Archives for October, 2004

Reportase Nuzulul Quran

Filed under Ramadhan 2004

(Reportase Nuzulul Quran dari seorang Buyung)

Alhamdulillah, semua puji syukur pada Allah Semesta Alam. Sudah kita lewati lagi satu dari sekian rangkaian acara Gerakan Perindu Ramadhan dengan selamat dan insyaallah penuh hikmah. Acara ini adalah Nuzulul Quran, bisa dikatakan acara puncak Gerakan Perindu Ramadhan kita.

Sekali lagi, saya dengan segala kerendahan dan ketulusan hati mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada rakyat deGromiest yang tak mungkin saya sebutkan satu persatu. Acara ini adalah acara kita bersama; tidak ada yang berhak mengklaim secara pribadi maupun kelompok, tapi ini adalah milik ummat Islam yang kebetulan diamanahkan kepada kita untuk diselenggarakan di bumi Groningen.

Namun, Gerakan Perindu Ramadhan belum selesai. Perjalanan masih panjang, Ramadhan masih tersisa 13 atau 14 hari lagi. Mari saling membahu dan saling mengingatkan untuk membakar semangat menjadi energi. Energi ini yang kita pakai untuk mengisi detik demi detik Ramadhan dengan penuh hikmah, zikir, fikir, dan ibadah. Mudah-mudahan kita menjadi orang yang benar-benar bertaqwa, amien ya Rabbal Alamin.

Kisah Di Bawah Meja (makan)

Nama GPR (Gerakan Perindu Ramadhan) sebenarnya lahir dari celoteh Bang Is yang saat itu masih terpengaruh dengan lahirnya Gerombolan Pencicip Makanan Pencinta Sains (gpmps). Nama itu langsung saya resmikan sebagai nama kepanitian yang diamanahkan kepada saya untuk menjadi event organizer deGromiest selama bulan suci Ramadhan.

Dari sekian banyak acara, Nuzulul Quran justru luput dari perhatian saya. Syukurlah beberapa rekan mengingatkan saya dengan peristiwa paling penting dalam sejarah Islam tersebut. Itulah untungnya mensosialisasikan ide-ide kepada massa.

Format acara prematur segera disusun berdasarkan hasil obrolan dengan rekan-rekan. Ketika dilemparkan ke publik, mendapatkan tanggapan positif. Langsung saja, pada tanggal 16 Oktober 2004, saat buka puasa pertama di Websterbadstraat 48, pembagian peran di mulai. Cara pembagian peran yang terlihat ganjil, tapi ternyata dirasakan tepat seperti yang rekan-rekan nikmati malam tadi. Mudah2an memang Allah lah yang sudah memilihkannya untuk kita.

Tim materi mengadakan rapat maraton lewat email, membahas apa tema utama dan bagaimana menyampaikan pesan-pesannya. Minggu 24 Oktober 2004 menjadi hari bersejarah dalam persiapan Nuzulul Quran ini. Para aktor berkumpul di Bezettingslaan 30 untuk mematangkan materi dan berlatih. Format acara pasti disusun, seperti yang rekan-rekan nikmati tadi malam.

Terungkap bahwa, lagu “Doa Khatam Quran” yang kita bawakan tadi bukanlah lagu gampangan. Indra, Bang Budi, dan Pak Toto, pemusik yang bisa dibilang handal di bidang masing-masing butuh waktu setengah hari untuk menemukan chordnya. Teguh, salah satu musisi handal kita terus terang pada saya menyerah untuk mempelajari chord lagu ini dalam satu hari. Itulah alasannya kenapa kita tidak melihat Teguh tampil tadi malam.

Pak Toto menguraikan bahwa lagu ini tidak mengikuti pakem biasanya. Kuncinya tidak berulang, melainkan berubah-rubah terus dari awal sampai akhir. Sebagai musisi Pak Toto tidak suka dengan alur demikian, karena ini mengurangi harmonisnya sebuah lagu.

Namun, ada sesuatu yang lain. Lagu ini bukan lah lagu pop yang biasa kita dengar. Ini adalah doa, doa kepada Allah, sebuah harapan. Dan doa ini dibawakan dan dinikmati oleh hati. Sehingga ketidakpakeman tidak menghalangi pendengar untuk menikmatinya. Karena yang menikmatinya bukan telinga, tapi hati. Subhanallah.

Ada lagi cerita lain. Beberapa rekan merasa keberatan dengan plot yang saya buat berkenaan waktu dan sajian makanan. Saya bersikeukeuh untuk mengadakannya selepas Maghrib dan menghindari makanan serius demi tercapainya kesyahduan acara. Sementara dari sisi lain, ini bisa mengurangi minat orang yang datang. Alasannya, makanan adalah daya tarik utama dan jam 7pm dirasa terlalu larut untuk orang beraktivitas. Namun, Alhamdulillah huznusan saya tidaklah melenceng terlalu jauh; acara tetap syahdu (walau ini tentu relatif) dan rekan-rekan yang datang tidak harus kelaparan. Alhamdulillah.

Selain itu, kedatangan para wakil dari KBRI memberi warna tersendiri. Kita bisa meluaskan manfaat dari acara GPR: kesempatan bagi warga Indonesia di Groningen bertemu para wakil KBRI dan melakukan “Lapor Diri”. Diskusi intens juga terjadi antara para tokoh deGromiest dengan wakil KBRI. Lagi-lagi, Alhamdulillah.

Merdunya alunan surah Al Baqarah 1-10 dari Indra, indahnya terjemahaan dari Ratih, disambung oleh Loedroek Cap Martini Tower yang dimotori trio Cak Tri, Cak Fu, dan Cak Toto benar-benar membuka Nuzulul Quran begitu bewarna. Warnanya kental, dan mempesona, terasa sampai ke belakang di mana rekan-rekan non-muslim yang sedang menunggu selesainya proses “Lapor Diri”. Mudah-mudahan ini menjadi dakwah, amin.

Tidak hanya sampai di sana, nyanyi “Doa Khatam Quran” yang di pandu oleh Uda Khairul, Kak Agnes, dan Yunia dan diiringi oleh flute Pak Toto, gitar Indra dan Bang Budi membuat penonton larut. Larut bersama harapan untuk mendapatkan berkah dengan membaca Al Quran. Saya berharap, pesan untuk membudayakan membaca Al Quran sampai hendaknya pada penonton.

Acara disambung oleh puisi Kematian oleh Bang Ismail. Saya merasa terhanyut oleh ekspresi beliau yang begitu menjiwai pesan-pesan maut dari Taufiq Ismail. Kemudian, dengan cantiknya, kontras dengan puisi pertama, puisi Kehidupan pun dikumandangkan oleh saya sendiri. Sebuah puisi yang lahir dari refleksi pemahaman saya pada fisika partikel dan kosmologi yang saya dalami, mencoba mengajak kita senantiasa berfikir dan berzikir setiap saat dalam kehidupan ini. Saya tidak tahu apakah pesan tersebut tersampaikan, kalau tidak mudah-mudahan resume singkat ini membantu.

Akhirul kalam…

Dan, akhirnya kepengerusan deGromiest resmi beralih dari zaman Ismail Fahmi ke zaman trio Wangsa, Toto, dan Indra. Sebuah suksesi yang begitu cantik, di hari baik di tanggal baik di bulan baik. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, langkah kanan insyaallah sudah kita mulai untuk de Gromiest ke depan.

Masih banyak agenda kita, masih banyak yang harus dibenahi. Perjuangan masih panjang, revolusi belum berhenti. Riak-riak mungkin terjadi, tapi mari selalu saling mengingatkan supaya perbedaan itu menjadi sesuatu yang indah. Ayo kita bahu-membahu menuntaskan revolusi yang sudah kita mulai, lewat deGromiest untuk Islam!

…
Biar apa pun luka yang terbina
Takkan gentar merela kehendakNya
Terdengarlah bicara tersembunyi
Yang tertebar di langit dan bumi

Siapakah yang mampu menundukkan bayu?
Siapakah yang tahu hanya ada Satu.

…

4.17am, 30 Oktober 2004
Duindoornstraat 121

Febdian Rusydi
Pesuruh 1 Gerakan Perindu Ramadhan


Ramadhan yang Senyap

Filed under Ramadhan 2004

Tulisan kesembilan dari hajatan Tasbih Ramadhan yang disajikan sepanjang bulan Ramadhan 1425H.
Artikel ini ditulis oleh Ikhlasul Amal.

Katakanlah: Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Az-Zumar: 53.

Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan memberikan taubat kepada kalian. Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah, dan disebut sebagai hadits hasan dalam kitab Sahih Jami’ Shagir - 5235.

Kedua dalil naqli di atas ditulis sebagai awal buku DR. Yusuf Qardhawi, Tuntunan Taubat. Buku tersebut dengan jelas membawa kabar gembira, harapan, dan kasih sayang Allah kepada anak Adam yang — disadari atau tidak — tentu memiliki dosa sepanjang perjalanan hidupnya di dunia yang fana ini. Sifat manusia itu sendiri yang tidak lepas dari kekhilafan, yang berada di antara sifat-sifat baik dan nafsu, atau karena keadaan lingkungannya, sedikit atau banyak tentulah berlumur dosa.

Sebagian pendapat mengelompokkan dosa sebagai dosa besar dan dosa kecil, namun yang lebih penting bagi kita adalah dorongan untuk segera bertobat, meminta ampunan Allah, dan tidak berputus asa dengan rahmat-Nya. Hal ini penting karena kita tidak pernah tahu peristiwa yang akan terjadi kemudian, sehingga menunda-nunda bertobat justru dapat mencelakakan kita sendiri. Dosa kecil pun yang disepelekan dapat menjadi dosa besar karena keangkuhan pelakunya, sedangkan dosa besar yang disesali dan dimintakan ampunan kepada Allah tentulah akan dikabulkan. Seperti yang telah dijanjikan sendiri oleh Allah dan sifat Allah itu sendiri yang Maha Penerima Taubat (At Tawwab).

Bertobat dapat dijadikan sarana untuk “mengosongkan” diri kita. Meluruhkan semua endapan-endapan perasaan dan sikap tidak terpuji yang telah menggumpal. Dengan meminta maaf kepada orang lain — sebagai salah satu syarat bertobat, sebelum meminta ampun kepada Allah — kita dapat menjalankan amanah yang diminta Allah kepada umat-Nya. Bahkan dengan sangat bagus, Jalaluddin Rakhmat menulis bahwa ibadah untuk Allah itu adalah berpuasa dengan pengkhidmatan kepada sesama ciptaan-Nya.

Ah, Ramadhan ini, aku ingin terus berada di dalam suasanamu yang senyap, sehingga dapat kudengar hatiku sendiri yang bersuara lebih bening. Jika Engkau memberi banyak waktu-waktu baik untuk berdoa selama bulan Ramadhan ini, melipatgandakan balasan untuk amal perbuatan baik di bulan ini, aku ingin berhenti berpikir egois bahwa itu semua dilimpahkan untuk diriku, melainkan kesempatan yang lebih banyak lagi untuk menghamba hanya kepada-Mu.


Kuliah Umum Prof. Azyumardi Azra

Filed under Ramadhan 2004

Pak Azra, panggilan beliau, akan memberikan kuliah umum dengan topik “Pendidikan di Indonesia: Permasalahan dan Gagasan”. Topik ini diambil, karena sejalan dengan hasil diskusi deGromiest di rumah Mbak Sari beberapa bulan yang lalu, serta sejalan dengan permasalahan besar Bangsa Indonesia yang terletak pada pendidikan. Satu lagi, ini juga sejalan dengan gagasan KBRI untuk mengajak kita berpikir tentang nasib pendidikan di Indonesia dan menyumbangkan pemikiran kepada Mendiknas yang baru.

Kesempatan bagus ini merupakan tawaran dari Atase Dikbud KBRI.

Jadi, kita akan ada gawe lagi, dengan kedatangan tamu penting ini. Bagi yang sudah kenal pemikiran beliau, pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini. Yg baru kenal, silahkan lihat ini:

http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/azyumardi-azra/index.shtml

Hari/Tanggal: Minggu/31 Oktober 2004
Waktu : jam 2.45 - 7.00 pm (sharp!!!!)
Tempat : Concordiastraat 67A
Rumah Mas Amal dan Mbak Heni
Agenda : 3.30 - 5.00 pm (kuliah umum dan tanya jawab)
5.xx - selesai (buka puasa dan sholat maghrib)
Rombongan KBRI pulang ke Den Haag.


Susunan Acara Nuzulul Quran 1425H

Filed under Ramadhan 2004

HALOW HALOW RAKYAT RRG TERCINTA

GPR dengan ini mengundang semua rekan-rekan untuk datang menghadiri peringatan hari penting kita: Nuzulul Quran.

Tanggal: 29 November 2004
Tempat: Tuinzaal, Academic Gebouw
Jam: 5pm - 9pm

Acara ini juga akan dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI

Alokasi waktu

5pm - 6.15pm = Lapor diri bersama KBRI
6.15pm - 7pm = Persiapan berbuka, Maghrib, berbuka ala kadarnya bagi rekan-rekan yang berbuka di Tuinzall
7pm - 8.20pm = Nuzulul Quran
8.20pm - 9pm = Serahterima kepengurusan deGromiest

AJAK LAH sanak keluarga handai tolan, mantu mertua kakak adik, pacar teman sodara.
Akan disajikan makanan ala kadarnya (bukan nasi + lauk pauk seperti berbuka puasa bersama). Insyaallah cukup mengenyangkan selagi menikmati kesyahduan acara. Jangan lupa untuk membawa minuman ala kadarnya (uangnya akan diganti oleh deGromiest) yaaaa.

Rangkaian Acara

* Pembukaan
- Kepala kafilah deGromiest
- Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI

*Pembacaan Ayat Suci Al-Quran
qori’ : Indra Muliawan
saritilawah: Kak Agnes (?)

* Dialog Nuzulul Quran
bersama “Loedroek Tjap Martini Tower”
Cak Fu & Cak Tri, diiringi flute Cak Totok

* Nyanyian Kalbu, “Doa Khatam Quran”
Bersama-sama kita alunkan dipandu oleh Grup Pemuda/I Bernyanyi Gromiest
Diiringi petikan merdu gitar oleh Indra dan Pak Budi
Serta alunan flute Cak Totok

* Puisi Kematian
“Sebuah Ziarah Ke Kubur Sendiri”
karya: Taufiq Ismail
dibacakan oleh: Ismail
diiringi flute Cak Totok

* Puisi Kehidupan
“Kurahap Kalian Belum Bosan”
oleh Febdian Rusydi
diiringi petikan gitar Indra

* Penutup

Rangkaian acara serah terima kepengurusan deGromiest ke periode 2004/2005

* Sebuah Perpisahan
Ismail Fahmi
Ketua deGromiest periode 2003/2004

* Menatap Masa Depan
Indra Muliawan
Pjs Ketua deGromiest periode 2004/2005

* Serah Terima tongkat estafet

* Peresmian Radio Digital Minaara
Radio “Indahnya Kebersamaan Menuju Kemenangan”
(Menandai gebrakan 100 detik pertama kabinet baru)

* Doa dan Penutup


Zakat: Sumberdaya yang Terabaikan

Filed under Ramadhan 2004

Tulisan kedelapan dari hajatan Zakat: Sumberdaya yang Terabaikan yang disajikan sepanjang bulan Ramadhan 1425H.
Artikel ini ditulis oleh Bahrul F. Masduqie.

Setiap tahun di bulan Ramadhan, Zakat menjadi primadona yang marak dibicarakan orang disampaing puasa yang merupakan isu pokok dibulan Ramadhan. Banyak orang ramai membicarakan Zakat baik melalui artikel, opini dikoran dan majalah ataupun menjadi tema pokok dalam acara ceramah subuh dan dialog menjelang berbuka puasa ditelevisi.

Memang zakat selain merupakan salah satu rukun Islam, Zakat juga memiliki kedudukan sangat penting dalam Al Quran. Oleh karena itu Allah s.w.t meletakkan perintah zakat ini pada posisi kedua setelah sholat. Ada sekitar 30 ayat dalam Al Quran yang menerangkan Zakat dan sekitar 27 ayat diantaranya mencantumkan kata zakat bersamaan dengan perintah sholat. “Aqimish sholaata wa atuzhzhakaata….”. dari sini kita dapat melihat betapa urgennya persoalan zakat ini. Sholat sebagai manifestasi keimanan umat pada sang Khaliq, sementara Zakat merupakan berkas sinar keimanan seorang hamba yang terpancarkan melalui kepedulian sosial.

Sebenarnya inilah inti pokok ajaran Islam. Islam tidak hanya mengutamakan persoalan uhrawi, namun keshalehan spiritual seorang muslim haruslah berimbas pada lingkungan disekitarnya dimana seorang muslim berada. Dengan kata lain seorang Muslim dituntut untuk memiliki keseimbangan relasi antara dengan Tuhan dan dengan sesama manusia, “hablum minal Allaah wa hablum minan naas”.

Menurut Masdar F. Masudi, Zakat dan Puasa memiliki dua tujuan yang sama yaitu sebagai sarana pensucian.Puasa adalah sarana untuk mensucikan diri dengan cara mengendalikan nafsu makan, minum, seks, emosi dan sebagainya. Sedangkan zakat lebih spesifik pada pensucian harta,dimana harta yang kita dapat ada sebagian darinya yang merupakan hak bagi saudara kita yang tercantum sebagai 8 asnaf (penerima zakat).

Pengelolaan Zakat di Indonesia secara teknis sudah tergolong modern dengan pembentukan lembaga-lembaga zakat dan terakhir penulis dengar seorang wajib zakat bisa membayar zakat melalui sms. Namun secara subtansial zakat masih dipahami secara textual atau tradisional. Pengertian obyek atau sasaran Zakat masih merefer pada zaman semasa Rasulullah Muhammad seperti pertanian, emas, perdagangan,peternakan (onta, domba dll). Memang onta pada masa itu menjadi symbol kekayaan yang dibanggakan. Namun sejalan dengan perkembangan zaman tentu hal tersebut perlu untuk disesuaikan. Definisi amwal yang berarti harta benda atau kekayaan dalam kalimat Hudz min amwaalihim shadaqatan tuthahiruhum…… dalam kontext sekarang tentulah harus disesuaikan. Jabatan dan profesi bisa dimaknai sebagai kekayaan karena keduanya dapat menjadi sumber kehidupan dan menghasilkan harta benda sebagaimana onta dan domba di masa Nabi.

Dengan demikian seorang mentri atau presiden tidaklah layak jika hanya mengeluarkan sekian ton beras dan gula setiap tahun yang mereka anggap sebagai zakat mereka. Sedangkan kebanyakan harta yang mereka miliki bukan hanya dari gaji sebagai president, mentri, ataupun pejabat eselon. Namun tak jarang dari mereka yang merangkap sebagai komisaris sebuah perusahaan, memiliki tanah, villa, emas dan deposit di bank. Jika mengikuti ketentuan zakat maka 2.5% dari total harta masing-masing dari mereka harus dikeluarkan sebagai pembayaran zakat. Sebagaimana pernah dilaporkan oleh sebuah lembaga pemeriksa kekayaan pejabat beberapa tahun lalu, ada seorang pejabat yang memiliki total kekayaan senilai 6 milyard rupiah atau bahkan lebih dari itu. Umpamakan saja 6 milyard dikalikan 2.5 % sudah ada sekitar 150 juta rupiah, itu untuk satu pejabat. Asumsinya negara kita mayoritas penduduknya adalah muslim sehingga para pejabatnya pun kebanyakan juga muslim. Hal ini belum termasuk para pedagang, konglomerat, pialang saham, para direktur dan eksekutif.

Memang Zakat sesungguhnya merupakan potensi ekonomi yang amat besar bagi bangsa Indonesia. Jika kita menengok jumlah muslim yang mayoritas di negara kita maka seharusnya zakat bisa menjadi solusi bagi pemecahan masalah kemiskinan di Indonesia. Jumlah muslim yang 90% dari total populasi 200 juta, maka anggap saja muslim yang wajib zakat sekitar 60% sehingga ada sekitar 120 juta penduduk. Jika diasumsikan harga 2.5 Kg beras Rp.5000 maka pada malam hari raya Idul Fitri bisa terkumpul uang sebesar 600 milyard rupiah, itu belum termasuk zakat harta, infaq dan shadaqah para orang kaya dan pejabat yang bisa mencapai 150 juta rupiah per orang. Anggap saja jumlah konglomerat muslim di indonesia ada sekitar 1 juta orang, jika setiap konglomerat membayar zakat 100 juta rupiah maka totalnya bisa mencapai 100 trilyun rupiah. Sehingga bila digabung maka jumlahnya bisa setara dengan APBN kita.

Jika pengelolaan zakat tersebut dapat dilakukan dengan baik maka maka persoalan sosial seperti TKI terlantar, pengungsi, anak jalanan, anak putus sekolah, dan pengangguran akan dapat teratasi. Karena pada dasarnya harta hasil Zakat dapat dikelola menjadi lebih modern dan berdaya guna semisal pemberian beasiswa, pemberian kursus ketrampilan, peminjaman modal usaha dll. Namun sekali lagi yang perlu disayangkan adalah bahwa Zakat masih lebih banyak dimaknai sebagai rutinitas dan ritualitas yang maknanya tak lepas dari 2.5 Kg beras yang dibayarkan menjelang malam Idul Fitri.

Saya mensarankan kepada pelaku survey kemiskinan agar melakukan research kemiskinan di Indonesia menjelang malam Idul Fitri, bisa dipastikan angka kemiskinan akan turun sangat drastis dimalam itu dan jangan melakukan research di hari lain karena seusai shalat Idul fitri angka kemiskinan akan kembali melonjak sangat drastis pula.

Mungkin ini bisa menjadi bahan pemikiran masyarakat deGromist seusai study dan tinggal di Indonesia.Pengelolaan Zakat dapat menjadi salah satu agenda program alumni deGromiest untuk melanjutkan pertautan silaturrahiim diantara kita. Amiin.


Radio deGromiest

Filed under Agenda deGromiest

Sun, 24 Oct 2004 23:19:22

Assalamu’alaikum…

Selepas latihan nyanyi, puisi, dan dialog untuk Nuzulul Quran, di Jalan Pendudukan, yang tersisa adalah obrolan yang sangat positif tentang gerakan deGromiest selanjutnya. Ada Pak Toto, Pak Budi, Pak Tri, Indra, Buyung, Ismail, Agnes, Lala dan Malik (ikut2an nggangguin…)

DEJAVU

Seperti dejavu, nostalgia, Pak Toto memberikan pandangan yang panjang lebar tentang pendapat beliau mengenai mahasiswa Indonesia khususnya di Groningen ini. Seperti ada semangat yg menyala di mata mahasiswa2 tersebut. Berbicara tentang asumsi, teori, ideologi, idealisme… meingingatkan beliau pada 15 tahun yang lalu. Ketika keputusan harus diambil: turun ke jalan atau tidak?

RUANG IDEALISME

Yang dapat kutarik dari obrolan tersebut adalah: apa yang kita lakukan di sini, sebagai mahasiswa Indonesia, ketika kita melakukan hal-hal di luar tugas utama seperti kuliah, riset, dll… adalah untuk menciptakan sebuah ruang dalam hati dan pikiran kita. Ruang yang nantinya sangat diperlukan, yang akan mengarahkan tindakan ketika kita sudah kembali ke tanah air. Ruang yang memihak kepada bangsa. Ruang yang bersifat idealis. Ruang yang sangat penting, ketika roda kerja memaksa kita harus pragmatis dan praktis, berpikir pendek dan mungkin hanya ‘mengambil kesempatan’. Ruang yg akan membawa kita menjadi khalifah, rahmatan lil alamin, bukan hanya untuk diri sendiri.

RAPAT MEJA BUNDAR

Oleh karena itu, digelar lah rapat meja bundar ketika berbuka puasa (siomay, bakso, udang goreng, ayam champignon..), antara oknum IM, FR, IF, AT, LL, dan MK.. mendorong diadakannya sebuah revolusi di tubuh deGromiest. Sudah saatnya kini deGromiest melangkah ke dunia luar, membuka diri dari sekat kota kecil Groningen. Uang logam 2 euro yagn diinfaqkan, lalu disalurankan ke Indonesia, adalah salah satu hal yang paling nyata dari gerakan kepedulian yg bisa kita lakukan. Kenapa? Karena 2 euro, benar2 sampai di tanah air.

Selain itu, ternyata sangat perlu untuk membangun ruang idealisme di diri kita. Satu kaki berpijak pada hal-hal yang idealis, satu kaki lagi berpijak pada hal-hal yang pragmatis.

REVOLUSI

deGromiest sudah cukup sukses dengan web2nya. Ada Serambi, Cafe, Wong, dan Journal. Terimakasih yg sangat besar kepada Raihan dan Safira yang telah ‘menggerakkan’ Cak Amal untuk memulai upaya mulia membangun Media bagi deGromiest. Ini ibarat saluran, yang melancarkan kebuntuan dan kemacetan pemikiran yang menyambungkan diri2 kita.

Setelah hampir satu tahun, sebuah revolusi perlu dibuat. Kita perlu melangkah kepada saluran yang lebih besar. Gambar dan teks rasanya tidak lagi mampu menampung aliran kebutuhan dan semangat para anggota. Contohnya, Fathiya, Raihan, Safira, Lala, dan Malik.. belum bisa secara langsung menikmati atau mendaptkan manfaat dari media ini. Bukankah mereka juga anggota deGromiest? Jangan sampai menunggu mereka menuntut revolusi. Kita sendiri yang harus memulainya.

RADIO DEGROMIEST

Bayangkan, jika sebelum tidur, anak2 kita bisa mendengarkan kisah heroik perang jaman Nabi Muhammad, Kesabaran Nabi Ayyub, Taubat Nabi Adam, Hensel and Gretel, Nisa dan Mio yang berani tidur sendiri… Para orang tua mendengarkan wawancara dengan Mas Tomi (ayahnya Faiz) tentang bagaimana mendidik anaknya… Pagi-pagi sudah bisa mendengar rangkuman berita Nasional dari Indra… Kuliah umum kosmologi yang bersemangat… Wawancara dengan mahasiswa2 yang sudah selesai study tentang hasil riset mereka.. Kisah kehidupan muslim di Belanda, baik dari mualaf, komunitas suriname, dan mahasiswa2 indonesia.. Ceramah2 dari ustad Indonesia (Aa Gym, Miftah Faridl, …), Tips2 tinggal di Groningen bagi mahasiswa yg baru dateng… dan tak lupa.. lagu2 Bimbo, Siti Nurhaliza, Debu, Sulis & Haddad Alwi, Raihan, Chrisye, Ebiet, Iwan Fals… yang ‘menggerakkan’.

Bayangkan, jika itu semua ada di http://radio.degromiest.nl….

Wassalam.

PS: Selanjutnya Indra akan memaparkan secara detail gagasan
revolusi ini.
Monggo mas….

Purn. Ismail


24 Oct 2004 23:33:44
Penjelasan dari Jendral Indra

Assalamu’alaikum,
Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Setelah Introduksi dan Pembeberan plot Panglima Besar Revolusi Jenderal Hampir Purnawirawan Daripada Yang Mana Ismail Fahmi, saya rasa semua udah jelas, bahwa sebentar lagi radio deGromiest akan segera mengudara di ruang maya.

Nama dan Motto radio ini sebenarnya belum diputuskan, sehingga untuk sementara, kita pakai nama Radio deGromiest,.. dengan tidak menutup kemungkinan pemakaian nama itu dapat diteruskan apabila memang tidak ditemukan yang lebih cocok..

Sang Jenderal Daripada Yang Mana Ismail Fahmi memang sudah punya ide ini sejak beberapa waktu yang lalu, tetapi akibat pembadaian otak di konferensi meja bundar (KMB) sore tadi, akhirnya dikonkretkanlah rencana pengudaraan radio tersebut. Karena, konsep tetap akan berada di tatanan konsep dan mungkin larut dalam pragmatisme kehidupan sehari2 kalau tidak dilaksanakan.

Intinya, radio itu adalah corong suara kita yang dapat didengar di seluruh dunia, tentunya untuk yang punya internet verbinding yang cukup cepat untuk streaming.. hehehe..

Untuk itu, peran kita semua amat ditunggu untuk mengisi slot acara di Radio.. mungkin Cak Fu mau nyanyi lagi Iwan Fals ? atau Bang Fahmi mau iklan Bakso? atau Itobh mau pamer resep Sabar Jaya? dan lain sebagainya.. sampai saat ini, slot acara yang sudah dipersiapkan adalah (tidak diurutkan berdasarkan apapun) :

1. Acara Anak-anak, pembacaan cerita “malam hari” yang rencananya akan diasuh oleh Kak Agnes. Terbuka juga kemungkinan acara yang diisi oleh anak2 sendiri. Yang masih merasa anak2 tentu boleh ikut.. hehe..

2. Acara diskusi dengan berbagai topik. Bisa dari GPMPS, atau live discussion dengan orang2 pilihan produser acara (IF)

3. Pemutaran lagu.. wajiblah disemua Radio.. lagu2nya akan disupply dari febdian.net, dari koleksi pribadi Indra, dan mungkin sekali dari ketua terpilih de Gromiest, Wangsa, yang udah ancang2 upgrade harddisk karena udah hampir penuh dengan MP3.. kayaknya sih bakal terima request juga lho..

4. Summary berita mingguan. Bisa dari tanah air, bisa bukan dari tanah air, .. kebetulan aja saya tiap hari baca koran online, dan kadang2 yang offline.. jadi kalo gak sempat baca dan ingin dengar berita, silakan simak radio deGromiest..

5. Monolog.. hasil perenungan pribadi, puisi, dan lain-lain..

6. Orasi dan Opini, diasuh oleh Uda Buyung yang memang kita kenal punya hobi orasi. Opininya harus kita supply.. kalo nggak acara ini jadi corong Buyung.. hehehe..

7. Anda sakit perut karena makan kepala udang? badan memar2 tertabrak oma fiets? atau kurang gizi karena nggak bisa masak? ikuti siaran “Kak Agnes menjawab” segala permasalahan kesehatan akan dibahas disini.. Dan karena slot ini diproduseri Kak Agnes, maka mungkin akan dilebarkan sehingga mencakup acara FTM, atau parenting.. hanya mohon diingat,.. ini bukan Agnes L. Tobing..

8. Wawancara profil dan hasil riset. Pengalaman, profil dan pengalaman serta mungkin, hasil riset dari orang2 seperti alumni2 yang sudah pulang, atau handai taulan kita yang memang perlu ditilik alur hidup dan pengalamannya yang mungkin bisa kita manfaatkan.. dan kalau bisa, kita coba wawancara dengan Presiden Yudhoyono atau para ex-president.. tapi gak janji deeh.. hehe

9. Kehidupan muslim di Groningen sehari-hari dari berbagai perspektif.. masalah kesulitan tempat shalat di kampus.. daging2 halal, ataupun isu2 hoofddoek yang sempat mengegerkan perancis.. akan dibahas disini..

10. Ceramah2 dari uztad2 di tanah air, tentu bukan live, karena cuma ngambil aja dari rekaman2 yang ada. Diusahakan dimintakan izin kepada uztad ybs ..

11. Resensi buku baru, film2 baru, yang dikemas dalam bentuk obrolan santai menikmati kopi hangat beserta nasi dan lauk pauk lengkap.. hehehe..

12. ….tidak ketinggalan… kuliah umum GPMPS … !

13. Pembahasan isu2 internasional.. kekacauan di Irak, dinamika kehidupan uni eropa, ekspansi pasar cina, atau isu lokal.. seperti ada penyebab demonstrasi serikat buruh di Amsterdam, laporan lalulintas sepeda disekitar groningen, jadwal kereta, … kesemua isu ini diusahakan aktual.. (biro jodoh? gimana nih yung? hehe)

Acara-acara ini masih bersifat tentatif, dan penjadwalannya juga masih akan diatur lebih lanjut.. sehingga jangan ragu2 layangkan sumbang sarannya.. kalau nggak sumbang saran, para produser mungkin akan segera menyusun acara “dari desa ke desa”, “kelompencapir”, atau sandiwara radio saur sepuh…

Sembari nunggu saran masuk, daripada ditunda, radio ini akan diusahakan “on air” minggu2 ini.. tentu dengan format siaran percobaan dulu.. url, softwer, dll, akan diumumkan kemudian oleh sang Jenderal hampir punakawan, eh.. purnawirawan Ismail Fahmi.. (atau menteri telekomunikasi, Prof. Ikhlasul Amal?)

Wassalam,
Indra


Mon, 25 Oct 2004 03:59:45
Penjelasan dari Prof. Ikhlasul Amal

Bismillahhirrahmanirrahim.

Oke, oke…
Di mana-mana anak-anak muda tidak sabaran. Tengah malam yang gelap gulita tiba-tiba minta dipasangkan pemancar radio. Kalau zaman Harmoko harus minta izin dulu tuh, tidak bisa langsung FM (kecuali sebagian sahamnya punya anak babe), apalagi ini langsung minta versi siber.

Jadilah saya yang sedang enak-enak mendengar sayup-sayup lagu nostalgia dari Voice of Indonesia, dan sedikit terkantuk-kantuk di sebelah Atijembar, langsung turun ambil sari jeruk dan secawan kudapan agar mata terjaga lagi. Instal ini dan itu, email yang datang kemudian memang dari para superhero, atau tukang ronda keliling (satu dari sektor Selatan, satu lagi tetangga masjid, dan satu lagi penjaga Centrum).

Semua melakukan provokasi tentang stasiun radio, padahal sudah diotak-atik di bagian yang misterius, tetap saja “streaming” belum bekerja. Duh, masak kalah dengan sistem operasi jendela yang dipakai di pemancar gelap tanpa izin di Asrama Kuning!

Sampai akhirnya, keluar jurus Dewa Ngantuk — yang entah dari mana tidak jelas, pokoknya tiba-tiba merasa seperti dibisiki oleh Google, dan dicoba… jreng! Pakai XMMS (maaf, tidak terima WinAmp apalagi Windows Media Player) akses pakai HTTP… bunyi!

Silakan dicoba siaran perdana:

* http://radio.degromiest.nl
-atau, kalau gagal-
* http://radio.degromiest.nl:8000

Karena belum ada stok bunyi-bunyian yang akan diperdengarkan, maka sementar semau saya dulu.

Wassalam @ 04.00

amal


Bulan Sabit Pun Bersinar

Filed under Ramadhan 2004

Tulisan ketujuh dari hajatan Tasbih Ramadhan yang disajikan sepanjang bulan Ramadhan 1425H.
Artikel ini ditulis oleh Febdian Rusydi.

Sebuah Nasihat Abadi Pada Diri Saya

Tentu kita sudah memikirkan bahwa Bulan tidak memancarkan cahayanya sendiri, melainkan memantulkan dari cahaya Matahari. Namun sudah pernah kah kita memikirkan kenapa dia bisa memantulkan sedemikian rupa? Apakah kalau kita di Bulan juga akan melihat Bumi memantulkan cahaya Matahari?

Ach, tinggalkan dulu pertanyaan itu. Kita nikmati sejenak sinar sang rembulan ini.

Sinar Bulan memang membuat dia indah, tak peduli betapa capuk wajahnya. Lagian berapa banyak yang tahu wajahnya capuk? Sama dengan kegunaannya. “Tentu saja Bulan lebih berguna daripada Matahari. Bulan terbit malam ketika gelap, sementara Matahari terbit siang ketika hari sudah terang,” Begitu seloroh polos Badrun teman saya.

Salah kah mereka? Kalau mereka memang tertipu oleh indahnya sinar sang Bulan, mereka jelas tidak salah. Tahu tertipu pun siapa yang peduli, kala malam datang sinar Bulan menolong mereka menerangi jalan.

Bulan ini mirip-mirip dengan kita. Banyak sekali orang-orang pintar yang terlahir merubah wajah dunia ini. Sebut saja Isaac Newton, hanya dengan memakai persamaan geraknya bangsa Amerika sudah berkali-kali menerbangkan roket bolak-balik Bumi — luar angkasa. Dan banyak lagi contoh orang-orang terkenal lainnya. Mereka itu memang bulan. Suka atau tidak, mereka sudah menerangi beberapa jalan pada kita. Terlepas dari pilihan kita untuk setuju atau tidak, tho wajah peradaban dunia sudah digaris-garisi oleh kehadiran mereka.

Kita juga adalah bulan. Kita mencerahkan orang, dengan segala kelebihan yang kita punya. Namun, wajah kita tak luput dari capuk. Capuk? Ya. Capuk karena kita resah, walau disisi lain orang lain tercerahkan karena kita. Atau capuk karena tak sanggup mencerahkan orang lain. Lebih parah lagi, terang kita seperti bulan sabit.

Tengoklah bulan sabit. Dia tetap bersinar walau cuma separuh atau malah kurang. Sinarnya remang-remang. Coba lah keluar saat bulan sabit bersinar. Jalanan gelappun masih bisa terlihat, walah kadang ga bisa bedakan selokan ama rumput.. Keindahannua juga berkurang. Namun demi praktis kita masih berpikir “selama emang masih bisa menuntun, peduli apa dengan keindahan?”.

Semakin banyak ilmu yang kita pahami, semakin banyak rahasia alam yang kita mengerti, semakin bersinar lah kita. Namun sinar itu belum membuat kita menjadi purnama. Sialnya lagi, malah mulai berpikir seperti Badrun teman saya.

Berapa banyak orang-orang pintar kemudian menafikan keeksistesian Tuhan? Apakah lantas kemudian Tuhan mencabut kasihNya? Atau tiba-tima membuatnya jadi bodoh? Mereka seperti Bulan sabit, tetap bersinar walau cuma separuh.

Sementara itu ada orang-orang seperti Kang Bejo. Siapa yang sangka beliau yang cuma tahu mencangkul begitu bahagia dengan sebatang rokoknya. Dia tidak tahu bahwa alam semesta ini mengembang, dia tidak tahu bahwa paradigma kita tentang dimensi alam semesta harus dirubah, dari 4 ke 11 dimensi, jikalau Superstring Theory adalah benar. Dia malah mungkin masih menganut geometri euclidian. Dia tidak peduli tetangganya berlomba-lomba mencari harta. Baginya hidup adalah kesederhanaan, tak perlu muluk-muluk dengan dunia. Jalani sajalah sambil tetap bersukur. Kesedikittahuannya pada modernisasi justru membuatnya tetap dekat dengan Tuhannya. Dia juga bersinar, walau mungkin hanya untuk dirinya sendiri.

Namun, sebegitukahnya kita sehingga, sengaja atau tidak, mengacuhkan saudara yang lain yang butuh pencerahan? Keegosian tanpa sengaja ini juga ibarat Bulan sabit, bersinar tapi cuma separuh.

Tuhan memang Maha Adil. Bulan purnama bersinar, yang sabitpun bisa bersinar. Walau, kalau kita boleh memilih tentu lebih ingin menjadi purnama. Kecapukan kita mungkin tak terhilangkan. Namun keindahan kita bisa ditambah untuk mengimbangi kecapukan tersebut.

Siapa sih yang ga pengen jadi Bulan Purnama, berotak Newton berhati Kang Bejo?


Istana dalam Lumpur

Filed under Ramadhan 2004

Tulisan keenam dari hajatan Tasbih Ramadhan yang disajikan sepanjang bulan Ramadhan 1425H.
Artikel ini ditulis oleh Agnes Tri Harjaningrum.

Your daily life is your temple and your religion, Kahlil Gibran.

Setiap orang boleh-boleh saja untuk setuju atau antipati dengan kalimat ini. Apalagi jelas-jelas kalimat tersebut ‘hanya’ milik seorang penyair, bukan sebuah hadist maupun ayat-ayat Al Qur’an. Akan tetapi, sebuah ayat Al Qur’an menyebutkan bahwa seekor semut pun terkadang membawa kebenaran. Jadi bisa saja kalimat diatas menyimpan kebenaran bukan? Cerita berikut barangkali bisa sedikit menyingkap betulkah ada kebenaran dalam kalimat sang penyair.

Alkisah, di sebuah kota metropolitan ternama, hiduplah seorang lelaki setengah baya yang kaya raya dan sangat mulia akhlaknya. Hal lain yang menjadikannya istimewa adalah karena senyuman yang selalu tersungging di bibirnya.Tentu saja bukan senyuman milik orang gila, sebab si lelaki masih sangat-sangat waras. Lantas, apa pantasnya lelaki ini dijadikan bahan cerita?

Seperti hidup manusia lainnya, perjalanan kehidupan tak pernah sama. Kadangkala dipenuhi tawa dan bahagia, terkadang pula diiringi tangis dan kesedihan. Terlahir di sebuah dusun terpencil dengan orangtua yang miskin, membuatnya ingin mencicipi kemewahan dunia. Dikaruniai otak yang terbilang lumayan, dikejarnya mimpi melanjutkan studi di kota besar. Berjuang melawan saingan, diraihnya pula impian meneruskan studi di negeri orang. Sepulang dari tanah orang, hidupnya bagai dalam genggaman. Bekerja menjadi pemimpin sebuah perusahaan besar, berapapun uang yang diperlukan tak lagi menjadi hambatan.

Ada pepatah yang bilang, ’semakin tinggi pohon, semakin kencang angin bertiup’, begitu pula kehidupan membawanya. Hidup memang tak lagi kekurangan, namun harga yang harus dibayar pun semakin mahal. Hitam kelamnya dunia bisnis dan persaingan terkadang memusingkan kepalanya setiap hari. Dihina, dicaci dan dibenci oleh lawan menjadi makanannya sehari-hari. Kawan yang menentramkan pun banyak pula dijumpai, namun ulah lawan bisnis ataupun bawahan yang menjengkelkan selalu hadir dalam kehidupannya setiap hari.

Klise memang, cerita biasa mungkin. Namun ternyata, dia lelaki luar biasa. Silih bergantinya masalah yang timbul setiap hari, selalu dilaluinya dengan senyuman. Bukan senyuman palsu karena paksaan, tetapi senyuman tulus dari lubuk hatinya yang juga selalu tersenyum. Kesedihan, kekesalan dan kemarahan yang datang, kegalauan ketika beragam masalah muncul, terkadang memang memporak-porandakan hati dan pikiran. Tetapi semua ‘lumpur’ itu tetap berhasil membuatnya serasa hidup dalam istana. Rasa sedih, rasa marah, kecewa, benci, dendam dan semua rasa negatif yang muncul dihatinya, selalu bisa diolah dan ‘dijinakkan’ sehingga yang muncul hanyalah sebuah senyuman dan kata-kata penuh kedamaian.Tak pernah dibiarkannya si ‘lumpur’ berlama-lama bertengger dalam hatinya. Tidak pernah pula terlontar ucapan dan tingkah laku yang menjengkelkan. Hatinya selalu damai, selalu tentram apapun ‘lumpur’ yang datang. Dia memang istimewa karena telah berhasil membangun istana dalam lumpur di hatinya.

Dia, si lelaki tengah baya, selalu mengingat dan melakukan pesan guru mengajinya di langgar desa dulu. ” Hiduplah seperti Rosulullah nak, ketika berkali-kali diludahi seorang yahudi, sewaktu ditinggal Khodijah-istri yang teramat dicintainya, saat gundah dan gelisah datang melihat tingkah laku umat-umat dan musuhnya, sebagai manusia biasa, rasa sedih, kesal, kecewa, marah, benci,dan berbagai rasa pasti berkunjung juga di hatinya. Namun hatinya laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan. Hati adalah wadah, kalbu adalah tempat untuk menampung segalanya. Jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu mu sendiri, nafsu yang setiap hari mengembara di hatimu, Nak. Ketika kau telah berhasil merubah semua ‘lumpur’ dan segala kepahitan yang muncul di hatimu menjadi kedamaian dan kebahagiaan, dikala itulah kau telah berhasil mengalahkan nafsumu sendiri.”

Kehidupan manusia, siapapun dia, mulai dari abang becak, mahasiswa, direktur sampai artis kenamaan , dalam kesehariannya pasti selalu berjumpa dengan masalah. Ketika itu terjadi, rasa marah, kecewa, kesal, sedih dan beragam rasa ‘lumpur’ lainnya selalu berkunjung ke hati manusia manapun. Bukan hanya seminggu sekali, atau sebulan sekali rasa itu datang, tetapi setiap hari. Manusia yang berhasil meredamnya, merubah semua pahit menjadi bahagia laksana telaga, dialah manusia yang sedang beribadah, berjuang melawan hawa nafsunya sendiri.

Tak perlu jauh-jauh ingin pergi haji jika memang belum mampu, tak usah pergi ke medan perang di Afghanistan kalau memang tak mungkin, tak perlu jua menyesal ketika belum bisa menyantuni anak yatim. Karena sesungguhnya ibadah besar ada dipelupuk mata. Sepele mungkin, sederhana tampaknya, tetapi melaksanakannya tak semudah membalikkan telapak tangan. Mengolah kesal saat dimarahi atasan, menjinakkan marah ketika anak di rumah berlaku menjengkelkan, dan mengatasi berbagai gundah gelisah yang muncul di hati menjadi sebuah nikmat adalah sebuah perjuangan. Sehari-hari meredam diri, menjinakkan hati dari semua ‘lumpur’ yang datang adalah sebuah jihad akbar. ‘Your daily life is your temple and your religion’ menyimpan sebuah kebenaran ketika manusia berhasil melakukannya, membangun istana dalam lumpur di kehidupan sehari-hari.

Wallahualam bissawab.


Berikut ini adalah daftar anggota dan kafilah deGromiest untuk tahun 2004/2005. Melalui daftar ini, anda dapat mengetahui siapa saja yang saat ini berada di Groningen, dan siapa contact person untuk tiap-tiap kafilah (berdasarkan student house atau lokasi), sehingga memudahkan anda menjalin silaturahmi.

Berdasarkan Student House

Albertine Agnesplein

Bisschop Nierman C.

Blekerslaan
Tanti Sugiharti (4C2, 9724 EJ, Groningen)
Pak Sateriadi

Kornoeljestraat / Blue Building (Selwerd I)
Abdul Gafur (2E18, 9741 JB, Groningen)
Agum (2A2)
Budi (2K13)

Esdoorlaan / Red Building (Selwerd II)
Guruh Kusumo

Duindoornstraat / Yellow Building (Selwerd III)
Buyung

Kraneweg/Melkweg

Moesstraat

van Starkenborgh

Martinihouse

Nijenborgh / Kontainer
Henry
Riko
Ali
Adit
Ponky Ivo
Era
Mbak Nur
Syarif

Basaltflat
Pak Toto
Pak Wahyu
Nina
Meli
Shanty
Bayu

Berdasarkan Lokasi Rumah / Buurt

Corpus De Hoorn

Bezettingslaan 30, 9728 EH
Ismail Fahmi & Agnes
Lala & Malik
Mobile: #06 410 54573 (ismail)
Mobile: #06 209 08509 (agnes)

Selwerd/Paddepoel

Dierenriemstraat 171
El-Fahmi Yaman & Yulia
Fathiya & Nurul
Yunia Sribudiyani

Concordiastraat 67a
Ikhlasul Amal & Heni Rahmawati
Raihan & Safira
Khairul Saleh

Wilgenlaan 54
Teguh Sugihartono & Margareth
Michele

Centrum

Haddingestraat 28B
Wangsa Tirta Ismaya

Muh. Arfan
Grote Markt 16, 9712HT
Mobile: 0638154614

Hoofstraat 1, 9712 JA
Eko Hardjanto
Mobile #: 0652240619
Apartment # 050-3187291


Edaran KZIS ISNET

Filed under Ramadhan 2004

Berikut ini kami teruskan edaran dari KZIS tentang pembayaran zakat, infaq dan shodaqah. DeGromiest bekerja sama dengan KZIS untuk menerima dan menyalurkan ZIS kepada yang berhak menerima di Indonesia. Besar zakat fitrah adalah 8 euro/jiwa.

Pembayaran zakat fitrah untuk wilayah Groningen dilakukan sebagai berikut:

  • Langsung kepada bendahara deGromiest

  • Transfer bank ke rekening deGromiest

KZIS Perwakilan Groningen, Belanda

Diana Jirjis
Account No : 9690278 a.n. De Gromiest
Bank: Post Bank Groningen
Address : Westerbadstraat 48, 9726 CS Groningen
Phone : 050 116444 atau 0619046578 (mobile)
e-mail : [email protected]


KOMITE ZAKAT, INFAQ DAN SHADAQAH (KZIS) - ISNET
Bogor, 13 Oktober 2004 No : 01/KZIS/X/2004

Kepada :
Jama’ah Pengajian/ Kaum Muslimiin/ Muslimaat
di Manca Negara

Hal : EDARAN/TAWARAN PELAKSANAAN IFTHAR (BUKA BUASA), PENGUMPULAN INFAQ, SHADAQAH, ZAKAT MAAL, ZAKAT FITRAH DAN FIDYAH RAMADHAN

AsSalamu ‘alaikum waRahmatuLLahi waBarokaatuh,

BismiLLahirRahmanirRahim,

Alhamdu lillahi ladzi hadaa naa lihadza, wamaa kunna linah tadiya laulaa an hadaa naa Allah, was sholatu wassalaamu `ala sayyidina Rasulillah Muhammad bin Abdillah, wa `ala aalihi, wasahbihi waman tab`a hudaa hu ila yaumi yal qaahu.

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak yatim, orang-orang miskin, musafir dan orang-orang yang meminta-minta dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang bertaqwa (QS 2:177).

Saudara-saudara seiman yang dirahmati Allah SWT.

Insya Allah akan tiba bulan yang akan menjadi ladang amal bagi kita, yaitu bulan Ramadhan. Selama sebulan penuh, dengan izin-Nya, kita berharap dapat melaksanakan jihad, ijtihad dan mujahadah, membersihkan diri kita dari niat buruk, dendam, benci, marah, iri hati dan penyakit hati lainnya. Kita berfikir dan bekerja keras mensucikan kehormatan dan diri kita dari maksiat, dosa, kemunafikan dan kefasikan. Dan di penghujung bulan Ramadhan kita akan bersihkan harta kita dari barang haram dan syubhat.

Sungguh, orang-orang baik akan minum dari gelas berisikan kafur, mata air surga yang diminum hamba-hamba Allah, mereka pancarkan airnya melimpah ruah. Mereka penuhi nazar, takutkan hari yang azabnya menyebar. Mereka berikan makanan yang mereka perlukan kepada orang-orang miskin, yatim dan tawanan (seraya berkata): kami berikan kalian makanan hanya karena mengharap ridha Tuhan, kami tak mengharapkan balasan dari kalian, tidak juga ucapan terimakasih (QS 76:5-12).

Inilah tazkiyatul maal, penyucian harta. Harta yang diperoleh dengan kerja keras dan halal. Namun betapapun senangnya kita memiliki harta tersebut, kita dianjurkan untuk menginfaqkan dan menyisihkan sebagiannya buat mereka yang memerlukan, mereka yang menderita, yang melarat dan sengsara, sebagai implementasi kebajikan yang dianjurkan Allah SWT.

Terkait dengan hal itu, kami dari Komite Zakat, Infaq dan Shodaqoh (KZIS) ISNET, Insya Allah bersedia menerima titipan zakat mal, zakat fitrah, fidyah, serta infaq dan shadaqah dari saudara-saudara semuanya untuk disalurkan kepada mereka yang berhak menerima; antara lain, melalui kegiatan-kegiatan yang dipersiapkan di tanah air berikut:

  • Ifthar (buka puasa) Ramadhan bersama anak yatim/-piatu dan kaum dhuafa.

  • Santunan bagi anak-anak yatim/-piatu yang miskin.
  • Santunan bagi orang-tua fakir-miskin.
  • Santunan bagi mu’allaf yang miskin.
  • Pemberian modal usaha bagi mu’allaf yang dha’if.
  • Pemberian modal usaha bagi fakir miskin/dha’if.
  • Dukungan bagi para da’i/da’iah.
  • Santunan untuk pendidikan.
  • Santunan untuk pembangunan tempat peribadatan.
  • Program penyaluran zakat fitrah dan fidyah kepada kaum muslimin yang berhak menerimanya di wilayah Indonesia.

Demikian hal ini kami sampaikan, mudah-mudahan Allah SWT. berkenan meringankan langkah dan melapangkan hati kita untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada segala perintahNya. Amin Yaa Robbal ‘Aalamiin.

Bila saudara-saudara yang berkenan menyalurkan ZIS melalui kami, silakan menghubungi relawan KZIS setempat yang tercantum di bawah ini.

JazakaLLahuma khairan katsiran,
WasSalaamu ‘alaikum waRahmatuLLaahi waBarokaatuh,

Ketua ————- Sekretaris

Muaz Junaidi —— Arnita

(*) zakat fitrah untuk wilayah Belanda ditetapkan sebesar 8 EUR/ jiwa

Bendahara Umum KZIS:

Hanies Ambarsari
Balai Teknologi Lingkungan =96 BPPT Gedung 412
Kawasan PUSPITEK Serpong 15314 Tangerang, Banten.
Telp (021) 756-0919
Fax (021) 756-3116
HP 08179998237
[email protected]

Bank Central Asia (BCA) KCP Pamulang
No. Rekening: 4730201023 a/n. Hanies Ambarsari


Agenda Ramadhan 1425

Filed under Ramadhan 2004

Selamat Iedul Fitri 1425 H
Taqobbalallahu Minna Waminkum

Agenda Ramadhan Bersama deGromiest

Sabtu, 16 Okt 04
Buka puasa bersama
Westerbadstraat 48
(Rumah Itob)

* Jam 16.30 - 22.00
* Rapat Nuzulul Quran
* Kultum Pak Sateriadi
* Buka puasa & tarawih

Sabtu, 23 Okt 04
Buka puasa bersama
Wilgenlaan 54
(Rumah Teguh & Margareth)

* Jam 16.30 - 22.00
* Laporan kegiatan deGromiest periode 2003/2004
* “Rasanya menjadi muslim”, bersama seorang Muallaf Belanda
* Buka puasa & tarawih

Jum’at, 29 Okt 04
Peringatan Nuzulul Quran
Tuinzall Academie Gebow

* Jam 18.00 - 21.00
* Buka puasa
* Drama dialog
* Baca Puisi & Lagu
* Serah Terima Kepengurusan

Minggu/31 Oktober 2004
Kuliah Umum Prof. Azyumardi Azra
Waktu : jam 2.45 - 7.00 pm (sharp!!!!)
Tempat : Concordiastraat 67A
Rumah Mas Amal dan Mbak Heni
Agenda : 3.30 - 5.00 pm (kuliah umum dan tanya jawab)
5.xx - selesai (buka puasa dan sholat maghrib)
Rombongan KBRI pulang ke Den Haag.

Sabtu, 6 Nov 04
Buka puasa bersama
Bezettingslaan 30
(Rumah Ismail & Agnes)

* Jam 16.30 - 22.00
* Tema “Islam dan Media”, bersama Mas Tomi Satryatomo (ayah Faiz)
* Diskusi bebas
* Buka puasa & tarawih

11 Nov 04
Hari terakhir pembayaran Zakat Fitr
Melalui Bendahara

* Teknis: lewat transfer bank atau langsung.

Sabtu, 13 Nov 04
Sholat Iedul Fitri

Lokasi: Masjid Selwerd
Waktu: Jam 09.10

Minggu, 14 Nov 04
Halal-bi-Halal

Martini House (Student House)
Hosted by teman2 dari Bappenas
* Jam: ????

20 Nov 04
Perayaan Idul Fitri bersama PPI
Informasi menyusul

* Silaturahmi Iedul Fitri (halal bi halal)
* Pemilihan ketua PPI


Era Teknologi dan Kedewasaan Umat

Filed under Ramadhan 2004

Tulisan kelima dari hajatan Tasbih Ramadhan yang disajikan sepanjang bulan Ramadhan 1425H.
Artikel ini ditulis oleh Bahrul Fuad.

Heboh tentang pemikiran Abu Zayd yang kontroversial tersebut adalah imbas dari kemajuan teknologi Informasi dewasa ini. Ide atau pemikiran yang sebenarnya hanya untuk konsumsi kalangan terbatas menjadi milik publik. Ide pak Abu Zayd tentang Kritik Nalar al Quran, sebenarnya bukanlah barang aneh bagi orang-orang yang pernah belajar Ilmu tafsir lebih khusus sejarah tafsir. Dikalangan anak-anak IAIN jurusan Ilmu Tafsir Hadist pemikiran Abu zayd ini menjadi salah satu kajian bahkan salah satu buku beliau jadi bahan referensi mereka.

Sedikit dari ilmu tafsir, menurut ilmu ini Al-Quran terdiri dari dua unsur pokok. Pertama adalah Text, dia adalah tulisan yang dibuat oleh manusia. Karena Al Quran adalah media komunikasi antara Allah dan manusia. Bahasa Allah yang transendent,qodim,azali dan mutlak tentu tidak akan dapat dipahami oleh manusia. Oleh karena itu butuh perantara, yaitu al Qur’an yang ditulis dengan bahasa Arab. Tentu bukan bahasa Jawa, Padang ataupun Inggris karena memang nabi Muhammad tidak lahir di Padang melainkan di Arab. Menurut para ilmuwan bahasa itu kan produk budaya, simbol-simbol yang dikodifikasikan oleh manusia untuk menandai sesuatu, bisa berupa barang, nama orang dll. Nah yang menjadi persoalan, Kalamullah yang azali,qodim dan mutlak itu harus diterjemshksn dslsm bahasa lisan dan bahkan tulis dari manusia yang sifatnya terbatas. Tentu bahasa tidak mampu sepenuhnya menerjemahkan maksud Allah yang amat agung, universal dan mutlak.

Unsur kedua adalah pesan yang terkandung di balik text itu sendiri. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Al Quran itu kan tidak diturunkan Allah gedebug..30 juz seperti sekarang yang kita punya sekarang. Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahunan untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi oleh ummat kala itu. Maka sesungguhnya urutan Al Quran itu tidak seperti yang kita punya sekarang. Yang pertama kan “Iqra’ bismirabbikal ladhi khalaq” trus yang terakhir kan “Al Yauma Akmaltu lakum diinakum…. ” Nah Al Quran turun itu kan pesannya disampaikan secara general, umum sehingga ummat waktu itu pun ada yang kurang jelas. Sehingga muncullah Hadist sebagai penjelasan Al Quran.

Al Quran sudah berumur lebih dari 1400 tahun. namun tetap utuh tak satupun huruf yang hilang. Seperti janji Allah “Kami yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya kamilah yang akan menjaganya”. maka Insya Allah bunyi Al Quran itu akan abadi hingga yaumil Qiamah. Nah yang menjadi perdebatan para ulama itu kan penafsirannya. Menyingkap pesan di balik text al Quran. Semenjak dahulu, sepeninggal Rasulullah banyak ulama’ yang menafsirkan Al Quran denag beraneka ragam, karena memang sudah tidak ada lagi yang di jadikan tempat klarifikasi (Nabi Muhammad). Sekedar info, madzab fiqih itu sebenarnya bukan hanya 4 tapi ada lebih dari 350 an madzab. Nah lo…

Bagi saya “pribadi” apa yang dilontarkan pak Abu Zayd bahwa Al Quran adalah produk budaya juga tidaklah terlalu salah, untuk tidak mengatakan benar. Dalam konteks memamang Al Quran turun untuk merenpon kondisi masyarakat setempat yang tidak lepas dari budaya setempat juga. (ini untuk saya pribadi bukan untuk ummat).

Saya juga melihat bahwa sebagai konsekuensi dari kemajuan tehnologi informasi, maka ide Abu Zayd ini bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Sehingga menimbulkan berbagai kelompok pro atau kontra yeng sebenarnya bisa memberi keuntungan pada kelompok yang ingin memecah belah ummat Islam. Ide abu zayd yang sebenarnya hanya pada tataran tafsir, seolah-olah menjadi Abu Zayd ingin merubah Al Quran. Sebagai umat Islam seharusnya kita lebih waspada dengan pihak ketiga ini.

Apa yang terjadi pada diri pak zayd bisa dilihat sebagai pergulatan pemikiran atau proses mencari kebenaran seorang anak manusia yang penuh dengan keterbatasan. Sehingga tidak layak bagi kita untuk mencaci maki dia, mengkafirkan dll. Karena kalo kita pertanyakan siapakah sebenarnya yang benar atau yang salah, kita tidak pernah tahu karena Allahlah yang maha tahu. Seperti seorang anak yang bertanya pada ayahnya “bagaimana bentuk Tuhan dan di mana Dia? ” tentu sangat tidak bijaksana kalo ayahnya memarahi anaknya karena pertanyaan yang jujur itu. Begitu pula Allah, dengan sifat rahman rahimnya Dia akan senyum-senyum melihat tingkah pak Abu zayd. Bukan seperti sebagian kita yang mencaci maki bahkan mengkafirkan atau menuduhnya sebagai agen Yahudi dan Kristen. Subhanallaah……Bukankah di Al Quran dikatakan bahwa “janganlah sekali kamu mencaci sebagian dari kamu, karena sesungguhnya kamu belum tentu lebih baik dari yang kamu caci”.

Nah sebagai masyarakat awam saya hanya mengambil hikmah dari dua beda pendapat ini. Sehingga saya sebenarnya punya keuntungan ganda untuk dapat juga belajar dari pemikiran Abu Zayd dan kelompok yang menentangnya. namanya kan kalo ada perbedaan dikalangan ulama’ maka itu kan menjadi rahmah bagi ummatnya.

Saya bersyukur dilahirkan sebagai ummat Islam, karena Islam sangat luas sekali dan kaya akan ilmu pengetahuan. Ini hanya sebagian kecil dari khasanah Islam, kita belum lihat yang lainnya, psikologi, politik, hukum, fisika, biologi dll.


Taubat Tiada Tak Berampun

Filed under Ramadhan 2004

Tulisan keempat dari hajatan Tasbih Ramadhan yang disajikan sepanjang bulan Ramadhan 1425H.
Artikel ini ditulis oleh Wangsa Tirta Ismaya.

Musim kering belum juga berakhir, walaupun hujan memang sudah mulai turun beberapa kali. Iklim memang sudah mulai berubah, tidak lagi mengikuti mantra pakem yang dipelajari sewaktu masih sekolah dasar dulu.

Sepertinya musim hujan terus bergeser, dan untuk sebagian orang kehadirannya setiap tahun dinantikan seperti halnya tamu agung. Musim hujan menyebabkan suasana yang lebih sejuk, air yang turun dengan melimpah dipandang sebagai berkah yang tak terkira. Anehnya, sering juga pada saatnya tiba malah menimbulkan segala macam bencana seperti banjir dan tanah longsor. Pada kala itu, musim hujan malah dikait-kaitkan sebagai hukuman buat manusia yang semena-mena terhadap lingkungan. Mother nature sedang marah, katanya. Wajar toch, setelah segala macam perbuatan manusia.

Ramadhan, kehadirannya dinanti-nantikan tidak jauh berbeda dengan musim hujan. Ramadhan membawa kesejukan bagi ruh setiap muslim yang sepanjang sebelas bulan terlalaikan oleh kesibukan duniawi. Seperti halnya hujan, bulan Ramadhan penuh dengan cucuran rahmat Allah: pintu-pintu ampunan dan rezeki dibuka lebar-lebar, iblis dan syaithan diikat sehingga umat Islam dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Ada anehnya? Tentu, bulan Ramadhan juga terkadang dikaitkan dengan menurunnya etos kerja seorang muslim. Benar? Wallahu alam. Tapi satu yang pasti berbeda: tidak ada yang mengatakan bahwa Allah sedang marah.

Mungkin disinilah letak perbedaan musim hujan dan bulan Ramadhan dimulai. Terlepas dari segala macam tindakan yang diambil seorang muslim dalam sebelas bulan lainnya, Allah tidak marah. Allah maha pengampun, Allah justru membukakan pintu maaf untuk apapun yang telah terjadi. Kuncinya hanya satu, meminta maaf. Sulitkah? Tentu tidak karena meminta maaf “hanya” melibatkan harga dan kebanggaan diri, terlumurkan keegoisan dan keangkuhan: saat mulai berdo’a dan memohon agar dosa yang telah diperbuat dimaafkan diikuti dengan alasan dan cerita yang melatarbelakangi mengapa semuanya terjadi ….

Adalah harfiah bahwa manusia berbuat kesalahan dan kerusakan. Sering dikatakan bahwa mengulangi kesalahan yang sama adalah suatu kebodohan karena ketidakmampuan untuk mengambil hikmah dari kesalahan yang dibuat. Adalah baik jika dari suatu kesalahan yang terjadi dapat diambil hikmahnya lalu dijadikan pelajaran agar tidak terulang. Namun bukan berarti tidak ada hikmah dibelakang setiap dosa dan kesalahan yang diulangi. Setiap kali suatu kesalahan diulang, setiap kali itu pula seseorang ditantang untuk mau memohon maaf dengan menanggalkan lindungan rasa malu. Setiap kali taubat diantarkan ke hadapan Allah atas dosa yang dilakukan, entah berapa banyaknya pun telah diulangi, setiap kali itulah Allah melihat kecintaan hamba-Nya. Keinginan seorang hamba untuk memanjatkan taubat, memohon maaf dalam keadaan keimanan tercabik seperti apapun, menunjukkan keinginan suci dari ruh manusia untuk merasa dekat dengan Allah. Usaha untuk mendapatkan kembali perhatian dan kecintaan-Nya yang sebenarnya tidak pernah meninggalkannya.

Taubat yang sesungguhnya dipanjatkan dengan bersih, dilandasi oleh perasaan untuk berbuat lebih baik dan menghindari kesalahan yang telah diperbuat. Sekedar keinginan pun sudah merupakan awal yang bagi Allah bahkan sudah merupakan ungkapan taubat. Dengan tidak bermaksud bahwa manusia boleh melakukan dosa dan kesalahan dengan semena-mena karena Allah pasti akan memaafkan, namun berbuat dosa bukan akhir dari segalanya. Selalu ada kesempatan untuk memulai dan taubat adalah awal yang baik.


Ustadz VS Entertainer

Filed under Catatan Pribadi

“Wah…lucu banget yah tuh ustadz, saya sampe sakit perut nih ketawa-ketawa terus” ujar seorang ibu yang baru saja keluar dari sebuah majelis ta’ lim. “Iya bagus banget tuh ceramahnya…lucu. Kapan2 kita undang lagi yah ke mesjid kita.” sahut ibu2 yang satunya.

Begitu kira-kira komentar sebagian besar jamaah yang pada malam itu hadir di majelis ta’ lim Mesjid Al-Muslih. Memang, malam itu warga setempat terlihat berbondong-bondong mendatangi mesjid Al-Muslih guna memperingati Isra Mi’ raj junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Setelah sebelumnya aparat pemerintah di lingkungan tersebut mengedarkan undangan bahwa pada malam itu akan hadir seorang ustadz yang cukup terkenal untuk memberikan sedikit siraman rohani dalam rangka memperingati hari besar umat Islam itu.

Saya pun tidak mau ketinggalan dalam peringatan hari itu, cari tempat strategis agar bisa melihat sang ustadz “beraksi”.
Hmmmm……setelah melihat langsung, harus saya akui bahwa ustadz tersebut (walaupun saya lebih cenderung menyebutnya penceramah) piawai dalam menarik perhatian jamaah yang hadir pada malam itu. Semua terpingkal-pingkal mendengarkan banyolan-banyolan yang disisipkan sang ustadz dalam ceramahnya.

Jujur saja, pada awalnya saya merasa jengah dengan keadaan ini. Karena saya selalu berfikir ritual agama atau segala sesuatu yang menyangkut peribadahan harus dilaksanan dengan sekhusyuk mungkin, dalam keadaan tenang. Bukannya dengan gelak tawa ataupun hingar bingar. Baik ibadah yang dilakukan sendiri ataupun yang melibatkan orang banyak. Bagi saya hal seperti ini akan mengurasi esensi dari sebuah ibadah tersebut.

Tapi tampaknya hal ini tidak berlaku lagi yah…..setidaknya dalam peringatan hari besar yang mengundang salah satu nara sumber. Sudah seperti seleksi alam, biasanya penceramah yang seperti itu semakin kurang diminati oleh para jamaah. Tentu saja hal ini mengakibatkan mereka semakin jarang diundang untuk mengisi acara siraman rohani. Sebaliknya hanya penceramah-penceramah yang piawai menghidupkan suasana dengan lelucon-lelucon segar lah yang semakin digandrungi.

Saya jadi berfikir, sebenernya seorang penceramah sekarang tidak ada bedanya dengan penghibur (entertainer) donk……Saya tidak tahu, apakah ini disebabkan oleh makin tingginya tingkat stress manusia dalam menjalani hidup, sehingga dalam hal penyegaran rohani pun mereka lebih cenderung memilih yang bisa membuat mereka terhibur dan melepaskan ketegangan syaraf, atau memang ini merupakan pergeseran esensi kita dalam menjalankan ritual agama yah??
Well, jawabannya tentu saja saya serahkan kembali pada masing-masing pribadi. Toh pada akhirnya saya beranggapan hal tersebut sah-sah saja, asalkan tidak menyimpang dari ajaran agama itu sendiri.


Hidup Itu Gampang

Filed under Ramadhan 2004

Tulisan ketiga dari hajatan Tasbih Ramadhan yang disajikan sepanjang bulan Ramadhan 1425H.
Artikel ini ditulis oleh Ikhlasul Amal.

Hidup ini sebenarnya gampang kok. Kita makan satu piring juga sudah kenyang…, demikian yang diucapkan oleh Bahrul Fuad, salah seorang teman yang dipanggil dengan Cak Fu. Teman satu ini memang istimewa: berbekal kegiatan di LSM di Indonesia, beasiswa dari Ford Foundation mengantarkan menjelajah ilmu sampai di Groningen. Sekalipun diakui bahwa dia terkadang têngêr-têngêr (merasa seperti percaya atau tidak) merenungkan bahwa tidak disangka dan dinyana sampai ke tempat yang jauh sekali dari tempat kelahirannya di Kediri, Jawa Timur.

Benar, hidup itu sebenarnya sederhana, gampang, dan seharusnya menjadi berkah bagi semua orang. Lha untuk apa Gusti Allah meniupkan ruh ke dalam bakal manusia di dalam rahim jika kemudian hanya untuk dibuat bersusah-payah dan menjalani hidup seperti pesakitan yang dipenjara di muka bumi? Apalagi seperti yang dijanjikan sendiri oleh-Nya bahwa semua yang melata pun sudah dijamin rezeki dan penghidupannya, masak terus Gusti Allah lupa dengan janjinya begitu saja.

Makan nasi satu piring cukup; jika tidak ada satu piring, setengah juga dimakan dengan bersyukur. Jika sedang tidak ada juga, ya sudah puasa. Saya pernah menerima telepon dan si pembicara di ujung sana dengan lugasnya menasehati saya, Lha wong orang puasa juga nggak akan mati kok! Iya benar juga: kalau Gusti Allah belum berkehendak saya pergi dari hidup yang fana ini, seharusnya kalau hanya lapar saja tidak akan menyebabkan saya meninggal.

Tapi kok seperti nggaya saya sok “berpuasa karena tidak ada nasi” segala? Bukankah tidak ada nasi, roti pun makanan sehari-hari di Belanda, atau patat, atau jenis lainnya? Esensinya yang lebih penting: bahwa kalau tidak dapat meraih sesuatu yang sepertinya menjadi hak kita, ya monggo kita redakan nafsu yang bergemuruh itu dengan mensyukuri hal lain yang masih kita miliki. Jika orang lain berlomba memiliki mobil pribadi misalnya, dan duit yang kita miliki belum sampai di situ, naik sepeda juga rezeki, bersama-sama penumpang lain di angkot dan bis kota juga rezeki.

Bukankah dengan fasilitas yang lebih bagus, hasil yang diperoleh lebih maksimal? Barangkali benar juga — saya sebut barangkali lho, karena Gusti Allah dalam hal-hal lain juga tidak main seruduk harus yang maksimal. Fotosintesis pada tumbuhan hijau barangkali kalah efisien dibanding pembakaran pada mesin-mesin yang dibuat manusia, namun Pembuatnya sudah memikirkan bahwa hasil akhirnya bukan hanya bermanfaat bagi tumbuhan itu sendiri, namun juga makhluk lain yang menghirup oksigen, hasil dari pembakaran tersebut.

Jangan-jangan pernyataan sederhana tersebut hanya kedok saja karena malas berusaha, bekerja secukupnya, dan setelah itu pasrah. Tentu saja tidak ada orang lain yang tahu persis motivasi setiap orang dengan sikapnya, tidak juga mereka yang menuding seperti itu. Hati yang jernih dan jujur itulah yang dapat menilai dengan tepat. Karena orang malas tentu dikuasai oleh nafsu malasnya, sedangkan orang yang bergemuruh dadanya ingin memiliki semua gunung emas di muka bumi juga dikuasai oleh nafsu kebanggaan yang menyala-nyala.

Ah, bulan Ramadhan sudah menjelang datang. Saya ingin memasukinya untuk lebih menghayati lagi makna hidup yang sebenarnya gampang.


Awal Ramadhan dan Ukhuwah

Filed under Ramadhan 2004

Tulisan kedua dari hajatan Tasbih Ramadhan yang disajikan sepanjang bulan Ramadhan 1425H.
Artikel ini ditulis oleh Ikhlasul Amal.

Menentukan awal bulan Ramadhan merupakan pekerjaan rutin Departemen Agama di negara kita. Lazimnya, mereka membentuk panitia yang bertanggung jawab dan penentuannya berdasarkan rembugan dengan beberapa ahli yang biasanya juga merupakan wakil organisasi massa besar di Indonesia. Di kampung saya dua puluhan tahun lalu, kami menunggu tanda awal Ramadhan dan akhir Ramadhan dari bedug yang ditabuh bertalu-talu di Masjid Jami’ (masjid utama) kecamatan. Pada saat televisi belum banyak dimiliki, informasi dari masjid merupakan cara yang paling praktis dan diikuti oleh banyak orang.

Di kabupaten kami juga terdapat kyai muda “nyentrik” pada zamannya: kyai muda ini membuat teleskop dengan kerangka utama dari pipa paralon. Hasil karyanya sempat ditampilkan di alun-alun kabupaten pada acara Pameran Pembangunan. Selain kami anak-anak lebih dapat membayangkan ilmu falak yang digunakan untuk penentuan tanggal-tanggal penting di almanak hijriyah, merupakan ketertarikan tersendiri mengetahui teleskop yang dibuat oleh kyai dari pondok pesantren.

Mengikuti waktu yang berjalan, kian banyak pengetahuan yang kita dapatkan dalam hal penentuan awal Ramadhan. Media massa melaporkan dengan seksama dan sudah lumrah terdapat tulisan ahli-ahli tentang ilmu falak praktis pada saat-saat seperti sekarang. Pengunjung situs falak seperti yang disusun Ferry M. Simatupang juga meningkat. Ringkasnya, cara penentuan awal Ramadhan sudah menjadi pengetahuan luas yang dapat dipelajari oleh siapapun yang berminat.

Karena menyangkut keyakinan dan dipakai bersama, tetap saja bagi banyak orang perasaan “aman” untuk menjalankan ibadah adalah sesuatu yang penting. Setelah mengikuti banyak pendapat, akhirnya mayoritas orang akan sampai pada pertanyaan, Kalau begitu, kapan saya mulai puasa? Pilihan selanjutnya adalah preferensi pribadi yang boleh jadi tidak secara langsung menggunakan rujukan yang didengar sebelumnya.

Demikianlah, karena di Belanda tidak terdapat Departemen Agama yang secara resmi mengelola penentuan awal Ramadhan, saya mempercakapkan hal ini dengan salah seorang imigran dari Aljazair yang sering saya jumpai di sekolah anak-anak. Karena saya tahu bahwa dia akan menggunakan rujukan pengumuman dari Masjid Selwerd, saya melanjutkan dengan bertanya, Anda cukup yakin dengan tanggal tersebut? Dia menjawab balik, Itu kita tahu dari pengumuman masjid nanti.

Kemudian lebih jauh dari pertanyaan saya, dilanjutkan dengan pandangannya bahwa seharusnya dengan keputusan yang ditetapkan nanti, semua kaum muslimin di negara ini dapat memulai puasa Ramadhan secara bersama-sama. Dia juga tahu bahwa ada perbedaan pandangan, misalnya dari sisi mahzab atau alasan keilmuan, namun dia menekankan bahwa kebersamaan yang dia bayangkan tersebut dalam konteks sebuah jamaah dan ukhuwah Islamiyah.

Karena saya sama sekali tidak berniat beradu argumen dengan dia, saya tidak melanjutkan dengan pertanyaan “yang lebih sulit” misalnya: siapa yang memiliki legitimasi mengeluarkan keputusan; batas yang dimaksud berupa apa (nasional, pakta, area?), karena ada cerita di perbatasan Aljazair dan Tunisia, tempat yang berjarak hanya beberapa kilometer menggunakan tanggal mula Ramadhan yang berbeda; sampai dengan: apakah pengertian ukhuwah Islamiyah itu harus sama sampai dalam persoalan tanggal?

Bagi saya hal itu dapat dipikirkan oleh mereka yang lebih ahli dan memiliki pengaruh, dan barangkali pada prioritas yang kesekian. Yang saya lihat sebagai mutiara pada percakapan tersebut adalah keinginan “orang-orang biasa” untuk berukhuwah dengan sebanyak mungkin orang; yang barangkali dengan pengertian dia sedapatnya, disimbolkan dengan memulai ibadah Ramadhan bersama-sama.

Benarlah, tiga jam kemudian saya bertemu dia lagi dan sudah dibawakan jadwal waktu sholat dari masjid dan ditunjukkan tanggal 1 Ramadhan yang untuk sementara sudah ditentukan oleh pengurus masjid. Bagi saya, tidak lain, hal itu adalah harapan dia agar saya menyambut Ramadhan; dan saya percaya, semua harapan baik sudah merupakan doa.


Daftar Kiyai Online deGromiest

Filed under Ramadhan 2004

Berikut adalah panduan daftar dan jadwal KoG (Kiyai online deGromiest) untuk GPR kita tahun ini. Ingat, ini adalah sekedar panduan, artinya bukan hukum yang wajib diikuti. Jikalau rekan-rekan ada bahan lain yang dikira pantas dan cocok, dipersilakan memuatnya.

Sekedar tip untuk menulis bagi para penulis:
1. Berniatlah menulis bukan untuk menggurui, melainkan berbagi pengalaman dan ilmu, serta belajar.
2. Galilah ide dari keseharian kita, boleh berupa refleksi dari pribadi atau juga hikmah sebuah kejadian yang pernah dialami. Bisa juga, kalau memang sudah jago dan berilmu tinggi, berbagi ilmu kayak ceramah Aa’ Agym.
3. Usahakan ide tersebut terpaut dengan tema utama yang sudah ditetapkan.
4. Jangan takut salah dalil atau salah pemahaman, disini kita saling berbagi dan saling belajar. Kalau ada yang salah, insyaallah akan ada yang membetulkan (mungkin lewat komentar).

Kalaulah ada para KoG yang merasa ga cocok jadwal atau topik, jangan sungkan2 untuk bersabar dan mencoba menerima takdir ini… (artinya: panitia ga terima protes hihi… Becanda ding). Segera kasih tau yaa… Dan kompromikan.

Kita juga masih mengundang rekan2 yang lain untuk berpartisipasi; pak Rico misalnya…, Uni Yulia, Mbak Ike, Tabib Itob, juga suhu ngebor kita Hari…. Dan lain-lain yang ga mungkin disebutkan satu persatu, ayo ayo kita saling berbagi…

Teknis
* Isi materi diluar tanggung jawab Mas Amal, beliau hanya merapikan tulisan sebelum dipasang
* Tulisan diketik dalam format “Plain Text”. Kalau menggunakan MS Words, save-lah dengan extension: .txt
* Artikel maksimal 7 sampai 10 paragraf.

Generalisasi Topik
* H-7: a Perihal penyambutan Ramadhan, b) persiapan puasa
* 10-1: a) Rahmah, b) Hidayah,
* 10-2: a) Pengampunan, b) tobat, c) zakat fitr
* 10-3: a) Lailatur Qadr, b) i’tikaf, c) zakat fitr, d) kembali ke fitr & penyambutan Idul Fitr

Sistem waktu
T1 = H-7 dimulai dari tanggal 7 Oktober 04 (perkara 1 Ramadhan jatuhnya bukan tanggal 15, tidak masalah)
T2 = 10-1 dimulai dari tanggal 1 Ramadhan
T3 = 10-2 dimulai dari tanggal 11 Ramadhan
T4 = 10-3 dimulai dari tanggal 21 Ramadhan

Misal:
Buyung: 7okt:T1a; 3rmd:T2b
Artinya: si Buyung kebagian menulis untuk 7 Oktober dengan topik “Perilah Penyambutan Ramadhan”, dan tanggal 3 Ramadhan dengan topik “Hidayah”.

Daftar kiai Online deGromiest untuk GPR 04
=============================
Nama - Tanggal:Topik
=============================

1. Bang Ismail - 7okt:T1a; 10rmd:T2b; 28rmd:T4a

2. Uda Henry Aspan - 8okt:T1b; 11rmd:T3a; 29rmd:T4b

3. Bang Abdul Gafur - 9okt:T1a; 12rmd:T3b; 30rmd:T4c

4. Cak Fuad - 10okt:T1b; 13rmd:T3c

5. Bang Amirul - 11okt:T1a; 14rmd:T3a

6. Bang Indra - 12okt:T1b; 15rmd:T3b

7. Uda Fahmi - 13okt:T1a; 16rmd:T3c

8. Mas Amal - 14okt:T1b; 17rmd:T3a

9. Mas Adit - 15okt:T1a; 18rmd:T3b

10. Aa’ Teguh - 1rmd:T2a; 19rmd:T3c

11. Kak Senaz - 2rmd:T2b; 20rmd:T3a

12. Kak Agnes - 3rmd:T2a; 21rmd:T4a

13. Kak Ican - 4rmd:T2b ; 22rmd:T4b

14. Koko’ Wangsa - 5rmd:T2a; 23rmd:T4c

15. Bang Farhad - 6rmd:T2b; 24rmd:T4d

16. Pak Toto - 7rmd:T2a; 25rmd:T4a

17. Teteh Yunia - 8rmd:T2b; 26rmd:T4b

18. Uda Buyung - 9rmd:T2a; 27rmd:T4c


Acara Gerakan Perindu Ramadhan

Filed under Ramadhan 2004

Berikut adalah rencana aktivitas deGromiest untuk memeriahkan Ramadhan tahun ini. Rencana aktivitas ini masih terus dimatangkan, namun insyaallah kita tidak bergantung pada seberapa jauh keidealan acara ini.

Semua kritikan dan masukan sila lempar dalam bentuk komentar (di Cafe), mailing list, maupun email pribadi ke febdian [at] febdian.net atau febdian [at] jtan.com.

Daftar isi:
1. Buka Puasa Bersama
2. Artikel Ramadhan Online
3. Zakat Fitrah
4. Tadarus
5. Nuzul Quran
6. Perayaan Idul Fitri

=====================
1. Buka Puasa Bersama
=====================

Tempat:
* Bang Ismail/Mbak Agnes dengan pembicara: Ustad Yasin
* Uda Fahmi/Uni Yulia dengan pembicara: Badr
* Teguh/Margareth dengan pembicara: William Abd Nasse

Cadangan tempat:
* Mas Amal/Mbak Heni,
* Itob/Diana/Mbak Ike,

Acara:
* Secara default dimulai 4.30pm
* dibuka dengan Kuliah Umum dari pembicara,
* diskusi/tanya jawab/berbagi opini
* berbuka dan Maghrib
* Bersantap malam.
* Isya dan taraweh berjamaan

Logistik & biaya:
* Tuan rumah diharapkan kesabarannya menanggung biaya dulu untuk kemudian di-reimburst ke bendahara
* Setiap tamu diharapkan kesadarannya membawa makanan/minuman untuk membantu tuan rumah
* Pembawaan makanan/minuman oleh sukarelawan akan diumumkan setiap hari Rabu setiap minggunya
* Setelah acara berbuka bersama selesai, mari bergotong royong membersihkan ruangan

Yang belum dipastikan:
() Urutan lokasi tempat berbuka - masih menunggu konfirmasi dari Willian Abd Nasse dan Badr

==========================
2. Artikel Ramadhan Online
==========================

Tema:
* H-7: Perihal penyambutan Ramadhan & persiapan puasa
* 10 pertama: Rahmah, Hidayah,
* 10 kedua: Pengampunan, Tobat, zakat fitr
* 10 ketiga: Kemerdekaan (dari dosa & neraka?), i’tikaf, zakat fitr, penyambutan Idul Fitr

Teknis (disarikan dari email Mas Amal):
* Isi materi diluar tanggung jawab Mas Amal, beliau hanya merapikan tulisan sebelum dipasang
* Tulisan diketik dalam format “Plain Text”. Kalau menggunakan MS Words, save-lah dengan extension: .txt
* Artikel maksimal 7 sampai 10 paragraf.

Penulis & Jadwal:
* Lihat posting “Daftar Kiyai Online deGromiest”

===============
3. Zakat Fitrah
===============

* Kerjasama dengan Kzis - Insyaallah Diana akan membantu menjadi tempat pembayaran sebelum disalukan ke Kasis.
* Sadakah ramadhan bisa disalurkan setiap acara buka bersama langsung pada Bendahara deGromiest

==============================
4. Tadarusan di Masjid Selwerd
==============================

Bagi yang mau tadarusan usah taraweh, sila datang ke masjid Selwerd. Untuk iftikaf, deGromiest akan mencoba membantu untuk membicarakan dengan pihak masjid.

==============
5 Nuzul Quran
==============

Waktu & tempat:
* Kemungkinan besar 29/30 Oktober atau 5/6 November (kalau Sabtu ruangan tidak bisa dipinjam, maka acara akan diadakan hari Jumat)
* di Academic gebouw, jam 7pm ~ 9pm

Acara:
* Pembukaan dengan bacaan Al Quran dan tilawah
* Ceramah Nuzul Quran dengan metoda “drama dialog”
* Pembacaan puisi
* Nyanyi, kandidat utama: Doa Khatam Quran (Bimbo)
* Serah terima kepengurusan deGromiest dari yang lama ke yang baru
* Doa bersama

Teknis persiapan:
* Mengingat ini adalah acara puncak dan kudu serius, akan dibentuk tim materi khusus untuk mematangkan acara ini. Tim materi ini yang sudah pasti adalah: Buyung, Bang Is, Mas Amal, Indra, Fuad, dan Goffur, Yunia. Juga diharapkan Uda Fahmi, Henri Aspan, Uda Khairul bergabung bersama. Selanjutnya akan diadakan rapat maraton untuk membicarakan detil acara. Rapat bersifat terbuka, setiap anggota deGromiest dipersilakan datang (Cuma tolong bawa goreng2an dikit lah hehe).

======================
6. Perayaan Idul Fitri
======================

Waktu & Tempat
* Kemungkinan besar di akhir pekan pada minggu 1 Syawal: 19/20 Nov 04
* Bertempat di Academic Gebouw selama 2 jam

Acara:
* Silaturahim,
* Makan-makan
* Acara kesenian(?): baca puisi, nyanyi, dll
* dll?

Teknis:
* deGromiest akan mencoba menggandeng PPI untuk mengadakan acara ini

=============
Perlengkapan
=============

() reporter
* Tugas: menjilid Artikel Ramadhan setiap sekali seminggu dalam bentuk buletin (softcopy, juga bisa menulis reportase kegiatan GPR
* Pelaku: Buyung & Kak Agnes

() Dokumentasi
* tugas: foto2 & film, publikasikan via website
* pelaku resmi: Indra - semua warga deGromiest yang punya kamera dipersilakan menyumbangkan hasil jepretannya.

() Bendahara acara
* Tugas: kalkulasi/taksiran dana, mengumpulkan kuitansi belanjaan tuan rumah buka bersama
* Pelaku: Yunia


Mencumbu Dunia dengan Fisika Partikel

Filed under GPMPS

Hadiah Nobel untuk tahun 2004 baru saja diumumkan Selasa lalu tanggal 5 Oktober 2004 di Stockholm ibukota Swedia. Pemenangnya adalah 3 orang fisikawan dari Amerika berbagi hadiah uang satu juta Swedia kronor (sekitar 1,3 juta dolar AS). Mereka adalah: David Gross (63 tahun, Kavli Institute for Theoretical Physics, University of California, Santa Barbara, CA, USA); David Politzer (53 tahun, California Institute of Technology Pasadena, CA, USA); dan Frank Wilczek (53 tahun, Massachusetts Institute of Technology Cambridge, MA, USA). Mereka berhasil menerangkan bagaimana interaksi dasar antar partikel penyusun materi (quark) berinteraksi satu sama lain dalam strong interaction.

Ntah kebetulan atau memang kami sudah mendapatkan feeling, pada Minggu 26 September 04 yang lalu saya memilih topik Fisika Partikel dalam Kuliah Umum gpmps (gerombolan pencicip makanan pencinta sains) – sebuah perkumpulan yang mengaku sebagai gerakan bawah tanah dan underbow-nya deGromiest, organisasi muslim Indonesia di kota Groningen Belanda. Topik ini membahas cukup detil perihal partikel penyusun materi dan interaksinya, yang menjadi topik pemenang Nobel Fisika tahun ini. Materi kuliah umum gpmps itu sendiri terpaksa telat dirilis tergeser oleh prioritas kesibukan yang lain.

Baiklah, mari saya ajak bertemu dengan Fisika Partikel, yang juga baru saya kenal Ramadhan tahun lalu. Perkenalan yang menggetarkan dawai asmara dan melahirkan cinta pertama saya pada dunia kuantum.

SILAKAN MENIKMATI, tidak lupa dengan secangkir kopi hanget! (Yang dinikmati kopi angetnya aja? hahaha)

PS:
(1) Yang saya sajikan di sini adalah sari pati dari artikel aslinya yang bisa rekan-rekan baca di febdian.net (http://febdian.net/content.php?article.29). Di sana yang pasti informasinya lebih lengkap juga disertai gambar-gambar yang membantu pemahaman.
(2) Terimakasih khusus pada Begawan kita, Pak Zeily yang sudi dan tulus menurunkan secuil ilmu menulisnya.

—————————————————————-
MENCUMBU DUNIA DENGAN FISIKA PARTIKEL

Apa itu Fisika Partikel

Fisika Partikel adalah fenomena alam yang terjadi pada level subatomik. Objektif dari Fisika Partikel adalah mencari jawaban atas dua pertanyaan kunci: (1) Apa elemen fundamental dari material, dan (2) bagaimana mereka berinteraksi. Ilmu dan pemahamanan ini kemudian disimpulkan dalam sebuah Model Standar (Standard Model).

Elemen Fundamental

Elemen fundamental didefenisikan seabgai elemen dasar penyusun alam semesta, disebut juga elementary particle atau building block particle karena kombinasi partikel inilah materi tersusun. Ini ibarat batu bata yang menyusun rumah.

Sejak jaman dahulu orang-orang sudah memikirkan perihal elemen fundamental ini. Orang sempat berpikir bahwa air, api, tanah, dan udara adalah element fundamental yang membangun alam semesta. Beberapa aliran malah menambahkan dengan elemen kematian dan kehidupan.

Namun tentu saja hal diatas adalah mitos belaka. Api jelas adalah bentuk energi, sementara air, tanah, dan udara adalah materi itu sendiri. Kematian dan kehidupan adalah diluar konteks fisika sebagai salah satu disiplin ilmu sains. Walau demikian, ide dari pencarian elemen fundamental itu adalah sebuah hal yang jenius yang patut dicermati dan diseriusi.

[i]Jadi, apa dong element fundamental alam semesta ini?[/i]

Feymnan, seorang pemain drum tradisional yang diganjar hadiah Nobel 1965 karena kecintaannya bermain-main dengan Fisika, pernah berseloroh dihadapan para mahasiswa tingkat 1 Caltech:

“Jika seandainya kehancuran dahsyat pada peradapan & pengetahuan manusia, dan cuma hanya 1 kalimat pendek yang bisa diwariskan ke generasi selanjutnya… Apakah kalimat pendek yang paling informatif itu? Jawaban: Teori atom, bahwa materi terbentuk oleh atom-atom!”.

Feyman sama sekali tidak salah. Pengetahuan bahwa materi tersusun oleh atom-atom akan memudahan generasi berikutnya yang kehilangan semua arsip-arsip ilmu kita untuk segera tanggap: bahwa untuk memahami sifat-sifat materi tersebut secara lengkap maka harus dipelajari interaksi antar atom yang menyusunnya. Dengan demikian, teknologi yang hancur bisa dipulihkan dalam waktu relatif lebih singkat ketimbang 100 tahun lebih evolusi komputer menjadi sebuah mesin handal seperti yang kita punya sekarang.

Namun sayangnya, Atom itu bukanlah elemen fundamental. Seratus enam puluh satu tahun setelah John Dalton mengeluarkan 3 postulat teori atomnya pada 1803, Murray Gell-mann mengklasifikasi prilaku ratusan partikel sebagai kombinasi dari elemen fundamental yang bernama: QUARK. Quark bersama elekron kemudian menjadi 2 partikel pembentuk materi pertama yang ditemukan.

Eksistensi Anti Partikel

Anti partikel pertama kali muncul dalam solusi Persamaan Dirac, persamaan yang mengawinkan teori relativitas khusus dengan mekanika kuantum. Dipostulatkan bahwa setiap partikel memiliki anti partikel, memiliki sifat yang sama kecuali muatannya berbeda. Misalnya positron adalah anti partikel dari elektron, memiliki massa, ukuran, mematuhi semua hukum konservasi yang juga dipatuhi elektron, namun muatannya adalah positif.

Apa yang terjadi apa bila partikel bertemu dengan anti partikelnya? Inilah yang disebut proses annihiliation: partikel + Anti partikel –> Energi. Energi ini biasanya dibawa oleh partikel khusus (partikel ini adalah exchange particle untuk masing-masing interaksi), misalnya dalam conton elektron + positron –> photon (disebut juga pair annihilation). Sesuai hukum kekekalan energi, maka photon ini juga akan bisa menghasilkan elektron + postiron (disebut pair production).

Keberadaan anti partikel itu pertama kali dibuktikan oleh Carl Anderson pada tahun 1932 di Fermilab, Chicago Amerika Serikat. Anderson menembakkan partikel bermuatan ke dalam bubble chamber yang berisi superheated liqud dan diberi medan magnet, sehingga partikel tersebut akan meninggalkan jejak. Partikel dan Antinya akan bergerak pada arah belawanan seperti terlihat pada gambar 6, yang merupakan hasil pekerjaan Anderson. Carl Anderson meraih penghargaan Nobel pada tahun 1935 atas sumbangannya itu.

Pada awal penciptaan alam semesta, jumlah partikel dengan anti partikelnya adalah sama, mereka berada dalam keadaan setimbang. Sekarang, jumlah anti partikel jauh lebih sedikit daripada partikelnya. Inilah yang disebut dengan “matter – anti matter problem”. Kenapa? Ya, kenapa ya? Ini adalah salah satu misteri serius yang membuat fisikawan (terutama astrofisis) ga bisa hidup tenang, tapi di sisi lain menjadi lahan buat cari nasi.

Konsep Partikel Pembangun Materi

Melanjutkan cerita pencarian elemen fundamental, sekarang kita sudah bisa meletakkan konsep partikel pembangun materi. Quark sampai saat ini dipercaya sebagai satu dari dua partikel elementer ini. Quark ini memiliki 6 tipe atau flavors (dikategorikan dalam 3 famili atau generasi): up/down, charm/strange, dan top/down. Semua materi di alam semesta kita dibentuk oleh kombinasi quarks ini: kombinasi quark-anti quark membentuk meson, dan tiga kombinasi quark membentuk baryon. Baru-baru ini ditemukan bukti keberadaan lima kombinasi quark membentuk partikel, disebut jenis pentaquark. Proton dan Neutron, dua partikel subatom yang kita kenal, adalah contoh jenis baryon.

Selain quark, partikel dasar yang lainnya adalah lepton. Sebagaimana quark, lepton juga memiliki 6 tipe (juga dikelompokkan dalam 3 famili atau generasi): elektron/elektron-neutrino, muon/muon-neutrino, dan tau/tau-neutrino. Kombinasi proton-neutron-elektron membentuk atom, kombinasi atom membentuk molekul, kumpulan molekul membentuk senyawa atau campuran ataupun larutan yang secara kasat mata bisa kita lihat.

Konsep Interaksi Fundamental Alam Semesta

Fenomena interaksi antar partikel dijelaskan dengan keberadaan partikel pembawa interaksi yang saling dipertukarkan oleh partikel-partikel terlibat.

Untuk menjelaskan bagaimana interaksi terjadi, bayangkan dua orang berada dalam perahu A dan B yang sedang mengapung di atas air. Apa yang terjadi ketika dua orang ini saling melempar dan menerima bola? mereka saling menjauh. Fenomena ini dijelaskan sederhana oleh Hukum III Newton Aksi-Reaksi. Interaksi antar partikel bisa dijelaskan dari fenomena yang sama: partikel A dan B berinteraksi dengan saling mempertukarkan sebuah partikel; partikel ini disebut sebagai exchange particle.

Ada empat interaksi fundemental: interaksi gravitasi (gravitational interaction), interaksi elektromagnetik (electromagnetic interaction), interaksi lemah (weak interaction), dan interaksi kuat (strong interaction). Setiap interaksi memiliki partikel pembawa interaksi khusus, yang cuma bisa bekerja spesifik pada interaksi tertentu. Kita akan bahas secara singkat satu per persatu masing-masing interaksi tersebut.

Interaksi gravitasi membuat benda jatuh ke tanah dan juga pegerakan planet dan galaksi. Makin masif benda maka makin besar dia merasakan interaksi gravitasi; sebaliknya makin jauh jarak dua benda maka makin berkurang interaksi gravitasi bekerja. Karena itulah, pada skala mikrokosmik (level partikel) maka interaksi ini bisa diabaikan. Interaksi gravitasi dijelaskan oleh Teori Relativitas Umum Einstein. Partikel pembawa interaksi ini adalah graviton, eksis secara teori namun belum ditemukan sejauh ini dalam eksperimen.

Interaksi elektromagnetik menyebabkan semua fenomena menyangkut listrik dan magnetik; nyaris seluruh teknologi yang ada sekarang berdasarkan interaksi ini. Interaksi elektromagnetik dijelaskan oleh Quantum Electrodynamics (QED), dimana Richard Feynman, Julian Schwinger, dan Sin-itiro Tomonaga berbagi hadiah Nobel untuk hal ini di tahun 1965. Sejauh ini, QED adalah teori kuantum yang paling sukses yang pernah ada; kecocokannya dengan eksperimen ibarat mengukur jarak Bandung-Surabaya dengan ketelitian helaian rambut. Partikel pembawa interaksi adalah foton, atau partikel cahaya, yang dipostulatkan oleh Max Planck pada awal 1900 dan ditemukan oleh Einstein pada 1905 lewat percobaan efek fotoelektriknya. Einstein meraih Nobel pada 1922 untuk percobaannya ini.

Interaksi lemah terjadi pada skala subatomik, bertanggung jawab pada peluruhan radioaktif seperti peluruhan beta. Sheldon Glashow, Abdus Salam, dan Steven Weinberg (hadiah nobel 1979) membuat teori umum untuk interaksi lemah dan secara menakjubkan berhasil membuat teori unifikasi interaksi elektromagnetik dan weak: Electroweak Unification Theory. Trio ini juga memprediksi partike W dan Z sebagai exchange particle dalam interaksi lemah, yang kemudian ditemukan 3 tahun kemudian oleh Carlo Rubbia dan Simon van der Meer (hadiah Nobel 1984).

Interaksi kuat juga terjadi pada skala subatomik namun cuma dirasakan oleh quark. Nobel Fisika 2004 jatuh pada tema ini; Trio nobel 2004 mempublikasikan temuan mereka pada tahun 1973 perihal gluon (dari kata glue atau lem) sebagai exchange particle dalam interaksi kuat. Temuan ini memulai sebuah teori baru dalam teori medan kuantum: Quantum Chromodynamic (QCD), teori khusus untuk mempelajari fenomena dalam interaksi kuat.

Gluon ini memiliki sifat yang berbeda dengan partikel pembawa interaksi lainnya, mereka bisa berinteraksi sesama mereka. Interaksi antar gluon ini berkurang ketika jarak antar quark berkurang, akibatnya interaksi antar quark berkurang. (Ini tentu berbanding terbalik dengan interaksi elektromagnetik yang berbanding terbalik dengan jarak antar partikel). Sebaliknya, jika jarak jarak antar quark bertambah maka interaksi antar gluon meningkat, sehingga interaksi antar quark bertambah. Ini membuat quark tidak bisa dipindahkan dari inti atom; hal ini pula-lah yang membuat proton-proton tidak saling tolak-menolak dalam inti atom walau sama-sama bermuatan positif. Sifat ini disebut “kebebasan asimptotik”.

Sifat lain dari quark ini dalam teori QCD adalah nomor kuantum “warna” – sebagaimana pelabelan spdf pada nomor kuantum elektron. Warna itu sendiri adalah identitas quark (ibarat muatan pada elektromagnetik), yang membuat quark mematuhi Larangan Pauli: tidak ada partikel yang identik berada pada level energi yang sama. Proton misalnya, terbuat dari 2 quark up dan 1 quark down, namun 2 quark up ini dipastikan memiliki warna yang berbeda. Jika tidak, maka Larangan Pauli dilanggar.

Sifat-sifat ini menjelaskan kenapa quark tidak pernah diamati sebagai partikel bebas (free particle). Keterjebakannya bersama quark yang lain disebut confinement of quark. Salah satu cara melihat confinement of quark ini disebut “bag model”. Bayangkan para quark ini berada dalam satu tas plastik yang elastis, dimana para quarks bergerak bebas di dalamnya, selama kita tidak mencoba memisahkan mereka. Tapi ketika kita mencoba menarik satu quark keluar, tas plastik itu merenggang dan bertahan (agar tidak sobek). Ketika pemberian energi untuk memisahkan mereka makin besar, yang terjadi justru terbentuknya partikel jenis meson! Gimana, keren kan?

Beberapa eksperimen sudah menunjukkan banyak kesepakatan dengan ramalan QCD, dan yang paling penting adalah ramalan teori QCD terhadap konstanta kopling (simbol: alfa).

Model Standar dan Unifikasi Semua Teori

Semua ilmu dan pemahaman Fisika Partikel ini dirangkum dalam sebuah model yang menggambarkan partikel dasar dan interaksinya: Model Standar. Sampai saat ini sudah banyak fenomena partikel yang sudah dimengerti lewat model ini. Ratusan partikel sudah diprediksi berserta sifat-sifatnya, dan banyak sekali yang cocok dengan hasil eksperimen.

Temuan Gross dan kawan-kawan semakin mendekatkan impian para ahli fisika teoritis seluruh dunia: membuat satu teori untuk menjelaskan 3 interaksi dasar partikel (elektromagnetik, lemah, dan kuat) yaitu Teori Unifikasi Agung (atau Grand Unified Theory, GUT).

Teori QCD, bersama-sama teori QED dan teori unifikasi Electroweak, semakin menyempurnakan Model Standar ini. Ketiga teori ini menunjukkan sebuah kemungkinan adanya satu teori bersama (GUT) pada partikel dengan energi 10E15 GeV (10 pangkat 15 GeV, 1 GeV = 10E9 eV). Angka ini adalah sangat ekstrim tinggi bahkan dilingkungan Fisika Energi Tinggi (High Energy Physics) sekalipun! Pemercerpat partikel terbaik buatan manusia hanya sanggup menghasilkan partikel dengan energi orde MeV (10E6 eV).

Namun kalkulasi ini memerlukan satu asumsi lagi: supersimetri partikel. Jika asumsi ini terbukti, maka Teori unifikasi agung ini adalah langkah terakhir untuk menyatukan interaksi terakhir, interaksi graviatasi, dalam satu teori: Theory of Everything (ToE), atau Teori Segalanya, impian Einstein semenjak 1920 yang tidak pernah dia capai sampai akhir hayatnya.

Penutup

Awan tergulung, O Tuan, di hari senja,
Nampak berbalam biru warnanya,
Jumpa pertama, O Tuan, begitu menggoda
Takkan kulupa sepanjang Masa

Ku sulam kasih berbenang emas
Biar ga ngerti yang penting ikhlas!

—————————————————————-
Dianjurkan dengan sangat keras bagi rekan-rekan untuk menengok artikel asli, setidak-tidaknya untuk melihat ilustrasi yang tersedia. Ilustrasi-ilustrasi itu insyaallah sangat membantu pemahaman artikel ini, terutama mengenai skenario unifikasi fundemantal interaksi.

Artikel asli di: http://febdian.net/content.php?article.29


Kesadaran dan Pikiran

Filed under Ramadhan 2004

Tulisan pertama dari hajatan Tasbih Ramadhan yang disajikan sepanjang bulan Ramadhan 1425H.
Artikel ini ditulis oleh Ismail Fahmi.

Kang Bejo kini lebih berhati-hati sebelum memasuki pintu Ramadhan. Dengan i’tikad beribadah untuk Gusti Allah semata, langkah diayun. Malam itu, Kang Bejo berjamaah Maghrib bersama anak dan bininya. Sebuah ayat favorit dibacakan pada rakaat pertama:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (Ulul Albab), (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran :191-192).

Selesai sholat, dia tertegun, seolah tersadarkan oleh sebuah pesan yang menarik hatinya dari ayat tersebut. Orang-orang yang berakal adalah orang yang berdzikir, mengingat, atau memiliki kesadaran akan Allah, dan tidak berhenti disitu saja, mereka kemudian bertafakur atau berpikir tentang ciptaanNya. Mengapa dzikir disebut terlebih dahulu? Apakah ada maksud khusus dengan mendahulukan dzikir baru diikuti tafakur?

Terjadilah diskusi hangat dengan anaknya yang kuliah di jurusan filsafat. Meski pendidikannya tidak terlalu tinggi, Kang Bejo memiliki minat yang lumayan dalam hal mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis. Untung ada anaknya yang bisa jadi sparring partner di meja makan.

“Begini Be. Menurut buku yang ane bace, ide, konsep, kebenaran, atau sensasi yang kita pegang itu bisa berasal dari dua sumber. Pertama dari kesadaran awal atau sudah ada dalam diri manusia sejak dulu, dan kedua dari pengalaman. Babe kenal pak modin kita yang bernama Plato kan? Nah, dia bilang kalau ide itu sebenarnya sudah ada dalam diri manusia, tidak perlu dari pengalaman dulu. Untuk mengeluarkan ide itu, barulah manusia melakukan perenungan, mencarian inspirasi, deelel yang berhubungan dengan pikiran. Nah, Om Einstein, Be, tukang balon tetangga kita itu juga bilang kalau imanjinasi itu lebih penting baginya dari pada pengetahuan. Imajinasi ini kan mirip-mirip dengan sensasi yang berasal dari dalam diri manusia.”

“Terus, ape hubungannye?”

“Kayaknya nih Be, hal yang sama sebenarnya juga sudah disampaikan dalam ayat yang Babe baca tadi. Gusti Allah melalui anugerahNya berupa agama Islam, ingin memberitahu manusia betapa pentingnya posisi hati di atas pikiran. Islam mengutamakan kesadaran dalam hati, karena hati lebih luas dan cerdas dari pada pikiran. Ilham, ide atau konsep itu muncul sebenarnya, menurut Pak Kyai Ghazaly, melalui nur yang dipancarkan Gusti Allah ke dalam hati manusia. Ndak perlu pake alasan atau keterangan terlebih dahulu. Kemudian pikiran yang sehat mengikuti ilham itu, mengasahnya, membuktikannya, dan mengalaminya di dunia nyata agar bisa diterangkan dan diterima orang lain.”

“O begitu. So, jika ingin menghasilkan penemuan-penemuan baru, musti rajin mengasah hati ya Le (Tole, red). Termasuk jika ingin bisa memahami AlQuran, menemukan teori-teori baru, deelel.”

“Iya, tapi seperti disebut dalam ayat tadi, ndak cukup dengan cuma merenung, zikir, menyendiri.. Musti bekerja keras, menggunakan pikiran untuk menemukan dan membuktikannya di alam. Kalau ndak mau kerja keras, ya sama aja dengan dukun. Perkara nanti membuahkan hasil atau belum, itu hak prerogatif Allah. Yang penting sikap berusaha dan bekerja ini harus ada. Bukan begitu Be?”

“Wah, pinter kowe le.. Kalau begitu, puasa Ramadhan ini bagus sekali untuk latihan agar hati kita lebih terasah. Agar kesadaran bathiniah semakin tajam. Nanti kita akan lebih banyak membaca Quran, shalat malam, zikir dibanding hari-hari biasa. Ya jangan dilihat pahalanya ya le. Tapi bagaimana kesadaran ini bisa meningkat, bahwa batin kita selalu dekat dengan Allah, selalu diatur oleh Allah, dan semakin cinta sama Allah. Kalau sudah begitu, yang namanya Taqwa akan tumbuh.”

“Betul Be. Kayaknya ada topik baru lagi yang bisa kita diskusikan Be. Yaitu apa dan bagaimana kesadaran dalam hati, batin atau jiwa yang disebut dengan dzikir itu?”

“Ya udah.. cukup dulu. Pusing babe nih lama-lama diskusi sama kamu.”


Kuperpanjang Sujudku

Filed under Ramadhan 2004

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.” Sabda Lelaki Agung itu ketika menyambut Ramadhan ratusan tahun yang silam, mengandung makna yang sangat dalam.

Rupanya ini penjelasan yang dicari-cari oleh Kang Bejo tentang pertikaian yang terjadi dalam dirinya. Pergumulan seru berlangsung setiap saat antara nafsu, hati dan pikirannya. Dia merasa, setiap ada hal baik atau buruk yang dilakukan, tertorehlah sebuah jejak. Misal, ketika sebuah sukses dipetik, ada sebuah dorongan untuk mengakui kehebatan, kecerdasan, atau kelebihan diri yang membawa sukses itu. Perasaan senang kalau disanjung pun sering muncul tanpa diundang dan tanpa dirasa.

Yang lebih gila lagi (menurut hasil teropong ke dalam dirinya), Kang Bejo sering merasa dia telah melangkah di jalan yang benar, bahkan yang paling benar. Pengetahuannya bahwa Islam, agama yang mengajarkan dia untuk berpuasa Ramadhan, adalah agama penutup yang paling sempurna, membuat dia merasa seolah sudah mendapatkan tiket masuk syurga. Dijamin, garansi 99,9%. Memang, dia tahu bahwa belum tentu dia dijamin selamat, tetapi dia juga tidak tahu, kok ada perasaan tenang dengan cukup beragama Islam dan menjalankan petunjuk dalam manual berIslam.

Suatu malam menjelang Ramadhan dia merenung. “Apa yang mendorongku melakukan ini semua? Mengapa aku menjadi sangat bersemangat mengisi Ramadhan dengan berlomba melakukan amalan yang baik?” tanyanya saat itu. Tahun lalu, dia sudah mengkhatamkan Al-Quran selama Ramadhan. Dia merasa senang karena kalau diibaratkan, ganjarannya sama dengan mengkhatamkan AlQuran sebanyak 6666 kali. Shalat tarawih juga tidak ketinggalan. Dia juga isi dengan amalan-amalan lain yang baik. Semua ini menjadikan dia merasa sudah dalam koridor kebenaran. “Tapi, mengapa tanpa terasa, aku mudah memandang salah orang lain, atau merasa lebih dari orang lain? Kenapa amalan-amalan itu seolah menumbuhkan kesombongan spiritual? Kenapa penyakit-penyakit hatiku masih tumbuh subur? Masih mudah telingaku menjadi merah kalau dikritik atau dipojokkan orang? Kenapa?” genderang pertanyaan bertubi-tubi mendera hatinya.

Kang Bejo, seolah mendapat pencerahan baru. Khutbah Sang Lelaki Agung ratusan tahun silam, menggema kembali di kalbunya. “Diriku ternyata belum merdeka. Ikatan keakuanku, yang meng-aku-aku segala yang kuterima, telah membuatku lupa. Amalan-amalan yang kulakukan, hanya berujung pada penggadaian diriku pada keakuanku. Astaghfirullah…. Duh Gusti… ampunilah aku..,” tersungkur dia di atas sajadah panjang. Seperti baja dalam kawah, luluh lantak keakuannya.

Sujud, sujud, dan sujud lah Kang Bejo di atas sajadah panjang kehidupannya. Dia sujud, melalui dialog dengan sang ego, agar sudi berserah diri kepada Gusti Allah. Dia sujud, melalui puasa seluruh jiwa-raga, agar lemah segala unsur keakuannya dan mengakui ke-AKU-anNya atas segala yang terjadi. Dia sujud, dengan mensyukuri hadirnya kekurangan, penderitaan dan penyakit. Dia sujud, melalui penerimaan yang ikhlas atas segala yang menimpanya, baik itu sanjungan ataupun cacian, kesuksesan maupun kegagalan. Dia sujud, bersama para tamu agung yang dihadirkan Tuhan untuk mengajarinya tentang kehidupan.

Itulah ilham yang dihadirkan Gusti Allah kepada Kang Bejo di malam yang sunyi. “Ya Allah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah untukMu. Bimbinglah aku ya Gusti, agar aku bisa menjalani Ramadhan kali ini dengan hikmah dariMu. Agar aku beribadah hanya untukMu semata, bukan untuk mendapatkan hadiah-hadiah dariMu. Dan berilah hidayah kepadaku untuk memahami makna berserah diri ini…”

Kang Bejo seperti mendapatkan energi baru. Dia solah melihat dunia di depan matanya dengan warna-warni yang indah. Duka-lara, sedih-gembira, kemiskinan-kekayaan, kebodohan-kepandaian,… semua indah, memperkaya pelangi kehidupan. Dia pun ingin berterimakasih kepada semua tamu agung — baik yang berbaju penyakit, hutang, kemiskinan, musuh, keterasingan, dll — yang membawa pesan penting dari Gusti Allah. Semua itu dihadirkan agar dia kembali berpikir. Agar dia kembali merenung. Agar dia kembali membuka mata hati.

Marhaban Ya Ramadhan…
Ijinkan aku kali ini memasukimu dengan segala ketidakpunyaanku..