Archives for “idul fitri”

Sore itu, Ahad  23 September 2012, Groningen hanya bersuhu belasan. Situasi ini semakin sempurna dengan hujan rintik-rintik plus angin dingin yang sangat kencang. Musim gugur menjadi pembuka tahun ajaran baru di Groningen. Dan ini biasanya ditandai dengan kehadiran banyak muka-muka baru di kalangan para pelajar maupun deGromiest (The Groningen Moeslem’s Society).

Kami menggelar acara halal bihalal 2012 bagi seluruh warga Indonesia yang tinggal di Groningen. Halal bihalal sudah menjadi agenda wajib tahunan dan merupakan yang terbesar dari segi jumlah peserta yang berpartisipasi.

Hal ini tidaklah mengherankan karena acara ini merupakan hasil kolaborasi dan koordinasi dua organisasi besar pelajar serta masyarakat Indonesia di Groningen yaitu PPIG (Perhimpunan Pelajar Indonesia Groningen) dan deGromiest yang merupakan paguyuban masyarakat dan pelajar muslim Indonesia di Groningen. Biasanya acara ini dilaksanakan dalam suasana Hari Raya (bulan Syawal). Namun untuk tahun ini, acara ini harus dimundurkan karena PPIG mengadakan peringatan Hari Kemerdekaan RI terlebih dulu setelah Hari Raya Idul FItri 1433H lalu.

Agenda utama dari acara ini adalah ramah tamah antarpelajar yang baru datang dengan masyarakat Indonesia yang telah lama berada di Groningen. Melalui acara ini, tali silaturahmi serta rasa kekeluargaan sesama perantau yang berasal dari berbagai kota di nusantara diharapkan semakin terjaga. Para pelajar yang baru datang ini tersebar di berbagai jenjang pendidikan mulai dari bachelor, master maupun doctoral yang tentu saja juga mendalami berbagai bidang ilmu.

Sebagian besar dari mereka adalah para pemenang beasiswa dari berbagai sponsor. Selain muka-muka baru ini, turut hadir pula warga Indonesia yang telah menetap lama di Groningen dengan alasan pernikahan maupun pekerjaan serta beberapa kerabat asing yang punya ikatan persahabatan yang hangat dengan teman-teman pelajar Indonesia.

Turut diundang dan yang mewakili dari pihak KBRI Den Haag adalah Bapak Ramon Mohandas sebagai atase pendidikan. Ia memberikan apresiasi pada PPIG yang dalam acara ini mengakomodir kegiatan Lapor Diri. Ia juga mengapresiasi keaktifan pengurus PPIG yang kerap menyelenggarakan kegiatan-kegiatan positif yang selalu di dukung oleh KBRI Den Haag seperti misalnya Indonesian Dinner dan Groenscup.

Kegiatan Lapor Diri ini sendiri, sangat penting bagi para pelajar yang baru datang di negeri Belanda karena banyak sekali manfaat dari Lapor Diri ini, terlebih lagi sebagai Warga Negara Indonesia memang sudah menjadi kewajiban untuk melaporkan dirinya jika akan berada di luar negeri dalam jangka waktu yang cukup lama.

Selain Lapor Diri, serangkaian acara hiburan ditampilkan oleh tim acara yang merupakan kontribusi dari kalangan pelajar itu sendiri. Tarian tradisional asal Aceh bertajuk Tari Saman berhasil membuat hadirin bertepuk tangan panjang. Penampilan akustik serta drama pendek melengkapi pemutaran Film berjudul “Kita Disana”, sebuah Film Pendek yang mewakili PPIG dan berhasil memenangkan berbagai kategori penghargaan Kompetisi Film Pendek pada acara Temu Eropa 2011 yang berlangsung Mei tahun lalu di Rotterdam.

Seperti yang disampaikan oleh Irfan Prabudiansyah, Presiden deGromiest yang mewakili panitia, acara ini merupakan ajang perkenalan untuk menguatkan tali silaturahmi dan kekompakan antarpelajar dan masyarakat Indonesia di Groningen. Tentu saja, kehangatan rasa kekeluargaan yang terasa saat acara diharapkan tidak hanya tinggal dan menghilang selepas acara, melainkan akan terus berlanjut dalam keseharian selama menjalani hari-hari dingin di Groningen.

Artikel: Rifki Furqan

Foto: Surahyo Sumartono

www.republika.co.id/berita/komunitas/perhimpunan-pelajar-indonesia/12/09/26/maxlb6-halal-bihalal-pelajar-indonesia-di-groningen


Eid Mubarak! Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan akhirnya tibalah Idul Fitri, hari raya terbesar umat Islam. Tahun ini mayoritas umat muslim di berbagai belahan dunia merayakan Idul Fitri di hari yang sama, yakni hari minggu, 19 Agustus 2012. Demikian pula dengan umat muslim yang tinggal di Belanda. Kami beruntung karena Idul Fitri tahun ini jatuh pada akhir pekan, sehingga kami bisa merayakannya tanpa harus mengambil cuti kerja. Di Belanda yang muslimnya minoritas, perayaan Idul Fitri tidak termasuk hari libur nasional seperti di tanah air.

Antara Idul Fitri dan Pesta Gula

Jika di Indonesia Idul Fitri dikenal dengan istilah  ‘Lebaran’, di Belanda dikenal dengan ‘Suikerfeest’. Mayoritas warga asli Belanda bahkan tidak mengenal istilah ‘Idul Fitri’. Penamaan Suikerfeest diadopsi dari perayaan Idul Fitri oleh muslim Turki yang dikenal dengan ‘Sayker bayram’ yang artinya ‘Pesta Gula’. Di namakan pesta gula karena pada saat berakhirnya Ramadhan, muslim turki selalu merayakannya dengan menyediakan berbagai jenis makanan yang serba manis. Mayoritas muslim di belanda memang berasal dari turki sehingga tidak heran jika tradisi mereka sangat dikenal di Belanda. Kebiasaan tersebut tentu saja berbeda dengan kebiasaan muslim Indonesia. Namun apapun istilah yang dipakai untuk menamakan Idul Fitri dan bagaimana pun cara merayakannya, yang terpenting adalah kita tidak kehilangan makna dari Idul Fitri itu sendiri.

Takbir bersama di hari raya

Tahun ini komunitas muslim Indonesia di kota Groningen melaksanakan sholat Ied bersama di Gedung De Holm yang berada di pusat kota. Sejak pukul 07.00 pagi rekan-rekan muslim indonesia  sudah berdatangan untuk menghadiri sholat Ied bersama. Acara diawali dengan menyuarakan tahmid, tahlil dan takbir bersama, dilanjutkan dengan Sholat Ied berjamaah yang dilaksanakan pukul 8.30. Setelah Sholat kami mendengarkan khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Ustadz Siswanto, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh S3 di Utrecht. Dalam khutbahnya Ustadz Siswanto menyampaikan pentingnya menerapkan semangat Ramadhan di bulan-bulan lainnya. Menurutnya, bulan Ramadhan harus meninggalkan bekas yang mendalam dalam pemaknaan ibadah kita, sehingga kita bisa mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan tersebut dalam kehidupan kita di 11 bulan berikutnya. Rangkaian acara sholat Ied diakhiri dengan momen salam-salaman dan maaf-maafan antar sesama warga muslim Indonesia.

Khutbah Idul Fitri oleh Ustadz Siswanto

Ada Idul Fitri, Ada Silaturahmi

Perayaan Idul Fitri memang sangat identik dengan momen silaturahmi. Itu pulalah yang menjadi agenda kami selanjutnya. Seusai sholat Ied, kami berkumpul bersama dalam acara silaturahmi spesial lebaran yang bertempat di kediaman Mas Surahyo Sumarsono. Suasana silaturahmi berlangsung begitu hangat dan meriah. Acara dimulai sekitar pukul 14.00 dengan sambutan dari tuan rumah dilanjutkan dengan taushiyah dari Ustadz Abdul Muizz tentang indahnya silaturahmi. Dalam taushiyahnya beliau menyampaikan bahwa silaturahmi dapat memperluas pintu rezeki dan juga memanjangkan usia kita, sesuai dengan hadis Rasulullah SAW; “Barangsiapa yang menyukai untuk mendapatkan kelapangan rezeki dan panjang umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan dengan saudaranya (silaturahmi).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Acara yang paling dinantikan tentu saja adalah makan-makan. Menu utama pada silaturahmi ini adalah opor ayam dan lontong yang merupakan hidangan spesial lebaran khas Indonesia. Tak ketinggalan pula menu penutup berupa es buah, agar-agar, rujak, dan berbagai jenis kue.  Berikut ini adalah sebagian momen Idul Fitri bersama komunitas muslim Indonesia di kota Groningen yang sempat kami abadikan.

Suasana sholat idul fitri

Suasana sholat idul fitri

Sesi salam-salaman dan maaf-maafan

Sesi salam-salaman dan maaf-maafan

Silaturahmi dan makan-makan spesial lebaran

Hidangan lebaran khas indonesia

Hidangan lebaran khas indonesia

Hidangan lebaran khas indonesia

Menikmati hidangan lebaran khas indonesia

Menikmati hidangan lebaran khas indonesia

Begitulah cara kami merayakan idul fitri di Groningen, Belanda. Kami sangat bersyukur karena meskipun harus merayakan idul fitri jauh dari keluarga, tapi kami masih bisa merasakan hangatnya kebersamaan Idul Fitri di sini. Meksipun momen Ramadhan dan Idul Fitri sudah berakhir, kami berharap bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan ini akan tetap terjaga di hari-hari berikutnya.

Kami segenap keluarga besar muslim Indonesia Groningen mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1433 H. Minal aidin wal faizin, Mohon maaf lahir dan bathin.

Groningen, 3 Syawal 1433 H

Irfan Prabudiansyah

Photo: Surahyo Sumarsono

http://luar-negeri.kompasiana.com/2012/08/22/hangatnya-idul-fitri-dan-pesta-gula-di-belanda/


Friday, 23 September 2011, the warm indonesian atmosphere was covering the city of groningen, Netherlands. All of the Indonesian people there came and gather together to attend the so called ‘Halal bihalal’ event. Halal bi halal is social gatherings and is part of Eid ul Fitr (suikerfeest) celebration. Do you know why it’s called Halal bi Halal? Well, the word ‘halal’ is Arabic which literally means ‘acceptable’. Halal bi halal itself means ‘to accept’ or ‘to forgive each other’. Interestingly, even though the word is Arabic, the term of ‘halal bi halal’ is only used in Indonesia.

The Halal bihalal event in groningen was organized by de Groningen Moslem Society (degromiest) and Indonesian student association in Groningen (PPIG). This event was held at the main hall of floreshuis building, in the northern of groningen. As the main theme of this event was ‘Back to Indonesia’, the hall and corridor are decorated in indonesian style. More than 200 people attended this event, they are indonesian moslem communities, indonesian students, and some special guests from Indonessian embassy, also dutch and turkish colleagues.

It started roughly at 6 pm with an opening act, the saman dance performance from Indonesian students. Right after that the MC officially opened the event, followed by an opening speech from the chairman comitee of Halal bihalal and from the chairman of Indonesian student association.

The main event started at 7 pm with the lecture/tausiyah from Ustadz Agus Purwanto. In his speech he said that it is important to show our gratitude to God for his blessing in our life. He also remind us to always get along well with others and keep our ukhuwah (brotherhood).  At 8 pm, all people had dinner together with various Indonesian food: sate, rendang,  opor ayam, lontong, etc. During dinner, people were entertained by dancing and singing performances. The night became more lively with the wonderful operet performance from indonesian students. The event was ended by ‘Silaturahmi or maaf-maafan session’ where all people shake hands and ask each other for forgiveness.

Here are a few moments of the Halal bihalal event in Groningen (thanks to Mas Surahyo Sumarsono for the great pictures)

Halal bihalal event in Floreshuis Hall

Opening act, Saman dance performance

Lecture/tausiyah from Ustadz Agus Purwanto

Singing performance from indonesian students

People were also entertained by traditional dance performance

The wonderfull operet performance

Perfect dinner with delicious Indonesian food

The audiences of Halal bihalal event

The  event was ended by  ’silaturahmi session’

That was a great night for all of us, we really enjoyed it. Thanks to all who contributed to this Halal bihalal event.

Groningen, 30 September 2011

Irfan Prabudiansyah

Foto:  Surahyo Sumarsono


The new crescent moon has been sight in the night sky. All the Muslims around the world  recite takbir on the biggest day of the year. Yeah, after the completion of ramadhan fasting, it’s time now to celebrate Eid ul fitr. Actually, Eid is not a celebration of the end of fasting. Eid is a celebration of gratitude to Allah for his blessing in our life and a moment to express best wishes to all brothers and sisters.

Every Eid I always do a tradition called ‘mudik‘, which means going back home, to celebrate Eid with my parents and all family members. But, Eid this year is a bit different for me because I had to celebrate Eid in groningen, netherlands. It was my first time celebrating Eid far away from Indonesia. Eid in netherlands is called Suikerfeest which means sweet feast. It was adapted from the tradition of Eid in Turkey which called Seker Bayrami (Bayram of Sweets). Do you know why it’s called sweet feast? because turkish people always have a lot of sweet foods and cakes which specially made for eid celebration.

The atmosphere of eid here is really different from eid in Indonesia. You know, for indonesian people, Eid is the biggest festival of the year. We call it ‘lebaran‘, which literally means ‘the end of something’, in this case, the end of fasting month. All Government offices and private organizations are closed on Eid day. Here in netherlands, Eid is not declared as national public holiday and the celebration is hmm.. quite simple. Well.. it’s maybe because muslim are the minority here. Most muslim here are from Turkey, Marocco, and Indonesia.

So, how was our Eid celebration? This year, Indonesian muslim student association, PPIG-deGromiest, organized the eid celebration for Indonesian muslim in groningen. The Eid prayer was held in De Holm, near the city centre of groningen. We started by takbir at 07.00 in the morning, followed by shalat (pray) and khutbah (speech), and ended by ‘halal bi-halal’ to ask forgiveness from everyone.

After the Eid prayer, we all went to our friends house, to gather, and of course.. to eat. Hha.. the celebration of Eid ul Fitr is not complete without food. It’s always a tradition to have special eid dish. There we had typical indonesian food like rendang (beef curry),  opor ayam (coconut chicken), lontong (rice cake), and some sweet foods for dessert. Unfortunately, we don’t have ketupat on our table. Yeah.. ketupat (rice steamed in woven packets of coconut fronds) is really special because it is a symbol of Eid ul-Fitr feast in Indonesia. Overall we really enjoyed the food there. Even though we far away from home and couldn’t have our Eid with our family, we could still feel Indonesian eid atmosphere here. Thank you for everyone here for being a great friend and family.

Here are a few moments of our Eid ul fitr celebration in Groningen

We started eid celebration by takbir early in the morning

Khutbah, eid ul Fitr speech by Ustad Muizz

Kids also join eid prayer and kutbah

‘Halal bi halal’ to ask forgiveness from everyone

Family and friends in groningen

Special eid dish, without ketupat..

Special eid dish including opor ayam and rendang..

Everbody really enjoyed the food

Kids celebrate eid in their own way.. :)

Well, that is how we celebrate Eid here. Ramadhan fasting and Eid ul Fitr in Neterlands where Muslims are the minority was definitely a great experience.

Greetings from us here in Groningen!

Happy Eid everyone!
Minal a’idin wal faizin
May Allah bless us and gives us all the kindness..

Groningen, 31 Agustus 2011

Irfan Prabudiansyah

Foto:  Surahyo Sumarsono and Amel Arramel