Archives for “deGromiest”

Dalam acara Halal bi Halal deGromiest tahun 2007, Lala dan Malik membacakan puisi berjudul “Demi Matahari”, yang merupakan terjemahan dari surat Asy-Syams (Matahari) ke dalam bahasa Indonesia (Malik) dan Belanda (Lala).

Di Youtube, video ini telah ditonton sebanyak 2,295 kali (per 11 Nov 2008). Selamat menikmati:



Assalaamu ‘alaikum wr. wb.,

Berdasarkan hasil rapat internal KPU, yang berlangsung pada hari ini Rabu, 05 November 2008, bertempat di Beijum.

Mengingat : Telah selesainya periode kepengurusan de Gromiest 2007/2008

Menimbang : Perlu adanya kesinambungan kepengurusan de Gromiest periode selanjutnya
(2008/2009)

Memutuskan :
Perlu segera diadakan pemilihan ketua de Gromiest periode 2008/2009 yang Insya Alloh akan dilakukan pada silaturahmi bulan november pada tanggal 16 November 2008. Berdasarkan hasil rapat KPU pada tanggal 05 November 2008 di Beijum, ada beberapa bakal calon yang potensial untuk melanjutkan kepengurusan de Gromiest 2008-2009, antara lain :

Selengkapnya…


Assalamualaikum wr wb ..
DeGromiest mengundang rekan-rekan sekalian untuk datang ke acara silaturrahim bulanan deGromiest yang akan diadakan pada,
Hari/Tanggal : Minggu/16 November 2008
Jam : 13.30 CET
Tempat : Madoerastraat 8A
Agenda : Pemilu deGromiest
Untuk kepentingan konsumsi, silahkan mengisi daftar hadir pada database di sini.
wassalam,

-S. Riyadi a.k.a. Iging-
Ketua deGromiest


Rekening Galiro

Filed under Galiro, deGromiest

Bagi yang ingin mendonasikan uangnya untuk kemaslahatan umat silakan kirim ke:

Nomor rekening: P1087096
Atas nama: Galiro
Alamat: Groningen

Terima kasih sebelumnya. Semoga Allah membalas kebaikan hati saudara/i.

Tim Galiro


Galiro (Gerakan Lima Euro)

Filed under Galiro, deGromiest

Diambil dari blognya mas Ismail Fahmi
http://ismailfahmi.org/wp/archives/74

Jamu apa ini? Galian Rogo? Biar badan yang capek bisa segar bugar?

Dugaan anda tidak terlalu salah. Meskipun jauh berbeda namun ada miripnya. Yang satu ini untuk obat hati. Hati yang sempit karena belitan ekonomi semoga sedikit menjadi lebih lapang. Juga sebaliknya, hati yang tidak tenang karena terlalu banyak uang semoga bisa lebih bahagia setelah mendermakannya. Itulah Galiro, singkatan dari Gerakan Lima Euro.

Ide gerakan yang dimulai oleh mahasiswa Indonesia di Groningen ini sebenarnya sangat sederhana. Siapapun bisa memikirkan dan menjalankannya. Setiap bulan, secara rutin kita menyisihkan (bukan hanya disisihkan saja, tapi kemudian dikumpulkan ya) sebagian uang ke sebuah pundi. Jumlahnya tidak terlalu besar, hanya seharga satu porsi kebab. Sebuah angka satu digit tanpa nol, lima Euro saja. Jumlah ini kalau ditransfer ke Indonesia berubah jadi besar sekali, tambah empat nol di belakangnya. Di sana bisa digunakan untuk membeli lebih banyak kebab (kalau ada), atau agar lebih berguna, untuk membantu saudara-saudara kita yang tidak bisa membayar biaya sekolah, atau yang terkena musibah seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Yang terakhir ini sepertinya sudah menjadi langganan yang tidak pernah diharapkan oleh siapapun.

Penggalangan Dana

Bagaimana lima Euro itu terkumpul dalam satu pundi amal? Dan yang lebih penting lagi: konsisten? Mudah sekali. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi Internet lewat electronic banking, mahasiswa (dan siapapun yang ingin menjadi donatur) cukup memerintahkan Bank untuk mentransfer lima Euro setiap bulan ke rekening Galiro nomor P1087096 di POST BANK Groningen. Mereka juga bisa menentukan kapan Bank harus berhenti mentransfer (misal karena harus kembali ke Indonesia). Cara lain adalah membayar tunai ke bendahara pada saat pertemuan bulanan (biasanya saat pengajian bulanan). Agar tidak pusing karena harus ingat membayar tiap bulan, kebanyakan mereka membayar di muka misal 50 Euro untuk sepuluh bulan ke depan.

Tidak lebih dari 7 bulan sejak pertama kali secara resmi dibuat pada Oktober 2005, pundi amal Galiro kini telah berisi 1.669,19 Euro. Kok ada ekor 19 Euro-cent? Ternyata bukan hanya mahasiswa dan orang dewasa yang menjadi donatur. Anak-anak pun bisa diajak belajar mencintai anak yatim dan orang miskin. Di Belanda mereka tidak bisa melihat rumah kumuh dan anak-anak miskin. Di sini rumah bagus-bagus. Sehingga, untuk menumbuhkan jiwa sosial, mereka diajak memberikan sebagian uang tabungannya kepada anak-anak miskin melalui Galiro. Misalnya Malik—anak salah seorang mahasiswa di Groningen—pada ulang tahun ke empat membuka tabungannya dan memberikan 12.19 Euro buat teman-temannya yang miskin di Indonesia.

Sebanyak 55 orang donatur telah menyalurkan sumbangannya ke pundi Galiro. Sebagian besar mahasiswa, namun ibu rumah tangga dan anak-anak juga ada di antara daftar penyumbang. Cukup banyak yang menjadi donatur tetap (mentransfer secara otomatis melalui bank) atau yang membayar di muka untuk beberapa bulan ke depan (hingga masa studinya habis).

Dana juga dapat dikumpulkan secara kreatif, tidak hanya mengandalkan pemasukan dari donatur. Misalnya, Palmira, seorang mahasiswa Master di Universitas Groningen, membawa puluhan kerudung batik dari Indonesia saat silaturahmi bulanan. Dia jual 5 Euro per potong kepada teman-temannya. Sedikitnya 14 potong terjual dan menghasilkan 80 Euro untuk dicemplungkan ke pundi Galiro. Ide lain adalah dengan menjual kue dan makanan ke masyarakat Indonesia di Groningen. Di kota ini ada perkumpulan keluarga asal Indonesia yang mengadakan silaturahmi tiap bulan. Bude Nanie, salah seorang anggota perkumpulan tersebut, mengatakan bahwa peluang jualan ini cukup besar. Syaratnya, Galiro sebaiknya menjadi yayasan terlebih dahulu.

Penyaluran

Jika ditanya tentang siapa yang berhak menerima dana dari pundi Galiro, ibaratnya kita menebarkan dengan mata tertutup dan dana itu kemungkinan besar sampai ke orang yang membutuhkan. Krisis ekonomi yang belum mereda serta bencana alam yang rutin menyambangi Indonesia telah menghasilkan semakin banyak orang yang hidup di bawah garis kemiskinan serta yang membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, dana yang tidak seberapa dibanding dengan kebutuhan tersebut difokuskan pada program pendidikan dan untuk membantu korban bencana alam.

Pada bulan November 2005 Galiro menyalurkan 300 Euro (Rp 3.526.200) kepada 14 orang mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta penerima beasiswa Etos Dompet Dhuafa. Penyaluran kedua pada bulan Januari 2006 sebesar 250 Euro untuk infaq pendidikan dan penanganan bencana di Jember dan Banjarnegara. Laporan penerimaan dan penggunaan dana ini bisa dilihat secara transparan di situs Galiro.

Saat ini sedang dipersiapkan penyaluran rutin ke pos lain seperti untuk program adik asuh (2-4 orang) usia SD sampai SMA di Bandung bekerjasama dengan Ikatan Alumni deGromiest. Galiro juga sedang menjajaki kerjasama dengan Pusdakota (Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan) Surabaya untuk program CONFIDENT (Center on Difable Community Development and Empowerment) yang berupaya mendorong terwujudnya integrasi total kehidupan komunitas Difable dalam masyarakat yang mampu mengembangkan potensi dirinya dan mampu memberikan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat. Program ini dimotori oleh Bahrul Fuad, seorang master alumni program NOHA (International Humanitarian Action) di Universitas Groningen.

Gerakan Kemanusiaan

Meskipun Galiro dilahirkan dalam lingkungan mahasiswa muslim Groningen (deGromiest), namun gerakan yang sedang dipersiapkan menjadi sebuah yayasan ini tidak membawa label agama tertentu. Gerakan ini adalah gerakan kemanusiaan, siapapun bisa memanfaatkannya untuk membantu atau mendapatkan bantuan.

Yang penting untuk disebarluaskan dari Galiro ini adalah semangat untuk membantu sesama melalui pengorganisasian hal-hal yang mudah dan sederhana. Mencari siapa yang akan menerima dana bukanlah hal yang sulit (yang penting adalah transparan dan ada laporan jelas). Yang menjadi tantangan tersendiri dalam organisasi ini adalah pengumpulan dana: Bagaimana kita bisa mendapatkan donatur dan pemasukan rutin sebanyak mungkin namun tetap dilandasi oleh keikhlasan. Jika semangat ini bisa direalisasikan di kota-kota lain di Belanda, tentu jumlah pundi akan semakin banyak (semoga juga jumlah isinya). Untuk itu, dalam Kajian Islam Intensif Akhir Tahun (KIIAT) yang diadakan di masjid Ridderkerk Rotterdam pada akhir 2005 Galiro diperkenalkan kepada peserta yang hadir dari kota-kota lain di Belanda. Mereka berencana membentuk Galiro-Galiro di tempat masing-masing.

Mari kita mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai sekarang juga.

Kontak Galiro

Situs web:
http://galerigaliro.multiply.com

Bank:
Galiro
P1087096
POST BANK Groningen


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Teman-teman, berikut ini email dari Ibu Widyani dari RZI mengkonfirmasi penerimaan donasi Galiro kepada mereka
From: widyani rochmatin 
Subject: <update-donasi> Dana sosial GALIRO - September 2008 - RZI
To: eko hardjanto
Date: Monday, September 8, 2008, 10:02 PM
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
 
Pak eko, pak teguh, pak fean dan seluruh pengurus GALIRO
Belanda yang di rahmati Allah. Selamat menunaikan ibadah
shoum ramadhan semoga amal ibadah kita di terima di sisi
Allah. amin..amin..
 
Barakallahufiik jazakallahu khairan katsiro Ya Allah
limpahkanlah keberkahan dan lipatgandakanlah rezki kepada
selurh muzakki di GALIRO Belanda atas zakat, infaq sedeqah
yang di tunaikannya, dan jadikanlah Ya Allah sebagai amalan
sholeh yang berlipat pahalanya seperti yang telah Engkau
janjikan di bulan mulia ini, amin..amin Ya Robbal Allamin.
Alhamdulillah amanah donasi GALIRO sudah kami terima dan
akan kami sampaikan kepada mustahiq yang berhaq sesuai
dengan amanatnya yaitu untuk Ifthar dan Dana bantuan
bergulir mikro syariah ada kelebihan donasi Rp. 8000 kami
masukkan dalam infaq.
 
Terima kasih banyak atas kerjasama dan kepercayaan yang disampaikan, semoga Allah mengekalkan silaturahmi baik ini sebagai ukhuwah yang membawa banyak manfaat untuk ummat.amin
 
Wassalam
Widya
Konsultan RZI
http://www.rumahzakat.org


Berikut petikan email konfirmasi dari pak Tommy selaku wakil PKPU perihal donasi Galiro utk periode Juli-Agustus dan Sep 08.Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Saudara-Saudara Kami di GALIRO yang kami cintai dan hormati,

Semoga Ramadan ini menjadi ladang amal dan menjadikan kita insan yang lebih baik dan bertaqwa.

Terima kasih sebelumnya kami ucapkan untuk dukungan dan kepercayaannya kepada PKPU selama ini. Berikut kami sampaikan copy tanda terima donasi yang disampaikan GALIRO ke PKPU untuk yang membtuhkan dari bulan Juli, Agustus dan September.

Mohon maaf sebelumnya karena tertundanya pengiriman tanda terima karena adanya perbaikan sistem keuangan kami.

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih dan jazakumullah khairan katsiron.

Wassalaam,

Tomy Hendrajati
Direktur Urusan LN


GONG 2005/2006

Filed under Agenda deGromiest

Assalamu’alaikum wR wB.

Acara silaturahim bulan September tidak hanya merupakan titik temu bagi pada veteran deGromiest, juga ajang kenal dengan pada kaum anshor yang baru hijrah ke negri Groningen. Acara silaturahim kali ini sangat istimewa karena didalamnya telah dihasilkan berbagai putusan penting yang sangat menentukan gerak langkah de Gromiest ke masa mendatang.

Keputusan penting yang berhasil diambil pada malam hari Sabtu tersebut adalah:

1. Penetapan AD/ART de Gromiest
Setelah melewati masa iddah, dengan kesepakatan hadirin pada waktu itu, AD/ART de Gromiest secara resmi ditetapkan. Master Indra akan mengunggah AD/ART de Gromiest ke café dalam waktu dekat ini.

2. Pemilihan ketua de Gromiest baru
Dalam forum diskusi tim KPU (Komisi Perwakilan Ummat) dalam pemilihan ketua de Gromiest, ditelurkan tiga (3) nama kandidat ketua de Gromiest yang kemudian dijadikan formatur dalam proses pemilihan. Para kandidat ketua adalah:
- Agus Purwoko (pak Agus)
- Eko Hardjanto (mas Eko)
- Febdian Rusydi (SBY)
Berkat kearifan dan kebijaksanaan masing-masing anggota formatur, akhirnya melalui musyawarah, terpilihlah pak Agus sebagai ketua baru de Gromiest yang didampingi oleh mas Eko dan SBY sebagai wakil-wakil ketua.
Kepemimpinan yang baru diberikan waktu hingga tanggal 17 Ramadhan untuk membentuk kepengurusan dan untuk sementara waktu, de Gromiest tetap berjalan sebagaimana biasanya dipimpin oleh trinitas pra-demisioner.
Dengan terpilihnya ketua baru, maka SBY sebagai ketua KPU diberhentikan dengan hormat dan mandat telah yang diberikan secara resmi dicabut kembali.

3. Pemilihan ketua GPR
Dalam acara silaturahim pula alhamdulillah telah diangkat ketua Gerakan Perindu Ramadhan melalui pemilihan aklamasi dan kesediaan Nandang Mufti (mas Nandang). Ketua terpilih ini akan segera menyiapkan agenda kegiatan selama bulan Ramadhan yang sudah sangat dekat.

Demikianlah keputusan-keputusan yang telah diambil dan kami mengucapkan selamat bertugas kepada para ketua terpilih, dan berterima kasih kepada para warga de Gromiest yang telah menyaksikan drama alih kekuasaan tak berdarah ini.

Groningen, September 2005

Pengurus pra-demisioner

Indra Muliawan
Wangsa T. Ismaya
Shri Mulyanto (in absentia)


AD & ART deGromiest

Filed under Headlines, Meja Informasi,

Setelah berhasil mendapatkan celah yang kosong dalam jadwal yang cukup padat, rezim Wangsa Tirta Ismaya akhirnya dapat merampungkan rancangan akhir AD/ART deGromiest yang perancangannya sudah dimulai dari zaman rezim Iman Santoso. Draft ini sengaja diumumkan di cafe deGromiest dan milis deGromiest worldwide untuk disetujui oleh para anggota dan alumni deGromiest. Mengingat selain memang terdapat kekurangan yang tidak disengaja, terdapat pula kekurangan yang memang disengaja (contoh: IT dan permilisan), masukan dari para anggota dan alumni deGromiest amat diharapkan.

Tentunya pemberian masukan ini tenggang waktunya harus dibatasi agar AD/ART deGromiest ini dapat segera disahkan. Sehingga masukan/persetujuan ditunggu sampai dengan 10 hari setelah diumumkannya rancangan AD/ART ini. Anggota dan alumni yang tidak memberikan masukan dan atau suaranya akan dianggap setuju. Cara ini dipilih untuk menghemat waktu. adapun teks rancangan tersebut adalah sebagaimana dibawah ini:

Selengkapnya…


Silaturrahim September 2005

Filed under Agenda deGromiest

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Insya Allah, pada tanggal 24 September 2005, kembali akan diadakan acara bulanan silaturahim deGromiest. Pada acara ini juga, kita akan menyambut rekan-rekan yang baru datang ke Groningen ini.
Acara tersebut akan diadakan di :

Tempat tinggal keluarga Ismail Fahmi
Bezettingslaan 30, 9728EH Groningen
Pukul 17.00 waktu Groningen Selatan

Acara utama kita kali ini adalah perkenalan, ramah tamah dan bertukar informasi (tips dan trik) dengan rekan-rekan yang baru datang. Kalau ada waktu, bagi yang berminat, bisa melanjutkan dengan pembahasan rancangan AD/ART serta suksesi kepengurusan deGromiest.

Untuk keterangan lebih lanjut, sila hubungi:
Indra Muliawan
0642111769
indramuliawan @ yahoo.com


Terhitung pada tanggal 13 Agustus 2005, Rincian total dana deGromiest adalah :

1. Kartu ATM beserta kelengkapan rekening deGromiest = 1188,8 Euro*
2. Kotak ajaib Wangsa (hasil sumbangan sukarela pada beberapa acara kumpul-kumpul) = 59 Euro
3. Uang tunai = 670,9 Euro

Total = 1918,70 Euro

keterangan : * Oleh karena satu dan lain hal, pengurusan penggantian “holder” rekening deGromiest sampai saat ini belum dapat dilakukan. Sehingga, agar terdapat kepastian mengenai keberadaan serta akses kepada kas deGromiest, akan dibuat rekening baru untuk menyimpan kas deGromiest. Sedangkan rekening deGromiest yang lama akan dikosongkan dan dinon-aktifkan.

Pada tanggal 13 Agustus 2005, antara pukul 22.00 dan pukul 23.45 waktu Groningen, atau setidak-tidaknya antara setelah terbenamnya matahari dan terbitnya matahari, Bendahara deGromiest, Diana Jirjis, telah mengalihkan sementara sebagian dari kas deGromiest kepada Indra Muliawan, dengan dihadiri saksi-saksi:

1. Senaz
2. Ponky
3. Yunia
4. Mas Widy
5. Itobh

Dana yang dialihkan adalah yang disebutkan pada angka 1 (satu) dan 2 (dua) dari rincian total kas deGromiest di atas. Sedangkan uang tunai sejumlah 670,9 Euro pada angka 3 (tiga) akan ditransfer oleh Diana ke rekening baru segera setelah rekening baru tersebut dapat dipergunakan.

Pengalihan sementara tersebut dilakukan karena Diana akan segera meninggalkan Groningen menuju Yogyakarta pada tanggal 14 Agustus 2005. Demi tertib organisasi, maka, segera setelah bendahara baru terpilih pada pemilihan pengurus deGromiest periode 2005/2006, penguasaan kas deGromiest akan dialihkan ke bendahara yang baru terpilih tersebut.

Hal-hal yang belum dilaksanakan dalam peralihan sementara kas deGromiest ini, akan dilakukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Demikian untuk diketahui.

—-
update 14 Agustus 2005 : Dari jumlah 670,9 Euro yang pada awalnya akan ditransfer ke rekening baru, telah diserahkan secara tunai sebesar 500 Euro. Sisanya akan ditransfer kemudian.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Insya Allah, pada tanggal 13 Agustus 2005, akan diadakan dua acara. Acara utamanya adalah perpisahan dengan Bendahara kita yang telah menyelesaikan studinya di Groningen, Diana Jirjis. Oleh karena mau tak mau dalam acara tersebut pasti akan terjadi silaturrahim, maka, dengan persetujuan pemilik acara utama, acara tersebut juga ditunggangi sebagai Silaturrahim bulanan deGromiest untuk Agustus 2005. Acara tersebut akan diadakan di :

Kediaman Itobh, Ponky, Diana, dan Mas Widy*
Westerbadstraat 48, Groningen
Pukul 17.00 18.30** waktu Stasiun Groningen CS

Untuk keterangan lebih lanjut, sila hubungi:
Diana Jirjis di :
[email protected] yahoo. com
0619046578

*tidak terdaftar di Gemeente Groningen
** sudah dikonfirmasi


Silaturrahim Juli 2005

Filed under Agenda deGromiest

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Insya Allah, Silaturrahim Juli 2005 akan diadakan di :

Kediaman Hari, Dian & Dafin
M.L.Kingstraat 12, Groningen
tanggal 23 Juli 2005
Pukul 17.00 waktu Hoornsemeer

Yang tidak membawa kendaraan pribadi, dapat menumpang bus Lijn 6. Selain dari halte-halte yang dilalui trayeknya, bus lijn 6 dapat juga dinaiki dari Groningen Centraal Station. Pastikan naik ke jurusan “Hoornsemeer”, dan turun di b s f von suttnerstraat/s o j. Sebagai pelengkap, disebelah kiri (di seberang halte) ada supermarket “Albert Heijn”. Jalan kaki sedikit ke arah datangnya bus, M.L.Kingstraat ada di sebelah kiri.

Pembicara adalah juga warga baru di Groningen, jadi sekaligus perkenalan, Mas Mochammad Chalid.

Sesuai dengan aspirasi beberapa warga degromiest, kali ini bapak-bapak yang akan menyiapkan konsumsi. Walaupun demikian, sebagaimana biasa, seluruh bantuan akan diterima dengan senang hati. Terutama “cadangan” apabila masaknya gagal.

Rekan-rekan, om, tante yang akan pulang diharapkan datang, terutama dari rombongan Bappenas, yang akan meninggalkan Groningen pada tanggal 30 Juli. Jadi sekalian, selain perkenalan, juga ada perpisahan.

Untuk keterangan lebih lanjut, sila hubungi:
Indra Muliawan di :
[email protected] yahoo. com
0642111769


Silaturrahim Mei 2005

Filed under Agenda deGromiest

Setelah silaturrahim April 2005 ditiadakan, Mei ini mudah-mudahan tidak ada lagi halangan dan rintangan.

Insya Allah, Silaturrahmi Mei 2005 akan diadakan pada :

Sabtu, 28 Mei 2005 pukul 18.00
di Concordiastraat 67 A
dengan pembicara seorang saudara muallaf dari Den Haag yang akan berbagi visi dan pengalamannya

Kehadiran saudara-saudari semua amat diharapkan, mengingat kemungkinan bahwa Silaturrahim kali ini adalah yang terakhir yang dapat kita laksanakan di rumah Mas Amal, Mba Heni, Rayhan, Safira, dan tidak ketinggalan, Khairul


Susunan Kepengurusan DeGromiest

Filed under Meja Informasi

Struktur Kepengurusan DeGromiest Periode 2004/2005

SUSUNAN PENGURUS DEGROMIEST 2004-2005

Ketua Tertinggi dan koordinator tadarrus mingguan Wangsa Tirta Ismaya (w.t.ismaya @ rug.nl)
Ketua Saja dan koordinator silaturahmi bulanan Indra
Muliawan
(i.muliawan @ gmail.com)
Juga Ketua Saja (Demisioner) Shri
Mulyanto
(totski03 @ yahoo.com)
Pemegang Buku Besar Keuangan dan (tentu saja) Uangnya (Demisioner) Diana Jirjis (dheeyana @ yahoo.com)



IT dan permilisan

Disepakati bahwa IT dan permilist-an de Gromiest dijadikan lembaga independent dengan harapan
kelangsungannya tidak bergantung pada kepengurusan. Pengurus de Gromiest akan memberikan dukungan
yang bersifat menjaga keberadaan dan kelancaran fasilitas yang digunakan dan memberikan input berupa
informasi kegiatan dan kepengurusan. Koordinator permilist-an dipegang oleh Teguh dan Ismail, untuk
bidang IT dikoordinir oleh Ikhlasul Amal dan Febdian Rusydi (buyung)

Lain-lain

Kegiatan-kegiatan lain akan ditentukan kemudian sesuai aspirasi warga DeGromiest.
Sementara ini, telah ditunjuk seorang pengurus untuk bidang :

- Juragan Loak yaitu Mbak Agnes Triharjaningrum. Klik disini untuk keterangan lebih lanjut

————-

Powered by X-DickTait-OrTemplate(tm)


DeGromiest menerima hibah barang dari anggota. Hasil penjualan barang akan dimasukkan ke dalam kas deGromiest. Jika anda sudah menyelesaikan studi di Groningen dan ingin menghibangkan barang, atau jika ingin membeli barang yang dilelang, silahkan hubungi: Agnes Tri Harjaningrum (bundaagnes @ yahoo.com, tel: 0641 054 573).

Berikut ini adalah daftar barang yang dilelang deGromiest:

No. Nama Barang              Lokasi
1.  Ranjang + Matras         Wangsa
2.  Buku Tasawuf (2 bh)     Mbak Yulia
3.  Buku Bank Islam          Mbak Yulia
4.  Tape recorder              Mbak Yulia
5.  Lem, tambalan ban       Mbak Yulia
6.  Water cooker (2lt)        Wangsa
7.  Water cooker (1,7lt)      Wangsa
8. Sepeda perempuan        Indra

DAFTAR BARANG-BARANG DARI MBAK HENI, LOKASI : DI RUMAH KEL. PAK TRI

No	Nama Barang 	                   Banyaknya
1	Selimut     	                         7
2	Bantal	                                  6
3	Sprei	                                  4
4	Topi	                                  11
5	Baju anak2	                      banyak
6	Celana anak2	                    banyak
7	Baju dewasa	                     beberapa
8	Celana dewasa	                   1
9	Bantalan kursi	                     8
10	Buku2	                               4
11	Gelas	                                banyak
12	Mangkok	                             beberapa
13	Piring 	                                 beberapa
14	Hanger	                               banyak
15	Sendok + garpu dll	          beberapa
16	Panci pegangan panjang	      1
17	Baskom plastik lobang2	       2
18	Tempat sendok garpu	      1
19	Teko 	                               1
20	Cangkir	beberapa
21	CD	banyak
22	Gelas ukur plastik	          1
23	Tatakan panci	                   4
24	Kabel expansi
25	Jam dinding	                    1
26	Baki	                                2
27	Kertas gosok	                   beberapa
28	Lampu tidur	                    1
29	Lampu belajar	                  1
30	Payung	                             1
31	Pemotong lakband	       1
32	Gunting	                             4
33	Tempat sampah	               3
34	Cukuran rambut	               2
35	Sandal + sepatu	                beberapa
36	Raket DDC power + control (dlm 1 tempat)	2
37	Kereta untuk bawa keranjang	3
38	Gantungan baju	                 2
39	Kasur kecil	                     3
40	Meja setrika	                    1
41	Kipas angin hitam	         1
42	rak plastik	                     1
43	Lemari laci plastik 3 laci	1
44	Lemari dinding kayu	      1
45	Karpet 1x2 m	                 1
46	Karpet 2x3 m	                  1
47	scooter	                              1
48	Cermin	                            2
49	Kursi biru lipat	            1
50	Kursi putih	                     2
51	Perangkat dapur
52	Kursi kecil plastik	          2
53	Tempat organ	                1
54	Plastik tempat baju kotor     1
55	Seperangkat kabel internet
56	Seperangkat peralatan sepeda
57	Ujung (pipa) penyedot debu	1
58	Perlengkapan ngepel, sikat ngepel dll
59	Tempat majalah kayu	    1
60	Timba plastik	                  3
61	Speaker aktif	                   1 set
62	Tempat mainan anak2 meja dan 2 kursi	1 set
63	Tempat piring/rak piring	1
64	Bola anak2	                  2
65	Oven	                            1
66	Mixer	                             1
67	Tas laptop	                   1
68	Jaket kulit dewasa	       1
69	Keyboard komputer	    1
70	Gorden	                           1 set
71	Rak plastik tempat bunga putih	1
72	Rak besi besi kecil hitam	1
73	Rak besi putih	                   1
74	Rak plastik	                     1


Up date 18 Maret 2005

Filed under Meja Informasi

Hasil diskusi sesudah acara tadarus di rumah Indra Muliawan mengenai rencana dan peningkatan kualitas kegiatan de Gromiest.

I. KEGIATAN INTI
Untuk program “peningkatan kualitas” tadarus dan silaturahmi, maka disepakati untuk merancang

kegiatan de Gromiest per minggu setiap bulannya sebagai berikut:

Minggu I
Tadarus khataman Al Qur’an, diarahkan kepembacaan Qur’an dengan target minimal 1 juz dibaca pada

pertemuan tersebut.

Minggu II
Tadarus dengan variasi penafsiran ayat-ayat diikuti dengan diskusi.

Minggu III
Tadarus dengan variasi peningkatan kualitas membaca melalui perbaikan tajwid, insya Allah akan

dibantu oleh Ustad Yassin.

Minggu IV
Silaturahmi bulanan

Untuk minggu I dan II, tadarus diadakan di Haddingestraat 28 B (Wangsa)
Untuk minggu III, tadarus diadakan di Concordiastraat 67 A (Amal dan Heni)
Untuk minggu IV, ditentukan secara terpisah
Koordinator kegiatan silaturahmi adalah Indra
Koordinator kegiatan tadarus adalah Wangsa

II. PROGRAM IT
Disepakati bahwa IT dan permilist-an de Gromiest dijadikan lembaga independent dengan harapan

kelangsungannya tidak bergantung pada kepengurusan. Pengurus de Gromiest akan memberikan dukungan

yang bersifat menjaga keberadaan dan kelancaran fasilitas yang digunakan dan memberikan input berupa

informasi kegiatan dan kepengurusan. Koordinator permilist-an dipegang oleh Teguh dan Ismail, untuk

bidang IT dikoordinir oleh Amal dan Buyung.

III. RIHLAH
Untuk kegiatan rihlah 2005, direncanakan untuk diadakan kunjungan ke Disneyland dan Paris (dan

sekitarnya). Kunjungan direncanakan selama 4 hari (Kamis 5 Mai - Senin 9 Mai 2005, menurut catatan

tanggal 5 Mai adalah hari libur resmi di Belanda). Pendaftaran sudah dimulai dibuka sejak tanggal 20

Maret, akan ditutup pada: Sabtu 16 April 2005 (gelombang I) dan Sabtu 23 April 2005 (gelombang II).

Resiko untuk pendaftar gelombang II adalah kemungkinan akan biaya tiket dan penginapan yang lebih

mahal. Untuk kesuksesan acara, telah disusun sebuah tim yang anggotanya sbb (berikut kontak):
1. Pendaftaran dan pembayaran: Agnes ([email protected])
2. Transportasi dan acara: Heni ([email protected])
3. Akomodasi: Wangsa ([email protected])
Tim akan segera melakukan survey dan diharapkan paling lambat tanggal 26 Maret 2005 sudah dapat

memberikan gambaran kasar mengenai acara, rencana perjalanan, dan biaya yang akan diperlukan.


Setelah melewati masa transisi kepengurusan yang cukup singkat, suksesi kepngurusan de Gromiest 2004/2005, melalui pembentukan tim formatur, telah menghasilkan keputusan dengan terpilihnya tiga orang kandidat ketua:
1. Shri Mulyanto
2. Indra Muliawan
3. Wangsa T. Ismaya
dan musyawarah tim formatur menetapkan Wangsa T. Ismaya sebagai ketua de Gromiest untuk masa kepengurusan 2004/2005.

Ketua terpilih kemudian diberikan waktu untuk menyusun agenda kerja dan susunan kepengurusan 2004/2005. Dengan dukungan dari anggota dan setelah melalui masa penggodokan yang memakan waktu hingga hampir satu kuartal kepengurusan, maka agenda kerja dan susunan kepengurusan de Gromiest ditetapkan sebagai berikut:

STRUKTUR ORGANISASI

De Gromiest dipimpin oleh suatu tim pengurus inti yang berangggotakan tiga orang yang diambil dari kandidat terpilih dalam masa pemilihan ketua dan seorang bendahara sebagai pemegang buku besar keuangan de Gromiest. Dengan prinsip sharing of power ini, diharapkan agar putusan yang diambil dapat lebih mewakili anggota disamping mengurangi beban tanggung jawab dari pimpinan de Gromiest.
Duduk di dalam tim inti kepengurusan adalah:
1. Wangsa T. Ismaya (koordinator tim)
2. Indra Muliawan
3. Shri Mulyanto
4. Diana Djirdjis (pemegang buku besar keuangan)
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim bertindak sebagai koordinator dan sebagai pelaksana kegiatan lapangan akan lebih banyak melibatkan anggota aktif de Gromiest, didasarkan pada semangat oleh, dari, dan untuk anggota.

KEGIATAN
Kepengurusan de Gromiest 2004/2005 diarahkan pada mengakomodasi kebutuhan dan aspirasi anggota. Hal ini ditujukan agar keberadaan de Gromiest lebih bisa dirasakan secara langsung oleh para anggota.
Kegiatan de Gromiest dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Kegiatan rutin
Adalah kegiatan yang dilakukan secara rutin dan yang selama ini sudah menjadi trade mark de Gromiest. Usaha akan lebih dititikberatkan pada menjaga konsistensi pelaksanaan kegiatan dan peningkatan kualitas dari kegiatan tersebut. Kegiatan ini mencakup aktivitas:
a. Silaturahmi bulanan
b. Tadarus setiap hari Sabtu
c. Olah raga mingguan
2. Kegiatan insidentil
Kegiatan ini tidak diagendakan dan akan dilaksanakan sesuai dengan keinginan dari anggota. Tim inti akan berusaha untuk selalu menangkap dan mendengarkan keinginan anggota untuk kemudian memformulasikannya dalam bentuk rancangan kegiatan yang pelaksanaannya bergantung pada kesediaan dan kesepakatan bersama.

KEBIJAKAN LAIN
Kepengurusan de Gromiest 2004/2005 memutuskan untuk mengambil kebijakan yang terkait dengan eksistensi dan fungsi organisasi. Kebijakan-kebijakan yang diambil antara lain:
1. Melanjutkan program adik asuh de Gromiest. Dengan telah tersedianya donatur, penurus mempertimbangkan untuk memperbesar ukuran dari program dengan mengalokasikan dana yang lebih besar untuk pelaksanaan program.
2. Memulai kembali pemberian kontribusi bulana untuk operasional masjid Sellwerd yang sudah cukup lama terhenti.
3. Memulai perancangan usaha dan kegiatan yang bersifat penggalangan dana yang diharapkan bisa menjaga kelangsungan hidup de Gromiest.

Catatan kaki: mohon maaf jika penyampaian informasi kepengurusan baru ini sangat terlambat


Energi dari senandung keprihatinan

Filed under Adik Asuh

Diskusi kecil usai acara silaturrahmi bulanan deGromiest sekaligus perayaan Iedul Adha Sabtu 22 Januari 2005 berlangsung santai, tetapi tidak berlebihan kalau diklaim menghasilkan sebuah “komitmen” untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang bermanfaat untuk sebuah kegiatan sosial. Berbagai macam ide dan usulan muncul sebagai wujud kerinduan berkontribusi untuk sebuah aktivitas. Mulai dari ide sederhana, dengan kemungkinan implementasi yang bisa dilakukan dalam waktu dekat sampai sebuah ide besar dalam jangka panjang. Merujuk kepada apa yang telah dan sedang dilakukan oleh “anak-anak Indonesia” yang berdomisili di kota bagian Utara Belanda ini, rasanya bukanlah sebuah mimpi ataupun angan-angan belaka untuk merealisasikan ide-ide yang muncul. Apalagi salah seorang dari anggotanya sudah menyatakan komitmen untuk menyumbangkan (atau bahasa lain mewakafkan) “aset” nya untuk mewujudkan salah satu bahasan penting dari diskusi tersebut.

Untuk bahasan ini menyangkut bukan hanya jangka pendek namun juga sebuah rencana besar untuk jangka panjang. Apa dan bagaimana bentuk kegiatan ini mungkin tidak akan menjadi bahasan dalam tulisan ini, karena masih akan dilanjutkan dengan diskusi-diskusi dan pertemuan lanjutan. Walaupun pada pembicaraan awal sudah mengerucut kepada hal yang lebih konkrit.

Tulisan ini hanya mengusung sebuah pesan moral yang dari sebuah diskusi kecil itu. Kekhawatiran akan “tersendat” nya implementasi ide ini bukan tidak mengemuka, karena banyak permasaalahan-permasaalahan yang mungkin menjadi hambatan, mulai dari hambatan yang bersifat teknis semisal susahnya menghubungi bekas anggota deGromiset yang sudah tersebar di mana-mana sampai kepada permasaalahan non-teknis, semisal berkurangnya sebuah idealisme. Namun nada optimisme, Insya Allah mendominasi diskusi. Saya sendiri merasakan prediksi yang kuat untuk implementasi ide-ide tersebut. Sekali lagi bukan tidak berdasar, tetapi melihat apa yang telah, sedang dan akan dilakukan, salah satunya adalah berupaya berbuat seoptimal mungkin untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah di Aceh dan sekitarnya. Ide-ide dalam diskusipun sebenarnya adalah salah satu perpanjangan dari kerja-kerja ini.

Salah satu faktor yang membuat ide-ide ini semakin menguat adalah karena keprihatinan yang mendalam tehadap permasaalahan riil yang dihadapai masyarakat Indonesia saat ini, masaalah anak-anak yatim piatu yang kehilangan orang tua akibat musibah tsumani, kemiskinan yang diakibatkan dan kalau ingin diperluas dalam ruang lingkup Indonesia (bukan hanya yang diakibatkan oleh musibah tsunami) maka permasaalahan tersebut tidak akan bisa diselesaikan oleh satu, dua atau tiga lembaga, atau pemerintah saja, namun melibatkan semua unsur yang terpanggil untuk berbuat sesuatu dalam meminimalisasi masaalah ini.

Keprihatinan yang timbul di tanah air bukan hanya yang diakibatkan oleh peristiwa-peristiwa alam seperti musibah tsunami. Tapi juga diakibatkan oleh menipisnya nilai-nilai moral ditengah masyarakat dari berbagai level. Berkurangnya aktualisasi nilai-nilai agama, menipisnya “ketakutan” (khauf) kepada Allah SWT dalam konsep taqwa. Keengganan “bertaqarub” pada Allah SWT, menempatkan hati nurani tidak lagi sebagai rujukan untuk memutuskan sesuatu, tidak lagi menjaga hati dan lain-lain. Korupsi yang merajalela adalah salah satu produk dari “penyakit moral ini”.

Diberbagai kesempatan kita selalu dengan sangat mudah menemukan ungkapan-ungkapan keprihatinan terhadap bangsa Indonesia, di pertemuan-pertemuan resmi seperti seminar atau konferensi, dalam forum diskusi kecil, media masa, mailing lis dan media-media lain. Bahkan kalau kita merenung sendiri akan sangat mudah menemukan betapa prihatinnya kita melihat kondisi yang ada sekarang. Siapa yang tidak akan geleng-geleng kepala mendengar berita ada orang yang memanfaatkan dana bantuan bencana alam (seperti yang terjadi dalam gempa bumi di Liwa, Lampung) beberapa tahun yang lalu untuk kepentingan pribadi. Belajar dari kejadian itu maka banyak orang “berteriak” supaya jangan pula terjadi korupsi atas bantuan bencana alam itu dalam musibah Aceh kali ini. Kalaulah ada yang memanfaatkannya maka tidak ada kata yang tepat untuk mengungkapkan betapa “aneh” nya orang itu.

Kalau dipajang satu-satu ungkapan keprihatinan kita terhadap kondisi yang ada saat ini, sungguh tidaklah akan cukup dimuat dalam beberapa lembaran kertas putih. Tidak sedikit yang akhirnya punya kesimpulan bahwa, ya…sudahlah memang begitu keadaanya. Mengambil contoh masaalah korupsi, yang mulai dari tingkatan RT, dalam mengurus KTP, berbagai kasus “curang” penerimaan PNS yang baru-baru ini dilakukan, sampai yang jumlahnya luar biasa dan tak tersentuh hukum. Seolah-olah tidak ada celah lagi untuk mengatasinya bahkan menguranginya, karena sudah mendarah daging. Mendarah daging maksudnya adalah sebuah ungkapan yang menggambarkan betapa sulitnya menghapus korupsi ini. Kalau sudah menjadi darah dan daging, bukankah itu adalah syarat dari sebuah kehidupan bagi tubuh ?. Tatkala darah dan daging dihabisi tentu sudah tidak ada lagi kehidupan dalam tubuh itu.

Sebagai seorang yang percaya pada Allah SWT, tentu kita tidak akan berputus asa untuk melihat perbaikan-perbaikan dari segala aspek kehidupan, karena yang terbaik di mata Allah SWT adalah sesuatu yang lebih baik hari ini apabila dibandingkan dengan hari kemaren, dan hari selanjutnya adalah harus lebih baik dari hari ini. Hanya meratapi segala keprihatinan yang ada bukanlah sebuah solusi. Tentu tidak bijaksana juga kalau menjadikan keprihatinan tersebut hanya sebuah bahan obrolan. Adalah sebuah keniscayan merubah keprihatinan-keprihatinan dalam diri terhadap kondisi yang ada menjadi sebuah energi yang kuat untuk berbuat dan beramal kearah perbaikan-perbaikan. Energi itu diharapkan mampu memotivasi untuk melakukan sesuatu yang signifikan, sebesar apapun dia. Energi itu juga sudah seharusnya mampu menggerakkan diri untuk mengidentifikasi potensi-potensi yang ada dan menggunakannya dalam beraktivitas. Aktivitas individu dalam bentuk kecil, apabila digabung dalam sebuah komunitas akan mampu menghasilkan output besar.

Ide-ide yang muncul dari diskusi kecil sesudah acara silaturrahmi dan peringatan Iedul Adha Sabtu yang lalu, mudah-mudahan merupakan salah satu bentuk energi penggerak untuk berbuat sesuatu, ya…energi yang lahir atas keprihatinan musibah-musibah yang menimpa saudara-saudara di tanah air tercinta. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan, Amiin.


Radio deGromiest

Filed under Agenda deGromiest

Sun, 24 Oct 2004 23:19:22

Assalamu’alaikum…

Selepas latihan nyanyi, puisi, dan dialog untuk Nuzulul Quran, di Jalan Pendudukan, yang tersisa adalah obrolan yang sangat positif tentang gerakan deGromiest selanjutnya. Ada Pak Toto, Pak Budi, Pak Tri, Indra, Buyung, Ismail, Agnes, Lala dan Malik (ikut2an nggangguin…)

DEJAVU

Seperti dejavu, nostalgia, Pak Toto memberikan pandangan yang panjang lebar tentang pendapat beliau mengenai mahasiswa Indonesia khususnya di Groningen ini. Seperti ada semangat yg menyala di mata mahasiswa2 tersebut. Berbicara tentang asumsi, teori, ideologi, idealisme… meingingatkan beliau pada 15 tahun yang lalu. Ketika keputusan harus diambil: turun ke jalan atau tidak?

RUANG IDEALISME

Yang dapat kutarik dari obrolan tersebut adalah: apa yang kita lakukan di sini, sebagai mahasiswa Indonesia, ketika kita melakukan hal-hal di luar tugas utama seperti kuliah, riset, dll… adalah untuk menciptakan sebuah ruang dalam hati dan pikiran kita. Ruang yang nantinya sangat diperlukan, yang akan mengarahkan tindakan ketika kita sudah kembali ke tanah air. Ruang yang memihak kepada bangsa. Ruang yang bersifat idealis. Ruang yang sangat penting, ketika roda kerja memaksa kita harus pragmatis dan praktis, berpikir pendek dan mungkin hanya ‘mengambil kesempatan’. Ruang yg akan membawa kita menjadi khalifah, rahmatan lil alamin, bukan hanya untuk diri sendiri.

RAPAT MEJA BUNDAR

Oleh karena itu, digelar lah rapat meja bundar ketika berbuka puasa (siomay, bakso, udang goreng, ayam champignon..), antara oknum IM, FR, IF, AT, LL, dan MK.. mendorong diadakannya sebuah revolusi di tubuh deGromiest. Sudah saatnya kini deGromiest melangkah ke dunia luar, membuka diri dari sekat kota kecil Groningen. Uang logam 2 euro yagn diinfaqkan, lalu disalurankan ke Indonesia, adalah salah satu hal yang paling nyata dari gerakan kepedulian yg bisa kita lakukan. Kenapa? Karena 2 euro, benar2 sampai di tanah air.

Selain itu, ternyata sangat perlu untuk membangun ruang idealisme di diri kita. Satu kaki berpijak pada hal-hal yang idealis, satu kaki lagi berpijak pada hal-hal yang pragmatis.

REVOLUSI

deGromiest sudah cukup sukses dengan web2nya. Ada Serambi, Cafe, Wong, dan Journal. Terimakasih yg sangat besar kepada Raihan dan Safira yang telah ‘menggerakkan’ Cak Amal untuk memulai upaya mulia membangun Media bagi deGromiest. Ini ibarat saluran, yang melancarkan kebuntuan dan kemacetan pemikiran yang menyambungkan diri2 kita.

Setelah hampir satu tahun, sebuah revolusi perlu dibuat. Kita perlu melangkah kepada saluran yang lebih besar. Gambar dan teks rasanya tidak lagi mampu menampung aliran kebutuhan dan semangat para anggota. Contohnya, Fathiya, Raihan, Safira, Lala, dan Malik.. belum bisa secara langsung menikmati atau mendaptkan manfaat dari media ini. Bukankah mereka juga anggota deGromiest? Jangan sampai menunggu mereka menuntut revolusi. Kita sendiri yang harus memulainya.

RADIO DEGROMIEST

Bayangkan, jika sebelum tidur, anak2 kita bisa mendengarkan kisah heroik perang jaman Nabi Muhammad, Kesabaran Nabi Ayyub, Taubat Nabi Adam, Hensel and Gretel, Nisa dan Mio yang berani tidur sendiri… Para orang tua mendengarkan wawancara dengan Mas Tomi (ayahnya Faiz) tentang bagaimana mendidik anaknya… Pagi-pagi sudah bisa mendengar rangkuman berita Nasional dari Indra… Kuliah umum kosmologi yang bersemangat… Wawancara dengan mahasiswa2 yang sudah selesai study tentang hasil riset mereka.. Kisah kehidupan muslim di Belanda, baik dari mualaf, komunitas suriname, dan mahasiswa2 indonesia.. Ceramah2 dari ustad Indonesia (Aa Gym, Miftah Faridl, …), Tips2 tinggal di Groningen bagi mahasiswa yg baru dateng… dan tak lupa.. lagu2 Bimbo, Siti Nurhaliza, Debu, Sulis & Haddad Alwi, Raihan, Chrisye, Ebiet, Iwan Fals… yang ‘menggerakkan’.

Bayangkan, jika itu semua ada di http://radio.degromiest.nl….

Wassalam.

PS: Selanjutnya Indra akan memaparkan secara detail gagasan
revolusi ini.
Monggo mas….

Purn. Ismail


24 Oct 2004 23:33:44
Penjelasan dari Jendral Indra

Assalamu’alaikum,
Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Setelah Introduksi dan Pembeberan plot Panglima Besar Revolusi Jenderal Hampir Purnawirawan Daripada Yang Mana Ismail Fahmi, saya rasa semua udah jelas, bahwa sebentar lagi radio deGromiest akan segera mengudara di ruang maya.

Nama dan Motto radio ini sebenarnya belum diputuskan, sehingga untuk sementara, kita pakai nama Radio deGromiest,.. dengan tidak menutup kemungkinan pemakaian nama itu dapat diteruskan apabila memang tidak ditemukan yang lebih cocok..

Sang Jenderal Daripada Yang Mana Ismail Fahmi memang sudah punya ide ini sejak beberapa waktu yang lalu, tetapi akibat pembadaian otak di konferensi meja bundar (KMB) sore tadi, akhirnya dikonkretkanlah rencana pengudaraan radio tersebut. Karena, konsep tetap akan berada di tatanan konsep dan mungkin larut dalam pragmatisme kehidupan sehari2 kalau tidak dilaksanakan.

Intinya, radio itu adalah corong suara kita yang dapat didengar di seluruh dunia, tentunya untuk yang punya internet verbinding yang cukup cepat untuk streaming.. hehehe..

Untuk itu, peran kita semua amat ditunggu untuk mengisi slot acara di Radio.. mungkin Cak Fu mau nyanyi lagi Iwan Fals ? atau Bang Fahmi mau iklan Bakso? atau Itobh mau pamer resep Sabar Jaya? dan lain sebagainya.. sampai saat ini, slot acara yang sudah dipersiapkan adalah (tidak diurutkan berdasarkan apapun) :

1. Acara Anak-anak, pembacaan cerita “malam hari” yang rencananya akan diasuh oleh Kak Agnes. Terbuka juga kemungkinan acara yang diisi oleh anak2 sendiri. Yang masih merasa anak2 tentu boleh ikut.. hehe..

2. Acara diskusi dengan berbagai topik. Bisa dari GPMPS, atau live discussion dengan orang2 pilihan produser acara (IF)

3. Pemutaran lagu.. wajiblah disemua Radio.. lagu2nya akan disupply dari febdian.net, dari koleksi pribadi Indra, dan mungkin sekali dari ketua terpilih de Gromiest, Wangsa, yang udah ancang2 upgrade harddisk karena udah hampir penuh dengan MP3.. kayaknya sih bakal terima request juga lho..

4. Summary berita mingguan. Bisa dari tanah air, bisa bukan dari tanah air, .. kebetulan aja saya tiap hari baca koran online, dan kadang2 yang offline.. jadi kalo gak sempat baca dan ingin dengar berita, silakan simak radio deGromiest..

5. Monolog.. hasil perenungan pribadi, puisi, dan lain-lain..

6. Orasi dan Opini, diasuh oleh Uda Buyung yang memang kita kenal punya hobi orasi. Opininya harus kita supply.. kalo nggak acara ini jadi corong Buyung.. hehehe..

7. Anda sakit perut karena makan kepala udang? badan memar2 tertabrak oma fiets? atau kurang gizi karena nggak bisa masak? ikuti siaran “Kak Agnes menjawab” segala permasalahan kesehatan akan dibahas disini.. Dan karena slot ini diproduseri Kak Agnes, maka mungkin akan dilebarkan sehingga mencakup acara FTM, atau parenting.. hanya mohon diingat,.. ini bukan Agnes L. Tobing..

8. Wawancara profil dan hasil riset. Pengalaman, profil dan pengalaman serta mungkin, hasil riset dari orang2 seperti alumni2 yang sudah pulang, atau handai taulan kita yang memang perlu ditilik alur hidup dan pengalamannya yang mungkin bisa kita manfaatkan.. dan kalau bisa, kita coba wawancara dengan Presiden Yudhoyono atau para ex-president.. tapi gak janji deeh.. hehe

9. Kehidupan muslim di Groningen sehari-hari dari berbagai perspektif.. masalah kesulitan tempat shalat di kampus.. daging2 halal, ataupun isu2 hoofddoek yang sempat mengegerkan perancis.. akan dibahas disini..

10. Ceramah2 dari uztad2 di tanah air, tentu bukan live, karena cuma ngambil aja dari rekaman2 yang ada. Diusahakan dimintakan izin kepada uztad ybs ..

11. Resensi buku baru, film2 baru, yang dikemas dalam bentuk obrolan santai menikmati kopi hangat beserta nasi dan lauk pauk lengkap.. hehehe..

12. ….tidak ketinggalan… kuliah umum GPMPS … !

13. Pembahasan isu2 internasional.. kekacauan di Irak, dinamika kehidupan uni eropa, ekspansi pasar cina, atau isu lokal.. seperti ada penyebab demonstrasi serikat buruh di Amsterdam, laporan lalulintas sepeda disekitar groningen, jadwal kereta, … kesemua isu ini diusahakan aktual.. (biro jodoh? gimana nih yung? hehe)

Acara-acara ini masih bersifat tentatif, dan penjadwalannya juga masih akan diatur lebih lanjut.. sehingga jangan ragu2 layangkan sumbang sarannya.. kalau nggak sumbang saran, para produser mungkin akan segera menyusun acara “dari desa ke desa”, “kelompencapir”, atau sandiwara radio saur sepuh…

Sembari nunggu saran masuk, daripada ditunda, radio ini akan diusahakan “on air” minggu2 ini.. tentu dengan format siaran percobaan dulu.. url, softwer, dll, akan diumumkan kemudian oleh sang Jenderal hampir punakawan, eh.. purnawirawan Ismail Fahmi.. (atau menteri telekomunikasi, Prof. Ikhlasul Amal?)

Wassalam,
Indra


Mon, 25 Oct 2004 03:59:45
Penjelasan dari Prof. Ikhlasul Amal

Bismillahhirrahmanirrahim.

Oke, oke…
Di mana-mana anak-anak muda tidak sabaran. Tengah malam yang gelap gulita tiba-tiba minta dipasangkan pemancar radio. Kalau zaman Harmoko harus minta izin dulu tuh, tidak bisa langsung FM (kecuali sebagian sahamnya punya anak babe), apalagi ini langsung minta versi siber.

Jadilah saya yang sedang enak-enak mendengar sayup-sayup lagu nostalgia dari Voice of Indonesia, dan sedikit terkantuk-kantuk di sebelah Atijembar, langsung turun ambil sari jeruk dan secawan kudapan agar mata terjaga lagi. Instal ini dan itu, email yang datang kemudian memang dari para superhero, atau tukang ronda keliling (satu dari sektor Selatan, satu lagi tetangga masjid, dan satu lagi penjaga Centrum).

Semua melakukan provokasi tentang stasiun radio, padahal sudah diotak-atik di bagian yang misterius, tetap saja “streaming” belum bekerja. Duh, masak kalah dengan sistem operasi jendela yang dipakai di pemancar gelap tanpa izin di Asrama Kuning!

Sampai akhirnya, keluar jurus Dewa Ngantuk — yang entah dari mana tidak jelas, pokoknya tiba-tiba merasa seperti dibisiki oleh Google, dan dicoba… jreng! Pakai XMMS (maaf, tidak terima WinAmp apalagi Windows Media Player) akses pakai HTTP… bunyi!

Silakan dicoba siaran perdana:

* http://radio.degromiest.nl
-atau, kalau gagal-
* http://radio.degromiest.nl:8000

Karena belum ada stok bunyi-bunyian yang akan diperdengarkan, maka sementar semau saya dulu.

Wassalam @ 04.00

amal


Berikut ini adalah daftar anggota dan kafilah deGromiest untuk tahun 2004/2005. Melalui daftar ini, anda dapat mengetahui siapa saja yang saat ini berada di Groningen, dan siapa contact person untuk tiap-tiap kafilah (berdasarkan student house atau lokasi), sehingga memudahkan anda menjalin silaturahmi.

Berdasarkan Student House

Albertine Agnesplein

Bisschop Nierman C.

Blekerslaan
Tanti Sugiharti (4C2, 9724 EJ, Groningen)
Pak Sateriadi

Kornoeljestraat / Blue Building (Selwerd I)
Abdul Gafur (2E18, 9741 JB, Groningen)
Agum (2A2)
Budi (2K13)

Esdoorlaan / Red Building (Selwerd II)
Guruh Kusumo

Duindoornstraat / Yellow Building (Selwerd III)
Buyung

Kraneweg/Melkweg

Moesstraat

van Starkenborgh

Martinihouse

Nijenborgh / Kontainer
Henry
Riko
Ali
Adit
Ponky Ivo
Era
Mbak Nur
Syarif

Basaltflat
Pak Toto
Pak Wahyu
Nina
Meli
Shanty
Bayu

Berdasarkan Lokasi Rumah / Buurt

Corpus De Hoorn

Bezettingslaan 30, 9728 EH
Ismail Fahmi & Agnes
Lala & Malik
Mobile: #06 410 54573 (ismail)
Mobile: #06 209 08509 (agnes)

Selwerd/Paddepoel

Dierenriemstraat 171
El-Fahmi Yaman & Yulia
Fathiya & Nurul
Yunia Sribudiyani

Concordiastraat 67a
Ikhlasul Amal & Heni Rahmawati
Raihan & Safira
Khairul Saleh

Wilgenlaan 54
Teguh Sugihartono & Margareth
Michele

Centrum

Haddingestraat 28B
Wangsa Tirta Ismaya

Muh. Arfan
Grote Markt 16, 9712HT
Mobile: 0638154614

Hoofstraat 1, 9712 JA
Eko Hardjanto
Mobile #: 0652240619
Apartment # 050-3187291


Materi Persiapan Ramadhan 1425H

Filed under Agenda deGromiest

Atas izin Allah SWT. tidak lama lagi bulan mulia Ramadhan 1425H akan datang atau didatangi. Menjalankan ibadah puasa dan melewati bulan mulia yang penuh ampunan dan maghfirah tentu merupakan kenikmatan tersendiri di Groningen. Beberapa hal di bawah ini dapat dijadikan materi persiapan menyambut Ramadhan kali ini.

Pengumuman awal Ramadhan

Penentuan awal bulan Ramadhan mengikuti ketetapan yang disetujui/digunakan oleh Masjid Selwerd, Groningen. Pertimbangan yang digunakan: kita berada di Groningen dan Masjid Selwerd merupakan representasi resmi kegiatan Islam di Groningen — sekaligus masjid yang dihadiri lebih banyak anggota De Gromiest. Dengan demikian ketetapan yang dikeluarkan Masjid Selwerd lebih memiliki legitimasi dalam pemilihan jadwal waktu sholat dan perayaan hari-hari besar Islam (termasuk awal Ramadhan). Biasanya awal Ramadhan ditetapkan oleh pengurus masjid setelah shalat Isya’ dan secara langsung akan diumumkan baik lewat situs Web, mailing list, atau silakan kontak lewat telepon. Lebih jauh teknis pelaksanaannya akan diumumkan menjelang awal bulan Ramadhan.

Jadwal waktu berbuka dan sahur

Jadwal yang digunakan untuk aktivitas puasa mengikuti jadwal sholat. Untuk waktu sholat harian, sudah tersedia di Serambi De Gromiest dan sedang perbaikan jadwal per bulan. Versi lama jadwal bulanan ini tersedia di album situs versi lama. Apabila terdapat perubahan URL, nanti akan diumumkan.

Hal lain yang perlu diperhatikan, pada tanggal 31 Oktober akan berlaku perubahan waktu (Daylight Saving Time) sehingga perlu diperhatikan agar tidak salah dalam menggunakan jadwal berpuasa.

Insya Allah jadwal waktu berbuka dan sahur ini akan disediakan di situs Web De Gromiest dengan menggunakan acuan jadwal waktu sholat yang digunakan oleh Masjid Selwerd.

Kegiatan di Masjid Selwerd

Secara umum setiap hari terdapat kegiatan ibadah shaum di Masjid Selwerd, yakni buka puasa bersama dan sholat taraweh. Demikian juga di Masjid Turki yang berada di Koreweg. Buka puasa di Masjid Selwerd diselenggarakan untuk semua hadirin yang datang pada jam buka puasa dan disediakan cuma-cuma. Makanan yang tersedia khas Timur Tengah dan pengurus masjid sangat berharap keikutsertaan jamaah masjid pada acara tersebut. Jadi jangan ragu-ragu dengan undangan tersebut!

Sedangkan shalat taraweh dilangsungkan mengikuti jadwal sholat Isya’ dengan dimundurkan sekitar setengah jam untuk menunggu jamaah berkumpul. Hadirin shalat taraweh banyak (jamaah memenuhi masjid bagian dalam) dan dilangsungkan delapan rakaat dengan bacaan surah Al Quran satu juz setiap malam. Menjelang akhir bulan Ramadhan terdapat acara yang lebih khusus untuk taraweh ini dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar.

De Gromiest merencanakan acara pembacaan Al Quran (tadarus) satu juz setiap malam dan dilaksanakan setelah shalat taraweh, di Masjid Selwerd. Insya Allah saya dan Bang Fahmi akan mengusahakan agar pembacaan Al Quran ini dapat rutin setiap hari, oleh karena itu diharapkan partisipasi dari sahabat-sahabat lainnya. Tadarusan ini biasanya juga diikuti oleh jamaah Masjid Selwerd secara umum (tidak banyak jumlahnya).

Kegiatan di akhir pekan

Setiap hari Sabtu direncanakan akan diselenggarakan acara buka shaum bersama dilanjutkan dengan sholat wajib berjamaah dan taraweh, serta tadarus. Tempat pelaksanaan di rumah anggota dan akan ditentukan kemudian. Mempertimbangkan kondisi selama bulan puasa, sebaiknya dibicarakan teknis persiapan acara (terutama masakan) agar tidak memberatkan pelaksana.

Acara ini sekaligus menjadi pengganti acara Baca Al Quran setiap hari Sabtu.

Kemungkinan kegiatan tambahan adalah mengikuti shalat taraweh di Masjid An-Noer, Hoogezand, tempat komunitas Jawa-Suriname. Saya akan mengusahakan kontak dengan saudara-saudara kita dari Suriname yang kemungkinan pergi ke sana, untuk keperluan transportasi. Tentu saja, jumlah peserta dalam satu kloter ke sana dibatasi. Gambaran kunjungan ke Hoogezand pernah saya tulis di Masjid An Noer, Hoogezand.

Penyaluran Zakat

De Gromiest akan membantu penyaluran zakat mal dan zakat fitrah dari anggota bekerja sama dengan KZIS (Ibu Nung). Teknis pelaksanaan akan diumumkan kemudian setelah mendapat kabar dari KZIS Belanda.

====

Demikian gambaran kegiatan Ramadhan berdasarkan pengalaman yang sudah dijalankan tiga kali bersama De Gromiest. Insya Allah pada Silaturahmi Oktober nanti hal ini akan dibahas secara terbuka dan tulisan ini dapat dijadikan bekal pembahasan. Silakan kemukakan pendapat dalam bentuk komentar di bawah ini yang sekaligus dapat dijadikan bahan perbaikan tulisan di atas.

Terima kasih.


Demokrasi dan de Gromiest

Filed under Agenda deGromiest

Tanggal 18 September Avond kemarin telah terjadi pemilihan ketua de Gromiest untuk periode 2004-2005. Pemilihan tersebut berlangsung cukup Demokratis dengan musyawarah mufakat. Demokratis pada kalimat sebelumnya dicetak miring, karena kemudian muncul sedikit pertanyaan menggelitik dalam benak, Demokratis itu, dus Demokrasi itu apa sih? apa iya, bahwa pemilihan ketua yang diserahkan pada tim formatur demokratis? bukankah sebagian besar anggota de Gromiest yang tidak termasuk tim formatur kehilangan hak suaranya? dalam pemilu di tanah air saja seorang Profesor Doktor dengan seorang yang tidak pernah sekolah saja memiliki hak suara yang sama!

Plato dalam republik utopianya memang pernah memberikan solusi, ditengah-tengah kekecewaannya mengenai keadaan negerinya pada saat itu, bahwa pengambilan keputusan dalam menentukan nasib negara, termasuk memilih pemimpin negara tersebut diberikan hanya kepada orang-orang yang memiliki kompetensi untuk itu. Pendek kata, politik oleh golongan elit. Sehingga orang-orang yang kurang berpendidikan, yang tidak punya cukup pengalaman kehilangan hak pilihnya dan kehilangan haknya dalam menentukan kebijakan negara. Kemudian, pertanyaan tadi malah lebih menggelitik : “apakah dengan demikian anggota tim formatur lebih memiliki kompetensi dalam mengatur dan merencanakan kegiatan de Gromiest daripada anggota yang lain?” Masa iya? pastinya ada orang yang memiliki kapabilitas lebih di luar tim formatur… toch?

Ternyata, langkah yang diambil de Gromiest dengan tim formaturnya adalah suatu hal yang sedikit berbeda dari apa yang dikatakan plato dalam republik utopianya diatas. Suara dari sekian banyak anggota de Gromiest diwakilkan kepada anggota tim formatur yang dianggap mewakili aspirasi anggota yang mengajukannya. Mirip dengan pelajaran tata negara atau PPKN /PMP di sekolah ? hehe.. tidak begitu.. karena tim formatur bukan DPR. Tugas tim ini hanya sekali selesai, tidak berjalan beriringan dengan ketua dan kabinetnya. Akan tetapi memang disini terlihat sekali ada Demokrasi Perwakilan. Tetapi, bukankah dengan keanggotaan yang tidak sampai satu kelurahan bisa diadakan demokrasi langsung? pemilihan presiden untuk suatu negara yang berpenduduk di atas 200 juta pun bisa dengan pemilihan langsung kan? makin menggelitik rupanya pertanyaan-pertanyaan yang mulai berdatangan ini.

Mungkin pada saat penentuan teknis pemilihan ketua hal ini belum terpikirkan oleh sebagian atau malah semua anggota degromiest. Dengan terbentuknya formatur, pertukaran pemikiran dapat dilaksanakan dengan lebih dalam, dan lebih cepat, karena tidak terlalu banyak yang didengarkan pendapatnya. Bandingkan dengan apabila diskusi dilakukan dengan seluruh anggota de Gromiest,.. pasti, selain yang benar-benar berdiskusi, ada grup-grup tertentu yang bergosip, mencicip makanan, atau sekedar nonton tivi .. sehingga kurang efisien. Dengan diskusi dan keterbukaan, kepemimpinan de Gromiest kali ini terlaksana dengan musyawarah mufakat dan bukan voting. para kandidat pun ditanya dulu kesediaannya untuk menjadi ketua, sehingga benar-benar dengan kelapangan hati, atas konsensus semua. Sehingga yang terjadi kemarin malam adalah suatu penggabungan yang cantik antara demokrasi perwakilan dan musyawarah mufakat.

Kemudian muncul pula pemikiran, bahwa apabila yang terjadi kemarin malam itu dipraktekkan dalam level negara, mungkin dapat memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi bangsa indonesia yang menurut sebagian orang sedang berada dalam ambang kehancuran. Apakah mungkin? perbandingan suatu organisasi skala de Gromiest dengan skala Republik Indonesia mungkin ibarat membandingkan manusia dengan quark-quark yang menyusun manusia itu sendiri.. apakah patut diperbandingkan? Tetapi, ada baiknya bila kita tilik ke belakang menyusuri waktu, tidak terlalu jauh sampai pada saat bumi dan langit masih menyatu, tetapi jauh setelah “Big Bang”, yaitu pada saat munculnya demokrasi.

Demokrasi, suatu kata yang seringkali kita dengar pada masa sekarang ini, terutama di CNN atau Fox news, kala seorang George W. Bush memberikan justifikasi penyerangan ke Irak. Tetapi apa sih Demokrasi? Ingat-ingat dari pelajaran SMA, asal katanya adalah Demos dan Kratos. Demos, artinya rakyat, sedangkan Kratos adalah kekuatan (morfologi ke dalam bahasa belanda menjadi “kracht” walaupun dalam konteksnya saat ini lebih pas kalau diartikan dengan “macht”). Mudah untuk menebak kelanjutannya ceritanya, bahwa dalam demos kratos di yunani ini, yang berangkat dari pemikiran filsuf-filsufnya, diangkat dan dipraktekkan dalam kehidupan bernegara dengan sistem one man one vote. Sehingga arah kebijakan negara benar-benar mengikuti keinginan mayoritas penduduk suatu negara. Keadaan ini kurang disukai Plato, karena dengan demikian, negara berada ditengah ombang-ambing kemauan penduduknya, sedangkan belum tentu kemauan penduduknya walaupun mayoritas adalah benar dan terbaik. Apabila suatu saat mayoritas rakyat menginginkan perang sedangkan tidak cukup sumberdaya untuk itu, maka pasti negara akan kalah, namun karena itu kemauan rakyat, maka harus dilaksanakan. Plato kemudian berpikir, bahwa diperlukan suatu standar tertentu, patokan tertentu, untuk membatasi keterombang-ambingan tersebut. Siapakah yang menentukan standar tersebut? tentu orang-orang pintar nan cerdas pada saat itu (padahal sih, mereka kan juga bisa terombang-ambing ya..). Merekalah yang kemudian oleh Plato diposisikan sebagai para pengambil keputusan yang paling kompeten, sehingga tidak ada hak pilih bagi kelompok di luar mereka.

Demokrasi model Plato memang hampir, atau malah tidak pernah terpakai. Karena, terutama pada zaman sekarang ini, hal itu pasti akan dilihat sebagai pemasungan HAM. Padahal, kalau kita mau kembali pada keadaan dimana semua konsep pemikiran di dunia ini belum ada, (mirip pada keadaan dimana materi itu belum ada… hehe), HAM itu apa sih? siapa yang mematok standarnya? demikian sering didengung-dengungkan.. tapi apa sih patokan HAM itu? siapa yang membuat patokannya? mudah sekali orang berteriak pelanggaran HAM sekarang ini.. tapi apakah yang berteriak itu tahu apa hakikat HAM itu sebenarnya? tetapi kembali kita ke Demokrasi. Demokrasi di Yunani kemudian berevolusi menjadi demokrasi yang kita kenal sekarang dengan segala variasinya. Sehingga, dengan hal-hal lain produk yunani, negara (atau lebih tepat wilayah) ini sering disebut sebagai “craddle of western civilisation”. Western? memangnya ada yang bukan western ya? Syura.. bukan western. Kesimpulan sampai saat ini, setelah membaca beberapa literatur, inti dari Syura itu sendiri sebenarnya mirip dengan Demokrasi, walaupun Syura bukanlah demokrasi! ada suatu perbedaan besar, selain dari awal munculnya, yaitu pada zaman Rasulullah, Syura selalu mengakar kepada Al Qur’an dan Hadits. Sehingga selalu ada patokan pelaksanaan, dan tidak terombang-ambing dibawa arus keinginan mayoritas, (tentunya apabila rakyatnya ikut patokan). Sehingga tidak diperlukan Utopianisme Plato.

Yang menjadi permasalahan pada masa kini adalah pengkultusan dan pencatutan nama dan semangat Demokrasi itu sendiri. Ada demokrasi sosialis, ada demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila, dan entah apalagi. Mungkin hal ini disebabkan, apabila ada yang menggunakan nama lain, seperti misalnya pemerintahan sosialis, pasti akan dimusuhi barat. kata-kata demokrasi adalah suatu kata yang keramat, yang kalau tidak disebut, akan mengakibatkan ke”sengsaraan”.. mirip dengan kata-kata pembangunan dan orde baru di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Sehingga, si negara yang katanya kuat itu, mencatut demokrasi sebagai alasan pembenar menyerang Irak.. to uphold democracy .. katanya..

Padahal, kalau memang mau jujur, melihat pemikiran plato dan perkembangan negara-negara di dunia, Demokrasi dengan pengertian yang berlaku umum pada masa kini (kekuatan dan kemauan mayoritas) itu bukan harga mati. Demokrasi, dengan semangat people powernya memang merupakan suatu sistem pengambilan keputusan dan pemerintahan yang baik. Tetapi apakah demikian pada semua situasi dan kondisi? Bagaimanapun demokrasi yang dikenal luas dan “sepertinya” dipraktekkan sekarang ini adalah produk barat. Dengan demikian, mengusung nilai-nilai dan diwarnai oleh kultur barat, craddlenya. Bukan berarti semua produk barat itu buruk, namun, dalam ilmu sosial, penerapan suatu sistem nilai yang sama sekali asing ke dalam suatu kebudayaan yang sama sekali berbeda seringkali menemui kegagalan. Nilai tersebut, harus diadaptasikan dahulu kedalam sistem nilai yang berlaku, baru kemudian bisa diintegrasikan. Ibarat rice cooker miyako yang dibawa ke Inggris, harus dicarikan adapter dengan 3 colokan dahulu, baru bisa digunakan. Sebagai tambahan saja, studi hukum pun juga mengenal legal culture, dimana tidak bisa hukum dari suatu negara ditransplantasikan begitu aja ke negara lain. Harus memperhatikan legal culturenya juga, atau sistem itu akan menemui kegagalan, atau permasalahan yang cukup pelik. Paling tidak dalam ilmu hukum, sudah terbukti secara empiris. Sehingga, Demokrasi, apabila memang mau diterapkan, perlu adaptasi terlebih dahulu.

Dalam suatu organisasi setingkat negara pada masa kini, memang sulit untuk mewujudkan terjadinya mufakat dari sekian ratus juta rakyatnya. Demokrasi perwakilan sudah pernah kita cicipi. Dan secara empiris, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mengapa? mungkin dikarenakan paling tidak ada 2 hal yang melenceng pada saat pelaksanaan. Pertama, rakyat yang memilih wakilnya tidak mengetahui kapasitas si wakil. Dahulu kita memilih partai. Sekarang sudah lebih baik.. sedikit. Kita memilih orang. Apa kita kenal orang itu? apa mereka sudah berbuat untuk kesejahteraan rakyat? bagaimana profilnya? apakah mereka se-aspirasi dengan kita? apakah mereka pantas dipilih? sulit untuk menjawabnya, karena kurangnya input untuk diproses. Dahulu para pilihan kita itu memilih presiden bak tim formatur de Gromiest memilih ketua. Permasalahan kedua muncul pula disini. Tidak amanahnya para wakil kita tersebut, membuat musyawarah mufakat untuk kepemimpinan 32 tahun tidak berganti. Musyawarah ini dapat dikatakan semu.. karena begitu di”merdeka”kan dari tekanan, baru kelihatan aslinya, semua memiliki keinginan yang berbeda-beda. Sekali lagi sulit untuk mengatur hal-hal seperti ini dalam organsisi setingkat negara. Beruntung pada organsisasi setingkat quark seperti de Gromiest, si pemilih mengenal langsung sang wakil dalam formatur, dan sang formatur, Insya Allah bertindak amanah dalam menjalankan tugasnya. Tadi malam itu adalah contoh demokrasi perwakilan yang baik sistem dan pelaksananya berjalan sebagaimana rencana.

Sekarang ini kita memilih langsung presidennya, tidak melalui wakil lagi. Tetapi, apakah pilihan itu tepat? bebas ? merdeka? objektif? sepertinya kita belum bisa mewujudkan kebebasan memilih itu. Dahulu kita terkungkung tekanan. Sekarang, kita terkungkung money politics, penampilan kandidat, ikut-ikutan orang karena tidak mengerti, sehingga akhirnya pemilihan presiden tak ubahnya Akademi Fantasi atau Indonesian Idol, minus nyanyi. Semua ditentukan popularitas, kita terkungkung popularitas sehingga penentuan bukan didasarkan kompetensi. Bedanya pemilihan presiden di TPS, kalau AFI atau Indonesia Idol bisa lewat SMS. Mungkin sebagian dari kita ada yang merasa tidak terkungkung. Benar. Terutama kita yang beruntung telah mengecap pendidikan yang jika dibandingkan dengan seluruh rakyat Indonesia, cukup tinggi. Tetapi bayangkan rekan-rekan ditanah airkita yang hingga kini, setelah beberapa kali pergantian presiden masih belum juga bisa baca tulis, (apalagi baca email dan mendiskusikan spam), yang tidak tahu menahu berita di pusat kekuasaan Jakarta, tiba-tiba harus memilih presidennya. Bagaimanapun salah satu sendi dasar demokrasi adalah pemberitaan yang memadai mengenai situasi dan kondisi kepemimpinan dan kenegaraan, dan pemberitaan ini mencapai dan dimengerti oleh rakyat. (Para pencinta game Civilization III pasti mahfum, kalau mau mengganti sistem pemerintahan dengan demokrasi, harus memiliki dahulu teknologi berita cetak!) ..Berapa banyak dari yang bisa membaca, tetapi kemudian tidak mengerti? Dalam kebingungan dan akhirnya ketidakpeduliannya, 5 atau 10 Euro mungkin sudah lebih dari cukup untuk menentukan pilihan.

Demokrasi, ataupun Syura, mungkin merupakan suatu sistem yang dirasakan “teradil” yang dapat dihasilkan manusia,.. saat ini. Namun, bukan berarti, sistem teradil ini tanpa kekurangan. Banyak sekali kekurangannnya, sehingga perlu diadakan perbaikan disana-sini, ibarat microsoft berulang kali mempublikasikan “patch” untuk internet explorer. Dan bukan tidak mungkin, pada suatu ketika, saat makin banyak “patch” yang dibutuhkan, mungkin lebih baik untuk membangun internet explorer dari awal. Mungkin Demokrasi juga perlu kita bangun dari awal agar lebih memenuhi kebutuhan kita. de Gromiest, paling tidak tadi malam telah menyumbang kepada khazanah demokrasi, bahwa pakem umum yang berlaku dapat diubah dan dapat menghasilkan keputusan yang diterima semua orang. Mungkin masih lama evolusi untuk dapat menghasilkan Demokrasi gaya baru. Tetapi paling tidak, Quark menyusun atom, atom menyusun molekul, molekul menyusun protein, protein menyusun sel, dan sel menyusun manusia. Mungkin berhasil, mungkin tidak, tetapi de Gromiest telah memulai.


Tulisan ini sumbangan dari Sdr. Andreas Ismar.

17 Agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka Nusa dan Bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia?..

Jika anda mengingat kembali masa2 sekolah anda di Indonesia, maka lagu di atas tentunya tidak menjadi asing lagi di telinga. Lagu tersebut hampir selalu dikumandangkan di setiap upacara bendera, hari-hari besar nasional dari mulai Istana Merdeka hingga gang-gang kecil di pelosok. Bahkan lagu tersebut makin sering terdengar menjelang Peringatan Proklamasi kemerdekaan kita yang lebih popular dikenal dengan tujuhbelasan.

Tidak berbeda dengan kampung halaman, gegap gempita yang sama juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia di segala penjuru dunia. Setiap kedutaan NKRI mengadakan berbagai acara pada hari ?sakral? tersebut di berbagai negara, tak jarang berlangsung marathon selama beberapa minggu; dan tak terhitung berapa banyak lagi yang diadakan oleh berbagai penyelenggara. Di Groningen, utara Belanda, beberapa pelajar merasa kegerahan menjelang tujuhbelasan. Kerinduan akan suasana kampung halaman dan berkumpul bersama menjadi pendorong untuk mengadakan acara. Bak gayung bersambut, hal serupa juga dirasakan oleh berbagai individu dalam komunitas ini. Gerah menjadi gairah.

Kegairahan yang nyata terlihat dalam setiap lomba, dan dari wajah-wajah partisipan. Acara tersebut sendiri diadakan pada hari Minggu, 15 Agustus di kawasan Zernike Complex, lokasi kampus RuG dan Hanze, dengan jumlah partisipan mendekati 70 orang. Rangkaian acaranya meliputi lomba-lomba: makan kerupuk, balap kelereng, tarik tambang, sepakbola sarung dan memasukkan pensil ke botol, nyanyi-nyanyi dan pembagian hadiah. Sementara para peserta terbagi atas kaum pelajar, keluarga yang telah menetap lama, dan warga Belanda yang afektif terhadap Indonesia. Yang paling mengagumkan adalah mungkin usia mereka. Dari yang berusia 4 tahun hingga 50-an, semua aktif ikut lomba. Suasana akrab dan lepas, walaupun banyak dari mereka yang baru kenal, mendorong partisipan menjadi aktif, atau beberapa orang mungkin mengatakan: tidak tahu malu! Pernahkan anda membayangkan ibu-ibu berusia 50 tahun ikut balap kelereng di RT anda? Atau bapak-bapak yang melahap kerupuk dengan rakusnya?

Yah, memang acara ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Bahkan tambang untuk lomba sendiri dibuat dari lipatan-lipatan gorden rumah! Acara yang dimotori oleh de Gromiest (Groningen Moslem Society) ini dapat dibilang merupakan proyek nekat, mengingat belum pernah diadakannya acara serupa, keterbatasan dana, lokasi serta mepetnya waktu persiapan. Namun, di balik segala keterbatasan dan hambatan, acara tersebut berhasil menyatukan berbagai insan dalam sebuah kegairahan massal. Kegairahan tanpa batas-batas usia, suku, agama bahkan kewarganegaraan. Kami direkatkan menjadi satu keluarga. Kesatuan dalam kegairahan terhadap Indonesia, kerinduan dan harapan akan negeri kita. Terdengar seperti sebuah istilah PMP? Nasionalisme, kalau tidak salah?

Bukan di tengah gemerlapnya panggung, atau kemegahan lapangan upacara; namun justru pada acara kecil ini hatiku berteriak: ?Hidup Indonesia!?. Selamat ulang tahun Indonesia, selamat ulang tahun negeriku tercinta. (ism)

?.Kita tetap setia, tetap sedia?