingan bola, mendung gelap pun pergi, hingga sinar mentari menyinari arena lagi. Membuat hawa sedikit panas, tapi juga membuat selera makan meningkat begitu melihat potongan-potongan semangka merah yang sangat manis disajikan.

Semua pertandingan akhirnya berhasil dilaksanakan dengan baik. Meski demikian, ada banyak kekurangan sekaligus juga kelebihan dari acara ini. Seperti, acara yang baru bisa dimulai pada pukul 11. Semula diharapkan mulai 30 menit lebih awal. Karena jumlah peserta hanya 50, tidak memungkinkan dibuat pertandingan secara paralel. Semua berjalan beriringan, sehingga waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama. Dan banyak hal lain yang perlu dievaluasi dan didokumentasikan. Ini penting sekali untuk pelaksanaan acara serupa di tahun mendatang.

Oleh karena itu, melalui forum meja Cafe ini, kami mengundang teman-teman yang melihat pelaksanaan acara 17-an kemaren, untuk memberikan evaluasi berdasarkan pandangan masing-masing. Dengan memposting melalui komentar di bawah, diharapkan evaluasi akan lebih demokratis, komprehensif, dan terdokumentasi.

Silahkan.. berikan evaluasi dan komentar anda di bawah ini. Dan, terimakasih banyak atas partisipasinya dalam acara 17-Agustusan kemaren.

Merdeka!


Salam perjoeangan!!
17 Agustus hari kemerdekaan kita bung!!

Kepada para mahasiswa dan warga Indonesia dan yang berjiwa Indonesia di Groningen, bersama ini dioemoemkan, bahwa perayaan 17-Agustus di Groningen akan diselenggarakan pada:

Hari : Minggu
Tanggal : 15 Agustus 2004
Jam : 09.00 s/d selesai
Tempat : Di Gedung dan Lapangan Gedung Biru Hanzeborg
(let op: lokasi berubah dari yg diumumkan
sebelumnya)

Alamat : Zernikeplein 23 (depan), Grouwelerie 6 (belakang)

Rute ke lokasi
————–

- Sepeda :

Lewat fietspad crematorium: lurus, lewat
samping/belakang Natuurkunde/Scheidunde lab, Jl. Nijenborg,
gedung tentament masih terus sedikit.

atau

Lewat Zernikelaan: lurus sampai pemberhentian bis terakhir,
sebelah kanan ada gedung biru (Hanzeborg).Samping gedung tsb
ada jalan sepeda, belok kiri untuk kelokasi.

- Mobil:

Masuk Zernikecomplex, lewat Zernikelaan lurus, sebelum
pemberhentian bis, ada tembok merah sebelah kanan jalan,
belok kanan, masuk Nijenborg, terus belok kiri
Grouwelerie.

Rancangan Acara:
—————-

+ Lomba-lomba:
- Tarik Tambang (dewasa)
- Balap Kelereng (anak2 & dewasa)
- Makan Krupuk (anak2 & dewasa)
- Masukin pensil ke botol (anak2 & dewasa)

(pendaftaran dilakukan di lokasi)

+ Pertandingan Hiburan:
- Sepak Bola Sarung

+ Pemberian hadiah bagi pemenang lomba
dan partisipan

+ Menyanyi bersama, lagu-lagu perjuangan dan kenangan.
(teks lagu akan disiapkan panitia)

+ Foto2 bersama.

+ Makan bersama.

RAPAT PANITIA

Bagi temen2 yang berkenan membantu menjadi panitia, bersama ini kami
mengundang untuk rapat koordinasi terakhir menjelang acara, pada:

Hari : Jum’at
Tanggal : 13 Agustus 2004
Jam : 18.00 s/d selesai
Lokasi : Rumah Mbak Heni
Concordiastraat 67a (Paddepoel)

Mari kita sukseskan acara peringatan 17-Agustus, hari kemerdekaan
negara kita tercinta.

Wassalam.


Rencana 17-Agustusan 2004

Filed under Agenda deGromiest

Salam Merdeka!

Ada sebuah tanggal, yang jika kita mendengarnya, akan kita rasakan aliran semangat orang2 terdahulu…hingga kini. Yang menjadi titik pertemuan sekaligus perpisaan status, antara negara kita dengan negeri yang kita diami saat ini. Antara Indonesia dan Belanda.

Tanggal itu adalah 17-Agustus.

Dan kita sebentar lagi akan melewatinya.

Konon, seorang teman baru bisa merasakan bahwa ada ‘cinta’ dalam dirinya kepada sang ibu pertiwi, ketika berada jauh di perantauan, di negeri orang. Ketika berada di sini. Air matanya menetes, setelah lama tidak mendengar lagu kebangsaan dinyanyikan. Itulah cinta. Sebuah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Sebuah Anugerah yang mendorongnya untuk berbuat ’sesuatu’ bagi negerinya.

Mari, kita datangi ‘cinta’ itu. Mari.. mari kita bersama-sama, merasakan dan menemukan ‘dia’ di dalam hati kita. Mari kita lihat ‘dia’ di hati saudara-saudara kita yang sudah lama meninggalkan negeri kelahirannya. Mereka sudah tidak bisa membayangkan seperti apa sekarang Indonesia, tetapi masih cinta dengan ‘Garuda Pantjasila’.

—————————————————

15 Agustus 2004
Di Taman Depan Masjid Selwerd
Mulai jam 09.00 s/d 14.00

PERAYAAN 17-AGUSTUSAN
WARGA INDONESIA DAN YG BERJIWA INDONESIA
DI GRONINGEN

Berbagai lomba akan digelar:
- Tarik Tambang
- Makan Krupuk
- Balap Kelereng
- Masukin Pensil ke Botol

Dan sebuah grand permainan:
“Pertandingan Sepak Bola Sarung”

Nikmati juga sajian sate dan masakan
khas kontribusi peserta keluarga.
—————————————————

Kepada Teman-teman mahasiswa Indonesia di Groningen, dipersilahkan partisipasinya, baik menjadi peserta maupun panitia di lokasi acara. Berikut ini adalah susunan penanggung jawab dan acaranya. Semua acara masih membutuhkan bantuan panitia pelaksana.

Untuk temen2 PPI, partisipasi sbg panitia akan dikoordinir oleh “Bung Andre”.

Tugas panitia di masing2 acara adalah:
- menyiapkan aturan main
- menyiapkan perlengkapan
- membuka pendaftaran di lokasi acara
- menyelenggarakan lomba
- menentukan pemenang

———————————————-
RAPAT PANITIA TERAKHIR, AKAN DILAKSANAKAN

13 Agustus 2004
Jum’at, jam 18.00
Di Concordiastraat 67a
Rumah Mbak Heni Rachmawati
———————————————-

Berikut ini detail rencana, berisi susunan lomba, info, dan penanggung jawabnya. Tanda ‘??’ artinya masih perlu keikutsertaan temen2 sebagai panitia.

Koord Acara: Wangsa Tirta Ismaya

1. Lomba Tarik Tambang (dewasa)

Panitia:
- Koord: ??
- membuat aturan main
- pendaftaran dan perlombaan
- Logistik: Indra Muliawan
- menyiapkan tambang dari gordyn yang di potong dan di
anyam.
- bahan gordyn ada di Ismail
- Anggota: ??

2. Lomba Makan Krupuk (dewasa & anak2)

Panitia:
- Koord: Ikhlasul Amal
- membuat aturan main
- pendaftaran (anak dan dewasa)
- logistik: krupuk dan tali2
- perlombaan
- Anggota: ??

3. Lomba Balap Kelereng (dewasa & anak2)

Panitia:
- Koord: Alia K.
- menyiapkan kelereng dan sendok
- aturan main
- pendaftaran
- perlombaan
- Anggota: ??

4. Lomba Masukin Pensil ke Botol (dewasa & anak2)

Panitia:
- Koord: ??
- aturan main
- pendaftaran
- perlombaan
- Logistik:
- Pensil dan tali (Indra M)
- Botol (Alia K)
- Anggota: ??

5. Pertandingan Sepak Bola Sarung

Panitia:
- Koord: Buyung
- Aturan main
pake sarung, mata sebelah ditutup, dll
- pembentukan 2 tim
- pertandingan

- Anggota: ??
- Logistik:
- Bola (Khairul)
- Sarung (Wangsa, Khairul, Ismail)

Pendukung Acara:

1. Konsumsi:
Koord: Mbak Heni Rachmawati
Anggota: Mbak Yulia, Senaz, Agnes, Dian, ???

2. Pembawa Acara:
- Wangsa
- Bude Nanie
- ??

3. Tatib: ??

4. Dokumentasi:
- Bang Ferry ‘Forever’
- ??

5. Hiburan Guitar: Teguh & Indra Muliawan
- Menyiapkan lirik lagu2 perjuangan (diprint di kertas dan dibagi
ke peserta waktu nyanyi bersama):
- 17 Agustus
- … silahkan usul…
-
- Kemesraan

6. EHBO:
- Itob
- Agnes

7. Transportasi:
- Hariyadi

8. Hadiah Lomba:
- Alia
- Agnes

9. Kontak personen warga Indonesia:
- Ibu Asyah
- Bapak Suganda
- Om Anton Branratu
- Bapak Achmad

10. Lain2 (Logistik):
- Pengeras suara (toa): Bang Fahmi
- Tape: Ismail F (tapenya udah tua, ada yg punya lg?)
- Kaset lagu2 perjuangan: ??
- Alas & kantong sampah: Indra M
- Tenda makanan: Mbak Heni

Penasehat:
- Bude Nanie
- Bang Fahmi
- Mbak Heni Rachmawati

Dana:
- DeGromiest
- Iuran sukarela waktu acara

Penanggung Jawab Acara:
- Ismail Fahmi (deGromiest)

Demikian pengumuman, sekaligus detail rencana acara 17-an ini. Perlu diketahui, bahwa acara ini dirancang semudah mungkin, sehingga dalam seminggu kepanitiaan dibentuk, diharapkan acara tetep bisa berhasil.

Terimakasih, dan Merdeka!!!


“Hidup penuh dengan teka-teki…”

Psikiater yang dikunjungi Sakti mencoba menenangkan kliennya. Seorang eksekutif muda yang sedang didera oleh pertanyaan, “mengapa aku tidak bisa normal seperti orang-orang, dokter?” Sebuah pencarian yang sulit. Haruskah aku membiarkan orang-orang tahu kondisiku sebenarnya? Akankah mereka lari jika tahu aku seperti apa? Mustikah aku mengikuti aliran jiwa aneh dalam diriku? Apakah aku salah?

“Itulah gunanya teman, kawan,” dikala jiwa rapuh dan orang-orang paling dicintai tidak bisa membantu, teman datang dengan membawa empati. Dalam konflik kehidupan, persahabatan dipertaruhkan. Prinsip-prinsip diuji. Kepahitan dan kegetiran lah yang kemudian mengasah kebencian, kemarahan dan kekecewaan menjadi kilauan permata.

Sangat kreatif. Lucu. Berani. Melawan arus. Konflik. Nyata.

Aku pribadi acung jempol dengan filem karya Nia Di Nata ini (http://www.imdb.com/title/tt0374506/). Berangkat dari acara sehari-hari para istri eksekutif ibu kota, ‘Arisan’, sang sutradara berhasil mengangkat konflik, permasalahan dan kemunafikan yang selama ini masih tabu dibicarakan di masyarakat Indonesia. Disajikan dengan gaya humor dan lucu yang tampak alamiah tidak dibuat-buat. Aku menikmati filem ini, sekaligus mendapat pesannya. Terlepas dari keyakinan kita tentang ini:

‘Sakti bisa menjadi teman sejati bagi kita.’

Sekali lagi, menikmati filem, merasakan perjalanan pikiran sang sutradara, mengagumi akting. Setuju dengan pesan yang disampaikan? Itu lain cerita. Aku kira ini debatable. Tapi aku percaya, itulah realitas yang ada sekarang. Dihadirkan Tuhan untuk pelajaran. Untuk aku renungkan.

Jam 00:15. Pulang.

Namun, sejam sebelum acara nonton ‘Arisan’ dimulai, kita punya acara penting. Tepat setelah ngaji dan menyantap soto ayam yang aduhai rasanya — racikan Mbak Vira yang disiapkan dari Westerbadstraat — sebuah diskusi yang produktif, singkat, padat dan ‘to the point’ digelar. Ada apa dengan deGromiest? AADD? Apakah kita harus mempermasalahkan gay?

Bukan itu.

Kita sedang mengevaluasi kegiatan deGromiest, khususnya sejak kepengurusan yang baru (since December 2003). Ada yang bilang deGromiest sudah berubah 180 derajat. Ups.. yang berubah bukan deGromiestnya, tapi ketuanya (kata siapa Alia?). Menjadi agak-agak funky dan ndak karu-karuan. Yang lain masih baik-baik saja. (Jadi tahun depan diganti aja ya he.he..)

SATU

“200 euro kas kita berkurang sejak Desember tahun lalu,” kata Jeng Puri bendahara deGromiest yang kecil tapi paling energik. Isu soal keuangan ini membuka diskusi. Kenapa?

Tuhan telah me-”wujud”-kan salah satu SifatNya melalui ‘uang’. Sifat ‘Maha Pengasih dan Penyayang’. Melalui realitas Tuhan ini, manusia bisa menyayangi sesama, berbuat kebaikan, membangun kebudayaan dan masyarakat. Misalnya kita membantu adik asuh agar bisa terus sekolah, infaq ke mesjid Selwerd yang masih sering ‘tekort’, dan menjalankan berbagai kegiatan yang membangun ukhuwah dan silaturahmi.

Jadi, mengelola keuangan menjadi sangat penting.

Ada beberapa analisa mengapa ada penurunan kas deGromiest. Sebelum kepengurusan yang baru, pengumpulan dana dilakukan melalui iuran bulanan dengan jumlah tertentu. Namun cara ini dirasakan kurang enak. Rasanya anggota dipaksa. Padahal yang diinginkan adalah keihlasan beramal. Pemikiran ini membawa ke keputusan penting: menghapus iuran bulanan.

Sebagai gantinya apa?

Kita buat program “50-cents”. Idenya, setiap silaturahmi bulanan bendahara memberi amplop kosong kepada anggota. Setiap ada koin sisa belanja, dipersilahkan untuk ditabung ke amplop tersebut. Pada pertemuan bulan selanjutnya, amplop dalam kondisi tertutup dikumpulkan ke bendahara. Berapapun jumlahnya, tidak masalah. Ini bertujuan membiasakan hati untuk ingat kepada infaq.

Ide praktis ini ternyata “tidak praktis”. Terlalu banyak kerjaan harus mengelola amplop koin. Giliran pas mau silaturahmi, lupa ndak dibawa. Yang terjadi akhirnya, anggota begitu menerima amplop, langsung diisi secara spontan dan diberikan lagi ke bendahara. Amplop tidak dibawa pulang. Repot dan capek.

Program ini berjalan dengan baik, setidaknya sebelum dua bulan terakhir. Pada dua pertemuan terakhir tersebut, hampir tidak jalan. Ini diakui, memang kelalaian ketua untuk mengingatkan adanya sesi pengumpulan dana infaq pada dua pertemuan terakhir. Terlalu asyik diskusi dan ngobrol, dan baru ingat pas mau pulang. Selain itu program ini tidak disosialisasikan dengan baik. Setidaknya perlu selalu ada yang mengingatkan di setiap acara.

Apakah pada bulan-bulan sebelumnya cukup sukses? Iya. Bendahara bisa mengumpulkan setidaknya 50 euro per bulan dari infaq spontan ini.

Akhirnya diputuskan, program “50-cents” diganti dengan program “Amplop Infaq Spontan” pada waktu silaturahmi bulanan. Bendahara memberikan amplop kosong ke anggota pada awal acara, dan dipersilahkan memasukkan ke kontak sebelum mereka pulang.

Rumit ya ngurus pengumpulan dana. Kok susah-susah musti pake amplop segala? Kenapa ndak pake iuran saja yang pasti dan praktis? Ya, alasannya sudah jelas. Bukan terkumpulnya dana saja yang jadi tujuan, tetapi penumbuhan rasa sayang dan keihlasan berinfaq ini yang jauuuuuuuh lebih penting. 50 cents yang ikhlas lebih berat timbangannya dari pada 5 euro yang merasa terpaksa dan karena kewajiban organisasi.

So, Anda sudah mengerti kan alasannya?

“Plok..plok..plok?”

Semua applaus.. buat Mbak Heni. Karena amplop? Bukan. Tapi karena tak disengaja, acara jalan-jalan — istilah pesantren Krapyak-nya tadabbur alam — ke Efteling (www.efteling.nl) beberapa bulan lalu, telah berhasil menyisakan dana cukup banyak. Dan dana itu dimasukkan ke kas deGromiest. A new invention of a fund rising?

Ya. Tepat sekali.

Nulisnya diselingi lari pagi dulu. Jalur depan rumah, menyusuri tepian sungai, StadPark — di bawah pohon2 yang rindang, melihat2 kebun binatang mini — lalu keluar lewat Piezerweg dan terakhir Westerbadstraat (rumah Itob). Makan rujak nanas and mangga.

Oke, udah lumayan seger meski belum mandi. Aku lanjutkan reportasenya.

Seksi fund rising atau pengumpulan dana, adalah seksi yang ndak enak. Biasanya begitu, karena musti berurusan dengan perasaan orang. Perjalanan ke Efteling yang lalu semoga bisa menjawab tantangan ini. Biasanya untuk jalan-jalan, ndak masalah ngeluarin duwit. Jadi, sambil mengajak jalan-jalan, sekaligus juga mengajak berinfaq. Semoga perjalannnya lebih barokah. Lebih bermanfaat. Dilindungi Allah.

Jadi, nantinya setiap acara jalan-jalan yang dikoordinir deGromiest, bisa menjadi salah satu sumber pemasukan. Tentunya tidak perlu ditarget, cukup jika ada sisa dana. Ndak perlu banyak-banyak. Secukupnya saja. Cukup untuk beli server. Cukup untuk bantu bayar akses internet bulanan. Cukup untuk segalanya. “Ieu mah kemaruk, Jang!” komentar si Asep. Asep siapa? Ngawur.

“Kalau untuk acara ngaji Sabtu, dana dari mana untuk nyediain konsumsi?” tanya orang yang duduk di depanku (siapa ya, aku lupa, ndak dicatet semua sih). “Biasanya Wangsa nyiapin sebagian besar konsumsi. Temen2 yang datang kadang juga ikut bawain minuman, bahan-bahan masakan, atau buah2an,” kata Puri. Setuju. Kita gotong royong saja untuk acara sabtu ini, jadi tidak pernah menggunakan dana kas. Cuma perlu ada yang jadi kompor. Nanyain and kofirmasi. Jangan sampe tiba-tiba semua bawa barang yang sama: Ijs Thee semua.

DUA

“Ngomong-ngomong, gimana nih dengan trend terakhir acara ngaji sabtu? Kok seperti hesitate alias sungkan?” topik diskusi pindah ke isu yang lain. Sebuah isu yang aku sendiri sudah berpikir keras mencari solusi yang paling enak. Jalan tengah. Aku belum bisa memutuskan hingga saat itu. Udah diskusi dengan Puri, mbak Ike, Diana, Wangsa, Itob, Mas Amal, Bang Fahmi… Aku memilih mengendapkan dulu beberapa alternatif solusinya. Jangan sampe salah mengambil keputusan.

Isu apa sih? Sepertinya heboh banget. Pengen tahu ya..

Biasa aja sebenarnya. Sengaja dibuat agak heboh. Begini. “Awalnya bersama Pak Agus, acara ngaji sabtu ini bertujuan simple. Agar kita ada kegiatan bermanfaat di malam minggu. Ngaji Al Quran. Setelah itu mau ada acara yang lain silahkan. Jadi, mulai dari yang belum bisa ngaji, belum ngerti huruf Arab (apa lagi yang gundul), hingga yang moderate dan yang mahir baca, sama-sama ngaji. Yang ndak bisa ya cukup datang ndengerin aja.

“Abis itu kita diskusikan beberapa topik yang menarik dari surat yang dibaca. Dari kita dan untuk kita. Kita semua sama-sama belajar. Tidak ada guru atau murid. Semua pasti punya perasaan dan pemikirannya masing-masing terhadap topik yang diangkat. Itu yang kita saling tukarkan,” kira-kira demikian kata Wangsa. Sang tuan rumah dan yang dulu ikut membidani acara ngaji ini.

Perkembangan selanjutnya, kita mendapat anugerah, kehadiran Ustad Yasin dari Siria. Beliau ilmunya luas. Bacaannya bagus. Pernah tinggal di Malaysia, bisa “sikik-sikik ucap Melayu.” Senang sekali beliau membimbing kita membaca Al-Quran dan membahas segala pertanyaan kita. Alhamdulillah, banyak sekali masukan yang kita dapet. Rasanya sejak ada beliau, acara ngaji menjadi lebih berbobot. Tidak sedikit temen-temen yang menjadi bersemangat karena bisa memperdalam ilmu agama. Pertanyaan-pertanyaan ilmiah juga bisa dijawab. Seperti tetesan embun di gurun pasir.

Bukankah itu bagus? Emang. So what? What is the problem?

“Masalah” — kalau mau dibilang masalah — muncul ketika Ustad Yasin mulai memperbaiki bacaan. Awalnya, beliau mengikuti saja bacaan peserta ngaji. Benar atau salah dibiarkan saja. Setelah itu diskusi. Nah, setelah beberapa pertemuan, dirasakan perlu ada peningkatan. Bacaan yang salah mulai dibenarkan. Sebagian besar — khususnya yang memang sudah lancar dan ingin memperbaiki bacaan — merasa senang dan tidak masalah. Tapi yang sama sekali belum bisa baca, atau masih banyak sekali salahnya, rasanya kok gimana gitu. Ndak enak. Terlalu banyak salahnya. Jadinya muncul rasa sungkan.

Diakui memang, kalau tujuannya untuk meningkatkan bacaan, forum spt ini kurang bagus. Menyatukan yang belum bisa, baru bisa, dan sudah mahir jadi satu dengan seorang guru, adalah model yang kurang pas. Beberapa temen yang dulu mau hadir, tapi karena sungkan belum lancar, jadinya tidak hadir. Inilah masalahnya. So, you got the point? Bagaimana pun, kita ingin merangkul sebanyak mungkin temen2 untuk bisa ngumpul ngaji, diskusi, masak-masak dan akhirnya movie clubbing..

Apa penyebab utama sungkan itu?

Ketemu jawabnya. Bukan karena adanya Ustad, tetapi karena perbaikan bacaan yang nota bene kemampuan bacaan peserta sangat beragam. So, solusinya bagaimana? Harusnya lebih mudah sekarang. Setidaknya mulai terbayang celah tengah, jalan tengah. Antara kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman serta tujuan untuk mengajak sebanyak mungkin peserta.

Solusinya begini.

“Dari empat minggu sebulan, satu sudah dipakai untuk silaturahmi bulanan. Jadi kita punya 3 pertemuan lagi seminggu untuk ngaji sabtu. Kita akan undang Ustad Yasin di salah satu pertemuan itu. Dengan metode seperti biasa. Dua pertemuan lagi dilakukan bener-bener dari kita, oleh kita, untuk kita,” demikian usulan Jarir ‘Masya Allah’ Atthobari. Diharapkan bener-bener cair. Seperti tadi malam.

Istirahat lagi ya. Jam 14.30. Musti ke Wangsa bantu benerin sepeda. Risky juga, Wangsa naik sepeda kemaren ke ACLO. Di tengah jalan sampe kecapekan. Tapi semangat 45 nya mengalahkan rasa sakit. Lucu juga lihat Wangsa cengar-cengir sepanjang jalan menahan sakit.

TIGA

Oke, kita lanjut lagi. Sekarang tentang 17 Agustus 2004 dan acara silaturahmi bulan Juni. Untuk tempatnya, sudah dua bulan yang lalu aku booking dan minta ijin ke tuan rumah. Farhad. Di rumahnya kita akan ngumpul-ngumpul lagi. Topik utama yang akan dibahas di pertemuan mendatang adalah tentang acara 17 Agustus-an yang telah diamanahkan oleh sidang paripurna deGromiest pada malam tahun baru 2004 yang lalu di Concordiastraat 67A.

Tidak ada pembicara yang akan kita undang seperti biasanya. Tapi akan bagus juga jika acara dimulai dengan “ular-ular” 10 menitan. Aku tertarik dengan diskusi di depan cafe ACLO dua bulan lalu dengan Farhad. Tentang sejarah Islam. Minatnya tentang sejarah tak tertandingi. Bukunya cukup banyak dibanding punyaku, tentang sejarah Islam. Jadi, kalau beliau — Farhad — berkenan, aku ingin memberikan “corong” kepadanya. 10 menit tentang sejarah Islam, dan bagaimana kita menapakinya. Sekali lagi, ini kalau beliau berkenan memberikan ular-ular.

Bagaimana Farhad? Setuju?

Setelah itu, kita akan membahas rencana penyelenggaraan peringatan 17 Agustusan di Groningen. Mengapa kita perlu menggelarnya? Berapa besar komunitas Indonesia dan yang berjiwa Indonesia di Groningen? Suriname, Indo-blesteran, Indonesia aseli, Indonesia berpassport belanda, dan juga para mahasiswa Indonesia. Bagaimana kalau kita kumpulkan mereka? Asyik ndak? Apa acara yang menarik dalam peringatan tersebut? Bagaimana kalau tarik tambang, balap karung, lomba makan krupuk, lari kelereng, keroncongan, dangdutan, qosidahan, lomba masak a la Indonesia? Siapa yang nanti bertanggung jawab jadi ketua panitia? Siapa saja panitianya? Bagaimana kalau gabungan dari deGromiest, PPI, juga dari warga Indonesia/berjiwa Indonesia di Groningen? Ah.. endless questions… kita bahas saja nanti. Oke?

Pak Dubes menyambut positif ide ini. Beliau langsung menyambungkan saya ke Pak Bambang, ketua panitia 17 Agustusan KBRI. “Tolong diinformasikan ke saya, rencana acara 17 Agustusan yang akan kalian adakan di Groningen,” pinta pak Bambang. Beliau ingin mendapat masukan, agar acara di Den Haag juga oke. Sempat juga nyentil-nyentil dikit masalah dana dengan bendahara KBRI. Belum sampai serius, tapi setidaknya introduksi ide dan rencana kita ini kepada beliau-beliau disela-sela Groens-CUP yang lalu cukup penting. Mbak Sari juga menyampaikan hal yang sama, jadi semoga gelombang ini kedengaran cukup nyaring sampai KBRI. Kita perlu dukungan.

Kapan kita bicarakan ini?

Sebenarnya aku tetap ingin diadakan di pertengahan Juni, meski aku masih di Indonesia. Tapi Buyung yang aku kedip-kedipin biar menggantikan aku menjelaskan ide acara ini di pertemuan mendatang keberatan. “Nanti saja nunggu balik ke sini,” usulnya. Oke, kalau begitu:

26 Juni 2004. 16:00 - selesai. Di rumah Farhad cs.

Sekalian, kalau ada ide apa saja yang musti aku bawa dari Indo untuk acara 17-an, di list saja. Filem Naga Bonar, lagu-2 perjuangan, bendera merah putih yang banyak?.. Asal ndak berat2 amat biar masuk bagasi.

EMPAT

“Kita akan kedatangan tamu dari Delft. Saudara-sudara kita dari PKS — tahu kan kepanjangannya? — ingin bersilaturahmi ke Groningen. Nanti kita adakan pertandingan olah raga persahabatan,” demikian info dari Khairul “Superman” Saleh. Kapan pak cik waktunya? Setelah dilihat-lihat lagi kalendar kegiatan deGromiest, insyaAllah kita bisa siap menerima kedatangan mereka di awal Juli. Oke pak cik. Setuju.

“Kayaknya kita perlu juga silaturahmi ke kota lain. Gimana kalau ke Enschede?” tanya Bung Superman. Ya, bagus sekali. Kita ntar ketemu The Fenomenal Supporter — Ime. Tapi rasanya sampai Agustus kita sudah full. Jadi setelah Agustus saja kita rencanain lagi.

“Oh iya, itu Ibu Aisyah tadi nelpon saya. Nanyain kapan mau main ke Delfzail?” tambah Mbak Heni. Perlu sodara-sodara ketahui, Bu Aisyah ini ibunya Bakhtiar yang cakep itu. Mereka hadir di pertemuan bulanan di rumah Mbak Sari. Bu Aisyah asli Indonesia, menikah dengan orang Belanda. Sekarang sudah menjadi warga sini. Setelah pertemuan yang lalu bubar, kami ngobrol-ngobrol tentang 17-Agustusan. Wah, semangat sekali beliau. Banyak ide keluar tentang bagaimana nanti model acaranya. Seperti kerinduan pada kampung halaman yang sangat mendalam. Seolah akan terobati. Aku ingin meminta kalau berkenan agar bu Aisyah ikut di dalam kepanitiaan 17-an nanti.

Delftzail. Kita akan ke sana. Setuju kan? Tinggal soal waktunya kita cari yang pas.

“Bowling..bowling dong..” usul Itob dan Wangsa. Iya, perlu ada variasi oleh raga nih. Selain olah raga mingguan, nantinya deGromiest juga akan mengadakan variasi olah raga seperti Bowling. Ini tentu di luar anggaran kas deGromiest. Dipersilahkan bagi anggota yang berminat untuk mengkoordinir sendiri. Waktu yang bagus adalah setelah acara ngaji sabtu. Jadi kalau tidak ada movie klub, bisa langsung ke bowling arena. Itob dan Wangsa yang akan mengkoordinir.

Awas, jangan sampe jadi bolanya…

Hampir lupa. Ada perubahan dikit tentang acara olah raga mingguan di ACLO. Biasanya hanya 2 jam, sekarang ditambah jadi 3 jam. Biar puas mainnya. Terus, kalau biasanya masing-masing yang datang ikut iuran sewa ruangan seharga 2 sms — alias 50 cents –, sekarang dibuat seharga sebungkus patat asin — 1 euro. Masih cukup murah kan?

LIMA

Oke, kita pindah ke topik selanjutnya. Tentang Buletin deGromiest. Bagaimana Wangsa? Bisa dilaporin? “Buletin sudah terbit sekali. Rasanya kita punya kendala di masalah administratif saja. Seperti mendata siapa yang perlu dikirimi, alamatnya, dan pengirimannya,” jelas Wangsa. Oke, rasanya agak susah ya ini dipecahkan. Kerjaan yang cukup berat, karena harus maintain data muslim di Groningen, khususnya yang tidak bisa ikut kegiatan deGromiest. Seperti bu Aisyah, dll. Diragukan kalau ada orang yang mau memegang tanggung jawab ini. Berat, tetapi tantangannya kurang.

Bagaimana kalau modelnya diubah? Dari buletin cetak, menjadi buletin elektronik saja? Bukankah sekarang udah jamannya internet? Toh, orang2 spt bu Aisyah juga punya akses internet. “Internet adalah salah satu bentuk kesederhanaan hidup di Belanda,” kata mas Amal. Mengapa tidak kita manfaatkan? Kita nanti tidak perlu pusing-pusing soal distribusi. Dengan demikian, kita bisa fokus pada content alias isi.

Ide adanya buletin ini penting sekali dan harus ada. Tinggal sasaran dan strateginya saja yang perlu direvisi. Nantinya kita buat sebuah tim redaksi. Kerjaannya aku kira cukup menantang. Setidaknya tiap minggu, berdiskusi, tukar pikiran tentang topik apa yang musti diangkat di buletin elektronik. Lalu menuliskannya.

Jiwa jurnalistik akan muncul. Pikiran yang kritis, curious, dan terus bertanya akan terasah. Menantang, karena kita dituntut untuk mengetahui hal-hal terbaru, penting, dan menarik untuk diangkat. Tidak hanya berpikir tentang bidang yang lagi digeluti di lab saja. Tetapi isu sosial, global, lokal, pasar Vismark, perubahan kebijakan imigrasi Belanda, dll bisa diangkat. Sangat-sangat bermanfaat.

Dimana bisa beli ikan yang paling murah di Vismark? E-471 itu apa? Halal ndak sih? Bagaimana kebijakan Belanda sekarang tentang pendatang baru? Bagaimana prosedur mendapatkan verblijf dokumen dengan policy yang baru sekarang? Bagaimana tanggapan masyarakat Belanda di Groningen tentang muslim, khususnya setelah mereka sering melihat berita tentang teroris dari muslim? Mengapa Fatamorgana di Efteling seolah menggambarkan kehidupan Arab yang sangat buruk? Apa ide dibalik itu? Apa dampaknya bagi orang Belanda yang melihatnya? Ah.. banyak pertanyaan kan yang bisa diangkat. Rasanya tiap minggu akan selalu ada topik menarik untuk dibahas dan ditulis.

“Oke, Buyung dan wangsa ntar diskusi juga dengan Mas Amal ya. Membahas strategi dan teknis dari tim redaksi buletin deGromiest,” segera aku ambil keputusan.

“Oke bang,” sanggup Buyung.

ENAM

Topik terahir, Internet… Ah lega. Udah mau selesai nulis reportasenya. Udah ndak sabar mau lihat rumah barunya Pak Tri dan Pak Ketut. Just 200 meters away from mine.

“Bulan depan kita musti bayar domain lagi. 19 euro.” kata Mas Amal yang mbahurekso server deGromiest. Domain ini dibayar hanya sekali setahun. Dengan membayar ini, kita punya alamat di internet yang keren itu: degromiest.nl.

Selain itu, mengingat besarnya pemanfaatan server oleh deGromiest, sudah menjadi kewajiban kita untuk ikut membantu membayar akses internet bulanan. Selama ini atas budi baik keluarga Mas Amal dan Mbak Heni. Jadi kita punya server, bisa diakses dengan kenceng, selama ini numpang di rumah beliau.

“Bagaimana Jeng Puri? Bisa kita alokasikan tiap bulan untuk ikut iuran bayar internet?”

Ada ide bagus untuk fund rising. Mengingat banyak sekali dokumentasi foto, kalau didownload satu per satu juga berat. Terutama kalau sudah di Indonesia, pake dial-up lagi. So, “bagaimana kalau dibuat jasa burning CD berisi koleksi foto2 kegiatan deGromiest?” usul Mas Amal. Bang Ferry bisa menyiapkan file-filenya. Dana yang terkumpul bisa dimasukkan ke kas deGromiest.

So, jika Anda ingin pesen CD foto2 Anda di kegiatan deGromiest, silahkan kontak Mas Amal dan Bang Ferry. Lumayan kan untuk bahan sejarah bagi anak-cucu Anda.

YOUR 5 MINUTES, FOR A BETTER DEGROMIEST

Anda punya usulan, saran, kritik bagi deGromiest setelah membaca reprotase evaluasi di atas? Please, duduk 5 menit saja dan tuliskan komentar Anda di form di bawah ini.

Wassalam.

31 Mei 2004. A day before home sweet home…