READ MORE >>   Ramadhan 2005

15 Ramadhan

Oleh: Febdian Rusydi

Ngobrol di meja makan memang enak, baik karena makanannya atuapun obrolannya. Tidak semua obrolan di meja makan kemudian menjadi ide bermutu atau sesuatu yang harus dikerjakan. Tapi tidak jarang obrolan di meja makan melahirkan pencerahan, pada otak dan hati, dan pada jiwa dan nurani. Itulah sebabnya saya senang sekali berdiskusi apa saja di meja makan.

Saya ingat, saat itu ada di meja makan Soto Jawa (dekat Bioskop Pathe), bersama Indra dan Diana kami ngolor-ngidul membahas cerita-cerita izraeliat (maaf kalau salah eja, yang maksudnya cerita-cerita yang belum tentu kebenarannya tapi bermutu dan bisa meningkatkan iman) sampai gosipan para ulama tentang malaikat, iblis, jin, dan setan. Obrolan ini terlintas lagi di kepala malam ini, saat tadarusan kami sudah sampai pada surat ke-15 (Jus 14), yaitu surat Al Hijr.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk (26). Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas (27). Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk (28). Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalam ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (29).

Tentu kita sudah tahu bagaimana kelanjutannya, sebagaimana dalam ayat lanjutan: “Maka bersujudlah para malaikat itu semua bersama-sama (30), kecuali iblis. Ia enggan bersujud bersama-sama (malaikat) yang sujud itu (31).”

Iblis memang tidak mau bersujud. Disebutkan dalam sebuah hikayat bahwa saat itulah dosa pertama terjadi, kesombongan. Angkuh, takabur, riya, niat atau sikap berlebih-lebihan adalah rangkaian dari dosa pertama tersebut, sombong. Sudah bukan rahasia lagi kalau sifat sombong ini sangat susah terdeteksi. Sombong besar mungkin gampang, tapi sombong kecil seperti riya? Sombong sering hadir dalam diri kita, sadar atau tidak, sengaja atau tidak, diniatkan atau tidak. Tidak heran kalau orang barat punya pepatah “vanity is the favorite sin.” Karena itu Rasulullah SAW selalu menyuruh kita untuk selalu meminta ampun pada Allah atas sikap sombong kita ini.

Tapi apa benar kesombongan adalah dosa pertama? Dengan kata lain, apakah benar Iblis saat itu sombong?

Allah berfirman, “Hai Iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?” (32). Berkatalah Iblis, “Aku sekali-sekali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lupur hitam yang diberi bentuk” (33).

Sampai di sini memang terlihat bahwa Iblis memang angkuh, merasa dirinya lebih baik daripada Adam. Cerita selanjutnya sudah bisa ditebak, Iblis diusir dari surga sesuai ayat ke-34 dan ke-35. Iblis kemudian memohon penangguhan kematian (ayat ke-36), dan dikabulkan oleh Allah (ayat ke-37 dan 38). Iblispun senang, dan kemudian berkata “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka Bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semua (39), kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka (40).”

Iblis sesat karena diperintahkan Allah untuk sesat, bukan karena kehendak dia untuk sesat. Sesuai gosipan para ulama (Diana saat itu menyebutkan beberapa sumber tapi saya tidak bisa mengingat kembali), Iblis sebelumnya adalah termasuk jajaran malaikat yang sangat, sangat patuh kepada Allah. Saking patuhnya, disuruh membangkangpun mau, subhanallah.

Iblis termasuk jajaran malaikat? Ya, berdasarkan gosipan tersebut, Iblis adalah nama malaikat, seperti nama malaikat Jibril atau Mikail. Tidak ada keterangan Al Quran atau hadits yang menyebutkan bahwa Iblis adalah jin atau jenis jin seperti banyak di antara kita yang berpikir demikian. Yang pasti, Iblis bukanlah setan. Kok bisa? Karena setan adalah kata sifat (bukan nama makhluk). Malaikat diciptakan dari cahaya, manusia dari tanah, dan jin dari api. Contoh jin yang paling terkenal dengan kesetanannya adalah Ifrit, yang menurut hikayah membuntuti perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW. Jadi Iblis bukan jin.

Tentu saja kita tidak tahu apakah benar Iblis dulunya termasuk jajaran malaikat yang sangat, sangat patuh pada Allah. Dan kita tidak perlu membuang waktu mencari jawabannya. Yang jelas, Iblis memiliki misi di dunia fana ini untuk menyesatkan manusia, dan manusia memiliki misi di dunia ini untuk beribadah kepadaNya. Dua misi yang jelas berbeda dan saling bertentangan, itu saja sudah cukup bagi kita untuk menentukan pilihan hidup.

Sebenarnya saat itu ada lagi obrolan menarik, seperti “apakah benar tempat kejadian peristiwa di surat Al Hijr ayat 29-40 itu benar-benar di surga?” Ini melanjutkan hipotesis Muhammad Isa Daud (pengarang buku Dialog dengan Jin) dalam bukunya “Para Penghuni Bumi Sebelum Kita.” Tentu saja obrolan ini kita bahas saat ini, mungkin lain kali di lain hari.

Semoga Allah tetap memberikan kesehatan dan kekuatan kepada kita sehingga kita bisa memaksimalkan ibadah di Bulan Ramadhan ini, amien.

  READ MORE >>   Ramadhan 2005


4 Comments on “Malaikat, Iblis, Jin, dan Setan”

You can track this conversation through its atom feed.

  1. Yung, diskusi beginian kita offline saja ok ? .. :)
    Ngeriiii…he3x

  2. 18:50
    iblis adalah dari golongan Jin…

  3. kalau saya tidak salah, utk cerita iblis dari golongan malaikat yang membakang itu adalah cerita atau ajarana dari agama nasrani. karena waktu itu saya pernah ngobrol2 dengan teman saya ttg masalah penciptaan Adam (Manusia).
    dia menceritakan bahwa iblis itu bersal dari golongan malaikat. dan dia diperintahkan utk sujud kpd adam. knp dia tdk mau sujud?? krn dia alah makhluk yg taat dan hny mau sujud kpd Tuhan Bapa (Nama lain Allah dalam agama Nasrani).

  4. January 30th, 2010 at 9:32 pm
    sa'i kelana says:

    mf sbelumnya,
    sobat Rusydi MENULIS, “Tidak ada keterangan Al Quran atau hadits yang menyebutkan bahwa Iblis adalah jin atau jenis jin seperti banyak di antara kita yang berpikir demikian.”

    astaghfirulloh..kang Rusydi. MOHON DIBUKA KEMBALI TARJAMAH AL-QUR’ANNYA
    ((QS. Al-Kahfi: 50))
    “..Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin..”

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>