Archives for “Islam”

Star Trek dan Agama

Filed under Islam Aktual

Star Trek, Star Trek, fiksi tentang alam semesta masa depan yang punya fans banyak karena penggarapan detilnya top. Ada Fisika Star Trek, Bahasa Klingon yang sudah punya situs Wikipedia sendiri. Alhasil sekarang sampailah pada topik yang boleh jadi sensitif, sekalipun ini “hanya sebuah fiksi”: bagaimana agama dalam pandangan Star Trek?

Pencetus Star Trek sendiri, Gene Roddenberry, adalah seorang ateis, sehingga seperti dituliskan oleh Bernd Schneider, Star Trek’s takes on religious topics are often critical, and they almost routinely close with a victory of science over faith.

Dengan penikmat Star Trek yang luas, apakah nasib agama akan kandas seperti perannya di dalam film tsb.? Ini bukan kecemasan, namun lebih-lebih ingin menengok kemungkinan menghadirkan agama dalam perspektif modern, sambil mengingat pengaruh opini yang sekarang datang dari segenap penjuru.


CHATTING DGN TUHAN

Filed under Islam Aktual

BUZZ

TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi
Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya
agar saya merasa lebih baik.Tapi sekarang saya
sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya
waktu luang sedikitpun.Hidup jadi seperti diburu-
buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu
kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil.
Aktifitas memakan waktu, Produktifitas
membebaskan waktu.
AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak
dapat menghidarinya. Sebenarnya, saya tidak
mengharapkan Tuhan mengajakku chatting
seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu
dengan waktu, dengan memberimu beberapa
petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin
menggunakan medium yang lebih nyaman
untukmu daripada mimpi, misalnya.
AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa
hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani
saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.
AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak
pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu
khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir
karena kamu menganalisa. Merasa khawatir
menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak
pernah merasa senang.
AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir
jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena
ketidakpastian.

TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi
Penderitaan adalah sebuah pilihan.
AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang
baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang
baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi
lebih baik bukan sebaliknya.
AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah
guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian
dulu, baru pemahamannya.
AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua
ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas
dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang
ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental
(Purposeful Roadblocks Offering Beneficial
Lessons (to) Enhance Mental
Strength). Kekuatan dari dalam
diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan,
bukan dari berleha-leha.
AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini,
kami tidak tahu kemana harus melangkah…

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu
tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu
penglihatan. Hati memberimu arah.
AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan
membuatku menderita. Apa yang dapat saya
lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat
oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang
dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan
perjalanan akan terasa lebih memuaskan
daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain
bekejaran dengan waktu.
AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya
bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh
saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya
harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau
syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka
bertanya “Mengapa harus aku?”. Jika mereka
bahagia, tidak ada yang pernah
bertanya “Mengapa harus aku?”.
AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya,
mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi
tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah
mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan
itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah
proses penciptaan.
AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang
terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa
penyesalan. Peganglah saat ini dengan
keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya
merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang
indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan
buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk
dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu
tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out.

ps. ini tulisan temen saya, ermenegildo


Ketika Hidayah Itu Datang

Filed under Islam Aktual

Labbaik… Allahumma Labbaik..
Ya Allah.. aku datang kepadaMu

Sungguh, telah Engkau robahkan rasa dalam hatiku
Yang tak kan mampu aku menolak atau pun memintanya
Kau telah luluhkan diriku
Melebur dalam ketiadaan…

irene1.jpg

Dengerin Ceramahnya [copy link url ini, buka Winamp atau MediaPlayer, lalu Open URL, paste link tsb. Mainkan!] Khusus Internal DeGromiest.

Terimakasih Mbak Ike, yang telah ngirim artikel ini, dari sumber lain. Semoga ini bermanfaat bagi kita semua, untuk menambah keimanan dan keteguhan.

HJ. IRENA HANDONO
MENDAPAT HIDAYAH DI BIARA

Allah selalu memberi petunjuk kepada siapa saja yang mencari kebenaran, di mana pun hamba-Nya berada, di biara sekali pun. Itulah yang terjadi pada Irena Handono yang mendapat hidayah justru saat mencari kelemahan Islam. Ketika membaca surat Al Ikhlas hatinya tunduk akan keesaan Allah swt. Ia mengakui bahwa tak ada yang paling berkuasa dan patut disembah di jagad raya ini selain Sang Khalik. Berikut penuturannya kepada Siwi WulAndari dari Majalah Hidayah:

Mendapat hidayah di Biara

Aku dibesarkan dalam keluarga yang rilegius. Ayah dan ibuku merupakan pemeluk Katholik yang taat. Sejak bayi aku sudah dibabtis, dan sekolah seperti anak-anak lain. Aku juga mengikuti kursus agama secara privat. Ketika remaja aku aktif di organisasi gereja. Sejak masa kanak-kanak, aku sudah termotivasi untuk masuk biara. Bagi orang Katholik, hidup membiara adalah hidup yang paling mulia, karena pengabdian total seluruh hidupnya hanya kepada Tuhan. Semakin aku besar, keinginan itu sedemikian kuatnya, sehingga menjadi biarawati adalah tujuan satu-satunya dalam hidupku.

Kehidupanku nyaris sempurna, aku terlahir dari keluarga yang kaya raya, kalau diukur dari materi. Rumahku luasnya 1000 meter persegi. Bayangkan, betapa besarnya. Kami berasal dari etnis Tionghoa. Ayaku adalah seorang pengusaha terkenal di Surabaya, beliau merupakan salah satu donatur terbesar gereja di Indonesia. Aku anak kelima dan perempuan satu-satunya dari lima bersaudara. Aku amat bersyukur karena dianugrahi banyak kelebihan.

Selain materi, kecerdasanku cukup lumayan. Prestasi akademikku selalu memuaskan. Aku pernah terpilih sebagai ketua termuda pada salah satu organisasi gereja. Ketika remaja aku layaknya remaja pada umumnya, punya banyak teman, aku dicintai oleh mereka, bahkan aku menjadi faforit bagi kawan-kawanku. Intinya, masa mudaku kuhabiskan dengan penuh kesan, bermakna, dan indah.

Namun demikian aku tidak larut dalam semaraknya pergaulan muda-mudi, walalupun semua fasilitas untuk hura-hura bahkan foya-foya ada. Keinginan untuk menjadi biarawati tetap kuat. Ketika aku lulus SMU, aku memutuskan untuk mengikuti panggilan Tuhan itu. Tentu saja orang tuaku terkejut. Berat bagi mereka untuk membiarkan anak gadisnya hidup terpisah dengan mereka. Sebagai pemeluk Katholik yang taat, mereka akhirnya mengikhlaskannya. Sebaliknya dengan kakak-kakakku, mereka justru bangga punya adik yang masuk biarawati. Tidak ada kesulitan ketika aku melangkah ke biara, justru kemudahan yang kurasakan.

Dari banyak biarawati, hanya ada dua orang biara yang diberi tugas ganda. Yaitu kuliah di biara dan kuliah di Institut Filsafat Teologia, seperti seminari yang merupakan pendidikan akhir pastur. Salah satu dari biarawati yang diberi keistimewaan itu adalah saya. Dalam usia 19 tahun Aku harus menekuni dua pendidikan sekaligus, yakni pendidikan di biara, dan di seminari, dimana aku mengambil Fakultas Comparative Religion, Jurusan Islamologi. Di tempat inilah untuk pertama kali aku mengenal Islam.

Di awal kuliah, dosen memberi pengantar bahwa agama yang terbaik adalah agama kami sedangkan agama lain itu tidak baik. Beliau mengatakan, Islam itu jelek. Di Indonesia yang melarat itu siapa?, Yang bodoh siapa? Yang kumuh siapa? Yang tinggal di bantaran sungai siapa? Yang kehilangan sandal setiap hari jumat siapa? Yang berselisih paham tidak bisa bersatu itu siapa? Yang jadi teroris siapa? Semua menunjuk pada Islam. Jadi Islam itu jelek.

irene2.jpg

Aku mengatakan kesimpulan itu perlu diuji, kita lihat negara-negara lain, Philiphina, Meksiko, Itali, Irlandia, negara-negara yang mayoritas kristiani itu tak kalah amburadulnya. Aku juga mencontohkan negara-negara penjajah seperti terbentuknya negara Amerika dan Australia, sampai terbentuknya negara Yahudi Israel itu, mereka dari dulu tidak punya wilayah, lalu merampok negara Palestina. Jadi tidak terbukti kalau Islam itu symbol keburukan. Aku jadi tertarik mempelajari masalah ini. Solusinya, aku minta ijin kepada pastur untuk mempelajari Islam dari sumbernya sendiri, yaitu al-Qur’an dan Hadits. Usulan itu diterima, tapi dengan catatan, aku harus mencari kelemahan Islam.

Kebenaran surat Al Ikhlas

Ketika pertama kali memegang kitab suci al-Qur’an, aku bingung. Kitab ini, mana yang depan, mana yang belakang, mana atas mana bawah. Kemudian aku amati bentuk hurufnya, aku semakin bingung. Bentuknya panjang- panjang, bulat-bulat, akhirnya aku ambil jalan pintas, aku harus mempelajari dari terjemah.

Ketika aku pelajari dari terjemahan, karena aku tak mengerti bahwa membaca al-Quran dimulai dari kiri, aku justru terbalik dengan membukanya dari kanan. Yang pertama kali aku pandang, adalah surat Al Ihlas. Aku membacanya, bagus surat al-Ikhlas ini, pujiku. Suara hatiku membenarkan bahwa Allah itu Ahad, Allah itu satu, Allah tidak beranak, tidak diperanakkan dan tidak sesuatu pun yang menyamai Dia. “Ini ‘kok bagus, dan bisa diterima!” pujiku lagi.

Pagi harinya, saat kuliah teologia, dosen saya mengatakan, bahwa Tuhan itu satu tapi pribadinya tiga, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Putra dan Tuhan Roh Kudus. Tiga Tuhan dalam satu, satu Tuhan dalam tiga, ini yang dinamakan trinitas, atau tritunggal. Malamnya, ada yang mendorong diriku untuk mengaji lagi surat al-Ihklas. “Allahhu ahad, ini yang benar,” putusku pada akhirnya.

irene3.jpg

Maka hari berikutnya terjadi dialog antara saya dan dosen-dosen saya. Aku katakan, “Pastur (Pastur), saya belum paham hakekat Tuhan.” “Yang mana yang Anda belum paham?” tanya Pastur. Dia maju ke papan tulis sambil menggambar segitiga sama sisi, AB=BC=CA. Aku dijelaskan, segitiganya satu, sisinya tiga, berarti tuhan itu satu tapi pribadinya tiga. Tuhan Bapak sama kuasanya dengana Tuhan Putra sama dengan kuasanya Tuhan Roh Kudus. Demikian Pastur menjelaskan. “Kalau demikian, suatu saat nanti kalau dunia ini sudah moderen, iptek semakin canggih, Tuhan kalau hanya punya tiga pribadi, tidak akan mampu untuk mengelola dunia ini. Harus ada penambahnya menjadi empat pribadi,” tanyaku lebih mendalam. Dosen menjawab, “Tidak bisa!” Aku jawab bisa saja, kemudian aku maju ke papan tulis. Saya gambar bujur sangkar. Kalau dosen saya mengatakan Tuhan itu tiga dengan gambar segitiga sama sisi, sekarang saya gambar bujur sangkar. Dengan demikian, bisa saja saya simpulkan kalau tuhan itu pribadinya empat. Pastur bilang, tidak boleh. Mengapa tidak boleh? Tanya saya semakin tak mengerti. “Ini dogma, yaitu aturan yang dibuat oleh para pemimpin gereja!” tegas Pastur. Aku katakan, kalau aku belum paham dengan dogma itu bagaimana? “Ya terima saja, telan saja. Kalau Anda ragu-ragu, hukumnya dosa!” tegas Pastur mengakhiri.

Walau pun dijawab demikian, malam hari ada kekuatan yang mendorong saya untuk kembali mempelajari surat al-Ikhlas. Ini terus berkelanjutan, sampai akhirnya aku bertanya kepada Pastur, “Siapa yang membuat mimbar, membuat kursi, meja?” Dia tidak mau jawab. “Coba Anda jawab!” Pastur balik bertanya. Dia mulai curiga. Aku jawab, itu semua yang buat tukang kayu. “Lalu kenapa?” tanya Pastur lagi. “Menurut saya, semua barang itu walaupun dibuat setahun lalu, sampai seratus tahun kemudian tetap kayu, tetap meja, tetap kursi. Tidak ada satu pun yang membuat mereka berubah jadi tukang kayu,” saya mencoba menjelaskan. “Apa maksud Anda?” Tanya Pastur penasaran. Aku kemudian memaparkan, bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan seluas isinya termasuk manusia. Dan manusia yang diciptakan seratus tahun lalu sampai seratus tahun kemudian, sampai kiamat tetap saja manusia, manusia tidak mampu mengubah dirinya menjadi Tuhan, dan Tuhan tidak boleh dipersamakan dengan manusia. Malamnya, kembali kukaji surat al-Ikhlas.

Hari berikutnya, aku bertanya kepada Pastur, “Siapa yang melantik RW?” Saya ditertawakan. Mereka pikir, ini ‘kok ada suster yang tidak tahu siapa yang melantik RW?. “Sebetulnya saya tahu,” ucapku. “Kalau Anda tahu, mengapa Anda Tanya? Coba jelaskan!” tantang mereka. “Menurut saya, yang melantik RW itu pasti eselon di atasnya, lurah atau kepala desa. Kalau sampai ada RW dilantik RT jelas pelantikan itu tidak syah.” “Apa maksud Anda?” Mereka semakin tak mengerti. Saya mencoba menguraikan, “Menurut pendapat saya, Tuhan itu menciptakan alam semesta dan seluruh isinya termasuk manusia. Manusia itu hakekatnya sebagai hamba Tuhan. Maka kalau ada manusia melantik sesama manusia untuk menjadi Tuhan, jelas pelantikan itu tidak syah.”

Keluar dari Biara

Malam berikutnya, saya kembali mengkaji surat al-Ikhlas. Kembali terjadi dialog-dialog, sampai akhirnya saya bertanya mengenai sejarah gereja. Menurut semua literratur yang saya pelajari, dan kuliah yang saya terima, Yesus untuk pertama kali disebut dengan sebutan Tuhan, dia dilantik menjadi Tuhan pada tahun 325 Masehi. Jadi, sebelum itu ia belum menjadi Tuhan, dan yang melantiknya sebagai Tuhan adalah Kaisar Constantien kaisar romawi. Pelantikannya terjadi dalam sebuah conseni (konferensi atau muktamar) di kota Nizea. Untuk pertama kali Yesus berpredikat sebagai Tuhan. Maka silahkan umat kristen di seluruh dunia ini, silahkan mencari cukup satu ayat saja dalam injil, baik Matius, Markus, Lukas, Yohanes, mana ada satu kalimat Yesus yang mengatakan ‘Aku Tuhanmu’? Tidak pernah ada.

Mereka kaget sekali dan mengaggap saya sebagai biarawati yang kritis. Dan sampai pada pertemua berikutnya, dalam al-Quran yang saya pelajari, ternyata saya tidak mampu menemukan kelemahan al-Qur’an. Bahkan, saya yakin tidak ada manusia yang mampu. Kebiasaan mengkaji al-Qur’an tetap saya teruskan, sampai saya berkesimpulan bahwa agama yang hak itu cuma satu, Islam. Subhanaallah. Saya mengambil keputusan besar, keluar dari biara. Itu melalui proses berbagai pertimbangan dan perenungan yang dalam, termasuk melalui surat dan ayat. Bahkan, saya sendiri mengenal sosok Maryam yang sesungguhnya dari al-Qur’an surat Maryam. Padahal, dalam doktrin Katholik, Maryam menjadi tempat yang sangat istimewa. Nyaris tidak ada doa tanpa melalui perantaranya. Anehnya, tidak ada Injil Maryam. Jadi saya keluar dengan keyakinan bahwa Islam agama Allah.

irene4.jpg

Tapi masih panjang, tidak hari itu saya bersyahadat. Enam tahun kemudian aku baru mengucapkan dua kalimah syahadat. Selama enam tahun, saya bergelut untuk mencari. Saya diterpa dengan berbagai macam persoalan, baik yang sedih, senang, suka dan duka. Sedih, karena saya harus meninggalkan keluarga saya. Reaksi dari orang tua tentu bingung bercampur sedih.

Sekeluarnya dari biara, aku melanjutkan kuliah ke Universitas Atmajaya. Kemudian aku menikah dengan orang Katholik. Harapanku dengan menikah adalah, aku tidak lagi terusik oleh pencarian agama. Aku berpikir, kalau sudah menikah, ya selesai! Ternyata diskusi itu tetap berjalan, apalagi suamiku adalah aktifis mahasiswa. Begitu pun dengan diriku, kami kerap kali berdiskusi. Setiap kali kami diskusi, selalu berakhir dengan pertengkaran, karena kalau aku mulai bicara tentang Islam, dia menyudutkan. Padahal, aku tidak suka sesuatu dihujat tanpa alasan. Ketika dia menyudutkan, aku akan membelanya, maka jurang pemisah itu semakin membesar, sampai pada klimaksnya. Aku berkesimpulan kehidupan rumah tangga seperti ini, tidak bisa berlanjut, dan tidak mungkin bertahan lama.

Aku mulai belajar melalui ustadz. Aku mulai mencari ustadz, karena sebelumnya aku hanya belajar Islam dari buku semua. Alhamdulillah Allah mempertemuka saya dengan ustadz yang bagus, diantaranya adalah Kyai Haji Misbah (alm.). Beliau ketua MUI Jawa Timur periode yang lalu. Aku beberapa kali berkonsultasi dan mengemukakan niat untuk masuk Islam. Tiga kali ia menjawab dengan jawaban yang sama, “Masuk Islam itu gampang, tapi apakah Anda sudah siap dengan konsekwensinya?” “Siap!” jawabku. “Apakah Anda tahu konsekwensinya?” tanya beliau. “Pernikahan saya!” tegasku. Aku menyadari keinginanku masuk Islam semakin kuat. “Kenapa dengan dengan perkawinan Anda, mana yang Anda pilih?” Tanya beliau lagi. “Islam” jawabku tegas.

Akhirnya rahmat Allah datang kepadaku. Aku kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat di depan beliau. Waktu itu tahun 1983, usiaku 26 tahun. Setelah resmi memeluk Islam, aku mengurus perceraianku, karena suamiku tetap pada agamanya. Pernikahanku telah berlangsung selama lima tahun, dan telah dikaruniai tiga orang anak, satu perempuan dan dua laki-laki. Alhamdulillah, saat ini mereka telah menjadi muslim dan muslimah.

Shalat pertama kali

Setelah aku mengucapkan syahadat, aku tahu persis posisiku sebagai seorang muslimah harus bagaimana. Satu hari sebelum ramadhan tahun dimana aku berikrar, aku langsung melaksanakan shalat. Pada saat itulah, salah seorang kakak mencari saya. Rumah cukup besar. Banyak kamar terdapat didalamnya. Kakakku berteriak mencariku. Ia kemudian membuka kamarku. Ia terkejut, ‘kok ada perempuan shalat? Ia pikir ada orang lain yang sedang shalat. Akhirnya ia menutup pintu.

irene5.jpg

Hari berikutnya, kakakku yang lain kembali mencariku. Ia menyaksikan bahwa yang sedang shalat itu aku. Selesai shalat, aku tidak mau lagi menyembunyikan agama baruku yang selama ini kututupi. Kakakku terkejut luar biasa. Ia tidak menyangka adiknya sendiri yang sedang shalat. Ia tidak bisa bicara, hanya wajahnya seketika merah dan pucat.

Sejak saat itulah terjadi keretakan diantara kami. Agama baruku yang kupilih tak dapat diterima. Akhirnya aku meninggalkan rumah. Aku mengontrak sebuah rumah sederhana di Kota Surabaya. Sebagai anak perempuan satu-satunya, tentu ibuku tak mau kehilangan. Beliau tetap datang menjenguk sesekali. Enam tahun kemudian ibu meninggal dunia.

Setelah ibu saya meninggal, tidak ada kontak lagi dengan ayah atau anggota keluarga yang lain sampai sekarang. Aku bukannya tak mau berdakwah kepada keluargaku, khususnya ibuku. Walaupun ibu tidak senang, ketegangan-ketegangan akhirnya terjadi terus. Islam, baginya identik dengan hal-hal negatif yang saya contohkan di atas. Pendapat ibu sudah terpola, apalagi usia ibu sudah lanjut.

Tahun 1992 aku menunaikan rukun Islam yang kelima. Alhamdulillah aku diberikan rejeki sehingga bisa menunaikan ibadah haji. Selama masuk Islam sampai pergi haji, aku selalu menggerutu kepada Allah, “kalau Engkau, ya Allah, menakdirkanku menjadi seorang yang mukminah, mengapa Engkau tidak menakdirkan saya menjadi anak orang Islam, punya bapak Islam, dan ibu orang Islam, sama seperti saudara-saudaraku muslim yang kebanyakan itu. Dengan begitu, saya tidak perlu banyak penderitan. Mengapa jalan hidup saya harus berliku-liku seperti ini?” ungkapku sedikit sesal.

Di Masjidil-Haram, aku bersungkur mohon ampun, dilanjutkan dengan sujud syukur. Alhamdulillah aku mendapat petunjuk dengan perjalan hidupku seperti ini. Aku merasakan nikmat iman dan nikmat Islam. Padahal, orang Islam yang sudah Islam tujuh turunan belum tentu mengerti nikmat iman dan Islam. Islam adalah agama hidayah, agama hak. Islam agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Manusia itu oleh Allah diberi akal, budi, diberi emosi, rasio. Agama Islam adalah agama untuk orang yang berakal, semakin dalam daya analisis kita, insya Allah, Allah akan memberi. Firman Allah, “Apakah sama orang yang tahu dan tidak tahu?”

Sepulang haji, hatiku semakin terbuka dengan Islam, atas kehendak-Nya pula aku kemudian diberi kemudahan dalam belajar agama tauhid ini. Alhamdulillah tidak banyak kesulitan bagiku untuk belajar membaca kitab-kitab. Allah memberi kekuatan kepadaku untuk bicara dan berdakwah. Aku begitu lancar dan banyak diundang untuk berceramah. Tak hanya di Surabaya, aku kerap kali diundang berdakwah di Jakarta. Begitu banyak yang Allah karuniakan kepadaku, termasuk jodoh, melalui pertemuan yang Islami, aku dilamar seorang ulama. Beliau adalah Masruchin Yusufi, duda lima anak yang isterinya telah meninggal dunia. Kini kami berdua sama-sama aktif berdakwah sampai ke pelosok desa. Terjun di bidang dakwah tantangannya luar biasa. Alhamdulillah, dalam diri ini terus menekankan bahwa hidupku, matiku hanya karena Allah.


Pada kesempatan dua kali mengobrol dengan Ustadz Yassin, yakni
bersama dengan acara Silaturahmi Maret 2004 dan sekali kesempatan
ekstra mengikuti tadarus pada pekan berikutnya, beliau dua kali
memaparkan bahwa pada masa lalu, ajaran Islam dibawa oleh tindak-tanduk
pengikutnya. Para pedagang dari Gujarat atau belahan Timur Tengah
lain datang ke negeri-negeri tujuan dengan akhlak yang barangkali
hanya sekian persen dari yang dicontohkan Nabi Muhammad, namun sudah
mengena di hati orang-orang sekitarnya.

Ferry M Simatupang
menimpali pada salah satu pembicaraan itu bahwa di kalangan orang
Amerika saat ini muncul anggapan kalau mau belajar Islam
bukan dari pemeluknya, melainkan lebih baik
langsung dari sumber-sumber otentiknya.

Memang hal ini kesadaran yang lebih bagus — karena dengan
demikian dapat melihat lebih proporsional (bukan memisahkan) —
antara ajaran Islam itu sendiri dan perilaku pemeluknya. Di sisi
lain tentu saja hal ini menjadi tantangan bagi kaum muslimin sendiri
untuk menampilkan Islam yang “lebih mendasar”. Karena sudah banyak
orang jera dengan simbolisme yang hanya baju atau kulit.

Hari Ahad yang lalu, 21 Maret, di href="http://www.sltrib.com">Salt Lake Tribune, dimuat opini
salah seorang Mormon (Salt Lake terkenal sebagai “Kota Pemeluk
Mormon”) tentang Islam dan ajakan kepada pembacanya untuk
mempelajari lebih jauh agama yang href="http://www.sltrib.com/2004/Mar/03212004/commenta/149533.asp">“memiliki keyakinan tunggal, cinta, dan toleransi” ini. Termasuk
dijelaskan dengan bahasa sederhana pandangan tentang makna
sesungguhnya dari “jihad” dan kewajiban mengenakan hijab.


Tamu, tak seperti biasa….

Filed under Islam Aktual

Tidak biasanya pemandangan itu terlihat pada waktu shalat Isya di masjid Selwerd, tidak berapa jauh dari ?winkel centrum paddepoel?. Di bagian belakang tersusun kursi-kursi dengan rapi yang biasanya digunakan untuk duduk-duduk seperti berbuka puasa bersama. Setiap hari kursi tersebut terletak diluar ruangan utama. Kali ini lain. Ada apa gerangan ?.

Sebahagian jamaah sudah selesai melaksanakan shalat sunnah, sementara yang lainnya masih pada rakaat terakhir. Beberapa yang terlambat terlihat tetap memilih berdiri dibanding ikut shalat sunnah, karena tidak berapa saat setelah itu iqamah pertanda shalat berjamaah di mulai berkumandang. Di saat pikiran masih sibuk memperkirakan gerangan acara yang akan digelar, tiba-tiba datang serombongan ?warga bule? yang berjumlah 15 orang, 4 orang diantaranya berumur sekitar 35-45 tahun, selebihnya seusia siswa SMP atau SMA. Mereka mengambil tempat duduk pada kursi yang telah tersusun dengan rapi. Seorang jamaah dengan suara pelan menyambut kedatangan mereka sambil mengucapkan beberapa kalimat dalam bahasa Belanda. Seketika setelah itu mereka duduk dengan tenang tanpa ada sedikit suarapun. Iqamah pun berkumandang, sang Iman ? al-hafidz (hafal 30 juz Al-qurán) dengan suara murotal/bacaan Quránnya seperti lantunan Abdurrohman Sundaise yang sering kita dengar dari kaset rekaman atau browse internet ? mulai mengimami shalat.
Setelah shalat Isya berjamaah, seperti biasanya jamaah berdzikir dan shalat sunnah Isya. Saya sempat bertanya kepada pengurus masjid, dari mana para tamu itu datang. Sang pengurus menjelaskan bahwa mereka dari sebuah gereja di daerah Friesland (penghasil susu cap bendera yang terkenal di tanah air itu). Mereka ingin tahu lebih jauh tentang Islam dan bagaimana cara shalat. Tentunya setelah itu mereka mendapat penjelasan dari 2-3 orang jamaah sebagai pemandu. Tempat diskusi dipindahkan ke ruangan luar.

Di perjalanan pulang ingatan saya kembali tertuju pada diskusi kecil sehari sebelumnya bersama pak Ketua deGromiest, Pak Guru website serta astronom Bung Ferry. Diskusi yang diawali Bung Ferry tentang sebuah artikel seorang ?biolog? di jurnal science ? Jurnal dengan high impact factor itu ? yang bicara tentang kehidupan homo/lesbian, melebar ke berbagai realita Islam di Negara Barat. Beberapa bahan diskusi tersebut langsung kembali teringat setelah melihat ?kunjungan para bule? ke Masjid Selwerd. Salah satunya adalah telah dijadikannya undang-undang pelarangan simbol-simbol agama di wilayah publik oleh pemerintah Prancis. Rancangan undang-undang ini mendapat tantangan tidak hanya dari pihak Muslim tetapi juga pihak non-muslim sehingga gerakan penentangan ini menyebar ke hampir di seluruh penjuru dunia ini. Tak kurang Ulama kontemporer terkenal Dr. Yusuf Al-Qardawi mengirim surat khusus untuk Presiden Chirac. Undang-undang tersebut tidak membolehkan siswa/mahasiswa muslim menggunakan jilbab ke sekolah/perguruan tinggi. Perkembangan Islam yang cukup pesat di Prancis bisa jadi menjadi salah satu konsideran lahirnya undang-undang tersebut, tentunya dibalik semua itu Allah SWT lah yang mengetahuinya.

Mas Ismail sampai kepada sebuah ?analisa? bahwa Prancis sekarang sedang ber-eksperimen dan akan dilihat hasilnya dengan berjalannya waktu. Dan penentangan yang sedemikian kuat terhadap simbol agama itu (masalah jilbab yang paling menonjol) justeru akan menambah keingintahuan orang untuk memperlajari Islam, semakin kuat ?intimidasi, penyebutan teroris serta opini buruk lainnya terhadap Islam akan menambah deretan orang-orang Barat yang ingin belajar tentang Dienul Islam.

Realita ini banyak terjadi setelah terjadinya peristiwa 11 September yang fenomenal itu. Segera setelah runtuhnya gedung ternama dijantung kota Newyork ?WTC- itu, pemerintah Amerika menuduh kelompok Islam sebagai pelakunya. Terlepas adannya bukti atau tidak istilah teroris menjadi isu yang sangat kuat menjalar ke seluruh jagat ini. Semakin menambah kuatnya opini buruk orang-orang Barat terhadap Islam. Sebagaimana hukum alam banyak orang yang termakan oleh opini yang dibentuk serta disebarkan melalui media dengan teknologi canggih itu, sebaliknya juga banyak orang yang tidak begitu saja mempercayainya. Golongan ke dua inilah biasanya berusaha mencari tahu bagaimana sesungguhnya.

Bersamaan dengan gencarnya pembentukan opini kurang bersahabat terhadap Islam, banyak warga Amerika ingin tahu lebih jauh tentang agama Islam. Mereka datang kepada ulama atau sebaliknya mengundang ulama untuk menjelaskan kepada mereka. Salah satu yang sangat sering dipanggil dan didatangi untuk menjelaskan tentang agama Islam itu adalah seorang warga Negara Indonesia yang diangkat sebagai imam di salah satu masjid di kota New York. Ustadz Syamsil Ali demikan dia dipanggil, menjadi lebih padat jadwalnya dengan undangan untuk tujuan ini. Pria dengan umur masih kurang dari 40 tahun ini, diberikan kesempatan oleh Allah SWT menjelaskan tentang agama Islam kepada orang-orang yang ingin belajar.
Barangkali karena alasan itu juga pemandangan ahad malam itu saya saksikan, tapi tentunya saya tidak tahu persis?


Menambahi tulisan sebelumnya tentang daftar toko muslim halal.

1. Global Food

Menyediakan berbagai produk halal baik bahan mentah ataupun bahan siap santap. Juga tersedia buku resep masakan dari berbagai negara di dunia. Yang unik dari toko ini, penataan produk yang diperdagangkan berdasarkan asal negara seperti produk dari Afrika, Amerika, Asia dan lain-lain. Terutama di bulan puasa, toko ini sangat ramai dikunjungi oleh muslim/muslimah untuk menikmati makanan/masakan khas negara Arab yang tentu saja tidak gratis.

Lokasi: Vismarkt 48, Groningen (dekat Cantina Mexicana).

2. Avond Winkelen

Menyediakan berbagai bahan kebutuhan dapur halal sehari-hari. Juga tersedia ayam dan daging, buah-buahan segar dan makanan khas Arab. (Tapi terkadang di situ ada juga produk non halalnya, jadi perlu hati-hati dalam memilih barang).
Kartu telepon seperti Asia card dan lain-lain juga bisa diperoleh dii toko tersebut.

Jam buka: sebagaimana nama tokonya (avond winkelen), jadi toko ini buka sampai avond alias evening.

Lokasi: Poelstraat 47 (dekat sungai, masih di sekitar grote markt)

3. Toko daging Turki

Menyediakan daging segar halal.

Waktu buka: Selasa - Sabtu dari jam 09.00 - 18.00

Lokasi: Folkingestraat 51 A (dari arah Albertheijn Vismark menuju Zuiderdiep)

Semoga informasi ini bermanfaat.


Mencari daging halal, kartu telepon internasional yang murah (Silver Card, Asia Card, dll), toko yang buka hingga jam 12 malam, buka juga hari minggu, di Groningen? Mudah!

Ankara Market
Alamat: [xxx apa ya...]
Jual: daging halal, ayam, buah, sayur, kartu telepon internasional. Juga ada tempat penyembelihan kambing.
Buka: Tiap hari s/d jam 12 malam. Minggu juga buka kok.


Toko Masjid Selwerd
Alamat: Masjid Selwerd
Jual: daging halal, ayam, buah, sayur, kartu telepon internasional.
Buka: jam …

PS:
Mbak Heny, Wangsa, Bang Fahmi, Itob, Buyung, dll yang suka belanja, jika punya info alamat toko muslim ini, silahkan diposting di komentar. Akan ditambahkan di daftar ini. Maklum awak tak biasa belanja, maklum lah selalu dimasakin Om dan Tante Branratu :-)

Bung Ferry, kalau sempat jalan di depan toko2 ini, bisa dijepret fotonya? Biar lebih makin afdol dan nikmat sajian kita. Makasih ya..


Berita terbaru dari Muslim Consumer Group di US tentang beberapa produk kosmetik dan farmasi:

update: 9-1-2004

ORAL B DENTAL FLOSS & TOOTH BRUSHES ARE FREE OF ANIMAL DERIVED INGREDIENTS

Oral B tooth brushes and Dental flosses are not made with any animal derived ingredients.

update: 31-13-2003

Produk obat2at bebas alkohol dan komponen yang diturunkan dari hewan

Triaminic: semua sirup obat batuk dan tablet hisap lunak untuk anak2
Pediasure
Vicks
Halls

Data ini diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh organisasi ini terhadap produk2 tersebut di atas yang beredar di US.


Muslim Consumer Group, telah menyusun daftar lengkap tentang status E-numbers (hala, haram atau mushbooh alias meragukan) . Mudah2an ini menjadi rujukan yang bisa dipercaya secara ilmiah dan syariahnya.

silahkan kilk di sini: http://www.muslimconsumergroup.com/enumbers.htm

sebenarnya tidak hanya makanan yang masuk daftar, tapi juga kosmetik dan obat2an, tetapi sebagian produk itu beredar untuk kalangan US (sesuai domisili organisasi ini).

mungkin ada baiknya jika dalam setiap edisi buletin deGromiest mendatang, disisipi informasi mengenai status produk yang beredar di pasaran. Gimana tim redaksi????? Atau dibuatkan edisi khusus buletin deGromiest yang mencantumkan informasi tersebut yang sudah dikemas dalam bahasa indonesia, sehingga lebih mudah dan enak dibaca.

Apa perlu juga saya terjemahkan langsung dari sumber aslinya dan dimasukkan ke dalam serambi deGromiest, atau perlu juga rembugan dulu….monggo yang lain kasih masukan ya…..

wassalam,