READ MORE >> Puisi
Sekedar tulisan beruntai saat tak bisa tidur walau sudah lepas tengah malam..
Ketika semuanya tak tersampaikan
Mata berurai air mata dan menengadah tangan
Ya Tuhan, mengapa semua yang aku usahakan tak menghasilkan
Dalam doaku
Janganlah Engkau uji aku dengan cobaan yang tiada mampu aku pikul
Lapangkanlah jalan dan permudahkan urusanku
Dalam kepasrahanku
Segalanya berasal dari Engkau dan ku kembalikan pada Engkau
Aku percaya ada rahasia dari segala keputusan-Mu
Mata melihat apa yang ingin aku lihat
Tubuh mengerjakan apa yang sudah akal rencanakan
Hati berharap cemas semoga segalanya berjalan baik dan tepat
Seperti yang sudah ku perkirakan
Betapa aku buta
Betapa aku sombong
Segala sesuatu dapat tak terlaksana
Mata bisa ditutup namun hati tak bisa berbohong
Terperangkap di tengah-tengah
Persaksikan ya Tuhan diriku yang pasrah
Berharap Tuhan mau mendengarkan
Dan akhirnya membukakan jalan
Keras kepala
Memohon Tuhan untuk mengabulkan doa
Keras kepala
Luput melihat karunia yang sudah ada
Keras kepala
Membutakan mata akan ridha Tuhan akan hasil yang tiada
Keras kepala
Memang keras kepala
Keras kepala
Aku seorang manusia
Bukan dewa
Hanya seorang manusia
READ MORE >> Puisi











Febdian says:
Wangsa,
Hampir 8 tahun yang lalu, lebih tepatnya suatu hari di bulan September 1996, saya memutuskan untuk membawa rekan2 saya satu angkatan di jurusan saya untuk mengikuti proses kaderisasi himpunan (waktu itu saya ketua angkatan hihi).
Kenapa? Karena saya membaca sebuah puisi doa, yang saya pikir agak cocok kondisinya dengan puisi Wangsa di atas. Saya yakin beberapa rekan lainnya sudah pernah tahu dan mungkin hapal di luar kepala, tapi setidak2nya berguna untuk diri saya sendiri, sekedar pengingat.
(artikel yang sama baru saja saya muat di febdian.com)
“DOA SEORANG AYAH UNTUK ANAKNYA”
Tuhanku,
binalah anak hamba untuk menjadi seseorang yang cukup kuat untuk mengakui kelemahannya,
cukup berani untuk mengakui ketakutannya,
bangga dan tabah serta jujur dalam mengakui kekalahan,
rendah hati dan lemah lembut dalam kemenangan.
Binalah anak hamba menjadi seseorang yang mampu mewujudkan cita-citanya,
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja;
seorang anak yang sadar bahwa mengenal Engkau dan mengenal dirinya sendiri,
adalah landasan segala pengetahuan.
Kumohon kepadaMu,
janganlah pimpin dia di jalan yang mudah dan enak,
namun berilah dia kesempatan untuk mengalami tekanan dan cobaan
di jalan yang penuh kesulitan dan tantangan.
Berilah dia kesempatan belajar
untuk tetap tegak dalam prahara,
dan welas asih kepada yang mengalami kegagalan.
Binalah anak hamba untuk berhati tulus,
dan bercita-cita tinggi;
seorang anak yang mampu memimpin dirinya sendiri
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain,
seorang anak yang memahami arti tawa ceria
tanpa melupakan arti tangis duka,
seorang anak yang mampu memandang jauh ke masa depan
namun tidak melupakan masa yang telah silam.
Dan bila semua ini telah menjadi miliknya,
aku mohon kepadaMu, tambahkanlah secercah kejenakaan
supaya dia dapat bersungguh-sungguh
dan juga dapat menikmati hidupnya.
Anugerahilah dia kerendahan hati dan kesederhanaan
yang merupakan dasar keagungan yang sejati,
kesediaan untuk menerima kenyataan
yang merupakan dasar kearifan yang sejati,
dan kelembutan, yang merupakan dasar dari kekuatan yang sejati.
Dan akhirnya, jika semua itu telah terwujud,
hamba, ayahnya,
akan memberanikan diri untuk berbisik,
“hidup hamba tidaklah sia-sia”.
unyil says:
buyung ……
suatu jawaban indah
akan jeritan hati
uluran tangan menyelami
kekalutan beranjak patah
akan sabda seorang ayah
hue he he he he ….
kalau doa itu tidak tersampaikan oleh Mc Arthur
apakah akan seterperhatikan
pun bedanya jika diucapkan oleh Gus Dur
atau Aa Gym, cak Nur …
suara Tuhan ada dari siapa saja
melalui apa saja
Mc Arthur atau outlandish …..
ups ….
unyil kucing ….
diajeng says:
wangsa, ada juga yg bilang, tuhan tidak pernah memberi yg kita minta tapi tuhan memberi apa yg kita butuhkan.
unyil says:
puurtje
critanya ngga pernah butuh jodoh ya
hik hik ke hati
diajeng says:
lho..lho sa,kok jadi salah paham gitu sich. lagi sensitif ya…