READ MORE >>   Dokumentasi

Pengantar

Jumat kemarin saya nonton The Lord of the Rings “The return of the king”. Memang telat, teman-teman yang lain mungkin malah sudah bosan. Sehabis nonton saya gak bisa tidur, saya baru saja membuktikan tesis orang selama ini: The Lord of the Rings adalah ‘kitab suci’nya dunia fantasi modern!

Bagi yang suka dunia fantasi, kalau sebelumnya belum tau The Lord of the Rings lalu nonton, pasti akan terkaget2 karena karakternya begitu akrab. Boleh percaya atau tidak, saya cuman butuh nonton seri ke-3 aja sudah mendapatkan gambaran menyeluruh tentang ceritanya, karena beberapa bagian ceritanya sudah saya dapatkan dari game2 yang sering saya mainkan dulu waktu kuliah.

Memang benar… karakter yang dibangun di The Lord of the Rings bwuuaanyak sekali dipakai di dunia game komputer dan board (Age of Wonder, Dungen & Dragon - game board paling digemari dunia barat, Heroes, Empires, Dune, etc), dan buku/filem fantasi lainnya (Harry Potter, Fantasia, Final Fantasy, Dungeon & Dragon, Flash Gordon, etc). Hampir semua karakter fantasi disadur, diambil, dikembangkan dari karakter The Lord of the Rings.

Yang paling saya kagumi adalah, ternyata ada orang yang memiliki imajinasi sedemikian rupa dan mempengaruhi dunia!

Karena tidak bisa tidur, saya mencoba menulis sesuatu, yang awalnya tidak ada visi. Namun setelah tulisanya jadi, baru saya temukan visi tulisannya: inilah proyek eBook saya ke-dua, yang insyaallah saya beri judul “The Lord of the Rings: Beginner’s point-of-view”.

Tulisan berikut akan menjadi salah satu bagian dari eBook tersebut. Kapan selesainya? Jangan tanya, proyek ini adalah proyek hobi, jadi saya kerjakan sambil menikmatinya. Artinya bakalan lama… tapi insyaallah setiap ada chapter baru akan saya posting di sini. Mudah2an ada komentar2 dan kritik2 yang membangun untuk saya.

PS: Artikel ini saya kopi dan dibuat semirip mungkin dari aslinya (dual languange) di febdian.com, silakan klik: di sini untuk tengok2 siked :-)

——————–

lotr.jpg

3 Hal Penting Dari “The Lord of the Rings”

1. Creator: J.R.R Tolkien, a Proffesor Anglo-Saxon in Oxford University, England

tolkien.jpg
John Ronald Reuel Tolkien lahir pada 3 Januari 1892 di Bloemfoontein Negara Bagian Orange Free (South Africa), tapi pada umur 4 tahun dia dan saudaranya dibawa pulang ke Inggris oleh ibu mereka. Setelah kematian ayanya, keluarganya pindah ke Sarehole, bagian tenggara Birminghan. Tolkien menghabiskan masa kecil bahagianya di sana dan perasaannya kepada tanah pedesaan dapat dilihat jelas pada tulisan-tulisan dan gambar-gambarnya.

Ibunya meninggal ketika dia masih 12 tahun, dan bersama saudaranya dijadikan anak asuh oleh pendeta setempat dan dikirim ke King Edward School, Birminghan, dimana Tolkien bersinar dalam karya-karya klasiknya. Setelah menyelesaikan First in English Language dan Literature di Oxford, Tolkien menikah dengan Edith Bratt. Dia menjabat dalam sebuah komisi di Lancashire Fusilier dan bertempur dalam perang Somme. Setelah perang, dia bertugas pada New English Dictionary dan mulai menulis mitologi dan siklus legenda di mana dia menamakan “The Book of Lost Tales” tapi kemudian dikenal sebagai The Simlarillion.

(Informasi: setelah sangat sukses berkarir di Exeter College, Oxford, Tolkien menjadi seorang petugas di militer Inggris. Dia berpengalaman langsung pada kesejahteraan prajurit perang setelah Perang Dunia I. Dia adalah anggota dari 11th Lancashire Fusilires, salah satu resimen yang sangat berjasa dalam perang tersebut, dan juga sebuah unit yang selamat pada beberapa sasaran musuh.)

Pada 1920 Tolkien ditunjuk Reader di English Language pada University of Leeds di mana menjadi awal dari karir akademiknya, terpilih menjadi Proffesor of Anglo-Saxon di Oxford. Tolkien menulis untuk anak-anaknya dan menceritakan kepada mereka tentang kisah The Hobbit. Adalah publishernya, Stanley Unwin, yang memintanya untuk menulis sekuel The Hobbit dan perlahan Toklien menulis The Lord of the Rings, sebuah cerita besar yang butuh 12 tahun untuk menyelesaikannya dan tidak dipublikasikan sampai Tolkien mendekati pensiun. Setelah pensiun Tolkien dan istrinya tinggak dekat Oxford, tapi kemudian pindah ke Bournemouth. Tolkien kembali ke Oxford setelah kematian istrinya pada 1971. Dia kemudian meninggal pada 2 Septermber 1971, meninggalkan pekerjaanya terakhir The Silmarillion yang kemudian di edit untuk publikasi oleh anaknya, Christopher.

2. Lord of the Rings is one of the triology mith:

lotr-thehobbit.jpglotr-thelordotherings.jpglotr-theSilmarillion.jpg

The Hobbit
Petualangan klasik “there and back again”. Pertama kali dipublikasikan pada 1973, ini adalah kisah yang memperkenalkan dunia pada Hobbits, Middle-earth, dan akan adanya cerita lanjutan, “The Lord of the Rings”.

The Lord of the Rings
Pertama kali dipublikasikan tahun 1953 dan 1955, mahakarya tiada tanding dari Tolkien menceritakan tentang kehancuran Penguasa Cincin dan kembalinya Sang Raja (disusun dalam tiga babak). Di antara pujian yang tak terhitung jumlahnya, cerita tiga babak ini dideklarasikan sebagai “the greatest works of imaginative fiction of the twentieth century”.

The Silmarillion
Ini adalah tentang cerita kepahlawanan “History of the Elves”. Tolkien meninggal sebelum menyelesaikannya, dan anak tertuanya, Christopher, melanjutkan pekerjaan ayahnya tersebut. Pertama kali dipublikasikan pada 1977, koleksi dari hikayat, legenda, dan mitologi, menjelang penciptaan awal dan masa pertama dari Middle-earth.

3. The last epic closing the huge trilogy: The Story of Middle-earth (12 Volumes)

Ini adalah proyek besar yang dikerjakan Christopher Tolkien dalam upaya merangkai semua epic ayahnya dan menyempurnakan dalam 12 seri “The
Story of Middle-earth”. Proyek ini dimulai pada tahun 1984, dan selesai tahun 1995.

—————–
Referensi:
www.lordoftherings.net - Official website of The Lord of the Rings (for movie)
www.tolkien.co.uk - Website of J.R.R. Tolkien

Next:
Prologue of The Trilogy of Middle-earth

Abstract:
Tentang cerita singkat masing-masing trilogi.

  READ MORE >>   Dokumentasi


6 Comments on “LotR: Beginner Point-of-View - Three Important Facts of The Lord of the Rings”

You can track this conversation through its atom feed.

  1. waduh, setelah diupload baru sadar ternyata pwuanjang banget… mohon maaf euy. Lain kali mungkin akan saya bagi jadi beberapa bagian… Maaf Pakcik Cak Amal.. maaf maaf :-)

  2. Lho, memang kenapa kalau panjang? Kan tidak ada pembatasan panjang artikel. :-)

  3. Sukur deh kalau belum panjang hihi. Soalnya artikel yang panjang biasanya berpotensi membuat mata lelah hihihii…

  4. Kalau bisa lebih panjang lagi, ditulisnya bertahun2 spt JRR Tolkien, siapa tahu ada sutradara Holywood nyasar ke Cafe dan mengangkat jadi film. Bisa dapet Golden Globe seperti TLOTR tadi malem. Ya ndak…

    Apalagi tulisannya menarik, ada gambar2nya, dan apalagi kalau yang baca juga disuguhi gorengan bala-bala dan teh manis aroma mangga. Pasti kebaca eh.. he.he. Cerita masakan mulu.. kapan masaknya hayo..

  5. waaah…., buyung, ini sih belum terhitung panjang!

  6. tak lepas dari ketakjuban
    para pemimpi di masa lalu
    LoTR, Star wars, entah berapa banyak lagi yang
    belum sempat terkenal

    kisah-kisah yang berawal dari mimpi
    khayal dan imajinasi
    awal suatu semangat dan harapan
    berhasil toch

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>