Assalamuálaikum,

Alhamdulillaahirrabil’aalamin, hari ini, sabtu 24 November 2012, de Gromiest telah melaksanakan suksesi kepengurusan dan pelantikan ketua baru deGromiest. Telah resmi rekan kita Muhammad Asrofi diamanahi sebagai ketua deGromiest periode 2012/2013.

Serah terima jabatan ketua deGromiest 2011/2012, Irfan Prabudiansyah (kanan) kepada ketua deGromiest 2012/2013, Muhammad Asrofi (kiri)

Pemilihan dilakukan dengan jalan musyawarah 8 orang calon ketua deGromiest dan anggota KPU deGromiest. Pada musyawarah tersebut, diputuskan juga rekan kita Auliya Suwantika menjadi wakil ketua deGromiest.

Mari sama-sama kita bantu Mas Asrofi dan Mas Auliya untuk deGromiest yang lebih baik. Niatkan untuk ibadah, semoga Allah memberkahi keberjalanan organisasi kita ini. Aamiinn

Salam,

deGromiest


Assalamuálaikum wr wb,

Dear rekan-rekan semua,

Alhamdulillah, masa kepengurusan deGromiest (de Groningen Indonesian Moslem Society) periode 2011/2012 sudah hampir genap satu tahun. Demi menjaga kelangsungan organisasi dan juga regenerasi di tubuh deGromiest maka proses pergantian kepengurusan adalah sesuatu yang perlu dilakukan.

Untuk itu, kami sudah menunjuk beberapa dari rekan kita untuk menjadi tim KPU yang akan melaksanakan proses pemilihan Ketua deGromiest untuk periode 2012/2013.

Berikut nama-nama rekan kita yang sudah kami angkat sebagai KPU deGromiest 2012:


1. Habiburrahman Zulfikri (ketua KPU deGromiest)

2. Dwi Ratih S. Esti

3. Andy Prihandoko

4. Neil Andika

5. Zada Amanda

Kami memberikan wewenang sepenuhnya kepada KPU untuk menyelenggarakan proses pemilihan ketua deGromiest periode 2012/2013. Insya Allah KPU akan segera menyampaikan mekanisme dan agenda yang berkaitan dengan proses pergantian kepengurusan deGromiest.

Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Mari kita sama-sama sukseskan kegiatan pemilihan ketua deGromiest periode 2012/2013. Semoga Allah swt senantiasa meridhoi dan memberikan keberkahan dalam setiap aktivitas kita.

Wassalamuálaikum wr wb,

Irfan Prabudiansyah

Ketua deGromiest 2011/2012


Sore itu, Ahad  23 September 2012, Groningen hanya bersuhu belasan. Situasi ini semakin sempurna dengan hujan rintik-rintik plus angin dingin yang sangat kencang. Musim gugur menjadi pembuka tahun ajaran baru di Groningen. Dan ini biasanya ditandai dengan kehadiran banyak muka-muka baru di kalangan para pelajar maupun deGromiest (The Groningen Moeslem’s Society).

Kami menggelar acara halal bihalal 2012 bagi seluruh warga Indonesia yang tinggal di Groningen. Halal bihalal sudah menjadi agenda wajib tahunan dan merupakan yang terbesar dari segi jumlah peserta yang berpartisipasi.

Hal ini tidaklah mengherankan karena acara ini merupakan hasil kolaborasi dan koordinasi dua organisasi besar pelajar serta masyarakat Indonesia di Groningen yaitu PPIG (Perhimpunan Pelajar Indonesia Groningen) dan deGromiest yang merupakan paguyuban masyarakat dan pelajar muslim Indonesia di Groningen. Biasanya acara ini dilaksanakan dalam suasana Hari Raya (bulan Syawal). Namun untuk tahun ini, acara ini harus dimundurkan karena PPIG mengadakan peringatan Hari Kemerdekaan RI terlebih dulu setelah Hari Raya Idul FItri 1433H lalu.

Agenda utama dari acara ini adalah ramah tamah antarpelajar yang baru datang dengan masyarakat Indonesia yang telah lama berada di Groningen. Melalui acara ini, tali silaturahmi serta rasa kekeluargaan sesama perantau yang berasal dari berbagai kota di nusantara diharapkan semakin terjaga. Para pelajar yang baru datang ini tersebar di berbagai jenjang pendidikan mulai dari bachelor, master maupun doctoral yang tentu saja juga mendalami berbagai bidang ilmu.

Sebagian besar dari mereka adalah para pemenang beasiswa dari berbagai sponsor. Selain muka-muka baru ini, turut hadir pula warga Indonesia yang telah menetap lama di Groningen dengan alasan pernikahan maupun pekerjaan serta beberapa kerabat asing yang punya ikatan persahabatan yang hangat dengan teman-teman pelajar Indonesia.

Turut diundang dan yang mewakili dari pihak KBRI Den Haag adalah Bapak Ramon Mohandas sebagai atase pendidikan. Ia memberikan apresiasi pada PPIG yang dalam acara ini mengakomodir kegiatan Lapor Diri. Ia juga mengapresiasi keaktifan pengurus PPIG yang kerap menyelenggarakan kegiatan-kegiatan positif yang selalu di dukung oleh KBRI Den Haag seperti misalnya Indonesian Dinner dan Groenscup.

Kegiatan Lapor Diri ini sendiri, sangat penting bagi para pelajar yang baru datang di negeri Belanda karena banyak sekali manfaat dari Lapor Diri ini, terlebih lagi sebagai Warga Negara Indonesia memang sudah menjadi kewajiban untuk melaporkan dirinya jika akan berada di luar negeri dalam jangka waktu yang cukup lama.

Selain Lapor Diri, serangkaian acara hiburan ditampilkan oleh tim acara yang merupakan kontribusi dari kalangan pelajar itu sendiri. Tarian tradisional asal Aceh bertajuk Tari Saman berhasil membuat hadirin bertepuk tangan panjang. Penampilan akustik serta drama pendek melengkapi pemutaran Film berjudul “Kita Disana”, sebuah Film Pendek yang mewakili PPIG dan berhasil memenangkan berbagai kategori penghargaan Kompetisi Film Pendek pada acara Temu Eropa 2011 yang berlangsung Mei tahun lalu di Rotterdam.

Seperti yang disampaikan oleh Irfan Prabudiansyah, Presiden deGromiest yang mewakili panitia, acara ini merupakan ajang perkenalan untuk menguatkan tali silaturahmi dan kekompakan antarpelajar dan masyarakat Indonesia di Groningen. Tentu saja, kehangatan rasa kekeluargaan yang terasa saat acara diharapkan tidak hanya tinggal dan menghilang selepas acara, melainkan akan terus berlanjut dalam keseharian selama menjalani hari-hari dingin di Groningen.

Artikel: Rifki Furqan

Foto: Surahyo Sumartono

www.republika.co.id/berita/komunitas/perhimpunan-pelajar-indonesia/12/09/26/maxlb6-halal-bihalal-pelajar-indonesia-di-groningen


Assalamuálaikum wr wb dan Salam sejahtera,

Kami ucapkan selamat datang kepada rekan-rekan para pelajar yang baru datang di Groningen. Berikut kami sampaikan panduan singkat berisi berbagai informasi penting yang perlu diketahui oleh rekan-rekan semua.

PERSIAPAN ADMINITRASI

1.Lapor ke Course Manager

  • Lakukan sesegera mungkin setelah kedatangan.
  • Course manager akan memberikan berbagai surat keterangan yang diperlukanuntuk membuka rekening bank, mendaftarasuransi, dan lapordiri ke Gemeente (Pemerintah Kota). Jika tidakdiberi, maka mintalah.
  • ISD membantu dalam administrasi dengan GGD, Gemeente, IND, serta persiapan lainnya (untuk RuG)
  • Surat keterangan ke bank harus mencantumkanjumlah beasiswa atau gaji yang diperoleh.
  • Jangan lupa bertanya tentang program asuransi yang dikoordinir oleh universitas.

2. Membuka Rekening Bank

  • Ada tigapilihan umum bank: Rabo Bank, ABN Amro danING Bank.
  • Lokasi ABN Amro, diantaranya:1) Centrum tepat di seberang Menara Martini di Grotemark 2) Daerah Central Station.
  • Lokasi ING bank, diantaranya:1) Laan Corpus den Hoorn 1022) Hereplein 51
  • Lokasi Rabo Bank, diantaranya:1) Centrum, Guldenstraat, seberang counter ESPRIT2) Daerah sekitar Damsterdiep
  • Dokumen yang diperlukan adalah: 1) Paspor2) Surat kontrak dengan pemilik rumah sewa, 3) Admission letter4) Citizen Service Number (SoFi-number), untuk rekening tertentu

3. Asuransi Kesehatan dan Dokter

  • Kepemilikan asuransi sangatlah penting karena diwajibkan oleh pemerintah Belanda kepada semua warga asing.
  • Universitas menyediakan paket asuransi untuk mahasiswanya.
  • Selain asuransi, setiap orang juga diwajibkan memiliki dokter sendiri (huisart). Mendaftarkandiri ke huisartdapat dilakukan dengan cara mendatangi huisart di sekitar wilayah tinggal.Lalumengisi formulir yang tersedia, dengan membawakartu identitas yang ada (seperti pasport) dan selembar fotokopi kartu asuransi.
  • Alamat huisart dapatdiperolehdari buku yellowpagesatau lewat http://yellowpages.goudengids.nl
  • Isikan di kolom “What are you looking for?” dengan dokter
  • Isikan di kolom “Where” kode pos tempat tinggal anda.
  • Akan tersedia beberapa pilihan, pilihlahlokasi yang paling dekat dengan alamat anda.

4. Pemeriksaan Paru-paru di GGD

  • Pemeriksaan paru-paru diGGD (penyakit TBC) adalah kewajiban untuk setiap orang asing. Hasil pemeriksaan diperlukan sebagai salah satu syarat dalam pengurusan Verblijfsdocument (KTP).
  • Buatlah janji pemeriksaan dengan cara menelepon.
  • Jangan lupa membawa pasportsaat pemeriksaan
  • Alamat GGD adalah:Hanzeplein 120 (Depan rumah sakit UMCG)Telp : +3150367 4000

5. Lapor Diri ke Gemeente

  • Tujuanlapor diri adalahuntuk mencatatkan diri sebagai warga yang tinggal di Groningen, danuntuk apply Verblijfsdocument(KTP).
  • Untuk mencatatkan diri cukup datang dengan membawa surat admission letter dan surat kontrak rumah.
  • Untuk melamar KTP, ada beberapa prosedur yang harus dilewati. Prosedur ini akan dijelaskan oleh pihak Gemeente saat pencatatan diri
  • Citizen Service Number (SoFi-number) dapat diperoleh setelah kita terdaftar sebagai warga Groningen (jika memerlukan).

6. Lapor Diri ke KBRI

  • Dilakukan di KBRI Den Haag
  • Tapi biasanya diorganisir secara kolektif oleh PPI-G dan/atau deGromiest.

KEPERLUAN HARIAN

1. Makanan

  • Pertokoan pada umumnya buka jam10.00 –18.00, kecuali hari Senin jam12.00 –18.00.
  • Setiap hari Kamis, toko-toko di daerah centrum buka sampai jam21.00 (disebut koopavond).
  • Setiap hari Minggu, semua toko tutup, kecuali hari Minggu pertama di setiap bulan (disebut koopzondag). Kecuali pada waktu summer,hampir sebagian besar toko tutup(kecuali Jumbo supermarkt di Euroborg).
  • Supermarket yang relatif murah adalah Aldi dan Lidl; kelas menengah adalah C1000, Jumbo, Super de Boer, dan Edah; kelas atas adalah Albert Heijn. Supermarket kelas atas biasanya menyediakan produk makanan dengan merek terkenal.
  • Toko-toko Asia yang sering dikunjungi adalah supermarkt Oriental di jalan Korreweg Selain itu ada juga Toko Melati. Lokasinya di jalan Zuiderdiep (dekat Bioskop Pathe).
  • Pasar tradisional dapat ditemukan di Grotemark dan Vishmark. Harga biasanya bersaing dengan supermarket dan toko. Buka setiap hari Selasa, Jumat, dan Sabtu jam 10.00 –17.00.
  • Saat berbelanja selalu hitung dan hitung lagi uang yang diberikan dan yang dikembalikan. Terkadang penjual melakukan kesalahan dalam pengembalian uang.

Bagi muslim, makanan halal dapat diperoleh di:

  • Toko NazarNieuwe Ebbingestraat 137, Telp.+31 50 5792121.
  • Hielal Islamitische Slagerij. Folkingestraat 51, 9711 JV Telp.+31 50 312567.
  • Toko Masjid Selwerd, di jalan Park Selwerd 1, 9741 JP. Berada di dalam mesjid. Buka setiap hari dari jam 10.00 sampai Isya, kecuali pada waktu shalat dan hari Minggu
  • Toko Al FysalIrislaan 55,9713 RCdanSteentilstraat 9711 GJ Telp. +31 6 19178695
  • Ketika berbelanja, harap diperhatikan ingredients barang yang akan dibeli.Berdasar kesepakatan banyak muslim Indonesia di Belanda, ada beberapa kandungan yang direkomendasikan untuk tidak dikonsumsi, yaitu: E120, E140, E141, E153, E160a, E161a, E161b, E161g, E252, E422, E430, E431, E432 s/d E436, E470 s/d E478, E481 s/d E483, E485, E491, E492, E494, E542, E570, E572, E631, E632, E635, E913, E920, E921, alcholol, gelatin, varken, rum,weipoeder,likeur, lechitin, dan monoglicerida vetzuren.

3. Transportasi

  • Peta kota Groningen dapat dibeli di Tourist Information di Centrum (sebelah Martini Tower)
  • Groningen sudah dipetakan dengan baik secara digital oleh google, dapat diakses melalui tautan http://maps.google.nl
  • Pilihan utama transportasi di Groningen adalah sepeda.Harga sepeda second hand yg sudah cukup memadai berkisar 50-80 euro
  • Tiket bus juga tersedia di atas bus, dapat dibeli tunai dengan harga yang lebih mahal
  • Jadwal dan rute bus dapat dilihat di http://www.9292ov.nl
  • Info perjalanan dengan kereta api dapat ditemukan di http://www.ns.nl
  • Website informasi cuaca di Belanda dapat sangat membantu perjalanan, diantaranya: http://www.weer.nldan http://www.buienradar.nl

4. Telekomunikasi ke Indonesia

  • Kartu telepon “Asia Card”, yg dapat dibeli di Masjid Selwerd dan toko Ankara. Penggunaannya memerlukan hp atau fixed line.
  • Berbagai VoIP provider, seperti voipblast, voipdiscount, lowratevoip, voipwise, dan sebagainya. Fasilitas tersebut dapat dibeli melalui internet banking. Penggunaannya memerlukan komputer dengan koneksi internet.
  • Berbagai messenger yang menyediakan fasilitas computer to computer call. Seperti Yahoo Messenger, GTalk, skype, dsb.
  • Menggunakan jasa koneksi telepon di berbagai phone house yg tersebar di wilayah Groningen.

5. Tempat Ibadah

Masjid

  • Selwerd (Stichting Moskee en Islamitisch Centrum Groningen) Park Selwerd 1, 9741 JP, Groningen
  • Masjid Komunitas Turki, Billitonstraat 53 A, 9715 EP, Groningen

Gereja Katolik

  • St. Jozefkathedraal. Radesingel 2. Misa bhs Inggris: Sabtu 17.00 Misa bhs Belanda: Minggu 11.00
  • St. Franciscuskerk. Zaagmuldersweg 67

Gereja Protestan

  • Paterswoldseweg 123. Gereja Protestan berbahasa Indonesia
  • Christelijk Centrum Groningen, Johan de Wittstraat 2. Ada translasi bahasa Inggris

NOMOR TELEPON PENTING

  • 112 -SOS (membahayakan jiwa)
  • 367 4777 -ambulance
  • 367 4777-pemadam kebakaran
  • 0900 0229-dokter darurat
  • 367 4000-Unit Gawat Darurat (GGD)
  • 0900 884-polisi provinsi Groningen

ALAMAT PENTING

KBRI Den Haag

Tobias Asserlaan8 Den HaagTelp : +31 70 310 8100 / 8176 / 8177Buka dari Senin sampai Jumat Jam09.00 –13.00

International Service Desk (ISD)

Academic BuildingBroerstraat5, 2nd floorTelp : +31 50 363 8181E-mail: isd@rug.nlBukadariSeninsampaiJumatJam10.00 –16.00.Kontak: Tim ZwaagstraTelp : +31 50 363 5364E-mail: t.n.zwaagstra@rug.nl

Immigratie-en Naturalisatiedienst/ Immigration and Naturalization Service(IND)

Noordzeelaan2-18, 8017 JW ZwolleTelp : +31 38 888 6666Fax: +31 38 888 6122

Semoga panduan dan informasi di atas bermanfaat bagi rekan-rekan semua. Selamat berjuang dan belajar. Semoga sukses.

Salam,

deGromiest dan PPIG


Assalamuálaikum Wr. Wb. & Salam sejahtera,

Keluarga muslim Indonesia Groningen (DeGromiest) bekerjasama dengan PPI Groningen mengundang warga rekan-rekan semua untuk hadir pada acara Halal Bihalal 1433H & Lapor Diri 2012 yang insyaAllah diselenggarakan pada:

hari/tanggal : Minggu, 23 September 2012
waktu : 16.00-21.00 CEST
tempat : Treslinghuis Groningen, Klaprooslaan 120, 9713 SW Groningen
acara : 16.00-17.00 CEST : Lapor Diri.
17.00-21.00 CEST : Silaturahmi, dan hiburan.

Untuk keperluan konsumsi, sewa gedung dan peralatan, diperlukan
kontribusi per orang 5 euro (dewasa) atau 3 euro (anak-anak).

Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengisi daftar hadir HBL 2012 berikut ini.
https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dDhvR2s3ZFlKQVdVZUROLUxadDhRMkE6MQ

Transfer pendaftaran dapat dilakukan ke rekening Sdri. Dwi:
No. rekening : 161907075
atas nama : D.R.S.Esti
keterangan transaksi : HBL2012, <namaLengkap>, <banyakDewasa>,
<banyakAnak-anak>
dengan konfirmasi ke email dwiratih27@yahoo.com atau sms ke 063157791.

Pembayaran juga dapat dilakukan di lokasi dengan uang pas.

Terima kasih atas kerja samanya.
Kami tunggu kehadiran rekan-rekan di HBL 2012.

Salam,

deGromiest & PPIG


Eid Mubarak! Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan akhirnya tibalah Idul Fitri, hari raya terbesar umat Islam. Tahun ini mayoritas umat muslim di berbagai belahan dunia merayakan Idul Fitri di hari yang sama, yakni hari minggu, 19 Agustus 2012. Demikian pula dengan umat muslim yang tinggal di Belanda. Kami beruntung karena Idul Fitri tahun ini jatuh pada akhir pekan, sehingga kami bisa merayakannya tanpa harus mengambil cuti kerja. Di Belanda yang muslimnya minoritas, perayaan Idul Fitri tidak termasuk hari libur nasional seperti di tanah air.

Antara Idul Fitri dan Pesta Gula

Jika di Indonesia Idul Fitri dikenal dengan istilah  ‘Lebaran’, di Belanda dikenal dengan ‘Suikerfeest’. Mayoritas warga asli Belanda bahkan tidak mengenal istilah ‘Idul Fitri’. Penamaan Suikerfeest diadopsi dari perayaan Idul Fitri oleh muslim Turki yang dikenal dengan ‘Sayker bayram’ yang artinya ‘Pesta Gula’. Di namakan pesta gula karena pada saat berakhirnya Ramadhan, muslim turki selalu merayakannya dengan menyediakan berbagai jenis makanan yang serba manis. Mayoritas muslim di belanda memang berasal dari turki sehingga tidak heran jika tradisi mereka sangat dikenal di Belanda. Kebiasaan tersebut tentu saja berbeda dengan kebiasaan muslim Indonesia. Namun apapun istilah yang dipakai untuk menamakan Idul Fitri dan bagaimana pun cara merayakannya, yang terpenting adalah kita tidak kehilangan makna dari Idul Fitri itu sendiri.

Takbir bersama di hari raya

Tahun ini komunitas muslim Indonesia di kota Groningen melaksanakan sholat Ied bersama di Gedung De Holm yang berada di pusat kota. Sejak pukul 07.00 pagi rekan-rekan muslim indonesia  sudah berdatangan untuk menghadiri sholat Ied bersama. Acara diawali dengan menyuarakan tahmid, tahlil dan takbir bersama, dilanjutkan dengan Sholat Ied berjamaah yang dilaksanakan pukul 8.30. Setelah Sholat kami mendengarkan khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Ustadz Siswanto, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh S3 di Utrecht. Dalam khutbahnya Ustadz Siswanto menyampaikan pentingnya menerapkan semangat Ramadhan di bulan-bulan lainnya. Menurutnya, bulan Ramadhan harus meninggalkan bekas yang mendalam dalam pemaknaan ibadah kita, sehingga kita bisa mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan tersebut dalam kehidupan kita di 11 bulan berikutnya. Rangkaian acara sholat Ied diakhiri dengan momen salam-salaman dan maaf-maafan antar sesama warga muslim Indonesia.

Khutbah Idul Fitri oleh Ustadz Siswanto

Ada Idul Fitri, Ada Silaturahmi

Perayaan Idul Fitri memang sangat identik dengan momen silaturahmi. Itu pulalah yang menjadi agenda kami selanjutnya. Seusai sholat Ied, kami berkumpul bersama dalam acara silaturahmi spesial lebaran yang bertempat di kediaman Mas Surahyo Sumarsono. Suasana silaturahmi berlangsung begitu hangat dan meriah. Acara dimulai sekitar pukul 14.00 dengan sambutan dari tuan rumah dilanjutkan dengan taushiyah dari Ustadz Abdul Muizz tentang indahnya silaturahmi. Dalam taushiyahnya beliau menyampaikan bahwa silaturahmi dapat memperluas pintu rezeki dan juga memanjangkan usia kita, sesuai dengan hadis Rasulullah SAW; “Barangsiapa yang menyukai untuk mendapatkan kelapangan rezeki dan panjang umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan dengan saudaranya (silaturahmi).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Acara yang paling dinantikan tentu saja adalah makan-makan. Menu utama pada silaturahmi ini adalah opor ayam dan lontong yang merupakan hidangan spesial lebaran khas Indonesia. Tak ketinggalan pula menu penutup berupa es buah, agar-agar, rujak, dan berbagai jenis kue.  Berikut ini adalah sebagian momen Idul Fitri bersama komunitas muslim Indonesia di kota Groningen yang sempat kami abadikan.

Suasana sholat idul fitri

Suasana sholat idul fitri

Sesi salam-salaman dan maaf-maafan

Sesi salam-salaman dan maaf-maafan

Silaturahmi dan makan-makan spesial lebaran

Hidangan lebaran khas indonesia

Hidangan lebaran khas indonesia

Hidangan lebaran khas indonesia

Menikmati hidangan lebaran khas indonesia

Menikmati hidangan lebaran khas indonesia

Begitulah cara kami merayakan idul fitri di Groningen, Belanda. Kami sangat bersyukur karena meskipun harus merayakan idul fitri jauh dari keluarga, tapi kami masih bisa merasakan hangatnya kebersamaan Idul Fitri di sini. Meksipun momen Ramadhan dan Idul Fitri sudah berakhir, kami berharap bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan ini akan tetap terjaga di hari-hari berikutnya.

Kami segenap keluarga besar muslim Indonesia Groningen mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1433 H. Minal aidin wal faizin, Mohon maaf lahir dan bathin.

Groningen, 3 Syawal 1433 H

Irfan Prabudiansyah

Photo: Surahyo Sumarsono

http://luar-negeri.kompasiana.com/2012/08/22/hangatnya-idul-fitri-dan-pesta-gula-di-belanda/


Tidak terasa Ramadhan sudah memasuki hari terakhir. Hanya dalam hitungan jam kita akan segera berpisah dengan bulan penuh berkah ini. Setiap Ramadhan selalu ada momen istimewa dan juga hikmah yang saya dapatkan. Demikian pula dengan Ramadhan kali ini. Ini adalah tahun kedua saya menjalani puasa Ramadhan di kota Groningen, sebuah kota kecil di utara Belanda. Menjalani ibadah puasa di negeri orang dan jauh dari keluarga tentunya adalah suatu tantangan besar. Apalagi dua tahun terakhir di sini, Ramadhan bertepatan dengan musim panas yang waktu siangnya lebih lama.

Ya, di sini saya harus berpuasa selama hampir 18 jam. Waktu imsak/Subuh berkisar antara jam 03.30-04.00 pagi, sedangkan waktu berbuka adalah sekitar jam 21.30 malam. Setelah berbuka saya masih harus menunggu waktu Isya untuk shalat tarawih dan baru selesai sekitar jam 12 malam. Praktis hanya ada waktu sekitar 3 jam antara Isya dan Subuh. Karena waktu malam yang singkat ini, di minggu pertama Ramadhan saya lebih sering menunggu waktu Subuh tanpa tidur dulu karena khawatir kebablasan dan telat sahur. Namun setelah memasuki minggu kedua, saya jadi lebih terbiasa untuk mengatur jam tidur.

Menjalani Ramadhan di Belanda mengajarkan kepada saya untuk lebih menghargai waktu dan juga lebih bersyukur atas keluangan waktu yang saya dapatkan selama ini. Saya pun sadar bahwa seberat apapun puasa di sini tidaklah seberapa jika dibandingkan negara-negara eropa di bagian utara, seperti Finlandia. Tahun ini saudara-saudara kita di Finlandia harus menjalankan puasanya selama hampir 20 jam dari mulai 3.30 pagi hingga pukul 11.30 malam. Mudah-mudahan muslim di sana diberikan kekuatan untuk bisa menjalani Ramadhan dengan sempurna.

Tetap Bertahan di Tengah Godaan

Bagi teman-teman saya yang baru pertama kali menjalani Ramadhan di Belanda atau negara eropa lainnya tentu tidaklah mudah. Bukan hanya karena harus menahan lapar dan haus lebih lama, tetapi juga karena lingkungan sekitar yang tidak mendukung. Jangan bayangkan atmosfir Ramadhan di sini sama seperti di Indonesia. Di sini tidak ada suara adzhan magrib yang bersahutan di mesjid-mesjid. Tidak  ada lantunan tadarus lewat pengeras suara saat menjelang berbuka. Tidak ada lagi suara teriakan atau suara pentungan yang membangunkan orang untuk sahur.

Di Belanda yang muslimnya minoritas, banyak sekali tantangan dan godaan selama puasa yang menuntut kita untuk memiliki kesabaran yang luar biasa. Rumah makan tetap buka di siang hari, orang–orang tetap makan dan minum seperti biasa. Banyak dari mereka bahkan tidak tahu dan tidak peduli jika kita sedang berpuasa. Tantangan lain puasa di musim panas terutama bagi para pria adalah bertebarannya kaum wanita dengan pakaian yang sangat ‘terbuka’ baik itu di jalan-jalan ataupun di tempat bekerja. Saya pun harus lebih bisa menjaga hati dan pandangan agar godaan tersebut tidak membatalkan atau mengurangi pahala puasa.

Menemukan Keluarga Kedua

Di tengah beratnya ujian puasa di Groningen, saya bersyukur karena saya tidak menjalaninya sendirian. Muslim yang tinggal di sini cukup banyak, mayoritas berasal dari Turki, Maroko, Pakistan, dan Arab Saudi yang jumlahnya lebih dari 400 orang. Muslim dari Indonesia sendiri ada sekitar 100 orang. Komunitas muslim Indonesia di Groningen di kenal dengan nama deGromiest (de Groningen Indonesian Moslem Society). Komunitas muslim yang didirikan tahun 2001 ini terdiri dari para mahasiswa, pekerja, dan juga muslim Indonesia yang sudah lama menetap di Groningen.

Bersama dengan deGromiest saya merasakan kekeluargaan dan kehangatan yang luar biasa. Di luar kegiatan kantor saya bisa berkumpul, berinteraksi, belajar, serta berbagi ilmu dan pengalaman bersama mereka. Kebersamaan dan persaudaraan inilah yang membuat saya merasa tidak sendiri menjalani Ramadhan di sini. Tidaklah berlebihan jika saya mengatakan bahwa Degromiest adalah keluarga kedua bagi saya. Keluarga yang selalu mengingatkan ketika saya lalai dan lupa. Keluarga yang selalu memberikan semangat saat sedang ditimpa kesulitan. Keluarga yang mengajarkan untuk senantiasa istiqomah dan berpegang teguh dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim meski tinggal di negeri yang muslimnya minoritas.

Keluarga deGromiest Belanda

Keluarga deGromiest Belanda

Menghidupkan Suasana Ramadhan

Untuk menciptakan atmosfir Ramadhan yang kondusif, deGromiest mengadakan berbagai kegiatan spesial bulan Ramadhan yang diberi nama Gebyar Ramadhan Groningen. Koordinator Kegiatan Ramadhan deGromiest, Habiburrahman Zulfikri, mengatakan bahwa diharapkan dengan kegiatan ini selain bisa menghidupkan suasana Ramadhan juga bisa meningkatkan ukhuwah antar sesama muslim yang tinggal di Groningen.

Salah satu kegiatan rutin deGromiest adalah tadarus atau membaca Alquran bersama yang dilaksanakan tiga kali dalam sepekan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Kegiatan tadarus ini dilaksanakan di rumah rekan-rekan muslim Indonesia secara bergiliran. Acara tadarus dimulai pukul 19.30 hingga menjelang berbuka, dilanjutkan dengan buka bersama dan sholat magrib berjamaah. Makanan untuk berbuka puasa juga disiapkan secara bergiliran oleh tuan rumah. Kebersamaan tadarus dan berbuka puasa ini juga turut diramaikan oleh beberapa rekan muslim yang berasal negara lain, seperti Mauritania dan Maroko.

Tadarus bersama menjelang berbuka puasa

Kegiatan rutin deGromiest lainnya adalah silaturahmi mingguan yang dilaksanakan setiap hari Sabtu sore selama bulan Ramadhan. Acara diawali dengan ceramah atau taushiyah, dilanjutkan dengan obrolan santai, lalu diakhiri dengan buka puasa bersama dan sholat magrib berjamaah. Hampir setiap minggunya silaturahmi ini dihadiri oleh sekitar 50 muslim Indonesia. Momen silaturahmi ini adalah yang paling saya tunggu-tunggu, karena selain bisa berkumpul dengan teman-teman Indonesia lainnya, saya  juga bisa  menikmati makanan khas Indonesia. Berbagai menu khas Indonesia yang disediakan saat silaturahmi ini memang sangat beragam dari mulai menu untuk ta’jil seperti kolak, es buah, bakwan, lumpia, molen, lemper, dan berbagai jenis kue. Tidak ketinggalan pula makanan berat khas Indonesia seperti soto, sop daging, opor ayam, rendang, tahu, tempe, dan lainnya. Suasana silaturahmi selalu berlangsung hangat dan meriah. Sesaat saya merasa seperti sedang berada di Indonesia. Ini adalah salah berkah Ramadan yang luar biasa.

Silaturahmi dan buka bersama deGromiest

Menu buka puasa khas Indonesia

Tim konsumsi yang sedang menyiapkan hidangan buka puasa

Menikmati hidangan buka puasa

Menikmati hidangan buka puasa

Selain mengadakan silaturahmi, selama bulan Ramadhan ini degromiest juga bekerja sama dengan komunitas Radio Pengajian. Radio Pengajian adalah radio Islam online yang dikhususkan untuk Muslim Indonesia yang berada di berbagai penjuru dunia. Radio ini dapat didengarkan melalui situs http://radiopengajian.com/.  Salah satu materi pengajian online yang paling ditunggu di bulan Ramadhan ini adalah sharing pengalaman tentang berpuasa dari teman-teman muslim di berbagai negara.

Memasuki akhir bulan Ramadhan deGromiest dan Galiro (Gerakan Lima Euro) mengkoordinir dan melayani pembayaran zakat firah, zakat mal, fidyah, dan infaq Ramadhan. Seluruh zakat dan infaq yang terkumpul dikirimkan ke Rumah Zakat Indonesia (http://rumahzakat.org) untuk disalurkan kepada para penerima zakat/mustahiq di tanah air. Alhamdulillah, berkat adanya program zakat ini, saya dan teman-teman di sini bisa membayar zakat dan berbagi kepada saudara-saudara kita di tanah air.

Bulan Ramadhan ini juga menjadi momen untuk menjalin silaturahmi dengan muslim yang berasal dari negara lain. Di saat tidak ada kegiatan tadarus, rekan-rekan deGromiest biasanya melaksanakan buka puasa bersama di mesjid. Mesjid yang paling sering dikunjungi adalah mesjid Maroko. Setiap hari selama Ramadhan di mesjid ini disediakan ta’jil dan juga makanan berat untuk berbuka puasa . Buka puasa di sini biasanya diawali dengan kurma dan air putih, lalu sholat magrib berjamaah, dilanjutkan dengan makanan berat yang terdiri dari sup daging, roti, dan menu khas Maroko dengan porsi yang sangat besar. Yang unik dari buka puasa di mesjid Maroko ini adalah dari cara makannya. Semua hidangan disediakan dalam satu piring besar dan di makan secara bersama-sama oleh 4-5 orang. Mungkin cara ini dilakukan untuk lebih meningkatkan rasa kebersamaan saat berbuka.

Itulah sedikit gambaran mengenai suasana Ramadhan di Groningen. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa saya ambil di sini. Menjalankan puasa Ramadhan jauh dari keluarga dan saudara mengajarkan saya tentang arti kebersamaan dan indahnya persaudaraan. Saya merasa beruntung karena telah dipertemukan dengan saudara-saudara muslim di sini yang begitu hangat dan bersahabat. Saya berharap kebersamaan di bulan Ramadhan ini juga bisa saya rasakan di bulan-bulan lainnya.  Benar sekali apa yang disampaikan oleh Rasullulah SAW dalam haditsnya:

Seandainya saja umatku tahu tentang keutamaan dan kelebihan Bulan Ramadhan, maka mereka akan menginginkan Ramadhan sepanjang tahun (Hadits).

Mudah-mudahan Allah memberikan kesempatan bagi saya dan kita semua untuk bertemu kembali dengan Ramadhan serta merasakan keberkahannya.

Groningen, 29 Ramadhan 1433 H

Irfan Prabudiansyah

Photo: Miftahul Ilmi

http://luar-negeri.kompasiana.com/2012/08/18/ramadhan-ala-indonesia-di-belanda/


Diary Ramadhan - Edisi 10 Ramadhan 1433H

Di bulan Ramadhan ini, kita menyaksikan sebagian rekan-rekan kita yang telah menyelesaikan studinya atau sekedar liburan bersiap atau bahkan sudah tiba di tanah air.  Hal ini menjadikan saya teringat akan pengalaman sendiri ketika tiga bulan lalu pulang ke Indonesia dalam rangka ambil data. Sama persis juga ketika tahun lalu berangkat dari Jakarta menuju Groningen. Pengalaman berangkat dari Jakarta ke Groningen atau sebaliknya selalu meninggalkan perasaan yang campur aduk, antara sedih dan senang karena meninggalkan atau bertemu dengan keluarga.  Namun satu hal yang membuat saya sibuk yaitu persiapan keberangkatan itu sendiri.

Saya begitu sibuk dengan daftar bawaan yang mesti di bawa.  Tahun lalu, saya selalu rajin berkirim email pada senior, menanyakan barang-barang apa saja yang mesti di bawa dari Indonesia. Masih segar dalam ingatan, berpanas-panas di bulan puasa dalam rangka mencari jaket musim dingin di bogor. Sudah lumayan jauh, tidak dapat pula jaket yang diinginkan.  Yang paling riweuh justru ketika tiga bulan lalu.  Rela pergi jauh-jauh ke Amsterdam dalam rangka mencari oleh-oleh yang murah juga di jalani. Berbagai daftar titipan juga sudah di siapkan. Borong coklat dan keju di ah atau lidl pasti tidak ketinggalan. Kado istimewa buat keluarga apalagi. Mendekati hari keberangkatan, saya harus makin siap, pamitan ke sana ke mari dan tidak lupa titip doa. Pas hari-H, jangan sampai telat di bandara. Minimal 2 jam sebelum keberangkatan sudah harus absen ke petugasnya.

Padahal jika di pikir-pikir, keberangkatan itu kan sifatnya belum pasti. Biasanya memang jadwal penerbangan sudah tetap tapi ada saja delay yang mungkin pernah kita alami, seperti pengalaman balik ke Groningen dengan emirates yang tertunda selama 2 jam. Bahkan pernah saya baca di koran ada penerbangan yang di batalkan. Jadi tidak ada yang bisa menjamin 100% bahwa kita pasti berangkat pada hari dan jam yang telah di tentukan. Namun, ada satu keberangkatan yang sifatnya pasti: kematian. Walaupun kita tidak mengetahui kapan jadwal ‘berangkat’ kita tetapi itu pasti sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam (QS. al-Ankabut (29): 57):’Semua yang bernyawa pasti akan mati’. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan’.

Jika dalam keberangkatan ke Jakarta atau Groningen sudah begitu sibuk, saya pribadi merasa persiapan keberangkatan ke kampung akhirat masih jauh dari kurang. Walaupun masih tetap sholat 5 waktu, tapi tidak tahu bagaimana kualitasnya ya? ? Sedekah masih sedikit, paling kasih recehan pas ada kotak amal di masjid maroko yang ketika recehan itu menyentuh dasar, bunyinya bikin malu. Tilawah quran jarang-jarang, apalagi hafalan quran masih bisa dihitung dengan jari, ga ada penambahan yang signifikan. Belajar bahasa inggris belum becus, apalagi bahasa arab dari dulu belajar putus sambung malah akhirnya ga bisa-bisa. Berangkat haji belum pernah, sholat tahajud bablas terus. Beli oleh-oleh sampai Amsterdam sana sanggup dan semangat, eh giliran ada jadwal pengajian deGromiest, saya seperti mengayuh sepeda dengan beban 100 ton.  Tapi kalo ada jadwal makan-makannya ya bisa dipertimbangkanlah….:D

Saya jadi khawatir apakah dengan bekal sekedarnya ini sanggup mengantar saya ke kampung akhirat ketika jadwal keberangkatan saya tiba. Allah berfirman ……dan berbekallah, karena sebaik-baik bekal itu adalah takwa. (Al-Baqarah (2): 197). Tapi sekali lagi apakah bekal takwa saya ini mencukupi untuk mendapatkan tiket surga? Orang yang keliatan baik belum tentu masuk surga, begitu juga sebaliknya, orang jahat masih ada kesempatan untuk mendapatkan surga. Jadi saya masih menyimpan harapan bahwa semoga Allah akan memberangkatkan saya dengan bekal minimal agama Islam yang saya miliki. ….’dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan tunduk (Muslim)’ (Ali Imran (3): 102).

10 Ramadhan 1433H/29 Juli 2012

Menjelang sahur


Diary Ramadhan - Edisi 9 Ramadhan 1433H

Oleh: Sri Pujiyanti

Ada anak bertanya pada bapaknya,
Buat apa berlapar-lapar puasa
Ada anak bertanya pada bapaknya,
Tadarus tawareh apalah gunanya
Puasa mengajarmu rendah hati selalu
Tadarus artinya memahami kitab suci
Taraweh mendekatkan diri pada Illahi

Bimbo-Anak Bertanya Pada Bapaknya

Sebagai seseorang yang sedikit hmm, kecanduan pada media sosial (pengakuan, red), saya mengamati bahwa setiap sore di Indonesia (atau sekitar tengah hari di Groningen sini) pada saat berbuka puasa, komputer saya akan dibanjiri oleh foto-foto makanan untuk berbuka. Instagram, Path, Twitter, foto-foto makanan itu ada di mana-mana. Saya yang doyan makan dan selalu kangen makanan di Indonesia, cuma bisa menatap dengan iri pada foto-foto itu (kadang bertekad untuk suatu saat mencoba bikin sendiri dengan harapan tidak gagal). Saya tidak pernah berpikir ada yang salah dengan foto-foto itu, hingga suatu saat, seseorang yang saya ikuti (followed) di twitter, mengucapkan opininya begini, “Bulan Puasa itu saatnya nanya, tetangga sebelah makan apa, pembantu makan apa, tukang makan apa. Bukan pamer kita punya makanan banyak.”*
Dan sayapun merasa disindir. Di Indonesia, setiap kali hendak berbuka puasa, saya sudah memikirkan jauh-jauh sebelum buka mau makan apa, kemudian membelinya. Di jalan, seringkali saya menemukan makanan lain yang juga menarik, dan membelinya. Begitu seterusnya, hingga ketika pulang ke rumah untuk berbuka, saya punya tiga atau empat macam makanan untuk berbuka. Kemudian saya bakal makan terus sampai waktunya tidur. Tidur dengan perut kekenyangan. Sahurpun begitu. Ibu saya dulu pernah bilang, saat puasa, justru anggaran untuk makan biasanya akan membengkak karena makan, pada bulan Ramadhan ini, dianggap sebuah keistimewaan yang harus dirayakan.
Tidak ada yang salah dengan kebiasaan saya itu?
Saya baru kali ini berpuasa di Groningen. 18 jam lebih menahan lapar. Di Indonesia, puasa tidak pernah jadi tantangan untuk saya, tapi di sini, hari kedua saya tumbang. Pusing-pusing. Entah karena memang badan kurang fit atau belum-belum, saya sudah mengkerut memikirkan harus berpuasa 18 jam. Intinya, beberapa kali saya tidak kuat. Ketika saya sedang mengunyah makanan di sore hari sementara beberapa orang masih berpuasa sampai jam 10 malam, tiba-tiba saya berpikir tentang orang-orang yang harus berpuasa, bukan karena alasan agama atau kesehatan atau untuk menurunkan berat badan, tapi karena mereka memang tidak punya makanan untuk dimakan. Berapa lama mereka harus ‘berpuasa’ dan apakah makanan yang kemudian mereka temukan setelah ‘puasa’ cukup bernutrisi untuk mereka? (jangan bicara soal enak tidak enak dulu).
FAO mensinyalir ada sekitar hampir 1 milyar orang yang kelaparan di tahun 2010 atau lebih dari 13% jumlah penduduk bumi**. Satu dari tujuh orang kelaparan. FAO menyebutkan mereka-mereka ini undernourished atau menurut bahasa awam saya, kurang makan. Yang lucunya (atau tidak lucu), masih menurut FAO, jumlah makanan yang diproduksi di dunia ini cukup untuk memberi makan semua orang dengan 2720 kalori per hari (lebih dari cukup). Permasalahan utamanya menurut FAO adalah, orang-orang yang kelaparan ini tidak punya cukup uang untuk membeli makanan mereka. Tidak seperti saya, yang bisa membeli apa saja makanan yang saya inginkan, pilihan untuk 13% penduduk bumi ini tidak cukup banyak atau malah tidak ada.
Puasa mengajarmu rendah hati selalu.
Tentu saja, kita tidak bisa berpura-pura miskin dan menolak makan berhari-hari demi solidaritas dengan hampir 1 milyar orang yang kelaparan. Tentu saja, memfoto makanan itu diperbolehkan. Membagi foto itu di media sosial dan membuat semua orang ngiler adalah suatu kebahagiaan di atas ngilernya orang lain. Tapi mungkin, akan lebih bermakna ketika kita tidak berbuka dengan berlebihan. Ketika sebelum buka, alih-alih berpikir mau makan apa, pertanyaan itu kita ganti dengan tetangga saya makan apa, ya, pembantu saya makan apa, saudara saya makan apa. Karena kita tidak bisa memberi makan seluruh dunia, setidaknya kita bisa memastikan bahwa orang-orang di sekitar kita tidak kelaparan. Dan kemudian kebiasaan ini kita teruskan di luar bulan Ramadhan. Dan bukan hanya soal makanan tapi juga barang lain yang kita konsumsi secara berlebihan.
Dari ustad Khalid Latif (imam mesjid NY University, ceramah2nya bisa dilihat di Youtube), saya membaca ini, “What fasting teaches you is the reality of your own situation and those around you. It allows you to think of what you can start changing about yourself.”
Untuk saya, daftarnya panjang kalau bicara soal apa yang bisa diubah tentang diri saya. Hal itu berarti mengurangi makan berlebihan saat berbuka puasa. Mencoba untuk meneguhkan diri berpuasa 18 jam yang sebenarnya masih lebih pendek daripada di Finlandia dan mungkin jauh jika dibandingkan dengan kelaparan yang dialami saudara kita di Somalia dan Ethiopia. Mencoba untuk bangun subuh tepat pada waktunya (saya tukang tidur). Mencoba untuk bersabar. Belajar untuk melihat sudut pandang orang lain. Dan mudah-mudahan, dengan latihan tersebut sepanjang Ramadhan, puasa bisa mengajari saya untuk rendah hati, dan peduli. Seperti maknanya yang sejati. Amin.

*quote tadi dari twitternya @treespotter
** datanya saya baca dari www.worldhunger.org


Diary Ramadhan - Edisi 8 Ramadhan 1433H

Oleh: Irfan Prabudiansyah

Bulan Ramadhan sudah memasuki pekan kedua. Subhanallah! Rasanya baru kemarin kita berada di bulan Rajab dan Sya’ban. Bersyukurlah kepada Allah karena hingga detik ini kita masih mendapatkan kesempatan untuk menjalani Ramadhan, serta menikmati berkah dan rahmat yang melimpah dari-Nya. Bagi sebagian besar dari kita mungkin ini adalah Ramadhan yang kesekian kalinya. Dari sekian banyak Ramadhan yang sudah kita lalui tentunya banyak sekali pelajaran dan hikmah yang kita dapatkan.

Lantas bagaimana kabar Ramadhan kita sejauh ini? Masihkah kita bersemangat seperti saat kita menantikan kedatangannya di bulan Sya’ban lalu? Masih bergembirakah kita seperti saat menyambutnya seminggu yang lalu? Mari kita merenung sejenak, merefleksikan diri, dan mengevaluasi Ramadhan yang sudah kita lalui.

Cobalah tanyakan kepada diri kita sendiri,

Sudah berapa juz Al-Qur’an yang kita baca?
Sudah berapa banyak infaq dan sedekah yang kita berikan?

Sudahkah kita khusyuk dalam sholat kita?

Sudahkah kita menjaga hati, lisan, dan perbuatan kita dari hal-hal yang dilarang-Nya?

Sudahkah kita mesyukuri setiap nikmat dan anugerah-Nya?

Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk beribadah dan mendekatkan diri pada-Nya?

Masing-masing dari kita mempunyai jawaban sendiri terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Lalu mau dijadikan seperti apa tiga pekan Ramadhan berikutnya? Semuanya tergantung pada kita. Apakah kita akan memaksimalkannya dengan kegiatan yang bernilai ibadah atau hanya membiarkannya berlalu dan berakhir begitu saja.

Ingatlah kembali saat-saat kita memasuki hari terakhir Ramadhan tahun lalu. Apakah kita puas dengan Ramadhan tersebut? Sudahkah kita maksimal dalam beribadah? Semakin dekatkah kita kepada Allah atau sebaliknya? Bagaimana perasaan kita pada saat akhir Ramadhan? Bahagiakah kita? Sedih? Ataukah kecewa? Sebagian dari kita mungkin merasa sudah cukup puas dengan apa yang sudah dijalani. Namun tidak sedikit dari kita yang mungkin merasa belum maksimal dalam mengisi Ramadhan yang lalu.

Kesempatan menjalani Ramadhan adalah salah satu anugrah terindah dari Allah SWT. Di bulan ini Allah membuka pintu rahmat dan ampunan yang sebesar-besarnya. Sehingga tidak pantas rasanya jika kita bermalas-malasan dan membuang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Jadikanlah Ramadhan sebagai momen untuk belajar dan terus memperbaiki diri, menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam berpikir dan bersikap. Jangan biarkan Ramadhan berlalu sia-sia, tanpa memberikan perubahan dalam diri kita. Alangkah ruginya jika Ramadhan ini hanya menjadi ritual tahunan yang tidak bermakna.

Mari kita jadikan Ramadhan ini menjadi bulan Ramadhan yang terbaik yang pernah kita jalani. Bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita. Tidak ada yang menjamin dan tidak ada yang tahu kapan, di mana, dan dalam kondisi apa kita akan meninggalkan dunia ini. Mudah-mudahan kita dapat meraih hasil yang terbaik di akhir Ramadhan nanti dan menyandang gelar “Muttaqin”.

Apa kabar Ramadhanmu hari ini?