Archives for “Hobby”

Melanjutkan cerita tentang perjalanan di andalusia, kali ini sy akan sedikit mengeksplore tentang keindahan kota Granada. Yupz, hari ketiga di spanyol kami habiskan di kota kecil yang terletak di sebelah selatan madrid ini. Berangkat dari girona airport Barcelona dan menempuh perjalanan selama 1 jam 30 menit menuju Granada. Kami tiba di Granada sekitar pukul 7 pagi.

Perjalanan dari Barcelona menuju Granada

Brrr… suhu pagi hari di sini cukup dingin, tidak sehangat di Barcelona. Namun hal ini sangat lah wajar karena Granada terletak di dekat pegunungan Sierrra Nevada. Meskipun sudah masuk musim semi namun pegunungan ini masih terlihat putih tertutup salju. Katanya sih, sierra nevada ini memang hampir selalu ditutupi salju sepanjang tahun, kecuali pada saat summer kali ya.

Sampai pagi hari di kota Granada

Dari airport kami langsung menuju ke hostel yang berlokasi tidak jauh dari pusat kota. Hostel yang kami tuju ternyata tidak jauh dari Albaijn, sekilas tempatnya seperti pemukiman orang arab. Nuansa timur tengah begitu terasa di sini. Hal ini tidak mengherankan, karena kota granada ini dulu termasuk dalam wilayah kekuasaan khilafah Islam Andalusia. Di sini kami juga menemukan mesjid, hehe. Ini adalah mesjid pertama yg kami temukan selama melakukan perjalanan di spanyol.

berjalan menuju hostel

beristirahat sejenak di depan hostel

Mesjid attaqwa

Hostel La Casa Maria

Selepas menyimpan barang2 di hostel, kami pun langsung mencari restoran untuk sarapan, dan tempat yang kami tuju tidak lain dan tidak bukan adalah kebab turki.

Sarapan kebab berjamaah

Tempat wisata yang dikunjungi di Granada ini adalah La Alhambra. Alhambra ini adalah simbolnya kota Granada, wajib hukumnya untuk dikunjungi, hehe. Alhambra adalah sebuah istana dan benteng yang merupakan peninggalan kekhalifahan islam. Alhambra ini dibangun pada masa pemerintahan dinasti nasrid yakni pertengahan abad 14.  Hal ini menjadikan Granada sebagai salah satu pusat budaya dan kota wisata terindah di spanyol.

La Alhambra Granada

Alhambra sendiri berasal dari bahasa arab yang artinya merah. Di beri nama demikian, karena pada malam hari bangunannya terihat kemerah-merahan. Kami mengunjungi istana alhambra sore hari. Sebenarnya ada dua jadwal kunjungan ke Al Hambra ini, yaitu kunjungan pagi sampai siang dan sore sampai malam. Setelah mengantri selama 3 jam, akhirnya kami bisa masuk ke dalam Alhambra tepat jam 10 sore menjelang malam.

Pemandangan di sekitar taman Alhambra

menunggu antrian beli tiket sambil makan kuaci

menunggu antrian masuk sambil foto-foto

saat-saat sebelum masuk ke istana Alhambra

Di Alhambra ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi, salah satunya adalah Nasrid Palace. Nasrid Palace merupakan tempat yang paling banyak diminati. Jumlah pengunjung yang bisa masuk ke palace ini pun dibatasi sekitar 100 orang, dengan waktu kunjungan hanya 30 menit sesuai jadwal. Nasrid palace merupakan istana yang sangat unik dengan arsitektur bergaya arabic-persian. Dindingnya dipenuhi oleh dekorasi yang sangat indah dan rumit yang menjadi ciri khas istana arab. Selain nasrid palace, juga terdapat Palace of Charles V. Palace of Charles V merupakan bangunan dengan gaya Renacentist. Istana ini dibangun oleh raja Charles V pada masa kekuasaan roman emperor.

Dari puncak alhambra ini kita juga bisa melihat pesona kota Granada dan bangunannya yang cantik, dengan latar belakang pegunungan sierra nevada yang indah. Pokonya jika teman-teman berkunjung ke Spanyol, sempatkanlah untuk mengunjungi Alhambra di Granada.

Night view of Granada city from Alhambra palace

Berikut ini adalah sebagian foto2 koleksi kami yang menunjukkan keindahan Granada dan alhambra-nya.

menuju alhambra

Pemandangan indah di taman Alhambra

Palace of Charles V

The red fortress

Alhambra Museum

The inside of Palace of Charles V

The inside of Nasrid Palace

Golden room of Nasrid Palace

Nice Siluette at Nasrid Palace

Arabic architectur of Nasrid Palace

Night view of Nasrid Palace

Mengabadikan momen berharga di Alhambra

Groningen, 18 April 2010

Irfan Prabudiansyah


Mengangkat tema perjalanan, kali ini sy ingin bercerita tentang pengalaman selama liburan easter kemarin. Sy bersama teman2 mengadakan perjalanan ke negeri andalusia, Spain. Kami menghabiskan waktu selama 5 hari di sana. Saat ini di Spain udah memasuki musim semi, suhunya berkisar antara 20-24 derajat celcius. Spanyol memang berbeda dari netherland. Cuacanya lebih bersahabat dan hangat. Di netherland saat ini suhunya masih berkutat sekitar 8-15 derajat dan lebih sering turun hujan. Semoga suhu di netherland semakin menghangat di bulan april ini.

Dua hari pertama di spanyol kami menjelajahi kota Barcelona. Barcelona merupakan kota terluas kedua di spanyol, dengan jumlah penduduk sekitar 3 juta jiwa. Banyak bangunan bersejarah di sini, kebanyakan di antaranya adalah Gaudi, yang merupakan hasil karya Antonio Gaudi, arsitek terkenal yang bergaya modernistik. Salah satu hasil karyanya yang paling terkenal adalah Sagrada Familia, sebuah bangunan yang berfungsi sebagai gereja. Bangunan ini terdiri dari empat menara yang sekilas mirip dengan empat jari tangan. Entah apa yang menginspirasi gaudi sehingga meramcang bentuk seperti itu. Hanya saja, jika dilihat desain-nya, Gaudi sepertinya sedikit terpengaruh oleh Eugene, arsitek prancis yang bealiran gothic. Bangunan lainnya yang juga merupakan ciri khas Barcelona adalah Barcelona Cathedral yang terletak 20 km dari pusat kota.

La Sagrada Familia

Barcelona Cathedral

Di Barcelona ini juga terdapat banyak taman indah yg bisa dikunjungi, salah satunya yg terkenal adalah Park Guel dengan luas sekitar 17 ha. Park Guel ini merupakan bangunan pertama yg dirancang oleh Antonio Gaudi. Sehingga tidak heran jika di taman ini dipenuhi dengan bangunan dan tembok2 dengan corak dan gaya modernism. Dari puncak park guel ini kita bisa melihat view kota barcelona.

The entrance of Park Guell

Park Guell

Park Guell

Tempat yang paling ramai di Barcelona adalah La Rambla. Tempat ini hampir dipenuhi oleh orang2 , baik itu warga lokal maupun turis. Tidak hanya di waktu libur, pada saat weekdays pun tempat ini hampir selalu ramai dikunjungi. Orang2 banyak menghabiskan waktu di sini untuk santai, minum, makan, dan juga belanja, karena di sini juga terdapat pasar makananan dan juga pasar souvenir. Di tempat ini pula kita menginap selama tinggal di Barcelona.

La Rambla yang selalu ramai dikunjungi warga

La Rambla activity

La Rambla activity

Barcelona juga tekenal dengan pantainya yang indah dan bersih. Dua pantainya yang terkenal yaitu Saint Sebastià dan Barceloneta beach. Kami sempat mengunjungi pantai barcelonita, pantainya cukup luas, indah, dan bersih.

The View of Barcelonita Beach

The View of Barcelonita Beach

Hal lain yang menarik dari Barcelona tentu saja adalah sepakbola. Di sini terdapat stadion Camp Nou milik Barcelona FC. Barcelona FC merupakan salah satu klub terkuat eropa saat ini. Namun sayang sejuta sayang kami tidak sempat masuk ke dalam stadion dan menikmati atmosfer keindahannya.

In front of Camp nou stadium

Berikut ini adalah sebagian foto2 tentang Barcelona hasil jepretan sy dan teman2.

Girona Airport, Barcelona

Barcelona nord park

Catalunya park

Park guell

Dua Guitarist st Park Guell

Cute kid at Park Guell

On the street

Barcelonita beach

Barcelona cathedral

Catalunya park

Laskar Kaki jebrag

Berpose at Park guell

Three masgetir

Lunch at Turkish restaurant

Dinner at La Cala ’spesial NASI GIGIH’ restaurant

Proper dinner at Pa Nino Place

Wajah-wajah kecapean dan kelaparan

Tidur berjamaah

rest in Hostel at La Rambla

Melanjutkan perjalanan

Groningen, 11 April 2010

-Irfan Prabudiansyah-


Berikut resep salad yang dipandu Mbak Cinthya Sopa pada acara silaturahmi muslimah yang diselenggarakan hari Sabtu, 14 Maret 2010.

1. Pear, Goat’s Cheese and Walnut Salad

Bahan:

- Buah pir, dipotong dadu

- Goat cheese, kulitnya dibuang, dipotong dadu (ukurannya lebih kecil dibandingkan potongan buah pir)

- Walnut, dicacah kecil-kecil

- Slamelange, dipotong kecil

Dressing:

- Extra Virgin olive oil

- Merica, black pepper lebih dianjurkan

- garam

Cara Membuat: Semua bahan dicampurkan. Olive oil, merica, dan garam ditambahkan secukupnya.

2. Greek Salad

Bahan:

- Tomat, satu tomat dipotong menjadi 4 atau 8 bagian, bijinya dibuang

- Timun, dibuang kulitnya, dipotong dadu

- Keju feta, dipotong dadu

- Bawang merah besar, diiris halus

- Zaitun hitam, dipotong kecil melingkar

Dressing:

- Extra Virgin olive oil

- Lemon (optional)

- Oregano kering

- Merica, black pepper lebih dianjurkan

- Garam

Cara membuat: Semua bahan dicampurkan. Bumbu ditambahkan secukupnya.

3. Salad Couscous

Bahan:

- Couscous, dimasak dulu sesuai instruksi di package.

- Seledri, dipotong kecil

- Tomat, dipotong dadu, bijinya dibuang

- Keju feta, dipotong dadu

- Daun mint

Bumbu:

- Extra Virgin olive oil

- Garam

- Merica, black pepper lebih dianjurkan

Cara Membuat: Semua bahan dicampurkan. Bumbu ditambahkan secukupnya.

4. Salad Buah Mangga

Bahan:

- Mangga (muda) Peru, dipotong memanjang

- Bawang merah kecil, diiris halus

- Cabe rawit, dipotong kecil

- Daun koriander

- Kacang

Dressing:

- Kecap ikan

- Perasan citrun

Cara Membuat: Semua bahan dicampurkan. Kecap ikan ditambahkan secukupnya.


Osterreich

Filed under Hobby, Traveling Club

Bagi para penyuka musik klasik maupun yang tidak terlalu nge-fans, tentu sudah tidak asing lagi dengan negara kelahiran Mozart: Osterreich atau yang lebih dikenal dengan nama Austria. Negara republik yang beribukota di Vienna ini berada di kawasan Eropa tengah, berbatasan dengan Jerman dan Ceko di sebelah utara, Slovakia dan Hungaria di sebelah timur, Slovenia dan Italia di sebelah selatan, serta Switzerland dan Liechtenstein di sebelah barat.

Mau menikmati suasana Eropa yang romantis? Mengunjungi tempat-tempat bersejarah dunia? Main ski di kawasan pegunungan Alpen? Atau mau ke perusahaan kristal ternama Swarovski? Austria-lah jawabannya.

Tinggal di utara Belanda tentunya tidak menghalangi niat untuk menjelajah dunia. Untuk kali ini tim ekspedisi rihlah deGromiest menjajaki tiga kota yang biasa dijadikan tujuan kunjungan di Austria: Salzburg, Vienna, dan Innsbruck. Sebagai mahasiswa yang umumnya akan lebih memilih sebagai backpacker, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari:

- rute perjalanan dirancang dan ditentukan secara cermat [tujuan wisata, termasuk estimasi waktu: jadwal buka tujuan wisata serta jadwal bis/kereta], berkaitan dengan lokasi hostel yang akan di-book ing serta estimasi tiket yang harus digunakan
- hostel sebaiknya dipesan min. dua minggu sebelum rencana travelling. Lebih cepat lebih baik karena memungkinkan mendapatkan hostel/apartemen murah. Hostel bisa di cari di hostelworld atau di hostelbookers. Harga per kamar/orang/malam berkisar antara 13-30 euro, dari yang private room hingga kamar dalam skala dormitory (mix dengan orang lain jika jumlah orang yang booking lebih sedikit dari jumlah bed di dorm itu).
- jika akan menggunakan pesawat, bisa di-booking jauh-jauh hari di skyeurope, easyjet, atau ryanair. Jalur darat bisa ditempuh bis atau kereta. Bagi pengguna Interrail global pass (jalur darat), sebagai kenang-kenangan akan mendapatkan USB stick 256 MB jika memposkan travel report, yang tentunya gratis biaya pos. Dengan Interrail global pass juga akan mendapatkan diskon tiket kereta 50% di negara asal. Misal jika dari Groningen dan akan memulai perjalanan menjelajah Eropa dari Leer (Jerman), maka hanya diperlukan tiket tambahan ke border terdekat: Groningen-Nieuwe Schans PP 9 euro.
- estimasi uang yang dibawa [untuk tiket tram, bis, museum, tujuan wisata, hostel, makanan, souvenir], misal untuk perjalanan delapan hari berkisar 300-500 euro. Pastikan membawa kartu debit dan kredit (bagi yang punya). Jika mata uang yang digunakan di negara tujuan bukan Euro [misal krone], akan lebih menguntungkan jika menarik langsung dari ATM [bebas biaya penarikan dengan nilai exchange rate bank yang lebih stabil].
- pastikan membawa paspor dan verblijf, serta handphone yang on dan berpulsa, karena dalam perjalanan melintasi border negara-negara EU biasanya ada polisi yang memeriksa kelengkapan dokumen. Sedangkan kalau menggunakan pesawat, pastikan liquid yang dibawa ke kabin maksimal per item 100 ml dan disimpan di satu tempat. Di mana pun kalau bertemu petugas, pastikan selalu menunjukkan ekspresi ramah.
- Kalau ber-kereta atau menggunakan bis, bisa mengisi waktu dengan membaca buku, mendengarkan mp3 player, atau mungkin bisa main kartu bridge, tentunya bersama cemilan bahkan mungkin akan ada yang memilih untuk tidur karena perjalanannya tentu tidak singkat.
- pastikan juga kamera selalu on untuk mengcapture momen-momen menarik, jangan lupa membawa charger HP maupun kamera jika berpergian lebih dari satu hari.

Let’s start with what can you see and get when you are in Austria (dari pengalaman tim ekspedisi):

1. Vienna

Kota yang indah, itulah Vienna. Banyak gedung-gedung tua artistik khas Eropa yang bisa dilihat keindahannya. Bangunan khas Eropa yang megah dan luas, dan tentunya bagi pemegang kamera SLR akan lebih “wah” lagi jika membawa lensa tambahan. Tempat makan alternatif yang bisa dikunjungi: kebab, Nordsee, Starbucks. Juga kenali tanda U berwarna biru sebagai stasion U-bahn terdekat dan akan lebih menguntungkan lagi kalau membeli tiket group Vienna: 48 jam sekitar 12 euro, berlaku 5 orang [CMIIW]. Tempat refreshing yang bisa dikunjungi: taman bermain Vienna (Wien Praten), yang konon menurut cerita, kincir di sana termasuk kincir tertua di dunia, selain itu permainan “Vienna Air” yang keren dalam menjelajah kota, cukup untuk membuat adrenalin meningkat, serta permainan lainnya. Selain itu kita bisa juga mengunjungi summer house istana raja (Schoenbrunn palace), pastikan kuat mendaki bukit yang tinggi … you really… really will have a nice view there. Di tempat ini ada beberapa guide tour dengan bermacam-macam admission fee, yang bisa dilihat di sini.


Jika punya waktu lebih di Vienna, bisa pula berkunjung ke Hundertwasser Haus, rumah yang dibuat dan dipercantik dengan tidak ada garis yang lurus (konsepnya mengikuti alam yang tidak ada straight line), sayangnya tidak diperbolehkan untuk masuk ke rumah itu, dikarenakan rumah itu dihuni oleh beberapa orang… tapi rumah itu dapat dinikmati dari luar maupun dari video yang diputar di kafe yang ada di bawah rumah tersebut. Keterangan lebih lanjutnya dapat dilihat di sini.

Gedung dalam kota, Vienna

Foto-foto Vienna lainnya dapat dilihat di sini.

2. Salzburg

The sound of music, jargon yang sangat terkenal di Salzburg, kota kelahiran Mozart. Transportasi utama dalam kota adalah bis, dengan harga 1.8 euro jika beli tiket di mesin, dan 2 euro jika membayar di bis. Kastil indah (Festung Hohensalzburg) di tengah kota menjadi tujuan utama kunjungan ke kota Salzburg, bisa dicapai dengan Festungsbahn, yang sudah include dengan tiket masuk seharga 10 euro jika masuk dari depan [Festungsbahn naik-turun], atau 8 euro jika masuk dari belakang [Festungsbahn turun]. Jangan lupa, jika keluar dari depan ada satu tempat yang sering dikunjungi orang-orang untuk berfoto dengan baju-baju zaman dulu (bergaya oldies), harganya berkisar 25 euro untuk dua foto [CMIIW] (sayangnya kita tidak bisa menggunakan kamera kita di sana).

Salzburg di malam hari

Foto-foto Salzburg lainnya dapat dilihat di sini.

3. Innsbruck

Bagi yang senang bermain ski, Innsbruck bisa menjadi pilihan tempat yang bisa dikunjungi. Kota ini bisa dikunjungi dari arah Salzburg maupun Munich sekitar 2 jam saja menggunakan kereta cepat (IC atau ICE). Lanskap pegunungan Alpen yang indah, suasana kota yang hidup, serta tempat belanja yang menarik. Kita juga bisa mengunjungi kristallwelten Swarovski, via bis shuttle dari Innsbruck Hauptbanhof (HBf) yang datang satu jam sekali. Area Alpen bisa dicapai via kereta nordkette. Untuk 3 zona Alpen, harga tiket nordkette sekitar 20 euro.

Lanskap Innsbruck

Foto-foto Innsbruck lainnya dapat dilihat di sini.

Sebelum pulang ke Groningen, bisa pula mengunjungi salah satu kota di Jerman, Munich misalnya (bagi pengguna kereta, seperti yang dilakukan tim ekspedisi kali ini).

Olympiazentrum saat perayaan tahun baru 2009

Jika penyuka otomotif, area museum BMW bisa jadi objek kunjungan di Munich, no entrance fee loh.



Semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

Tim rihlah dG


Arramel

Iseng sambil nunggu hasil kerjaan di lab nongol, coba upload kumpulan foto2 rombongan DeG yg ga sengaja ada di folder hard disk kantor (entah kapan lagi bs nongol disitu). Nah jadi buat yg ga familiar ama wajah orang2 di atas mohon maaf. Rombongan ini kurang lebih beranggotakan 17 orang dan memang meniatkan diri mo liburan pas summer ke negeri sebrang. Kebanyakan beranggotakan anak2 Spatial Science plus beberapa keluarga.

Selengkapnya…


Dalam acara Halal bi Halal deGromiest tahun 2007, Lala dan Malik membacakan puisi berjudul “Demi Matahari”, yang merupakan terjemahan dari surat Asy-Syams (Matahari) ke dalam bahasa Indonesia (Malik) dan Belanda (Lala).

Di Youtube, video ini telah ditonton sebanyak 2,295 kali (per 11 Nov 2008). Selamat menikmati:



Perjalanan ini aku mulai dari kota Koeln dengan menaiki kereta api super cepat Thalys. Aku dan kakakku berangkat dari Koeln jam 10 pagi dan kami tiba di station Gare du Noord, Paris jam 2 siang. Total perjalanan hanya 4 jam saja sedangkan jarak Koeln - Paris adalah 600 km. Dengan memakai perhitungan fisika sederhana, rata-rata kecepatan kereta Thalys trayek Koeln - Paris adalah 150 km/jam. Setelah tiba di station Gare du Nord, aku rangkul kakakku dan aku bilang, “We are in France my friend”, kakakku langsung protes, “my broer!”. Kemudian aku bilang, “Kalo aku bilang broer, situ yang enak sedangkan sini tidak enak, situ big brother sini little brother yang biasanya harus nurut sama big brother, so.. this time, I’ll call you my friend, then we are equal, okay?”. Kemudian kami menuju pusat informasi turis. Disana kami mem-booking hotel seharga 60 euro dan kami pun mendapatkan booklet yang berisi informasi tentang kota Paris dan informasi tentang transportasi-line di kota Paris seperti Metro dan Bus. Tempat-tempat touristic pun ada dan lengkap di booklet tersebut sehingga kami tidak membutuhkan buku tambahan lainnya. Setelah mendapatkan informasi tersebut kami pun turun ke underground untuk membeli tiket terusan mengelilingi kota Paris dalam dua hari. Tiket tersebut berharga 28 euro untuk dua orang, dengan tiket ini kami berhak menggunakan Metro dan Bus selama dua hari penuh di seluruh kota Paris.

Selengkapnya…


Aku berangkat pada hari Senin jam 10 pagi dari kota Eindhoven, Nederland, memakai kereta Intercity menuju kota Bonn, Germany. Aku dan kakakku berencana mengunjungi kakak ipar kami orang jerman yang sedang 6 bulan bekerja di kota Bonn, Germany. Kakak iparku bernama Michael Henk, namun dia dipanggil dengan nama Michelle oleh kedua orang tuanya. Perjalanan kereta memakan waktu kira-kira 3 jam. Dari Eindhoven ke Venlo, kemudian dari Venlo ke kota Muenchenglabach, dari Muenchenlabach ke Koeln dan dari Koeln baru ke Bonn. Di Bonn sudah menanti Mike, julukanku untuk kakak iparku, di peron kereta. Hari Senin itu kebetulan sekali hari libur nasional, paskah, di negara jerman sehingga Mike mempunyai waktu untuk menjemput kami. Kemudian kami diantar untuk berkeliling kota Bonn sore itu. Pertama-tama Mike bercerita bahwa di station kereta Bonn sangat tidak aman. Banyak sekali anak-anak mudanya yang mengedarkan ganja secara illegal. Memang di negara jerman ini, soft drugs tidak dijualbelikan secara legal seperti halnya di negara tetangganya, belanda. Saya sempat membaca suatu hasil riset yang meneliti tentang perilaku pemakaian drugs di negara-negara eropa. Walaupun drugs dijualbelikan secara legal di negara Belanda, tetapi percentage orang-orang muda belanda dalam memakai drugs terkecil bila dibandingkan dengan negara-negara eropa lainnya seperti Perancis, Germany, Italy dan Spain. Ternyata, barang yang dilarang mempunyai daya tarik yang lebih tinggi bila dibandingkan barang yang dijual bebas. Malah keuntungan lainnya dari penjualan bebas drugs ini adalah bahwa jumlahnya bisa dikontrol sehingga tidak over, selain itu pun pemerintah mendapat untung dari pajak yang dikenakannya. Pintar sekali negara belanda ini bah.

Di kota Bonn itu kita lanjutkan acara jalan-jalan keliling. Kita mengunjungi rumah Bethoven. Yak, benar sekali saudara-saudara sekalian. Bethoven lahir dan tinggal serta mati di kota Bonn. Malahan di kota Bonn ini, patung Bethoven didirikan secara megahnya dan menjadi simbol kota Bonn. Di rumah Bethoven, keajaiban terjadi. Kami bertemu dengan enam orang pelajar Indonesia yang kebetulan juga sedang menikmati sejarah Bethoven. Malahan, 3 orang pelajar Indonesia tersebut berasal dari kota Bandung, sehingga membuatku langsung ngomong bahasa sunda dengan mereka. Kan aneh yach, sudah jauh-jauh di negara jerman, eh, malahan ketemunya sama orang Indonesia lagi. Itulah, Tuhan Maha Kuasa dan Maha Berencana. Setelah capai berjalan-jalan dan becanda ria dengan orang-orang Indonesia itu, tak lupa tentunya aku minta nomor telepon gadis bandung yang belajar di kota Dusseldorf tersebut, kami berjalan pulang menuju kediaman rumah Mike. Disana ibunda Mike telah memasak ayam goreng untuk kami semua. Akhirnya sore itu kami makan sepuas-puasnya sampai perut kami kenyang tidak karuan. Hmm.. enak sekali rasa ayam goreng itu. Setelah makan malam selesai, aku, kakakku dan Mike pergi ke atas untuk beristirahat. Sebelum tidur, kami mengobrol tentang kondisi Indonesia. Mike bercerita bahwa di kota Bonn ini, yang dulunya bekas capital city negara jerman, banyak sekali diplomat-diplomat Indonesia petatang peteteng memakai mobil mercedes terbaru. Hatiku rasanya sakit mendengar hal ini karena aku merasa bahwa masih banyak orang-orang miskin di negara Indonesia yang setiap harinya untuk mencari makan saja sudah sulit, apalagi untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti baju, rumah, pendidikan anak, pensiun, kesehatan, boro-boro memikirkan refreshing, pergi ke bioskop atau pun makan enak di restaurant mahal. Malangnya nasib orang miskin di negaraku.

Keesokan harinya kami semua diantar oleh ayahanda Mike mengelilingi kota Bonn sekitarnya. Kami pergi dengan menaiki mobil Renault Scenic kepunyaannya. Mobil ini sangat bagus dan modern. Tidak pakai kunci, tapi hanya memakai kartu untuk membuka pintu dan menstarter mesin mobilnya. Semua peralatan elektronik di dashboardnya sudah memakai sistem digital dan tidak ada lagi manual. Kereen bo! Pertama-tama kami berkunjung ke atas gunung untuk bisa melihat kota Bonn dari atas. Ayahanda Mike sudah berumur 72 tahun tapi masih menyetir mobil layaknya umur 26 tahun saja. Dia pun masih kuat untuk mendaki gunung sedangkan aku dan kakakku sudah ngos-ngosan. Sesampainya di puncak gunung, ternyata ada restaurant kelas atas bernama Rolandsbogen. Bill Clinton pernah kesini waktu dia berkunjung di negara jerman. Ternyata restaurant ini ada sejarahnya, yaitu dulunya, sekitar tahun 1200, rumah ini kepunyaan seorang rider, atau knight. Waktu si Knight ini berangkat perang, istri si Knight ini mengira bahwa suaminya sudah mati di medan perang dan tidak akan pernah kembali lagi. Akhirnya istri si Knight ini memutuskan untuk menjadi biarawati dan dia pun turun gunung untuk memasuki sekolah katolik. Ketika si Knight ini pulang dari peperangan, dia mendapati istrinya sudah tidak ada lagi di rumahnya. Dan dia mendengar kabar bahwa istrinya berada di sekolah katolik yang dari puncak gunung itu bisa terlihat jelas ke bawah. Akhirnya laki-laki malang tersebut hanya bisa meratapi nasibnya dengan melihat sekolah katolik itu dari puncak gunung. Cerita yang mengiris hati, namun nyata.

Sigit Wahyunandika 126a.jpg

Dari puncak gunung tersebut kita melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja Mike, kakak iparku. Mike bekerja di toko sepeda besar di kota Bonn. Sepeda-sepeda di tokonya sangat banyak sekali. Tapi tidak ada merk sepeda-sepeda belanda. Tidak ada Batavus, Maxwel atau pun merk lainnya. Hanya merk terkenal jerman yang ada seperti Hercules, Kepler dan lainnya. Harganya pun jauh lebih murah dibanding sepeda belanda. Dan sekilas saya lihat, sepeda buatan jerman jauh lebih bagus kualitasnya. Tidak akan mudah rusak seperti sepeda belanda yang saya miliki. Sebagai contoh saja, sepeda terbaik belanda, batavus, harganya berkisar antara 800 sampai lebih dari 1000 euro. Sedangkan sepeda terbaik jerman, Hercules, hanya 400 euro saja. Memang edan harga-harga di negeri belanda ini. Sepulang dari sana, aku dan kakaku jalan-jalan sendirian di kota Bonn. Kami mengunjungi universitas Bonn. Memang indah sekali. Aku yang kebetulan senang dengan matematika, menyempatkan diri untuk mengunjungi museum Arithmeum yang kebetulan tidak jauh dari universitas Bonn. Disana adalah tempat bagi discrete matematik. Disana aku melihat alat-alat matematika yang dibuat pada zaman dahulu. Ada alat hitung abacus, ada batu yang ditulisi oleh bahasa mesir, ada alat fancy yang fungsinya aku tidak tahu. Ada alat hitung seperti komputer yang bernama millioner, dibuat oleh orang jerman yang bernama Otto Steiger pada tahun 1893. Alat ini berharga 3000 Swiss Franc pada saat itu. Salah satu fungsinya bisa untuk menghitung berapa dividend yang harus dibayarkan kepada investors. Ada juga IBM Mainframe Computer Maestro, S/390 G3 Enterprise Server, 10-Way-Parralel Processor, Nenek moyangnya computer jaman sekarang, namun komputer ini gede banget.

Tidak lupa di kota Bonn ini kami menonton film Miss Congeniality 2 yang dibintangi oleh Sandra Bullock. Namun sayang, dari awal film sampai akhir film tidak ada satu kalimat yang saya mengerti karena film ini didubbing oleh bahasa jerman. Ini yang saya tidak begitu mengerti. Negara yang superpower seperti jerman ini masih saja mendubbing film-filmnya dengan bahasa jerman. Kapan kalo begitu anak-anak mudanya belajar bahasa inggris? Padahal kalau saya berdiskusi dan berdebat ekonomi dengan orang-orang jerman tentang kapitalisme dan sosialisme, Adam Smith versus Karl Marx, bahasa inggris mereka jauh lebih bagus daripada bahasa inggris saya. Macam-macam saja negara jerman ini, macam-macam pula negaraku. Malam terakhir kami di kota Bonn, ayahanda Mike, ibunda Mike dan Mike beserta kami menonton video rame-rame. Video itu bercerita tentang kota Bonn di waktu setelah perang dunia kedua. Hancur lebur. Tidak ada gedung-gedung, jalan-jalan hancur dibom oleh sekutu. Namun yang mengherankan dan ajaib adalah kota Bonn dalam kurun waktu lima tahun saja sudah kembali seperti semula dan malah lebih bagus dan lebih maju lagi. Orang-orang kota Bonn sendirilah yang pada saat itu, termasuk ayahanda Mike, yang membangun dan membersihkan puing-puing kota. Mereka bekerja keras untuk membangun kotanya sendiri. Ada satu kebanggaan terpancar dari raut muka ayahanda Mike ketika beliau bercerita mengenai hal ini. Hal yang membuatku dan kakakku menjadi semangat untuk membangun kota kelahiran kami, Tasikmalaya, menjadi kota yang lebih tertib, lebih teratur dan lebih baik dari keadaan sekarang.

Kalau kita mau saja merenung sedikit, negara jerman pada saat setelah perang dunia kedua sudah sangat hancur lebur. Keadaan saat itu sangat parah. Negara tersebut kalah perang. Harus bayar ini dan itu. Namun yang tidak hilang adalah semangat untuk berjuang dan melawan. Mereka membangun kembali negaranya dengan semangat yang tinggi. Dan dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun, pulihlah negara jerman ini sedikit demi sedikit. Dan sekarang bisa kita lihat hasilnya. Negara jerman adalah salah satu negara adidaya di dunia. Kapan negara kita, Indonesia, negara yang kita cintai bisa seperti ini? Jawabannya tentu berpulang kepada kita-kita semua sebagai anak-anak bangsa. Mau dikemanakan negara kita? Mau dikemanakan negara ini bapak-bapak yang sudah duduk-duduk enak sekali di kursi pemerintahan? Sila menjawab di komentar di bawah ini. Silakan.

Sigit Wahyunandika 192a.jpg


Aku ingin berbagi cerita kepada teman2 semua mengenai perjalananku mengelilingi beberapa negara di Eropa. Perjalanan ini dimulai dari tanggal 26 Maret 2005 sampai dengan 31 Maret 2005. Hanya enam hari perjalanan, namun perjalanan ini sangat berkesan di hatiku. Perjalanan pertama aku lakukan dari kota Groningen ke kota Eindhoven. Disana aku bertemu kakak kandung yang bernama Sigit yang sudah dua hari satu malam menginap di tempat teman lamanya, Sinta. Sinta sudah 14 tahun tinggal di Belanda. Bahasa Belandanya pun sangat fasih. Namun begitu, budaya Indonesianya pun masih kental dan terlihat jelas. Ini terbukti waktu kita makan malam, spaghetti yang aku makan sangat pedas karena Sinta menambahkan sambal ABC banyak-banyak. Terpaksa tidak aku makan karena perut penulis tidak tahan pedas.

Keesokan harinya, aku dan kakakku dan Sinta dan temannya Sinta beserta anaknya berangkat ke Belgia memakai mobil kepunyaan Sinta. Kami menuju kota Eiper. Dalam perjalanan menuju kota Eiper, kami melewati kota-kota terkenal Belgia seperti Antwerpen, Brussel, Gent dan Brugge. Akhirnya setelah 3 jam perjalanan, sampailah kami di kota Eiper. Kami menuju Disneyland nomer duanya Belgia, yaitu Walabi. Disana banyak sekali terdapat mainan anak-anak dari mulai bom-bom car sampai roller coaster. Anak temennya Sinta senang sekali bermain dengan mainan-mainan tersebut. Namun aku tidak mampu mengikuti keinginan anak kecil karena setelah satu kali bermain teh poci putar, perutku sangat mual dan rasanya ingin muntah dan terpaksa berhenti saja.

Ada satu pengalaman menarik yang menggelitik hatiku. Yaitu ketika anak temennya Sinta ingin main salah satu mainan yang namanya aku tidak tau, dia salah masuk pintu. Dia masuk lewat pintu keluar bersama kakakku. Anak kecil tersebut beserta kakakku telah berada di depan mainan tersebut dan tinggal masuk saja. Namun si penjaga pintu tidak mengizinkan anak kecil itu dan kakakku untuk masuk mainan. Malahan si penjaga pintu tersebut menyuruh anak kecil dan kakak untuk kembali keluar dan lewat dari pintu masuk yang sebenarnya, bukan dari pintu keluar. Tentu saja ibu si anak kecil, Sinta dan kakak sewot. Karena memang tinggal satu langkah dari pintu mainan tapi disuruh keluar lagi. Tapi memang karena kejadian ini bertempat tinggal di Belgia dan memang ini adalah aturan Belgia, maka tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain menuruti permintaan si penjaga pintu. Aku bayangkan apabila kejadian ini terjadi di negaraku, mungkin saja anak kecil dan kakak sudah masuk mainan tanpa susah payah tanpa harus balik keluar lagi. Ada-ada saja Belgia, ada-ada saja negaraku.

Setelah berputar-putar kesana kemari di Disneyland keduanya Belgia, Walabi, akhirnya kami capai dan kami memutuskan untuk menengok tempat kerja suaminya Sinta, Henk. Henk bekerja di salah satu mainan yang besar dan memerlukan tenaga ahli yang harus mengupayakan agar mainan tersebut bekerja dengan baik dan benar dan yang terpenting aman. Henk sudah bekerja beberapa hari di tempat tersebut tanpa pulang ke rumah, ini yang membuat kita semua menengoknya. Apa saja yang dikerjakannya? Memang dia bekerja di mainan tersebut dan memang benar pekerjaannya dia sangat penting karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi Henk tidak bisa main-main. Karena perut sudah lapar dan keroncongan maka kita semua, tidak termasuk Henk karena masih harus bekerja, keluar dari Walabi dan mencari restaurant Chinese. Ternyata, restaurant Chinese di Belgia dua kali lipat lebih mahal daripada restaurant chinese di Belanda. Namun apa daya, perut lapar butuh makan dan makan butuh duit. Dengan berat hati diberikanlah uang untuk membeli makanan tersebut.

Sore harinya kami pulang lagi ke Eindhoven. Kami mampir di tempat temennya Sinta untuk mengantarkan temennya Sinta dan anaknya. Disini keajaiban terjadi. Saya bertemu dengan suaminya temennya Sinta dan ternyata 15 tahun yang lalu, aku pernah bertemu dengannya di kota Tasikmalaya di rumahku. Dia mengajariku bermain keyboard dan sekarang kami bertemu di Eindhoven. Memang segala sesuatunya di bumi ini sudah ada yang mengatur. Bukan saya yang berencana untuk bertemu dengannya, tetapi Tuhan telah merencanakan pertemuan ini, dan saya pun hanyalah sekedar menjalankan apa yang sudah ditakdirkan olehNya. Sungguh saya tidak punya kemampuan apa-apa untuk membuat hal ini terjadi. Namun takdirNya sudah pasti dan tidak ada seorang pun yang bisa melawan kehendakNya.

Sigit Wahyunandika 079d.jpg


Catatan pribadi yang dibagi-bagi dari sebuah perjalanan 2 hari ke Hertogensbosch. Karena kesibukan dan kehilangan ingatan, maka tulisan ini dbagi menjadi 2 bagian. Selamat menikmati “gaya tulisan lain si Buyung” ini.

Tidak seperti biasanya, akhir pekan kemarin (5-6 Feb) saya pakai untuk jalan ke luar kota. Ini dalam rangka memenuhi undangan seorang kerabat lama yang sudah sering mengajak saya berkeliling-keliling negrinya ini. Karena saya “sok sibuk”, tidak banyak tawarannya yang bisa saya penuhi, dan lebih banyak menghabiskan waktu kosong di tempat tidur atau di meja makan. Tapi kali ini menarik, sebuah sandiwara tiga babak yang dimainkan oleh sekitar 85 ribu penduduk kota ini!

Cerita dibuka oleh perjalanan saya ke Central Station Groningen, Sabtu 5 Februari. Menjadi istimewa, karena biasanya saya pakai sepeda namun kali ini memilih memakai bis. Bukan karena akan pergi cukup lama, sepeda saya butut jadi cukup berani ditinggal di stasiun dalam waktu lama. Tentu saja di taruh di tempat yang semestinya, dikunci, dan tidak lupa tawakal. Kali ini saya naik bis, karena takut jaket yang baru berumur 2 hari kotor karena cipratan lumpur dari ban sepeda belakang yang vleknya memang tidak berfungsi baik. Jaket kulit sapi lho!*

* Maaf, ini lelucon bagi kalangan terbatas. Dengan alasan keetisan, tidak diceritakan secara resmi, namun gosip silakan terus berlangsung.

Begitulah. Hilje, teman yang mengundang ini, mengatur perjalanan saya dari Groningen ke Hertogensbosch. Naik kereta jam 11.17am menuju Zwole, lalu ganti menuju Denveter. Nanti dia yang dari Enschede akan naik kereta menuju Hertogensbosch di Denveter. Bagi saya yang bukan petualang sejati, janjian di atas kereta ini cukup menegangkan. Bermodal percaya dengan jadwal kereta api hasil contekan ns.nl, ternyata sukses juga. Kami bertemu dan menghabiskan satu setengah jam dengan diskusi buku “da Vinci Code” karya Dan Brown.

da Vinci Code

Dalam kalangan sains, da Vinci memang dikenal sebagai seorang insinyur jenius. Salah satu karyanya yang kita nikmati sekarang adalah sepeda. Selain itu, da Vinci juga seorang religius dan seniman wahid. Beberapa karya masterpiecenya dipinjam Dan Brown untuk berfantasi ria dalam novel “da Vinci Code” tersebut. Saya melihat buku ini setipe dengan film “Ocean Twelve”, film yang mengumpulkan banyak bintang terkenal hanya untuk memainkan sekuel dari “Ocean Eleven”. Apa kesamaannya? Yaitu sama-sama mencoba mencampurbaurkan antara fantasi dan realita, mencoba mengaburkan batas dunia imajinasi dengan kehidupan sehari-hari. Entah kenapa, saya kurang cocok dengan konsep seperti ini; ada perasaan menolak dalam diri saya untuk tidak mau mencampurbaurkan fantasi dan realita. Ini seperti penolakan saya terhadap sains-fiksi: karena kebanyakan fantasi sains-fiksi ini tidak benar-benar berdasarkan sains. Contohnya: Hollow-man itu harusnya buta, atau wolfman harusnya juga berubah jadi srigala kalau kena sinar matahari, atau konsep wraptime dalam star-trek yang justru melanggar Relativitas Umum Einstein.

Tapi, terlepas dari fantasi Dan Brown yang meminjam karya-karya agung da Vinci, karya-karya tersebut memang indah dan menyimpan misteri. Misalnya, dalam “Madonna of the Rock”, Dan Brown menginterpretasikan Bunda Marya (atau Maryam) mengelus kepala tak terlihat. Dan Urel (saya tidak tahu siapa ini dalam sejarah Islam) menyentuh leher makhluk tak berwujud ini dengan telunjuknya. Yang paling mengagetkan, Jesus (nabi Isa putra Maryam) malah dibabtis oleh John (nabi Yahya) – bukan sebaliknya.

Dan tentu, yang paling sadis lagi adalah interpretasi dari “the Last Supper”, jamuan terakhir yang legendaris itu. Disebutkan bahwa sehari sebelum Jesus dibunuh, Kamis malam beliau diundang untuk makan malam bersama. Dari awal beliau sudah tahu akan dikhianati oleh salah seorang dari 13 sahabatnya, yang dipercaya adalah seorang yahudi. Pengkhianatan “the jewish’s kiss” sendiri ada beberapa versi, yang paling popluer mungkin yang difilmkan oleh Mel Gibson lewat “The Passion of Christ”. Dalam sejarah yang kita kenal, ketiga belas sahabat ini adalah laki-laki, yang oleh Jesus dibagikan anggurnya dalam sebuah “Cawan Suci”. Namun, da Vinci menggambarkan ada 1 perempuan dari 13 orang yang harusnya laki-laki itu, dan satu tangan tak berbadan yang menggemgam pisau! Oleh Dan Brown, perempuan ini disebut-sebut sebagai Mary Magdalena!

Di OeteldongCentral Station

Kereta sampai di Hertegonsbosch jam 2pm. Saya baru ingat kalau pernah ke stasiun ini, setahun yang lalu ketika jalan-jalan ke Eftelling bersama [link=www.degromiest]de gromiest[/link]. Keluar dari kereta, kita menyewa sepeda. Saya baru tahu kalau harus jadi anggota dulu untuk bisa meminjam. Keren juga, teratur. Keluar stasiun, langsung disambut oleh dominasi warna merah-putih-kuning, mirip warna fast foodMcDonal. Warna-warna itu ada di baju, celana, topi, mobil, spanduk, bendera, di setiap sudut mata memandang. Dan lebih hebat lagi, label besar ‘s-Hertogebosch Central Station dicoret dan diganti “Oeteldonk Central Station”. Wow, apa pula ini?

Saya hendak bertanya pada Hilje, tapi dia keburu ngajak saya makan dulu ke sebuah kafe dekat stasiun. Tentu saja saya tidak menolak ajakan ini. Ternyata intuisi makan saya lagi-lagi benar, hidangannya memang spesial: Bosch Ball. Katanya sih, ini kayak Sate Padang-nya Belanda lah, yaitu makanan yang sangat khas di Belanda dari kota ini. Bentuknya setengah bola, isinya whipcream yang dilapisi coklas setebal 5 milimeter. Sama sekali tidak sehat, tapi lezatnya maak… nyam nyam nyam. Perut lapar pun tetap lapar, karena minta tambah. Jadilah saya nambah, plus kopi panas menjadi EUR 6.

Perjalanan di lanjutkan ke rumah Charlotte, teman Hilje yang tinggal di Hertogenbosch. Selama perjalanan, terlihat persiapan kota yang sedang menyambut sesuatu yang besar. Saya bertanya sepanjang jalan pada Hilje, apa yang sedang terjadi. Tapi jawabannya kurang memuaskan, karena Hilje sendiri juga outsider.

Persiapan diri untuk Festival

Tanda tanya itu kemudian baru terjawab setelah sampai di rumah Charlotte. Sambil menyeruput teh panas dan menikmati pancake, Charlottepun bercerita. Daerah selatan Belanda memang dulu mayoritas Katolik. Empat puluh hari menjelang peringatan kebangkitan Jesus (hari raya Paskah), mereka berpuasa. Dan tiga hari sebelum puasa dimulai, kota-kota mayoritas Katolik mengadakan pesta penyambutan. Dan di Hertogenbosch pesta penyambutan itu tiga hari lamanya, dan untuk tahun ini dimulai hari Sabtu kemarin. Itulah yang kami lihat sepanjang perjalanan.

Pengorganisasian pesta itu tak tanggung-tanggung, menjadi bagian dari agenda pemerintah lokal. Tiga hari pesta itu dijadikan hari libur. Semua kalangan dilibatkan, semua sumber daya dioptimalkan, sukarelawan bekerja beberapa bulan sebelumnya untuk persiapan acara. Saya baca, sejak November tahun lalu mereka sudah memulai pengkondisian. Gila!

Sehabis makan siang, Charlotte mengajak kami jalan-jalan ke Centrum. Pertama mengunjungi perpustakaan dulu. Di Hertogensbosch tidak ada universitas, hanya beberapa collage. Jadi perpustaan publik mereka benar-benar menjadi jendela dunia bagi penduduk kota. Ramai sekali di sana. Saya sempat melihat ada rombongan anak-anak usia 8-10 tahun dipimpin seorang dewasa sedang asik diskusi. Kata Charlotte, itu adalah grup anak SD yang sedang belajar kelompok. Saya jadi cemburu, dulu waktu SD tidak pernah diajak ke perpustakaan oleh guru. Sampai SMA juga begitu. Sehingga saat kuliah budaya ke perpustakaan itu tidak ada. Kalau butuh buku, pinjam atau foto kopi. Makanya tidak heran, begitu kuliah di RuG, air liur menetes-netes saat masuk perpustakaan yang benar-benar merangsang otot mata dan otak untuk mengencani semua buku-buku di sana.

Di depan perpustakaan, ada katedral: St. John Cathedral, yang dibangun tahun 1475. Saya diajak masuk dan tur singkat. Menarik sekali. Ada banyak lukisan-lukisan, ornamen, dan patung-patung. Charlotte seorang guide yang baik, selain banyak tahu tentang sejarah agama (Islam, Kristen, dan Yahudi), dia juga pandai bercerita. Dia menjelaskan tentang air suci, sistem trinitas dalam Katolik, sembahyang dan berdoa, dan juga tentang saints dengan halonya. Diskusi the Last Supper-nya da Vinci dengan Hilje tadi terangsang untuk dibuka, tapi tentu tidak akan saya ceritakan di sini.

Sehabis dari sana, saya diajak ke pusat pembelajaan untuk membeli kostum pesta. Banyak sekali pilihannya, beraneka-ragam corak dan rupa. Saya tertarik untuk beli kostum monk. Saya jadi ingat game[link=http://aow2.heavengames.com/]Age of Wonder[/link]. Baju monk ini sederhana, merakyat, dan hangat. Cool. Tapi berhubung harganya sampai ratusan euro, akhirnya saya memutuskan membeli sweater lengkap dengan boneka kodok buat ditempelkan di belakang sweater. Apapun kostum anda, harus memiliki dua identitas: warna merah-putih-kuning, dan kodok!

Kok kodok?

Dulu, kota Hertogenbosch penuh rawa-rawa, dan banyak sekali kodok. Kodok ini menjadi simbol kota saat itu, sehingga terleknal dengan sebutan Kota kodok, atau Oeteldonk. Oetel adalah kodok, dan donk adalah kota kecil – dua kata ini dari dialek setempat.

. . . bersambung . . .


Backpacking Around?

Filed under Traveling Club

Oleh Tukang Bola (Ario) dan istri tercinta (Ratih)

Download file

Kuliah di Belanda kurang lengkap rasanya kalau belum mengunjungi negara sekitar. Maklum, negara-negara tetangga sudah tidak asing lagi di telinga kita. Nah permasalahannya adalah bagaimana cara mengunjungi negara-negara tersebut dengan dana dan waktu yang terbatas.

Untuk mengatasi masalah tersebut, coba susun skala prioritas. Pada kesempatan kali ini, saya (tukang bola) dan istri tercinta ingin sekali mengunjungi negara-negara eksotis seperti Spanyol dan Italia. Jadi prioritas utama kami adalah kedua negara tersebut. Tetapi mengingat luas dan biaya yang harus kami keluarkan di kedua negara tersebut, kami kecilkan lagi skala tersebut menjadi negara mana yang akan kami luangkan lebih banyak waktu mengingat keterbatasan waktu dan biaya yang kami miliki. Secara singkat, kami menyusun beberapa rencana sebelum berangkat agar biaya dan waktu perjalanan tidak melewati batas yang kami anggarkan yang ada dalam poin-poin berikut ini:

1.Rencanakan minimal dua bulan sebelum keberangkatan
2.Batas waktu yang kami miliki (misalnya 1-2 minggu)
3.Biaya yang kami miliki (misalnya ?550/ orang, all in)
4.Negara(-negara) tujuan (misalnya Spanyol, Italia) dan rute perjalanan
5.Bagaimana sampai di sana dan kembali (pesawat, kereta, bis) dan biaya
6.Tinggal di mana nanti (hotel, hostel/ pension, camping, youth hostel) dan biaya
7.Biaya sekunder (makan, transportasi dalam kota, tiket masuk museum, oleh-oleh)
8.Apa saja yang akan dikunjungi
9.Apa saja yang perlu dibawa terutama uang atau kartu atm
10.Re-check

Setelah menentukan batas waktu dan anggaran biaya total yang kami miliki, kami mencoba untuk mencari informasi mengenai negara-negara yang akan kami kunjungi melalui internet. Informasi-informasi tersebut adalah mengenai peta (untuk setidaknya mengetahui berapa luas kota tersebut), alamat kantor informasi turis di negara tersebut, dan daftar-daftar hostel di negara tersebut.

Setelah memperoleh informasi umum yang diperlukan, perburuan tiket pesawat murah kami lakukan. Untuk tujuan Spanyol dan Italia sebenarnya kami tidak merekomendasikan untuk menggunakan bis. Memang terkadang lebih murah tetapi trade-off-nya adalah waktu tempuh dan stamina yang terkuras karena duduk terlalu lama. Sedangkan kereta hanya kami rekomendasikan untuk tujuan Italia. Selain lamanya waktu perjalanan, biaya yang harus dikeluarkan jika hendak bepergian ke Spanyol dengan menggunakan kereta api sangatlah tinggi. Saya punya pengalaman ditertawakan oleh petugas NS saat menanyakan biaya kereta api ke Spanyol. Tanpa basa-basi petugas tersebut mengatakan “you better take the plane.” Karena ingin tahu saya tanyakan lagi berapa kira-kira biayanya. Edan! Sekitar 500 euro sampai Barcelona, belum lagi pergantian keretanya.

Pesawat
Diurutkan berdasarkan pengalaman atas kenyamanan (***).

Basiq air *** http://www.basiqair.com/
Transavia *** http://www.transavia.nl/
Ryan air * http://www.bookryanair.com/skylights/cgi-bin/skylights.cgi?language=EN

Budget air lainnya:
Easyjet http://www.easyjet.com/en/book/index.asp
Air Berlin http://www.easyjet.com/en/book/index.asp

Atau bisa juga melalui situs penjualan tiket online seperti:
ATP http://online.atp.nl/tc.dll?ac=return&tid=atpen
Vliegwinkel http://www.vliegwinkel.nl/default.aspx?language=EN

Dalam memilih pesawat perhatikan juga :
1.Waktu keberangkatan pesawat
2.Lokasi keberangkatan

Pengalaman saat nonton Euro 2004 di Portugal, pesawat Transavia berangkat dari Schiphol menuju Faro (Portugal) jam 7 pagi sehingga saya terpaksa tidur di bandara karena kereta paling pagi dari Groningen baru sampai Schiphol sekitar jam 8 pagi. Demikian juga di Roma Ciampino, saya dan istri harus tidur di trotoar yang berdebu dan dingin karena airport harus dikosongkan setelah jam 12 malam. Hal lainnya adalah biaya dari Groningen menuju kota keberangkatan. Contohnya Eindhoven, walaupun pesawat lebih murah beberapa sen, biaya kereta dari Groningen menuju Eindhoven akan lebih besar jika berangkat dari Rotterdam, misalnya. Tetapi hal ini juga ditentukan oleh ketersediaan pesawat. Pemesanan online dan kartu kredit adalah mutlak! Mengakalinya adalah dengan meminjam kartu kredit teman atau keluarga dan menggantinya dengan uang tunai.

Kereta
Tentu saja penghitungan biaya dimulai sejak dari Groningen, dengan demikian NS juga harus masuk dalam perhitungan biaya.

Belanda (NS) http://www.ns.nl
Italia (Trenitalia) http://www.trenitalia.com/home/en/index.html
Spanyol (Renfe) http://horarios.renfe.es/hir/ingles.html
Jerman (DB) http://www.bahn.de/pv/view/int_guest/subhome/international_guests.shtml
Dan lain-lain

Perjalanan antar kota dalam negeri dengan menggunakan kereta biasanya sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan bis. Jika hendak bepergian antar negara dengan menggunakan kereta sebaiknya pilih kereta malam sehingga bisa menghemat biaya penginapan. Biasanya ditawarkan tiket yang berlaku untuk beberapa waktu tertentu dengan biaya yang lebih murah (paket). Di Jerman, jika bepergian dengan 5 orang akan lebih murah jika dibandingkan dengan 1 atau 2 orang. Tiket kereta bisa dibeli langsung di loket atau mesin-mesin tiket yang tersedia di stasiun kereta. Jangan khawatir, pada umumnya mesin juga memiliki fitur bahasa Inggris. Penjaga loket pun pada umumnya mampu berbahasa Inggris.

Bis
Eurolines http://www.eurolines.com/

Pada umumnya perjalanan antar negara paling murah adalah dengan menggunakan bis (asumsi tarif normal). Hanya, konsekuensinya adalah waktu tempuh yang relatif lama. Seperti halnya kereta, bis juga menawarkan paket perjalanan dengan wilayah dan biaya tertentu.

Tempat Tinggal
Untuk memperlancar dan mempermudah perjalanan ada baiknya untuk memesan tempat tinggal jauh hari sebelum perjalanan terutama saat musim panas. Karena memang kami berdua dasarnya gila, kami tidak pernah memesan hostel sebelum berangkat. Alasannya karena kami tidak pernah bepergian saat musim panas dan kami selalu yakin untuk mendapat kamar ketika tiba di tempat tujuan. Gila kan.

Jika diurutkan dari yang paling murah, maka urutannya adalah sebagai berikut:
1.Camp site (biasanya camp site juga menyediakan kamar, bahkan private)
2.Youth hostel (mulai dari dorm hingga private)
3.Pension, budget hotel, dan kamar penduduk (khusus Portugal)
4.Hotel

Untuk mempermudah, link untuk melihat ketersediaan youth hostel adalah sebagai berikut:

http://www.hostelworld.com/
http://www.hostels.com/

Kebetulan, saat perjalanan ke Barcelona-Girona-Venice-Florence-Pisa-Roma-Paris, kami menemukan beberapa alternatif cukup murah untuk menginap:

Barcelona Usahakan dekat La Rambla. Yang kami tempati adalah rumah:
Ms. Jasmine, Calle Carassa 4 # 4.2, akses dgn metro Jaume I nomer HP (kode negara) 628049579

Venice Camping Fusina: http://www.camping-fusina.com/main.htm atau Casa Chiumento, Santa Croce 1465, San Giacomo dell’Orio, Corte Scura, nomer telepon (+41)5240054, email [email protected]

Florence Siggiorno Livi (Mrs. Livi), Sleep in Florence, Via Faenza #20, 50123, Firenze atau Siggiorno Burchi, Via Faenza #20, telepon (+41)55268481-414454, fax (+41)55268481

Rome Hotel dan hostel banyak ditemui di daerah dekat Termini Station Roma. Untuk list hostel dan hotel dapat meminjam dan men-copy dari saudara Buana Girisuta.

Paris Hotel dengan harga hostel adalah Formule 1 Hotel. Untuk booking dapat dilihat di:
http://www.hotelformule1.com/formule1/index.html sebaiknya ambil yang beralamat di Paris Porte de Montreuil (Metro line 9). Jika ingin lebih dekat ke pusat kota Paris silakan cari hotel atau hostel di daerah Gare du Nord. Lokasi ini juga berdekatan dengan La Fayette.

Perjalanan
Jangan membawa barang terlalu banyak. Barang yang umumnya dibawa:
Paspor (biasanya kami tinggal di kamar hotel) dan kartu izin tinggal
Dokumen perjalanan (bukti pemesanan dan tiket) dan ISIC card
Peta (bisa diambil di tourist information, usahakan yang ada nama jalannya)
Pakaian (kami hanya bawa 4 potong - termasuk yang dipakai selama seminggu, pakaian dalam, jaket, dll)
Makanan secukupnya (jika ingin menghemat jangan makan di luar terlalu banyak terutama di Italia yang ada ongkos duduknya! Makanan bisa beli di Aldi atau Lidl, atau di supermarket di tempat tujuan, roti perancis yang keras dan panjang itu menjadi pilihan yang bagus karena kerasnya dan tahan lama untuk mengganjal perut)
Obat-obatan (paling penting hansaplas untuk jaga-jaga kapalan atau lecet di kaki)
Peralatan dokumentasi (kamera dan atau handycam, jangan lupa chargernya, special untuk Itali memerlukan colokan listrik yang khusus)
HP (jangan lupa chargernya)

Jika memutuskan untuk melakukan perjalanan tanpa melakukan pemesanan hotel terlebih dahulu, sebaiknya simpan barang di tempat penyimpanan barang di stasiun kereta supaya tidak mencari hotel dengan beban yang berat. Usahakan untuk selalu berangkat pagi jika ingin melihat obyek-obyek wisata karena belum terlalu penuh dan tidak perlu mengantri untuk naik transportasi umum.

Barcelona Jika menggunakan Basiq air atau Ryan air dengan tujuan Girona, setelah mendarat silakan ambil bis dengan tujuan Girona airport-Girona (return ticket open date lebih murah jika kembali dari bandara yang sama). Dari Girona ambil kereta (Renfe) tujuan Barcelona. Pembelian tiket bisa dilakukan di loket maupun mesin tiket. Silakan minta yang paling murah (regional).
Di Barcelona, untuk mempersingkat waktu perjalanan silakan ambil tiket metro T-10 berlaku untuk 10 kali perjalanan.
Karena kami memiliki waktu dan keuangan yang terbatas, kami hanya mengunjungi Parc Guell (gratis kecuali museumnya), Sagrada Familia (tidak masuk karena menghabiskan waktu dan mahal), La Rambla dan sekitarnya, dan Port Vell. Jangan lupa makan Paella (nasi goreng seafood khas Spanyol). Kami mengunjungi sebuah restoran yang disarankan oleh Ms.Jasmine, lokasinya dekat tempat tinggal kami di Barcelona, sekitar Gothic Youth Hostel. Tempatnya bagus, mewah dari luar tapi harga makanannya tidak mahal. Untuk paella hanya max 10 euro. Katanya restoran ini tidak akan buka kalau mereka tidak mendapatkan ikan segar dari laut.
Jika masih ada waktu saat kembali ke Girona, jangan lupa untuk menyisakan waktu di kota tersebut. Kota tersebut merupakan kota tua Yahudi dan menurut kami sangat indah.

Venice Silakan naik water bus menuju Piazza San Marco pada saat matahari terbit dan berjalan kaki untuk kembali ke arah stasiun kereta melalui jembatan Rialto. Di Italia kami tidak masuk museum sama sekali karena harus bayar. Jangan lupa makan es krim saat di Italia!

Florence Kotanya sangat kecil dan merupakan tempat yang cocok untuk belanja barang bermerek maupun khas Italia (kulit). Tidak perlu menggunakan kendaraan umum untuk berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya. Kami tidak menghabisakan banyak waktu di kota ini karena menurut kami kurang menarik (berbeda tiap orang). Menurut kami Prato (selatan Florence) merupakan kota yang lebih indah karena terletak di pegunungan.
Jika masih memiliki waktu silakan mengunjungi Pisa karena letaknya sangat dekat dengan Florence dan tidak menghabiskan banyak waktu (obyeknya hanya menara Pisa).

Roma Roma adalah kota yang tidak bisa dikunjungi hanya dalam satu hari. Luangkan paling tidak dua hari di kota yang indah ini. Jika masih ada biaya silakan ambil Trampbus Open untuk mengelilingi kota Roma. Tiket berlaku selama satu hari (bis terakhir berangkat jam 8 malam). Karena kami hanya punya waktu satu hari di kota tersebut, kami mengkalinya dengan mengikuti rute Trampbus tersebut. Pertama-tama kami turun di Vatican, lalu kembali naik Trampbus dan turun di tempat dekat Spanish Steps (hanya bagus saat musim panas). Kunjungan berikutnya adalah Trevi Fountain (kalau mau lempar koin silakan). Menjelang sore, setelah tidur-tiduran di Termini Station, kami kembali naik Trampbus menuju tempat dekat Pantheon. Kami sengaja menunggu matahari terbenam di Colloseum dan Foro Romano. Kalau mau cepat dan murah silakan menggunakan metro.

Paris Metro adalah sarana transportasi paling ekonomis menurut pendapat kami. Memang cukup “ribet” tapi tetap saja gampang. Karena kami tinggal dekat Gare du Nord, kunjungan pertama kami adalah Sacre Coeur/ Mont Marte. Setelah itu kami mengambil metro dengan tujuan Louvre dan sekitarnya (jika ini adalah kunjungan pertama menuju Paris mungkin sebaiknya mulai dengan Notredam dan berjalan melaui Louvre/Camps Elysees menuju Arc de Triomp atau sebaliknya). Setelah itu kami mengunjungi Eifel (efek lampunya baru dan hanya menyala sekitar 15 menit setiap jam) melalui Defense hingga Trocadero. Kami tidak mengunjungi Versailles (musim panas sangat indah) karena jauh dan cuaca buruk.

Untuk lebih detailnya, kami membuat sebuat tabel (time table) dan biaya aktual perjalanan seperti yang tercantum di halaman berikut ini (Dari total pengeluaran yang dianggarkan, kami masih berhasil menekan pengeluaran sebesar ?61.11 di bawah anggaran pengeluaran kami):

Jika ada pertanyaan, bisa ditanyakan langsung lewat email [email protected], [email protected], atau telepon langsung HP (+31)645560107.

Time Table Spain-Italy-France, October 2004


Beberapa hari yang lalu pergi nonton film di Pathe, mendengar kalau ada film bagus, referensinya cukup lengkap. Bersama-sama dengan sebelas orang (didominasi oleh gerombolan Plutolaan) kita menonton Day after tomorrow. Waktu akan berangkat, tidak ada gmabaran sama sekali tentang film itu, pernah lihat iklannya di teve, mirip-mirip armagedon atau dante’s peak, lah ….

Sepanjang menonton pun perasaan apriori dan nge-judge sudah ada, typical film Hollywood, yaa, ceritanya sudah bisa ditebak toh: happy ending dan heroic, jadi karena sudah menebak akhirnya kaya apa, yang ditunggu-tunggu momen serunya saja. Walhasil, tidak seru !!!!! ngga ada perasaan thrill sama sekali, datar, ditambah alur ceritanya yang sangat lambat (membosankan). Memang sih, ada momen-momen menyentuh seperti saat sang ayah berhasil mencapai lokasi anaknya yang terkepung dalam jebakan suasana membeku di Manhattan, waktu sang ibu hampir mengorbankan dirinya untuk menunggui pasien kecilnya karena ketiadaan ambulance …. TAPI, ya, standar Hollywood, jadi kalau bahasa dugem bilang: Basi banget ngga sich ??? Mungkin momen-momen ini terkubur di antara hebohnya cerita mengenai bencana yang terjadi. Apa lagi, ya? Arogansi pemerintah dan unjuk kecanggihan teknologi Amerika, nda usah nonton film ini pun rasanya sudah tahu. kalau sekedar untuk menonton, ini film bagus, sayangnya dibuat dalam format yang sudah standar. Entertaining tapi tidak menyentuh ….. Buat yang nda suka science, bahkan, lebih mirip kuliah Klimatologi dari pada cerita tentang suatu bencana. Sempat kesal juga karena sewaktu sang professor membuat presentasi tentang arus teluk, indonesia sama sekali menghilang dari peta dunia yang ia tampilkan.

Namun ada satu pelajaran berharga yang bisa dipetik dari film ini, yang sangat tidak diduga. Sewaktu diceritakan tentang bencana yang terjadi, segera terlintas di kepala kalau Amerika dengan heroic bisa menemukan metode atau teknologi yang bisa menyelesaikan masalah tersebut, bagaimana pun caranya. Intinya, lagi-lagi heroisme Amerika. Di sini justru kejutannya ! Dalam film ini digambarkan bagaimana Amerika memang tidak berdaya melawan bencana ini, digambarkan bagaimana Amerika memohon pada pemerintah meksiko agar memberikan bantuan (well, you know hubungan Amerika dan meksiko…), bagaimana Amerika pada saat semuanya berakhir mengucapkan terima kasih dan penghargaan untuk negara-negara DUNIA KETIGA yang (kebetulan) tidak terkena bencana dan membantu Amerika (dan negara-negara belahan bumi utara lainnya). Cerita mengenai bagaimana kekuatan sebesar apapun di muka bumi ini tidak berdaya menghadapi murkanya Alam (yang bisa diartikan sebagai kekuasaan Tuhan). Berkaitan dengan ke-Tuhan-an, memang ada yang miss di sini. Tidak ada scene yang melibatkan agama (memunculkan pastor, pendeta, berdo’a de el el). Memang sempat terucap “let’s pray” atau “we can only pray” dan semacamnya, tapi tidak lebih dari itu.

Phew, semoga saja bentuk kearoganan Amerika yang terkikis dalam film ini bisa terwujud dalam kehidupan nyata.


Silaturrahim ke Delft

Filed under Sport Club

Kemaren, ya kemaren, tanggal 22 Februari 2003, deGromiest mengadakan kunjungan silaturahim ke saudara-saudara kita yang berada di Delft. Ini merupakan kunjungan balasan. Perjalanan, pertandingan, perbincangan, diskusi, obrolan, dan aktifitas2 lain yang dilakukan terasa sangat menarik.

Kunjungan ini diikuti oleh ismail, wangsa, khairul, itob, mbak heni, mas amal,bang fahmi, aryo, pak feri, mbak diana,bu marlin, puri, serta mantan ketua deGromiest Iman, dan juga tim anak2: rayhan, safira, dan fathiya. Berangkat pagi jam 8 dari Groningen, sampai di sana jam 11.30. Udara dingin yang sejuk langsung menyambut kami ketika keluar dari CS Delft. Agar darah tidak membeku, kami pun langsung menuju hall olah raga, yang jaraknya sepeminuman teh dari CS Delft.

Jam 12 siang, hall sudah siap buat acara ini. Temen2 muslim Delft, yang dikomandoi oleh Bung Hatami, satu per satu datang ke hall. Acara dibuka dengan perkenalan. Dari asal kota temen2 Delft yang hadir, kebanyakan dari Bandung. Mungkin Delft ini sangat favorit bagi temen2 Bandung (ups.. sara). Sementara temen2 dari Groningen, lebih beragam. Ada yang dari Riau, Padang, Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Bojonegoro, Jember. Tapi, lagi2 mereka afiliasinya juga dari Bandung (ups.. sara lagi). Untung masih ada Diana yang tetep cinta sama Yogya, ndak ikut2an Puri hijrah ke Bandung. Kalau ndak…

Pertandingan dimulai. Ganda Khairul & Ario melawan ganda dari Delft membuka pertandingan ini. Permainan cukup alot. Hampir 1 jam untuk dua seri. Setelah itu, ganda berikutnya, berjalan lebih cepat. Bahkan ada ganda, yang pemain pembukanya saja sudah bisa membubuhkan 9 point. Pertandingan cukup keras dan alot, hingga kaki pun ada yang keseleo, linu, lecet, dan tentu.. bau.

Untuk menyenangkan tuan rumah, tim dari Groningen mengalah. Beberapa set kita beri nilai seri, dan banyak yang kita beri kemengangan buat Delft. Kita cukup mengambil yang sedikit kemenangan saja. Ya, sedikit kemenangan sudah cukup buat kita bawa pulang, karena ada kemenangan lain yang menunggu, yaitu bebek peking.

Jam 4 sore, pertandingan selesai. Nah, acara selanjutnya adalah ramah tamah di rumah salah seorang sahabat kita di Delft. Para ibu dan anak dijemput dengan oto, sementara yang lain berjalan kaki. Jarak dari hall olah raga ke rumah ini kira-kira empat cangkir minum teh. Cukup jauh? ya.. dan asyiknya, kami disapa oleh para malaikat dan bidadari berwarna putih, yang turun melayang2 dari langit. Terasa celekit-celekit kalau mengenai kulit, hingga kami pun harus berjalan cepet-cepat jika tidak ingin kedinginan.

Selama perjalanan ke rumah tujuan, kami melihat bangunan2 kampus Delft yang modern. Di sebelah kanan kami, ada bangunan yang rasa-rasanya waktu mendesain, cukup arsitekturnya membuat satu desain bangunan, lalu dengan program AutoCad, ditekan lah tombol Ctrl-C, Ctrl-V, Ctrl-V, Ctrl-V. Empat bangunan moderen pun tanpak sangat mirip, berjejeran.

Akhirnya sampai juga. Saatnya untuk menyantap hidangan telah tiba. Di rumah sahabat kita ini, telah disiapkan soup daging kambing yang panas, mie goreng yang nikmat, ayam goreng, dan minuman2 menyegarkan lainnya. Kebaikan dan kerahaman tuan rumah sangat terasa, ketika tuan rumah tidak sabar untuk mempersilahkan kami menyantap hidangan. Untung, tuan rumah menyajikan hidangan di akhir pertandingan. Jika di awal, bisa dipastikan tim Groningen yang akan banyak memenangkan pertandingan.

SMP.. ? Ah.. jangan. Kita ngobrol dulu, berbalas pantun, guyon. Ada yang serius, ada yang guyon, ada yang tertidur capek, ada yang main-main dengan anak-anak. Pokoknya rame, ndak teratur di ruangan itu. Tapi semua gembira. Sebelum pulang, kami sholat maghrib dan isya, dijamak. Kalau ndak dijamak, sampe Groningen pasti udah tidak konsentrasi shalatnya. Pada kecapekan.

Kembali ke CS Delft, kali ini kami tidak berjalan kaki, karena sebuah mobil van dan sedan dengan sigap telah mengantarkan kami. Aku naik sedan bersama Mas Amal dan Bung Ferry, dianter oleh Bung Ikhwan. Tenteram sekali rasanya di mobil itu, mendengarkan nasyid yang meningatkanku untuk sholat selalu. Iya, sholat sepanjang waktu.

Aha.. hampir lupa, ada yang ketinggalan, yaitu tasnya Ario. Syukur, masih ada rombongan terakhir yang belum berangkat. Kayaknya Ario perlu banyak minum ginko biloba.

Tidak lama menunggu di stasiun, kereta yang akan membawa ke Rotterdam pun siap berangkat. Kursi banyak yang kosong, sehingga seorang bisa duduk di empat kursi. Rotterdam.. Rotterdam.. sebuah kota yang kami nantikan. Tidak sabar ingin sampai di sana. Ada apa?

Ya, benar, ada bebek peking.

Ah, betapa adilnya Tuhan. Selalu adil, seimbang, sempurna. Disatu sisi diberi bebek peking, di sisi lain tas berisi raket ketinggalan di kereta. Bung Ferry lupa membawa turun, karena memang sejak awal tidak jelas siapa yang bertugas membawa tas itu. Bung Ferry belum pernah bawa, jadi pas turun ya ndak inget kl pas naik bawa tas itu. Its oke.. itu lah indahnya keseimbangan.

Mas Amal dan Bang Fahmi musti langsugn pulang ke Groningen, ganti kereta, karena anak2 besok harus bangun pagi dan sekolah. Yang lain boleh melanjutkan perjalanan ke peking. Di sana, aku hanya bisa berdoa “Ya Allah, halalkan olehMu, apa yang Engkau hadirkan ke dalam diriku. Bismillah Arrohman Arrohim.. ”

Abis dari peking, jam 9 malam, perjalanan pulang dilanjutkan dengan kereta berikutnya. Perjalanan yang akan lama, 3 jam. Ada yang capek tertidur pulas, ada yang ngobrol, ada yang ngantuk-ngantuk ndak bisa bobok.

Selamat tinggal Delft, sampai jumpa lagi di Groningen/Enschede.. insyaAllah…


Sciermonikoog dan Andalusia

Filed under Traveling Club

Bosan gak sih kerja atau kuliah melulu..?
Pengen liburan dan sekedar membuang kejenuhan?

Nah…Travelling club kali ini mau mengadakan acara jalan-jalan…..
Yang pertama, tujuannya Belanda dan sekitarnya.
Gimana kalau ke pulau di sebeleh utara Belanda Schiermonikoog
Waktu : Maret/April 2004
bisa di lihat di : http://www.schiermonnikoog.net/schier/index.htm

Yang kedua, ini lebih jauh lagi ke Andalusia, Spanyol.
Waktu : Juli/Agustus
Ini ada artikel tentang Sejarah Islam di Andalusia, mulai dari
Penaklukannya s/d Kejatuhannya dari saudara Farhad

Bagi yg tertarik silahkan lihat di:
http://www.geocities.com/Athens/Parthenon/4482/andalusia.html

Nah bagi teman-teman yang berminat, buruan daftar di sini…..
Mungkin juga ada komentar atau saran-saran?


Batu

Filed under Puisi

Batu sungai
berwarna warni hidup
dimanakah …..

mengalir sungai ke hilir
membawa asa
hidup bagi batu hijau
kotoran, sampah …..
tiada keluh batu hitam

Batu terkikis air tenang
air mengalir menguak belahan hati
batu terkikis air tenang
bukan warna membuat habis

Batu hijau dalam sungai
tak mengeluh
batu hitam dalam sungai
tak menangis

tak pandang siapa mengalir
terkikis makna air
batu adalah batu

tegar yang lembut
garang yang sabar


Buta

Filed under Puisi

Sekedar tulisan beruntai saat tak bisa tidur walau sudah lepas tengah malam..

Ketika semuanya tak tersampaikan
Mata berurai air mata dan menengadah tangan
Ya Tuhan, mengapa semua yang aku usahakan tak menghasilkan

Dalam doaku
Janganlah Engkau uji aku dengan cobaan yang tiada mampu aku pikul
Lapangkanlah jalan dan permudahkan urusanku

Dalam kepasrahanku
Segalanya berasal dari Engkau dan ku kembalikan pada Engkau
Aku percaya ada rahasia dari segala keputusan-Mu

Mata melihat apa yang ingin aku lihat
Tubuh mengerjakan apa yang sudah akal rencanakan
Hati berharap cemas semoga segalanya berjalan baik dan tepat
Seperti yang sudah ku perkirakan

Betapa aku buta
Betapa aku sombong
Segala sesuatu dapat tak terlaksana
Mata bisa ditutup namun hati tak bisa berbohong

Terperangkap di tengah-tengah
Persaksikan ya Tuhan diriku yang pasrah
Berharap Tuhan mau mendengarkan
Dan akhirnya membukakan jalan

Keras kepala
Memohon Tuhan untuk mengabulkan doa

Keras kepala
Luput melihat karunia yang sudah ada

Keras kepala
Membutakan mata akan ridha Tuhan akan hasil yang tiada

Keras kepala
Memang keras kepala

Keras kepala
Aku seorang manusia

Bukan dewa
Hanya seorang manusia


Saya ingin menghadiahkan beberapa URL di bawah ini, silakan diklik (not harmful) dan coba selain dilihat layout-nya, baca materi di dalamnya:

  • href="http://www.topfx.com/cgi-bin/mixmaster.cgi?layouturl=nationalgeographic.com&contenturl=cafe.degromiest.nl">Cafe
    deGromiest “diliput” National Geographic (NG), sekaligus jadi
    obat suntuk bagi fans NG
  • Kata siapa CNN berat sebelah beritanya? Nah, tuh, mereka malah
    berbaik hati dengan href="http://www.topfx.com/cgi-bin/mixmaster.cgi?layouturl=cnn.com&contenturl=degromiest.nl">“CNN menampilkan
    Serambi deGromiest”
  • Atau sebaliknya, kita “caplok” saja href="http://www.topfx.com/cgi-bin/mixmaster.cgi?layouturl=cafe.degromiest.nl&contenturl=www.rug.nl">RuG menjadi bagian dari
    deGromiest.

Sekali lagi, simak dan baca informasi di dalamnya baik-baik.

Jangan terkecoh layout!

Selamat mencoba sendiri dengan lainnya.


Obat Suntuk

Filed under Obat Suntuk

sobary.gifIni obat suntuk, jika capek dan lelah di lab. Saya ambil dari tetangga sebelah, semoga tidak mengurangi “isi”nya, meski cuma “copy and paste”.

SUMUR KERING

Oleh: Mohammad Sobary

Pernah saya baca kisah seorang ahli bahasa terperosok ke dalam sebuah sumur kering. Ia tak bisa naik. Ketika tampak olehnya orang bertopi melongok ke bawah, ia berteriak minta tolong.

“Tolonglah, keluarkan aku dari sini.”

“Oke,” jawab orang bertopi itu. Ia seorang sufi yang
bermaksud mencari air minum. “Tunggulah sebentar, aku cari
tali dan tangga,” kata sang sufi lagi

“Huss, logika bahasamu salah,” teriak si ahli bahasa.
“Seharusnya kau bilang tangga, baru kemudian tali,” katanya
lagi.

Sufi kita, yang biasa berpikir tentang hakikat, tertegun
sejenak. Ia menyadari betapa tak mudah berurusan dengan
orang yang bisa cerewet mengenai persoalan “kulit” dan abai
terhadap perkara “isi”. Tapi kemudian ia menyahut lagi.

“Baiklah Bung, kalau dalam keadaan darurat begini kau masih
lebih mengutamakan kaidah bahasa ketimbang keselamatan
jiwamu, tunggulah lima tahun di situ sampai saya kembali
sebagai ahli bahasa.”

Sang sufi kemudian melangkah anggun menjauhi tempat itu dan
tinggallah ahli bahasa kita, termenung-menung menyesali
orientasinya yang sering kelewat teknis dalam menghadapi
persoalan hidup yang kompleks dan warna-warni itu.

Boleh jadi, ahli bahasa dan sufi dalam kisah ini tak pernah
ada. Kisah ini, dengan kata lain, bisa saja cuma sebuah
rekaan belaka. Tapi bahwa manusia dengan sikap dan pemikiran
seperti mereka itu ada di sekitar kita, sebaiknya tak usah
diragukan.

Saya pikir-pikir, kisah itu merupakan sebuah karikatur yang
pas buat dua orang tokoh di kampung saya: Haji Mangil dan
Kang Kamidin. Haji Mangil itu resminya imam masjid. Dalam
urusan doa-doa, selamatan dan aneka ritus agamis ia berada
di “depan”. Orang banyak telah mengkiai-kan dia. Tetapi
kekuasaan real Haji Mangil jauh lebih besar lagi karena ia
ternyata juga dominan secara politis.

Kang Kamidin sebaliknya. Ia tak “tampak”. Kehadirannya
dalam, dan absennya dari, pertemuan, misalnya, tak menambah
dan tak mengurangi arti apa pun.

Pendeknya, ia tidak “dihitung”. Ia bukan pengikut yang baik.
Diajak tahlilan tidak mau. Diajak Yasinan tiap malam Jum’at
sering mencolot diam-diam, karena tidak hapal surat Yasin.
Buat apa anggota macam dia?

Saya sendiri netral. Posisi “non-blok” ini membuat saya bisa
luwes berdialog dengan pihak mana pun.

Pernah suatu hari, setelah salat lohor di masjid, saya
bertanya pada “kiai” kita mengapa ia begitu menekankan
perlunya menghapal doa dan ayat-ayat.

“Kamu ini bagaimana, semuanya itu kunci pokok. Kita dilarang
melakukan suatu amal bila kita tak paham akan ilmunya.
Ngerti?”

Karena saya kelihatan belum mengerti, Haji Mangil pun
memberi contoh. “Bila tak paham ilmu, kita beramal, itu
ibarat tukang jahit memotong-motong kain seorang pelanggan
sebelum ditanya buat apa kain itu,” katanya.

“Dia potong buat jas, padahal pelanggan mau bikin celana.
Kan kacau jadinya?” kata Pak Haji lagi.

Saya tahu, Pak Haji menyindir Kang Kamidin yang rajin puasa
Senin-Kamis, rajin salat malam, tapi buta ayat dan doa-doa.

“Maksudnya, amal itu tak sampai pada Tuhan?”

“Jelas tidak. Amal begitu sama dengan surat tanpa alamat.
Surat sudah ditulis, sudah dimasukkan ke dalam amplop, sudah
ada prangko, tapi tak ada alamat. Ke mana tukang pos mau
menyampaikannya, coba?”

Pak Haji seorang formalis. Ia bangga bahwa Islam tegas
mengajarkan sikap disiplin. Berulang-ulang dia anjurkan
jamaah berdisiplin memegang waktu, agar dalam salat jamaah
ada di shaf paling depan.

“Shaf paling depan itu pahalanya paling besar: dapat unta,”
katanya. “Belakangnya cuma lembu. Belakangnya lagi kambing.
Nah, terserah kita. Mau pilih kelas unta apa puas dengan
kelas kambing,” katanya lagi.

“Kalau begitu berarti Pak Haji selalu dapat unta, dan orang
lain cuma kambing, mungkin malah cuma burung emprit,” kata
saya.

“Salah mereka sendiri, bukan, memilih kelas emprit?”

Para jamaah setuju seratus persen. Tapi Kang Kamidin, yang
tidak termasuk main stream itu, tentu tak akur dengan
“kalkulasi” tersebut.

“Ibadah ya ibadah,” kata Kang Kamidin.

“Maksudnya?”

“Ibadah itu bukti ketulusan hati. Jadi tak usah dikaitkan
dengan pahala.”

“Tapi pahala kan memang dijanjikan?”

“Ya, bagi ‘anak kecil’ yang menyapu demi hadiah permen; bagi
jiwa yang sujud demi pahala.”

“Apakah berarti Haji Mangil salah?”

“Kita tak punya hak menilai ibadah orang lain. Itu urusan
Tuhan.”

Saya pun bertanya, bagaimana sikapnya terhadap pandangan
“kiai” kita yang menganggap ibadah tanpa ilmu ibarat surat
tanpa alamat.

“Tuhan tak sebodoh tukang pos, Mas,” katanya.

Lama saya berpikir. Di balik kesederhanaannya itu terselip
kecanggihan. Ia tidak mau terperosok ke dalam “sumur kering”
penalaran yang serba formal dan teknis.

Oma Irama pernah bilang bahwa lagu-lagunya keluar dari hati,
dan pasti akan sampai ke hati. Kang Kamidin tampaknya
bersikap sama: ibadah yang tulus dari hati, akan ketangkap
juga oleh gelombang cahaya Tuhan, yang mahabesar kasihnya,
yang tak terhingga ampunannya, dan yang mahatahu pula,
betapa kita ini cuma boneka-boneka tolol, di mata-Nya.

Sumber: Kang Sejo


Biola Tak Berdawai

Filed under Movie Club

dewa-rinjani.jpgRESENSI (www.kalyanashira.com)

Di sebuah rumah bergaya arsitektur kolonial yang terletak di Kotagede, selatan Jogyakarta? Seorang perempuan berparas cantik mencium seorang anak. “Ibu sayang sama Dewa,” ujar wanita itu dengan penuh kasih sayang. Namun anak kecil yang berusia delapan tahun itu tak bergeming, seolah tidak mampu berinteraksi dengan dunia.

Perempuan yang berumur 31 tahun itu bernama RENJANI, yang telah meninggalkan kota kelahirannya Jakarta untuk mengubur masa lalu. Anak kecil itu bernama DEWA, yang dilahirkan dengan jaringan otak yang rusak berat. Selain itu, dia juga mempunyai kecenderungan autisme dan penyandang tuna-wicara. Tubuhnya kerdil, kepalanya selalu tertunduk ke bawah dengan pandangan mata yang hampa.

Dewa, yang telah diasuh oleh Renjani sejak berumur dua hari, adalah salah satu dari anak-anak penyandang tuna-daksa yang diasuh Renjani di Rumah Asuh Ibu Sejati, sebuah rumah yatim piatu yang dulunya merupakan rumah peninggalan neneknya. Biasanya, bayi -bayi yang menderita cacat berlapis-lapis ini dibuang oleh orangtuanya. Mereka umumnya adalah hasil hubungan gelap. Rata-rata mereka telah secara medis divonis umurnya tidak akan panjang.

Renjani selalu memperlakukan Dewa sebagai anak normal. Ia selalu bercerita kepada Dewa tentang kehidupan dan sering mengajak anak itu bepergian. Renjani percaya bahwa di dalam tubuhnya yang seakan tidak berdaya, Dewa mendengar semua yang diceritakannya. Dia mencintai Dewa, tidak rela bahwa sewaktu-waktu Dewa bisa meninggalkannya, seperti yang terjadi dengan anak-anak asuhannya yang lain.

Sewaktu mengubur seorang bayi yang meninggal, Renjani berkata : “Saya pikir setelah berulang kali mengalami kematian?saya akan terbiasa. Ternyata?masih sakit juga rasanya, ya Mbak Wid. Hati masih bisa sakit.” Mbak Wid mennjawab: “Hati memang teka-teki yang abadi. Terkadang kuat, terkadang lemah. Bayangkan perasaan Gandari? harus mengubur keseratus anaknya?yang gugur di medan Kurusetra?”

MBAK WID adalah seorang wanita eksentrik berusia 40 tahun yang berprofesi sebagai dokter anak yang tegas dan profesional. Wanita yang juga dikaruniai indera ke-enam itu memiliki kesamaan dengan Renjani, sama-sama mencoba melupakan masa lalunya. Dia juga selalu mencoba menyadarkan Renjani bahwa Dewa tidak memiliki kemampuan seperti yang dipercaya oleh Renjani. Namun Renjani tetap percaya bahwa suatu hari Dewa akan menunjukkan tanda bahwa dia mendengar semua yang dikatakan Renjani.

Suatu kejadian, mungkin membuktikan bahwa Renjani benar. Suatu hari, Renjani yang dulu pernah bercita-cita menjadi seorang ballerina, menemukan sepatu balletnya. Dipakainya sepatu itu dan dia menari untuk Dewa. Dewa mendadak mengangkat kepalanya, untuk yang pertama kalinya. Berpikir bahwa musik dan tari kemungkinan adalah terapi yang tepat untuk Dewa, Renjani mengajak Dewa menonton sebuah resital biola. Di sinilah Renjani berkenalan dengan BHISMA, mahasiswa jurusan musik berusia 23 tahun yang tengah memperdalam biola.

Persahabatan terjalin antara Renjani dan Bhisma. Bhisma mengagumi Renjani yang begitu mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak yang yang telah dibuang. Bhisma melihat Dewa dan bayi-bayi cacat lainnya sebagai ciptaan Tuhan yang indah tapi tidak diberkati dengan kehidupan yang berguna. Seperti sebuah biola yang tidak ada dawai-dawainya. Pada suatu ketika, Bhisma memainkan biolanya, mengiringi Renjani yang menari balet. Untuk kedua kalinya, Dewa mengangkat kepalanya seolah mengagumi apa yang dilihat dan yang mungkin didengarnya.

Ketiganya membentuk hubungan yang luar biasa yang mungkin saja bisa membuat ketiganya menemukan kebahagian dalam hidup mereka. Namun, masa lalu Renjani dan sebuah bencana mengancam dan merenggut kebahagian itu dari mereka.

Ini adalah drama kemanusiaan yang mengisahkan cinta lebih besar dari segalanya, bahwa cinta bisa membuat harapan yang tidak mungkin bisa menjadi kenyataan.

Film ini sudah mendapat penghargaan dari beberapa ajang festival international, seperti Festival Film Asia Pasifik dan Festival Film Intenational di Kairo. Film yang diproduksi oleh Kalyanashira ini disutradarai oleh Sekar Ayu Asmara, dibintangi oleh Nicholas Saputra (Bhisma), Ria Irawan (Renjani), Jajang C.Noer (Mbak Wid) dan Dicky Lebrianto (Dewa). Music dengan apic di arrange oleh Addie MS dan Victorial Phiharmonic Orchestra dan soundtrack oleh Seto Hardjojudanto.

Soundtrack, trailer dan screensaver bisa didownload di
http://www.kalyanashira.com/btb/download.html


The Last Samurai

Filed under Movie Club

sam_html_html_back.jpg Seseorang berjuang mati-matian, “in the name of honor”, “atas nama kehormatan”. Jika atas nama “kehormatan”, mengapa bisa sehebat itu? Sementara “in the name of God” sulit sekali? Apa itu “honor”? Mengapa bisa memberi tuntunan? Mengapa harus dipertaruhkan? Dimana “honor” dalam diri kita? Dimana “God” dalam diri kita?

Dari: http://www.lastsamurai.com

Captain Nathan Algren (TOM CRUISE) is a man adrift. The battles he once fought now seem distant and futile. Once he risked his life for honor and country, but, in the years since the Civil War, the world has changed. Pragmatism has replaced courage, self-interest has taken the place of sacrifice and honor is nowhere to be found - especially out West where his role in the Indian Campaigns ended in disillusionment and sorrow.

Somewhere on the unforgiving plains near the banks of the Washita River, Algren lost his soul.

A universe away, another soldier sees his way of life about to disintegrate. He is Katsumoto (KEN WATANABE), the last leader of an ancient line of warriors, the venerated Samurai, who dedicated their lives to serving emperor and country. Just as the modern way encroached upon the American West, cornering and condemning the Native American, it also engulfed traditional Japan. The telegraph lines and railroads that brought progress now threaten those values and codes by which the Samurai have lived and died for centuries.

But Katsumoto will not go without a fight.

The paths of these two warriors converge when the young Emperor of Japan, wooed by American interests who covet the growing Japanese market, hires Algren to train Japan’s first modern, conscript army. But as the Emperor’s advisors attempt to eradicate the Samurai in preparation for a more Westernized and trade-friendly government, Algren finds himself unexpectedly impressed and influenced by his encounters with the Samurai. Their powerful convictions remind him of the man he once was.

Thrust now into harsh and unfamiliar territory, with his life and perhaps more important, his soul, in the balance, the troubled American soldier finds himself at the center of a violent and epic struggle between two eras and two worlds, with only his sense of honor to guide him.

Kamis malem, 8 Jan 2003, di Pathe. Ticket service: Ican.


Shopping Places

Filed under Hobby, Links, ,

Informasi shopping places di netherlands or groningen. Sebelum Anda berbelanja bisa lihat2 mana yang sedang diskon besar2an dan kalau sedang cari2 barang tapi bingung di mana mesti beli.

Dari Mbak Heni:

Supermarket:
Aldi: www.aldi.nl
Konmar: www.konmar.nl
Kruidvat: www.kruidvat.nl
Trekpleister: www.trekpleister.nl
C1000: www.c1000.nl
alberthein: www.alberthein.nl
Edah: www.edah.nl
Etos: www.etos.nl

Selengkapnya…


Rekreasi ke Spanyol - Murah

Filed under Traveling Club

halo2….

ini buat yang berminat rekreasi ke spanyol, ada paket murah (pesawat + apartemen selama 8 hari) “cuman” 139 euro (+ tax 50).

berita selengkapnya bisa dilihat di: http://www.reisaanbiedingen.net/land/Spanje/AR3133
waktunya bulan januari 2004.

jangan bosan2 buka email dari seksi aabiedingan wae club. ini resiko dari penunjukan tidak resmi hasil pertemuan tidak resmi juga dari para pejabat deGromiest.

wassalam,
– Heni Rachmawati