Entries by Wangsatirta

GONG 2005/2006

Filed under Agenda deGromiest

Assalamu’alaikum wR wB.

Acara silaturahim bulan September tidak hanya merupakan titik temu bagi pada veteran deGromiest, juga ajang kenal dengan pada kaum anshor yang baru hijrah ke negri Groningen. Acara silaturahim kali ini sangat istimewa karena didalamnya telah dihasilkan berbagai putusan penting yang sangat menentukan gerak langkah de Gromiest ke masa mendatang.

Keputusan penting yang berhasil diambil pada malam hari Sabtu tersebut adalah:

1. Penetapan AD/ART de Gromiest
Setelah melewati masa iddah, dengan kesepakatan hadirin pada waktu itu, AD/ART de Gromiest secara resmi ditetapkan. Master Indra akan mengunggah AD/ART de Gromiest ke café dalam waktu dekat ini.

2. Pemilihan ketua de Gromiest baru
Dalam forum diskusi tim KPU (Komisi Perwakilan Ummat) dalam pemilihan ketua de Gromiest, ditelurkan tiga (3) nama kandidat ketua de Gromiest yang kemudian dijadikan formatur dalam proses pemilihan. Para kandidat ketua adalah:
- Agus Purwoko (pak Agus)
- Eko Hardjanto (mas Eko)
- Febdian Rusydi (SBY)
Berkat kearifan dan kebijaksanaan masing-masing anggota formatur, akhirnya melalui musyawarah, terpilihlah pak Agus sebagai ketua baru de Gromiest yang didampingi oleh mas Eko dan SBY sebagai wakil-wakil ketua.
Kepemimpinan yang baru diberikan waktu hingga tanggal 17 Ramadhan untuk membentuk kepengurusan dan untuk sementara waktu, de Gromiest tetap berjalan sebagaimana biasanya dipimpin oleh trinitas pra-demisioner.
Dengan terpilihnya ketua baru, maka SBY sebagai ketua KPU diberhentikan dengan hormat dan mandat telah yang diberikan secara resmi dicabut kembali.

3. Pemilihan ketua GPR
Dalam acara silaturahim pula alhamdulillah telah diangkat ketua Gerakan Perindu Ramadhan melalui pemilihan aklamasi dan kesediaan Nandang Mufti (mas Nandang). Ketua terpilih ini akan segera menyiapkan agenda kegiatan selama bulan Ramadhan yang sudah sangat dekat.

Demikianlah keputusan-keputusan yang telah diambil dan kami mengucapkan selamat bertugas kepada para ketua terpilih, dan berterima kasih kepada para warga de Gromiest yang telah menyaksikan drama alih kekuasaan tak berdarah ini.

Groningen, September 2005

Pengurus pra-demisioner

Indra Muliawan
Wangsa T. Ismaya
Shri Mulyanto (in absentia)


Up date 18 Maret 2005

Filed under Meja Informasi

Hasil diskusi sesudah acara tadarus di rumah Indra Muliawan mengenai rencana dan peningkatan kualitas kegiatan de Gromiest.

I. KEGIATAN INTI
Untuk program “peningkatan kualitas” tadarus dan silaturahmi, maka disepakati untuk merancang

kegiatan de Gromiest per minggu setiap bulannya sebagai berikut:

Minggu I
Tadarus khataman Al Qur’an, diarahkan kepembacaan Qur’an dengan target minimal 1 juz dibaca pada

pertemuan tersebut.

Minggu II
Tadarus dengan variasi penafsiran ayat-ayat diikuti dengan diskusi.

Minggu III
Tadarus dengan variasi peningkatan kualitas membaca melalui perbaikan tajwid, insya Allah akan

dibantu oleh Ustad Yassin.

Minggu IV
Silaturahmi bulanan

Untuk minggu I dan II, tadarus diadakan di Haddingestraat 28 B (Wangsa)
Untuk minggu III, tadarus diadakan di Concordiastraat 67 A (Amal dan Heni)
Untuk minggu IV, ditentukan secara terpisah
Koordinator kegiatan silaturahmi adalah Indra
Koordinator kegiatan tadarus adalah Wangsa

II. PROGRAM IT
Disepakati bahwa IT dan permilist-an de Gromiest dijadikan lembaga independent dengan harapan

kelangsungannya tidak bergantung pada kepengurusan. Pengurus de Gromiest akan memberikan dukungan

yang bersifat menjaga keberadaan dan kelancaran fasilitas yang digunakan dan memberikan input berupa

informasi kegiatan dan kepengurusan. Koordinator permilist-an dipegang oleh Teguh dan Ismail, untuk

bidang IT dikoordinir oleh Amal dan Buyung.

III. RIHLAH
Untuk kegiatan rihlah 2005, direncanakan untuk diadakan kunjungan ke Disneyland dan Paris (dan

sekitarnya). Kunjungan direncanakan selama 4 hari (Kamis 5 Mai - Senin 9 Mai 2005, menurut catatan

tanggal 5 Mai adalah hari libur resmi di Belanda). Pendaftaran sudah dimulai dibuka sejak tanggal 20

Maret, akan ditutup pada: Sabtu 16 April 2005 (gelombang I) dan Sabtu 23 April 2005 (gelombang II).

Resiko untuk pendaftar gelombang II adalah kemungkinan akan biaya tiket dan penginapan yang lebih

mahal. Untuk kesuksesan acara, telah disusun sebuah tim yang anggotanya sbb (berikut kontak):
1. Pendaftaran dan pembayaran: Agnes ([email protected])
2. Transportasi dan acara: Heni ([email protected])
3. Akomodasi: Wangsa ([email protected])
Tim akan segera melakukan survey dan diharapkan paling lambat tanggal 26 Maret 2005 sudah dapat

memberikan gambaran kasar mengenai acara, rencana perjalanan, dan biaya yang akan diperlukan.


Kebenaran hanya milik Allah. Tapi manusia kerap merasa menjadi orang yang paling benar. Semua orang memiliki ke’aku’an yang memang menjadi sifat dasar manusia. Sanggupkan keegoisan dalam diri itu luntur dan akhirnya sirna oleh tempaan kehidupan? Padahal, bila ia pergi, ‘pertemuannya’ dengan Tuhan hanya sejengkal lagi. Sulit. Sungguh sulit memang. Tentu saja butuh pengorbanan. Tenaga, pikiran, dan air mata mesti terkuras untuk melenyapkannya. Tapi ia–keegoisan dalam diri–tetap tak mau juga pergi.

Mengapa ia membandel? Mengapa ia suka sekali berdiam dalam jiwa manusia? Mengapa begitu sulit? Setelah badai bertubi-tubi datang, menghempas dan memporak-porandakan hati, tetap saja ia enggan pergi. Terkikis mungkin, tapi sedikit sekali. Sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali. Karena masih banyak lagi, ribuan bahkan jutaan manusia yang tetap mengeras seperti batu karang. Bahkan untuk sekedar menyadari bahwa ia memang ada pun sungguh sulit bagi manusia seperti ini.

Bila ia telah pergi, apapun yang datang, manusia tentu tak kan lagi terpengaruhi . Cintanya betul-betul cinta mati. Cacian menjadi sama indahnya dengan pujian. Sakit sama rasanya dengan sehat. Bahagia bergandengan sama mesranya dengan duka. Semua menjadi tiada, tak lagi terombang-ambing kesana kemari, karena di ‘dalam’ sana ada kedamaian yang luar biasa, begitu indahnya.


Setelah melewati masa transisi kepengurusan yang cukup singkat, suksesi kepngurusan de Gromiest 2004/2005, melalui pembentukan tim formatur, telah menghasilkan keputusan dengan terpilihnya tiga orang kandidat ketua:
1. Shri Mulyanto
2. Indra Muliawan
3. Wangsa T. Ismaya
dan musyawarah tim formatur menetapkan Wangsa T. Ismaya sebagai ketua de Gromiest untuk masa kepengurusan 2004/2005.

Ketua terpilih kemudian diberikan waktu untuk menyusun agenda kerja dan susunan kepengurusan 2004/2005. Dengan dukungan dari anggota dan setelah melalui masa penggodokan yang memakan waktu hingga hampir satu kuartal kepengurusan, maka agenda kerja dan susunan kepengurusan de Gromiest ditetapkan sebagai berikut:

STRUKTUR ORGANISASI

De Gromiest dipimpin oleh suatu tim pengurus inti yang berangggotakan tiga orang yang diambil dari kandidat terpilih dalam masa pemilihan ketua dan seorang bendahara sebagai pemegang buku besar keuangan de Gromiest. Dengan prinsip sharing of power ini, diharapkan agar putusan yang diambil dapat lebih mewakili anggota disamping mengurangi beban tanggung jawab dari pimpinan de Gromiest.
Duduk di dalam tim inti kepengurusan adalah:
1. Wangsa T. Ismaya (koordinator tim)
2. Indra Muliawan
3. Shri Mulyanto
4. Diana Djirdjis (pemegang buku besar keuangan)
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim bertindak sebagai koordinator dan sebagai pelaksana kegiatan lapangan akan lebih banyak melibatkan anggota aktif de Gromiest, didasarkan pada semangat oleh, dari, dan untuk anggota.

KEGIATAN
Kepengurusan de Gromiest 2004/2005 diarahkan pada mengakomodasi kebutuhan dan aspirasi anggota. Hal ini ditujukan agar keberadaan de Gromiest lebih bisa dirasakan secara langsung oleh para anggota.
Kegiatan de Gromiest dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Kegiatan rutin
Adalah kegiatan yang dilakukan secara rutin dan yang selama ini sudah menjadi trade mark de Gromiest. Usaha akan lebih dititikberatkan pada menjaga konsistensi pelaksanaan kegiatan dan peningkatan kualitas dari kegiatan tersebut. Kegiatan ini mencakup aktivitas:
a. Silaturahmi bulanan
b. Tadarus setiap hari Sabtu
c. Olah raga mingguan
2. Kegiatan insidentil
Kegiatan ini tidak diagendakan dan akan dilaksanakan sesuai dengan keinginan dari anggota. Tim inti akan berusaha untuk selalu menangkap dan mendengarkan keinginan anggota untuk kemudian memformulasikannya dalam bentuk rancangan kegiatan yang pelaksanaannya bergantung pada kesediaan dan kesepakatan bersama.

KEBIJAKAN LAIN
Kepengurusan de Gromiest 2004/2005 memutuskan untuk mengambil kebijakan yang terkait dengan eksistensi dan fungsi organisasi. Kebijakan-kebijakan yang diambil antara lain:
1. Melanjutkan program adik asuh de Gromiest. Dengan telah tersedianya donatur, penurus mempertimbangkan untuk memperbesar ukuran dari program dengan mengalokasikan dana yang lebih besar untuk pelaksanaan program.
2. Memulai kembali pemberian kontribusi bulana untuk operasional masjid Sellwerd yang sudah cukup lama terhenti.
3. Memulai perancangan usaha dan kegiatan yang bersifat penggalangan dana yang diharapkan bisa menjaga kelangsungan hidup de Gromiest.

Catatan kaki: mohon maaf jika penyampaian informasi kepengurusan baru ini sangat terlambat


Taubat Tiada Tak Berampun

Filed under Ramadhan 2004

Tulisan keempat dari hajatan Tasbih Ramadhan yang disajikan sepanjang bulan Ramadhan 1425H.
Artikel ini ditulis oleh Wangsa Tirta Ismaya.

Musim kering belum juga berakhir, walaupun hujan memang sudah mulai turun beberapa kali. Iklim memang sudah mulai berubah, tidak lagi mengikuti mantra pakem yang dipelajari sewaktu masih sekolah dasar dulu.

Sepertinya musim hujan terus bergeser, dan untuk sebagian orang kehadirannya setiap tahun dinantikan seperti halnya tamu agung. Musim hujan menyebabkan suasana yang lebih sejuk, air yang turun dengan melimpah dipandang sebagai berkah yang tak terkira. Anehnya, sering juga pada saatnya tiba malah menimbulkan segala macam bencana seperti banjir dan tanah longsor. Pada kala itu, musim hujan malah dikait-kaitkan sebagai hukuman buat manusia yang semena-mena terhadap lingkungan. Mother nature sedang marah, katanya. Wajar toch, setelah segala macam perbuatan manusia.

Ramadhan, kehadirannya dinanti-nantikan tidak jauh berbeda dengan musim hujan. Ramadhan membawa kesejukan bagi ruh setiap muslim yang sepanjang sebelas bulan terlalaikan oleh kesibukan duniawi. Seperti halnya hujan, bulan Ramadhan penuh dengan cucuran rahmat Allah: pintu-pintu ampunan dan rezeki dibuka lebar-lebar, iblis dan syaithan diikat sehingga umat Islam dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Ada anehnya? Tentu, bulan Ramadhan juga terkadang dikaitkan dengan menurunnya etos kerja seorang muslim. Benar? Wallahu alam. Tapi satu yang pasti berbeda: tidak ada yang mengatakan bahwa Allah sedang marah.

Mungkin disinilah letak perbedaan musim hujan dan bulan Ramadhan dimulai. Terlepas dari segala macam tindakan yang diambil seorang muslim dalam sebelas bulan lainnya, Allah tidak marah. Allah maha pengampun, Allah justru membukakan pintu maaf untuk apapun yang telah terjadi. Kuncinya hanya satu, meminta maaf. Sulitkah? Tentu tidak karena meminta maaf “hanya” melibatkan harga dan kebanggaan diri, terlumurkan keegoisan dan keangkuhan: saat mulai berdo’a dan memohon agar dosa yang telah diperbuat dimaafkan diikuti dengan alasan dan cerita yang melatarbelakangi mengapa semuanya terjadi ….

Adalah harfiah bahwa manusia berbuat kesalahan dan kerusakan. Sering dikatakan bahwa mengulangi kesalahan yang sama adalah suatu kebodohan karena ketidakmampuan untuk mengambil hikmah dari kesalahan yang dibuat. Adalah baik jika dari suatu kesalahan yang terjadi dapat diambil hikmahnya lalu dijadikan pelajaran agar tidak terulang. Namun bukan berarti tidak ada hikmah dibelakang setiap dosa dan kesalahan yang diulangi. Setiap kali suatu kesalahan diulang, setiap kali itu pula seseorang ditantang untuk mau memohon maaf dengan menanggalkan lindungan rasa malu. Setiap kali taubat diantarkan ke hadapan Allah atas dosa yang dilakukan, entah berapa banyaknya pun telah diulangi, setiap kali itulah Allah melihat kecintaan hamba-Nya. Keinginan seorang hamba untuk memanjatkan taubat, memohon maaf dalam keadaan keimanan tercabik seperti apapun, menunjukkan keinginan suci dari ruh manusia untuk merasa dekat dengan Allah. Usaha untuk mendapatkan kembali perhatian dan kecintaan-Nya yang sebenarnya tidak pernah meninggalkannya.

Taubat yang sesungguhnya dipanjatkan dengan bersih, dilandasi oleh perasaan untuk berbuat lebih baik dan menghindari kesalahan yang telah diperbuat. Sekedar keinginan pun sudah merupakan awal yang bagi Allah bahkan sudah merupakan ungkapan taubat. Dengan tidak bermaksud bahwa manusia boleh melakukan dosa dan kesalahan dengan semena-mena karena Allah pasti akan memaafkan, namun berbuat dosa bukan akhir dari segalanya. Selalu ada kesempatan untuk memulai dan taubat adalah awal yang baik.


If tomorrow never comes

Filed under Renungan & Hikmah

Ini bukan lagu yang dinyanyikan Gary Barlow, tapi isi dari sebuah film yang ditayangkan di Net5 pada malam senin, 29 Agustus 2004. Alur ceritanya biasa saja, kemampuan akting pemainnya juga,kalau tidak dibilang pas-pasan, cukup bagus. Namun ada suatu pesan moral yang sangat bagus rasanya untuk diperhatikan.

Phil adalah seorang reporter televisi yang cukup terkenal. Ia dikenal sebagai pekerja keras yang memiliki dedikasi tinggi pada pekerjaannya. Namun, seperti halnya para workholic, Phil sangat terlarut dalam bidangnya sehingga melupakan kehidupan sosial disekitarnya. Semua yang berkaitan dengan hidupnya dijalani secara profesional, dilihat dari untung rugi, usaha untuk memanipulasi orang lain dan lingkungan untuk kepentingan pribadi. Egosentris, ya, itu gambaran singkatnya.

Hidupnya berjalan sangat lancar hingga satu pagi, saat sedang melakukan liputan di sebuah desa terpencil, sesudah terjaga dari tidurnya, ia menemukan bahwa apa yang dia sedang jalani sama persis dengan apa yang terjadi kemarin, de ja vu fikirnya. Satu kali, dua kali, berikutnya, Phil mulai merasa bosan dan kesal dengan apa yang terjadi. Setiap jam alarm membangunkannya setiap jam enam pagi, sudah terbayang di depan mata, apa yang akan terjadi setiap detik berikutnya. Dalam suatu diskusi di kedai minum pada suatu malam, ia memutuskan untuk melakukan apa yang sesuka hati, seperti apa yang ia inginkan. Hasilnya? Bosan. Hingga tiba pada satu saat dimana Phil frustasi dan memilih jalan nekat: bunuh diri. Haislnya? sama saja, ia bangun dikeesokan-harinya dengan keadaan yang sama: frustasi. Akhirnya, Phil mencoba untuk bisa menghadapi kondisi ini, caranya? Mencoba membuat hari-harinya menyenangkan, bersikap baik dengan - dan membantu orang lain. Walhasil, semua orang menyukainya, Phil menjadi orang yang popular, rekan kerja wanitanya (yang selama ini ia sukai namun terlalu egois untuk mengakuinya) menjadi luluh hatinya dan ikut memperebutkannya. Pada saat itulah keajaiban terjadi, hari berlanjut kekeesokan-harinya.

Ceritanya biasa saja, toh? Namun sepanjang menonton film itu terus selalu terfikir: bagaimana kalau hal hari berlanjut pada saat Phil melakukan hal-hal yang konyol, memalukan, membuatnya dibenci oleh orang lain. Phew …

Phil orang yang beruntung. Berulang kali ia dapat kesempatan untuk memperbaiki hidupnya, membuat harinya menjadi lebih berarti. Bagaimana dengan kehidupan kita, kehidupan nyata, yang tidak mengenal istilah “break” dan “repeat”. Bagaimana kalau kita menyakiti orang lain, sesuatu yang buruk, bahkan sangat buruk. Bagaimana kalau besok tidak datang, bukan karena hari berulang, tapi … Phil perlu ratusan kali untuk menyadari, bahwa membuat hari ini cukup berharga untuk dilanjutkan ke hari berikutnya. Bagaimana dengan kehidupan kita, yang bahkan tidak ada kali ke dua untuk menyadarinya. Ketika sadar, kesempatan itu telah berlalu. Jadi terfikir, mungkin ini maksudnya, kita harus selalu melakukan kebaikan. Hari tidak akan berulang, hanya melangkah maju.

If tomorrow never comes, jika esok tidak akan datang, pertanyaan yang akan hadir setiap hari, setiap kali kita akan melakukan suatu aktivitas, setiap kali sebelum tidur.

Jika hari ini dan hari-hari yang telah dilalui begitu indah teringat dan penuh dengan kebahagiaan, penuh dengan tindakan baik yang membuat hidup ini bermakna, tidak ada lagi.

If tomorrow never comes, I don’t care
I did something good today
I am something today


Venus lewat

Filed under Catatan Pribadi

Waktu bangun hari ini, ingat kalau ada momen besar yang akan terjadi: Venus transit di matahari. So, what? Ini kesempatan langka yang muncul belum tentu sekali dalam ratusan tahun, mungkin lebih. Momen yang sama seperti lewatnya komet dan teman-teman luar angkasa lain …..

Bangun pagi sekitar jam 06.00, untung udah subuh sebelum tidur jadi ngga buru-buru. kucek-kucek mata, nyalakan komputer dan lihat-lihat pencuci mata, melihat keluar: bagaimana mau melihat venus kalau cuaca mendung berawan seperti ini. Walhasil, malah pasang penutup mata buat nerusin tidur lagi, bebas cahaya ….

Lihat jam sudah hampir jam 09.00, langsung loncat ke kamar mandi (buat cuci muka dan sikat gigi, sudah beberapa hari malas mandi) dan siap-siap berangkat ke kantor. Sambil jalan ke arah Aa-kerk, clinguk ke atas, bertanya apa beneran venus bakal kelihatan, ya? Eh, jadi aja bus nomor 15 lewat depan mata, padahal kalau mau bergerak sedikit pasti dapat, cuma terpisah jarak 10 meter. Tapi …. ah, setiap 10 menit ada yang lewat toh, sambil senyum ngedipin supir bus yang kebetulan cakep, membiarkan dia ngeluyur ke arah Zernike (ternyata supir bus berikutnya sudah tua, hahahaha ….). Waktu duduk di bus terus terfikir, padahal kalau datang ke kantor sudah kadung terlambat dan merasa biasa aja (toh tadi malam sampai larut kerja di lab), kenapa ngga jalan aja ke Academie Gebouw nemuin mas Ferry, minta tunjukin Venus pake kacamata D-5 (yang disediain gratis) …. AH, biarin aja lah, kerjaan kan nomor satu ….

Sampe kantor tetap penasaran, ini kan momen yang ngga sekali dalam ratusan tahun, masa dilewatkan begitu saja. Jadilah, angkat telepon, kontak mas Ferry, tanya bagaimana cara melihatnya. Satu disket yang ngga kepakai jadi korban, buat gentinya kacamata D-5 …. intip-intip, eh keren juga …. kaya matahari punya tahi lalat di dagu kiri bawah, trend ala marilyn monroe kali, ya … tapi pas balik ke ruangan, hem, cuma sebegitukah? balik lagi ke luar, lihat lagi, bolak balik sampai 3 kali, tetap aja bertanya …. hanya sebegitukah?

Sekarang udah sore, hingar bingar Venus lewat juga udah sirna, malah mungkin buat beberapa orang, sudah dilupakan. Tapi kok teruus aja terfikir: Venus transit, momen besar, belum tentu terjadi lagi dalam beberapa ratus tahun ke depan (se-engga-nya ngga sejelas sekarang). Lama-lama kefikiran, kenapa menjadi momen besar? matahari kan lebih jauh, ngga ditunggu-tunggu tuh nongolnya. Bulan juga (kecuali memang diperluin buat nentuin kapan puasa dan lebaran). Bus nomor 15, apalagi …. bakal ketinggalan didepan mata juga dicuekin, udah apal ini jadualnya.

Ini masalah momen, karena hanya kali ini kesempatan buat lihat Venus seumur hidup, ngga bakalan dilewatkan. Kalo dari matahari sampai bus, itu sih udah jamak. Analog dengan hidup (sebagai suatu momen), dari nikah sampai pekerjaan juga udah jamak: hidup ngga boleh sampe salah jalan, cuma sekali, kalo nikah, skolah, kerja de ka ka, ngga cocok ya … bubar en cari lagi, hahahahaha …

Ini masalah respek, fenomena yang menurut kalangan astrolog sangat mengagumkan, kok rasanya plong gitu aja. Udah dicoba-coba merasakan keindahan waktu melihat bintik item kecil itu, hem, tetep aja ….. salah satu kegagalan mentadaburi alam? ngga tahu deh …

Ini masalah gengsi, bisa dijadikan kebanggaan kalau sempet terlibat. Se-engga-nya kalau ketemu temen: “sempet liat Venus transit, ngga? bagus en asik lho …”. Lho, teman-teman di kampus malah sudah melihat duluan. Ada teman seruangan yang ngga lihat, waktu ditanya jawabnya: lihat aja di internet, gampang en ngga bikin sakit mata. Waktu ditimpali bahwa melihat fenomenanya secara langsung beda dengan melihat foto hasil jepretan di muka komputer, cuman dicibirin aja …..

Ini masalah curiousity, kaya apa sih kalo Venus transit di matahari. Ooo, seperti itu, ya udah ….. langsung masuk recycle bin di otak ……

hehehe, koq inget sama es krim campina yang waktu jualan paddle-pop jinglenya terkenal karena tiap tukang es keliling stay tune sama kasetnya.

– I’m your Venus –
– I’m your fire —
– your desire, your desire —-


Beberapa hari yang lalu pergi nonton film di Pathe, mendengar kalau ada film bagus, referensinya cukup lengkap. Bersama-sama dengan sebelas orang (didominasi oleh gerombolan Plutolaan) kita menonton Day after tomorrow. Waktu akan berangkat, tidak ada gmabaran sama sekali tentang film itu, pernah lihat iklannya di teve, mirip-mirip armagedon atau dante’s peak, lah ….

Sepanjang menonton pun perasaan apriori dan nge-judge sudah ada, typical film Hollywood, yaa, ceritanya sudah bisa ditebak toh: happy ending dan heroic, jadi karena sudah menebak akhirnya kaya apa, yang ditunggu-tunggu momen serunya saja. Walhasil, tidak seru !!!!! ngga ada perasaan thrill sama sekali, datar, ditambah alur ceritanya yang sangat lambat (membosankan). Memang sih, ada momen-momen menyentuh seperti saat sang ayah berhasil mencapai lokasi anaknya yang terkepung dalam jebakan suasana membeku di Manhattan, waktu sang ibu hampir mengorbankan dirinya untuk menunggui pasien kecilnya karena ketiadaan ambulance …. TAPI, ya, standar Hollywood, jadi kalau bahasa dugem bilang: Basi banget ngga sich ??? Mungkin momen-momen ini terkubur di antara hebohnya cerita mengenai bencana yang terjadi. Apa lagi, ya? Arogansi pemerintah dan unjuk kecanggihan teknologi Amerika, nda usah nonton film ini pun rasanya sudah tahu. kalau sekedar untuk menonton, ini film bagus, sayangnya dibuat dalam format yang sudah standar. Entertaining tapi tidak menyentuh ….. Buat yang nda suka science, bahkan, lebih mirip kuliah Klimatologi dari pada cerita tentang suatu bencana. Sempat kesal juga karena sewaktu sang professor membuat presentasi tentang arus teluk, indonesia sama sekali menghilang dari peta dunia yang ia tampilkan.

Namun ada satu pelajaran berharga yang bisa dipetik dari film ini, yang sangat tidak diduga. Sewaktu diceritakan tentang bencana yang terjadi, segera terlintas di kepala kalau Amerika dengan heroic bisa menemukan metode atau teknologi yang bisa menyelesaikan masalah tersebut, bagaimana pun caranya. Intinya, lagi-lagi heroisme Amerika. Di sini justru kejutannya ! Dalam film ini digambarkan bagaimana Amerika memang tidak berdaya melawan bencana ini, digambarkan bagaimana Amerika memohon pada pemerintah meksiko agar memberikan bantuan (well, you know hubungan Amerika dan meksiko…), bagaimana Amerika pada saat semuanya berakhir mengucapkan terima kasih dan penghargaan untuk negara-negara DUNIA KETIGA yang (kebetulan) tidak terkena bencana dan membantu Amerika (dan negara-negara belahan bumi utara lainnya). Cerita mengenai bagaimana kekuatan sebesar apapun di muka bumi ini tidak berdaya menghadapi murkanya Alam (yang bisa diartikan sebagai kekuasaan Tuhan). Berkaitan dengan ke-Tuhan-an, memang ada yang miss di sini. Tidak ada scene yang melibatkan agama (memunculkan pastor, pendeta, berdo’a de el el). Memang sempat terucap “let’s pray” atau “we can only pray” dan semacamnya, tapi tidak lebih dari itu.

Phew, semoga saja bentuk kearoganan Amerika yang terkikis dalam film ini bisa terwujud dalam kehidupan nyata.


Bahasa dan pengganti

Filed under Intriguing Idea

Beberapa waktu ke belakang, di eropa pernah diramaikan dengan rencana membuat bahasa artifisial yang digunakan untuk sebagai bahasa komunikasi antar negara di eropa. Entah sama atau tidak, rasanya ide ini mirip dengan pengembangan bahasa Indonesia dulu. Rencana ini pada akhirnya memang tidak berhasil dilaksanakan, chauvinism masing-masing pemilik bahasa, spanyol, italia, inggris, jerman dan, tentu saja perancis.

Bukan tentang bahasa artifisial ini yang akan berlanjut sebenarnya, tapi jika dilihat dari kesempurnaan bahasa yang digunakan. Mungkin karena bahasa Indonesia begitu sederhana sehingga mudah digunakan. Ketiadaan artikel salah satunya. Dalam bahasa Indonesia, tidak ada pembedaan antara jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Entah ini simbol awal dari emansipasi atau pembolehan kebinanan, hahahaha …

Dalam bahasa Indonesia, kita terbiasa menggunakan akhiran “-nya” sebagai kata ganti perseorangan, regardless bagi laki-laki atau perempuan. Pernah seorang teman mengatakan kalau dengan demikian, akan membingungkan karena tidak akan jelas apa yang dimaksudkan dalam suatu perkara atau kalimat tanpa terlebih dahulu dijelaskan terlebih dahulu pada awalnya, kepada siapa dialamatkan “-nya” itu. Well, banyak kata-kata ambigous lainnya seperti suffix “-nya” ini, jadi tidak heran kalau di Indonesia banyak hal-hal yang tidak jelas, what so ever …

Anyway, sebenarnya justru ada satu kelebihan suffix “-nya” yang tidak jelas ini. Apa? Misalnya pada saat kata ganti ini dialamatkan kepada Tuhan, kita bisa dengan mudah mengganti awal suffix ini dengan huruf kapital, “-Nya”. Ini yang tidak bisa dilakukan oleh bahasa-bahasa dunia yang mengenal gender. Dimanakah tergelitiknya? Sebenarnya dalam sebuah diskusi dalam bahasa Inggris, seringkali kata Tuhan dikata gantikan oleh istilah ‘he”, bukan she, they, atau lainnya. Tergelitik bahwa dalam Islam, Tuhan tidak bergender. Karena ngga ngerti bahasa arab, entah apa dalam bahasa arab (yang mengenal gender), TUhan juga dikategorikan lagi-laki.

Dalam pandangan agama lain, seseorang rasul yang diagungkan sebagai Tuhan dan kebetulan berjenis kelamin laki-laki, mm.. belum ditemukan dalam katalog seorang perempuan menjadi rasul, kalau nabi, entahlah, jumlahnya banyak sekali. Tetapi, tidak masalah. Agama ini memang didominasi oleh penganut yang menggunakan bahasa yang mengenal bergender, bahkan salah satu kesatuan terkuat di bumi ini pun menggunakan agama ini sebagai salah satu kesatuan dasarnya. He, his, him, er, sein, zijn, hij, sama toch. That’s fine, for them, maksudnya. Memang Tuhannya laki-laki, toch.

Well, dalam Islam Tuhan tidak bergender, Ia (memang nikmat memakai bahasa Indonesia) bukan laki-laki atau perempuan. Lalu kenapa dalam bahasa bergender, Ia dikategorikan sebagai “He”, bukan “She”. Padahal kalau menggunakan “SHE”, kan sudah mengandung kedua unsur laki-laki dan perempuan. Coba dipisahkan saja S+HE mengandung dua unsur HE dan SHE sekaligus. hahahaha, permainan kata-kata, menarik. Influence dari bahasa bergender? Atau influence dari agama lain, mm, menarik.

Okelah, dengan pengetahuan bahasa yang minim, sulit buat disimpulkan oleh saya. Biarkan jadi pertanyaan terbuka, biarkan saja masing-masing membuat jawaban masing-masing.


Batu

Filed under Puisi

Batu sungai
berwarna warni hidup
dimanakah …..

mengalir sungai ke hilir
membawa asa
hidup bagi batu hijau
kotoran, sampah …..
tiada keluh batu hitam

Batu terkikis air tenang
air mengalir menguak belahan hati
batu terkikis air tenang
bukan warna membuat habis

Batu hijau dalam sungai
tak mengeluh
batu hitam dalam sungai
tak menangis

tak pandang siapa mengalir
terkikis makna air
batu adalah batu

tegar yang lembut
garang yang sabar


Buta

Filed under Puisi

Sekedar tulisan beruntai saat tak bisa tidur walau sudah lepas tengah malam..

Ketika semuanya tak tersampaikan
Mata berurai air mata dan menengadah tangan
Ya Tuhan, mengapa semua yang aku usahakan tak menghasilkan

Dalam doaku
Janganlah Engkau uji aku dengan cobaan yang tiada mampu aku pikul
Lapangkanlah jalan dan permudahkan urusanku

Dalam kepasrahanku
Segalanya berasal dari Engkau dan ku kembalikan pada Engkau
Aku percaya ada rahasia dari segala keputusan-Mu

Mata melihat apa yang ingin aku lihat
Tubuh mengerjakan apa yang sudah akal rencanakan
Hati berharap cemas semoga segalanya berjalan baik dan tepat
Seperti yang sudah ku perkirakan

Betapa aku buta
Betapa aku sombong
Segala sesuatu dapat tak terlaksana
Mata bisa ditutup namun hati tak bisa berbohong

Terperangkap di tengah-tengah
Persaksikan ya Tuhan diriku yang pasrah
Berharap Tuhan mau mendengarkan
Dan akhirnya membukakan jalan

Keras kepala
Memohon Tuhan untuk mengabulkan doa

Keras kepala
Luput melihat karunia yang sudah ada

Keras kepala
Membutakan mata akan ridha Tuhan akan hasil yang tiada

Keras kepala
Memang keras kepala

Keras kepala
Aku seorang manusia

Bukan dewa
Hanya seorang manusia