Archives for “pesta gula”

Eid Mubarak! Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan akhirnya tibalah Idul Fitri, hari raya terbesar umat Islam. Tahun ini mayoritas umat muslim di berbagai belahan dunia merayakan Idul Fitri di hari yang sama, yakni hari minggu, 19 Agustus 2012. Demikian pula dengan umat muslim yang tinggal di Belanda. Kami beruntung karena Idul Fitri tahun ini jatuh pada akhir pekan, sehingga kami bisa merayakannya tanpa harus mengambil cuti kerja. Di Belanda yang muslimnya minoritas, perayaan Idul Fitri tidak termasuk hari libur nasional seperti di tanah air.

Antara Idul Fitri dan Pesta Gula

Jika di Indonesia Idul Fitri dikenal dengan istilah  ‘Lebaran’, di Belanda dikenal dengan ‘Suikerfeest’. Mayoritas warga asli Belanda bahkan tidak mengenal istilah ‘Idul Fitri’. Penamaan Suikerfeest diadopsi dari perayaan Idul Fitri oleh muslim Turki yang dikenal dengan ‘Sayker bayram’ yang artinya ‘Pesta Gula’. Di namakan pesta gula karena pada saat berakhirnya Ramadhan, muslim turki selalu merayakannya dengan menyediakan berbagai jenis makanan yang serba manis. Mayoritas muslim di belanda memang berasal dari turki sehingga tidak heran jika tradisi mereka sangat dikenal di Belanda. Kebiasaan tersebut tentu saja berbeda dengan kebiasaan muslim Indonesia. Namun apapun istilah yang dipakai untuk menamakan Idul Fitri dan bagaimana pun cara merayakannya, yang terpenting adalah kita tidak kehilangan makna dari Idul Fitri itu sendiri.

Takbir bersama di hari raya

Tahun ini komunitas muslim Indonesia di kota Groningen melaksanakan sholat Ied bersama di Gedung De Holm yang berada di pusat kota. Sejak pukul 07.00 pagi rekan-rekan muslim indonesia  sudah berdatangan untuk menghadiri sholat Ied bersama. Acara diawali dengan menyuarakan tahmid, tahlil dan takbir bersama, dilanjutkan dengan Sholat Ied berjamaah yang dilaksanakan pukul 8.30. Setelah Sholat kami mendengarkan khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Ustadz Siswanto, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh S3 di Utrecht. Dalam khutbahnya Ustadz Siswanto menyampaikan pentingnya menerapkan semangat Ramadhan di bulan-bulan lainnya. Menurutnya, bulan Ramadhan harus meninggalkan bekas yang mendalam dalam pemaknaan ibadah kita, sehingga kita bisa mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan tersebut dalam kehidupan kita di 11 bulan berikutnya. Rangkaian acara sholat Ied diakhiri dengan momen salam-salaman dan maaf-maafan antar sesama warga muslim Indonesia.

Khutbah Idul Fitri oleh Ustadz Siswanto

Ada Idul Fitri, Ada Silaturahmi

Perayaan Idul Fitri memang sangat identik dengan momen silaturahmi. Itu pulalah yang menjadi agenda kami selanjutnya. Seusai sholat Ied, kami berkumpul bersama dalam acara silaturahmi spesial lebaran yang bertempat di kediaman Mas Surahyo Sumarsono. Suasana silaturahmi berlangsung begitu hangat dan meriah. Acara dimulai sekitar pukul 14.00 dengan sambutan dari tuan rumah dilanjutkan dengan taushiyah dari Ustadz Abdul Muizz tentang indahnya silaturahmi. Dalam taushiyahnya beliau menyampaikan bahwa silaturahmi dapat memperluas pintu rezeki dan juga memanjangkan usia kita, sesuai dengan hadis Rasulullah SAW; “Barangsiapa yang menyukai untuk mendapatkan kelapangan rezeki dan panjang umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan dengan saudaranya (silaturahmi).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Acara yang paling dinantikan tentu saja adalah makan-makan. Menu utama pada silaturahmi ini adalah opor ayam dan lontong yang merupakan hidangan spesial lebaran khas Indonesia. Tak ketinggalan pula menu penutup berupa es buah, agar-agar, rujak, dan berbagai jenis kue.  Berikut ini adalah sebagian momen Idul Fitri bersama komunitas muslim Indonesia di kota Groningen yang sempat kami abadikan.

Suasana sholat idul fitri

Suasana sholat idul fitri

Sesi salam-salaman dan maaf-maafan

Sesi salam-salaman dan maaf-maafan

Silaturahmi dan makan-makan spesial lebaran

Hidangan lebaran khas indonesia

Hidangan lebaran khas indonesia

Hidangan lebaran khas indonesia

Menikmati hidangan lebaran khas indonesia

Menikmati hidangan lebaran khas indonesia

Begitulah cara kami merayakan idul fitri di Groningen, Belanda. Kami sangat bersyukur karena meskipun harus merayakan idul fitri jauh dari keluarga, tapi kami masih bisa merasakan hangatnya kebersamaan Idul Fitri di sini. Meksipun momen Ramadhan dan Idul Fitri sudah berakhir, kami berharap bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan ini akan tetap terjaga di hari-hari berikutnya.

Kami segenap keluarga besar muslim Indonesia Groningen mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1433 H. Minal aidin wal faizin, Mohon maaf lahir dan bathin.

Groningen, 3 Syawal 1433 H

Irfan Prabudiansyah

Photo: Surahyo Sumarsono

http://luar-negeri.kompasiana.com/2012/08/22/hangatnya-idul-fitri-dan-pesta-gula-di-belanda/