Entries by Redaksi Cafe

deGromiest online

Filed under Audio, Dokumentasi

Topik: Tips Belanja
Nara Sumber: Rachma dan K’ Fean
Waktu: Minggu 25 Januari 2009, 19.30 CET

dG online 25012009 part 1

dG online 25012009 part 2

dG online 25012009 part 3

Topik: Cake Related
Nara Sumber: Teh Intan
Waktu: Sabtu 26 Juli 2008, 19.00 CET

dG online 26072008 part 1

dG online 26072008 part 2

dG online 26072008 part 3

Topik: Tips Menjaga Kesehatan Kulit
Nara Sumber: Mbak Mira
Waktu: Minggu 29 Juni 2008, 20.00 CET

dG online 29062008 part 1

dG online 29062008 part 2

Topik: Menggapai Pernikahan Barokah
Nara Sumber: Mbak Nona
Waktu: Jum’at 16 Mei 2008, 19.00 CET

dG online 16052008 part 1

dG online 16052008 part 2

Topik: Menjadi Pasien Cerdas, Mengapa Perlu?
Nara Sumber: Mbak Agnes
Waktu: Minggu 27 April 2008, 20.00 CET

dG online 27042008 part 1

dG online 27042008 part 2

Topik: Tips Memasak Enak, Cepat, Murah, dan Bergizi
Nara Sumber: Teh Nisa
Waktu: Minggu, 16 Maret 2008, 20.00 CET

dG online 16032008 part 1

dG online 16032008 part 2


Osterreich

Filed under Hobby, Traveling Club

Bagi para penyuka musik klasik maupun yang tidak terlalu nge-fans, tentu sudah tidak asing lagi dengan negara kelahiran Mozart: Osterreich atau yang lebih dikenal dengan nama Austria. Negara republik yang beribukota di Vienna ini berada di kawasan Eropa tengah, berbatasan dengan Jerman dan Ceko di sebelah utara, Slovakia dan Hungaria di sebelah timur, Slovenia dan Italia di sebelah selatan, serta Switzerland dan Liechtenstein di sebelah barat.

Mau menikmati suasana Eropa yang romantis? Mengunjungi tempat-tempat bersejarah dunia? Main ski di kawasan pegunungan Alpen? Atau mau ke perusahaan kristal ternama Swarovski? Austria-lah jawabannya.

Tinggal di utara Belanda tentunya tidak menghalangi niat untuk menjelajah dunia. Untuk kali ini tim ekspedisi rihlah deGromiest menjajaki tiga kota yang biasa dijadikan tujuan kunjungan di Austria: Salzburg, Vienna, dan Innsbruck. Sebagai mahasiswa yang umumnya akan lebih memilih sebagai backpacker, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari:

- rute perjalanan dirancang dan ditentukan secara cermat [tujuan wisata, termasuk estimasi waktu: jadwal buka tujuan wisata serta jadwal bis/kereta], berkaitan dengan lokasi hostel yang akan di-book ing serta estimasi tiket yang harus digunakan
- hostel sebaiknya dipesan min. dua minggu sebelum rencana travelling. Lebih cepat lebih baik karena memungkinkan mendapatkan hostel/apartemen murah. Hostel bisa di cari di hostelworld atau di hostelbookers. Harga per kamar/orang/malam berkisar antara 13-30 euro, dari yang private room hingga kamar dalam skala dormitory (mix dengan orang lain jika jumlah orang yang booking lebih sedikit dari jumlah bed di dorm itu).
- jika akan menggunakan pesawat, bisa di-booking jauh-jauh hari di skyeurope, easyjet, atau ryanair. Jalur darat bisa ditempuh bis atau kereta. Bagi pengguna Interrail global pass (jalur darat), sebagai kenang-kenangan akan mendapatkan USB stick 256 MB jika memposkan travel report, yang tentunya gratis biaya pos. Dengan Interrail global pass juga akan mendapatkan diskon tiket kereta 50% di negara asal. Misal jika dari Groningen dan akan memulai perjalanan menjelajah Eropa dari Leer (Jerman), maka hanya diperlukan tiket tambahan ke border terdekat: Groningen-Nieuwe Schans PP 9 euro.
- estimasi uang yang dibawa [untuk tiket tram, bis, museum, tujuan wisata, hostel, makanan, souvenir], misal untuk perjalanan delapan hari berkisar 300-500 euro. Pastikan membawa kartu debit dan kredit (bagi yang punya). Jika mata uang yang digunakan di negara tujuan bukan Euro [misal krone], akan lebih menguntungkan jika menarik langsung dari ATM [bebas biaya penarikan dengan nilai exchange rate bank yang lebih stabil].
- pastikan membawa paspor dan verblijf, serta handphone yang on dan berpulsa, karena dalam perjalanan melintasi border negara-negara EU biasanya ada polisi yang memeriksa kelengkapan dokumen. Sedangkan kalau menggunakan pesawat, pastikan liquid yang dibawa ke kabin maksimal per item 100 ml dan disimpan di satu tempat. Di mana pun kalau bertemu petugas, pastikan selalu menunjukkan ekspresi ramah.
- Kalau ber-kereta atau menggunakan bis, bisa mengisi waktu dengan membaca buku, mendengarkan mp3 player, atau mungkin bisa main kartu bridge, tentunya bersama cemilan bahkan mungkin akan ada yang memilih untuk tidur karena perjalanannya tentu tidak singkat.
- pastikan juga kamera selalu on untuk mengcapture momen-momen menarik, jangan lupa membawa charger HP maupun kamera jika berpergian lebih dari satu hari.

Let’s start with what can you see and get when you are in Austria (dari pengalaman tim ekspedisi):

1. Vienna

Kota yang indah, itulah Vienna. Banyak gedung-gedung tua artistik khas Eropa yang bisa dilihat keindahannya. Bangunan khas Eropa yang megah dan luas, dan tentunya bagi pemegang kamera SLR akan lebih “wah” lagi jika membawa lensa tambahan. Tempat makan alternatif yang bisa dikunjungi: kebab, Nordsee, Starbucks. Juga kenali tanda U berwarna biru sebagai stasion U-bahn terdekat dan akan lebih menguntungkan lagi kalau membeli tiket group Vienna: 48 jam sekitar 12 euro, berlaku 5 orang [CMIIW]. Tempat refreshing yang bisa dikunjungi: taman bermain Vienna (Wien Praten), yang konon menurut cerita, kincir di sana termasuk kincir tertua di dunia, selain itu permainan “Vienna Air” yang keren dalam menjelajah kota, cukup untuk membuat adrenalin meningkat, serta permainan lainnya. Selain itu kita bisa juga mengunjungi summer house istana raja (Schoenbrunn palace), pastikan kuat mendaki bukit yang tinggi … you really… really will have a nice view there. Di tempat ini ada beberapa guide tour dengan bermacam-macam admission fee, yang bisa dilihat di sini.


Jika punya waktu lebih di Vienna, bisa pula berkunjung ke Hundertwasser Haus, rumah yang dibuat dan dipercantik dengan tidak ada garis yang lurus (konsepnya mengikuti alam yang tidak ada straight line), sayangnya tidak diperbolehkan untuk masuk ke rumah itu, dikarenakan rumah itu dihuni oleh beberapa orang… tapi rumah itu dapat dinikmati dari luar maupun dari video yang diputar di kafe yang ada di bawah rumah tersebut. Keterangan lebih lanjutnya dapat dilihat di sini.

Gedung dalam kota, Vienna

Foto-foto Vienna lainnya dapat dilihat di sini.

2. Salzburg

The sound of music, jargon yang sangat terkenal di Salzburg, kota kelahiran Mozart. Transportasi utama dalam kota adalah bis, dengan harga 1.8 euro jika beli tiket di mesin, dan 2 euro jika membayar di bis. Kastil indah (Festung Hohensalzburg) di tengah kota menjadi tujuan utama kunjungan ke kota Salzburg, bisa dicapai dengan Festungsbahn, yang sudah include dengan tiket masuk seharga 10 euro jika masuk dari depan [Festungsbahn naik-turun], atau 8 euro jika masuk dari belakang [Festungsbahn turun]. Jangan lupa, jika keluar dari depan ada satu tempat yang sering dikunjungi orang-orang untuk berfoto dengan baju-baju zaman dulu (bergaya oldies), harganya berkisar 25 euro untuk dua foto [CMIIW] (sayangnya kita tidak bisa menggunakan kamera kita di sana).

Salzburg di malam hari

Foto-foto Salzburg lainnya dapat dilihat di sini.

3. Innsbruck

Bagi yang senang bermain ski, Innsbruck bisa menjadi pilihan tempat yang bisa dikunjungi. Kota ini bisa dikunjungi dari arah Salzburg maupun Munich sekitar 2 jam saja menggunakan kereta cepat (IC atau ICE). Lanskap pegunungan Alpen yang indah, suasana kota yang hidup, serta tempat belanja yang menarik. Kita juga bisa mengunjungi kristallwelten Swarovski, via bis shuttle dari Innsbruck Hauptbanhof (HBf) yang datang satu jam sekali. Area Alpen bisa dicapai via kereta nordkette. Untuk 3 zona Alpen, harga tiket nordkette sekitar 20 euro.

Lanskap Innsbruck

Foto-foto Innsbruck lainnya dapat dilihat di sini.

Sebelum pulang ke Groningen, bisa pula mengunjungi salah satu kota di Jerman, Munich misalnya (bagi pengguna kereta, seperti yang dilakukan tim ekspedisi kali ini).

Olympiazentrum saat perayaan tahun baru 2009

Jika penyuka otomotif, area museum BMW bisa jadi objek kunjungan di Munich, no entrance fee loh.



Semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

Tim rihlah dG



Jadwal Shalat Dec 08

Filed under Dokumentasi

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Terlampir jadwal shalat yang dikeluarkan dari masjid Selwerd untuk bulan Desember 2008.

jadwal-dec-08

Wassalam,

Redaksi Cafe


Assalamu’alaikum,

Adalah satu kebanggaan bagi saya pribadi untuk membuat surat pembuka untuk undangan Defense PhD dari salah satu tetua deG kita, Nandang Mufti. Insya Alloh, pada tanggal 5 Dec 08 nanti beliau akan menggenapkan pengukuhannya di grup Solid State Chemistry tepat waktu. Beliau sudah malang melintang di basement gedung 18  zernike complex hampir 4 tahun dan akan menyajikan thesis berjudul “Magnetic and Electric Response In Multiferroic Manganites”. Terlampir beberapa petikan isi dari buku tersebut yang memuat antara lain intisari riset yang bergerak di bidang penentuan material baru yg dapat menggabungkan sifat kelistrikan dan kemagnetan pada satu komponen. Klo tertarik bisa langsung merujuk kepada beliau di [email protected]

Bagi yg berminat bisa melirik ke attachment berikut:

cover1_mufti1

cover_mufti

undangan_mufti

summary_muftipublications_mufti

acknowledgments_mufti

Mari kita doakan beliau bisa menuntaskan final epic dari perjalanan menempuh gelar doktoral di pekan depan.

 

Wassalam,

Amel


Bismillah..

Rekan sekalian,

Sebagai sudah disampaikan pak Arramel, insya Allah untuk koordinasi program qurban deGromiest tahun ini, kita akan kembali bekerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia, yang juga adalah salah satu mitra Galiro di Indonesia. Program rutin qurban yang selama ini sudah digulirkan tiap tahun oleh RZI ialah Superqurban : Pantang Mubadzir. Berikut informasinya, semoga bermanfaat.

Bagi rekan sekalian yang berniat berqurban tahun ini, insya Allah dapat menyalurkan dananya lewat rekening di bawah.

=====
Superqurban : Pantang Mubazir

INFO PRODUK
1. Daging qurban dikemas dalam bentuk kornet
2. Seluruh proses pembuatan produk dilaksanakan di dalam negeri
3. Satu ekor kambing menghasilkan 40 kaleng kornet @ berat bersih 200 gram, bermanfaat untuk 40 orang
4. Satu ekor sapi menghasilkan 400 kaleng kornet @ berat bersih 200 gram, bermanfaat untuk 400 orang
5. Pequrban dapat menyalurkan sendiri semua kornet qurban yang menjadi haknya atau mengamanahkan penyaluran ke Rumah Zakat Indonesia agar lebih optimal.

PROSES PROGRAM
1. Pendanaan Hingga H+3 (11 Desember 2008)
2. Penyembelihan 10-13 Dzulhijjah/ 8-11 Des 2008
3. Kornetisasi 2 minggu
4. Pengiriman ke kantor cabang 1 minggu
5. Pendistribusian ke mustahik Mulai akhir bulan Januari 2009 sampai 1 tahun ke depan

KEUNGGULAN PROGRAM
1. Sesuai syariah
Hewan dipotong dalam kondisi sehat pada hari raya Idul Adha hingga hari tasyrik.
2. Praktis
Mudah dibawa, mudah dibuka, aman, siap menjangkau nusantara hingga daerah-daerah pelosok.
3. Kesehatan Terjamin
Hewan qurban dikarantina dalam pengawasan dokter hewan.
4. Kornet tahan lama hingga jangka waktu 3 tahun
Diproduksi oleh perusahaan yang telah berpengalaman dalam pengemasan produk ekspor, dengan standar halal MUI dan pengawasan BPOM.
5. Aksi distribusi dilakukan sepanjang tahun
Tidak habis dalam sekejap sepekan hari raya qurban. Program penyaluran bisa lebih terarah, terencana dan dalam waktu yang panjang.
6. Menjangkau pelosok Indonesia
Menjangkau daerah terpencil, pedesaan dan wilayah jangkauan bencana yang luas. Minim resiko dibanding bila idistribusikan dalam wujud hewan hidup
7. Memberdayakan Petani Lokal
Mengingat tahun ini semua produksi dilakukan di Indonesia, program ini sangat efektif memberdayakan potensi peternak lokal yang utamanya berbasis di pesantren.
8. Solusi Efektif Bantu Korban Bencana
Terbukti sukses untuk membantu korban konflik Ambon, Maluku Utara, bencana tsunami Aceh, gizi buruk di Banten, longsor Banjarnegara, gempa DIY-Jateng, tsunami Pangandaran, gempa di Bengkulu, bencana Gunung Kelud dan aksi lainnya.
9. Cocok sebagai tools atau alat bantu perusahaan dalam menggelar aksi kepedulian lingkungan.
CSR (Corporate Social Responsibility ) menjadi salah program yang sangat penting dilakukan. Dengan Superqurban, perusahaan bisa mengoptimalkannya sebagai instrumen program peningkatan gizi masyarakat, melengkapi sembako yang sudah biasa diberikan.

HARGA QURBAN*
1. Qurban Kambing : Rp 850.000,00/ekor (atau dibulatkan 70 euro)
Dikornetkan menjadi 40 kaleng/ekor, @200 gram
2. Qurban Sapi : Rp 7.500.000,00/ ekor
Dikornetkan menjadi 400 kaleng/ekor, @ 200 gram
1 ekor sapi bisa untuk 7 orang pequrban (atau dibulatkan 80 euro per orang)

=====

salam,

A.M.T. Pradipto
Duindoornstraat 563
9741 PV Groningen
+31-619247218

Bank Detail :
ABN-AMRO
Grote Markt 23
9712 HR Groningen
Account number : 46.82.34.489

———— ——— ——–
HARGA QURBAN*
1. Qurban Kambing : Rp 850.000,00/ekor (atau dibulatkan 70 euro)
2. Qurban Sapi : Rp 7.500.000,00/ ekor
1 ekor sapi bisa untuk 7 orang pequrban (atau dibulatkan 80 euro per orang)

Wassalam,

Tim Qurban


Assalaamu álaiakum wr.wb,

Menyadari akan banyaknya anggota dGromiest yg memiliki bakat terpendam di bidang fotografi, serta semakin maraknya fotografer aliran HITAM (baca SLR  ) di groningen, maka kami dari divisi hobi dan olahraga bermaksud untuk menyelenggarakan Ajang Kreasi Fotografi. Ajang ini Insya Alloh akan dilaksanakan sepanjang kepengurusan dengan tema berbeda tiap bulannya (di akhir bulan akan dilakukan seleksi foto yang paling baik), foto terbaik akan mendapatkan penghargaan.

Adapun syarat dan ketentuan adalah sebagai berikut :
1. Lokasi foto  di Groningen
2. Kamera yang digunakan boleh kamera apapun (D-SLR,  pocket, kamera handphone, kamera analog).
3. Foto yang dikirim adalah foto yang di ambil sepanjang bulan tersebut  (foto yg di ambil di luar bulan itu di anggap gugur), dan belum pernah di publikasikan sebelumnya.
4. Foto tidak boleh diolah oleh software pengolah gambar apapun.
5. Setiap peserta boleh mengirimkan foto sebanyak2nya dengan ketentuan satu foto yang dikirim, peserta berinfak 50 cent.
6. Foto di kumpulkan sepanjang bulan tersebut, dan di akhir bulan akan diseleksi foto terbaik. Penilaian dilakukan oleh fotografer yang berpengalaman (dalam konfirmasi)

wassalam
Divisi Hobby dan Olahraga


Susunan Nama Pengurus DeG 2008-2009

Susunan Nama Pengurus DeG 2008-2009

Assalamu’alaikum wr wb,

Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada sahabat semua yang telah memilih pada Pemilu deG hari minggu yang lalu.  Semoga tongkat keberlanjutan deGromiest akan terus berjalan dari tahun ke tahun. Alhamdulillah, beberapa nama sudah muncul di benak saya untuk mengisi struktur kepengurusan masa periode 2008-2009.  Seperti terlampir pada bagian headline posting ini, perlu saya jelaskan bahwa penyusunan pengurus di atas bukan berdasarkan tingkatan posisi (atau ringkasnya, bukan berdasarkan garis komando), melainkan sebagai bentuk penyederhanaan organisasi saja. Jika dianalogikan dalam skema taktik sepakbola bayangkanlah seperti melihat strategi lapangan dengan skema 2-2-2-3 (plus saya sebagai penjaga gawang di belakang hehe).  Semua lini memegang peranan tersendiri serta kooperatif satu sama lain dalam menjalankan roda kepengurusan deGromiest.

Alhamdulillah, beberapa rekan yang tercantum diatas sudah menyatakan kesediaannya untuk membantu di kepengurusan ini. Adapun intisari kegiatan yang akan dilakukan sebagian besar adalah kontinuasi dari program yang sudah berjalan, seperti: Tadarrusan, silaturahim bulanan, atau diskusi keislaman. Selain itu, wadah website cafedegromiest kembali aktif di dunia maya dan mudah2an bisa menjadi sarana informasi serta lahan untuk menuangkan ide, saran, atau diskusi yg bermanfaat bagi sahabat smua.

Akhirul kata, mohon dukungan serta doa bagi kami selaku nakhoda serta crew deGromiest menjalankan amanah ini dengan baik dan diridhai oleh Allah SWT, Amin.

Wassalam,

Arramel

Atas nama Kepengurusan DeGromiest 2008-2009


Miming Mihardja

Menggenjot dana Galiro? kita pahami dulu sifat kelompok sasaran sumber dana:

1. Komunitas dG, dengan karakter: mhs Indonesia (sebagian besar dengan beasiswa) dengan tingkat propensity to share uang antara 5 EUR/bln (ini misalnya yang bawa keluarga) sampai kira2 25 EUR/bln (misalnya S3, single)
2. Mahasiswa Indonesia non-muslim, yang potensi-nya relatif rendah
3. Masyarakat muslim-non muslim lain di Groningen, misalnya warga Indonesia yang bermukim di Groningen dengan potensi yang mungkin lumayan besar.
4. Komunitas di luar 1, 2, 3, misalnya pelajar Indonesia atau orang Indonesia yang bermukim di kota lain di Belanda.

What can be done to optimize?

Selengkapnya…


Hanze Magazine, Wednesday, 5 November 2008 [PDF]

A letter from Nanie Medyagustia [Budhe Nanie] to Executive board chairman Henk Pijlman started the whole process in 2005. ‘There are so many people of different nationalities and religions here that feel the need to pray, meditate, or just need a moment for contemplation. Could you make a special room for them?, I asked him.’ Three years later her idea has been realised. In December the new silence centre next to the Atrium (room E1.06), will be officially opened.

Cover majalah HanzeMag

Cover majalah HanzeMag

Daftar Isi HazeMag

Daftar Isi HazeMag

Artikel Stiltecentrum

Artikel Stiltecentrum

Artikel dalam bhs Inggris (hal 21)

Artikel dalam bhs Inggris (hal 21)


[Foto: Muhsin]

Pintu masuk dengan tulisan Stiltecentrum (Meditation room)

Tempat Wudhu

Interior Stiltecentrum

Interior Stiltecentrum


Budhe Nanie menyampaikan berita bagus tentang Stilteruimte atau Ruang Hening di Hanze. Rencana peresmian STILTERUMTE dibulan januari, kita bikin opties: tgl 13, 14 atau 28 januari 2009, karena Balkenende (perdana menteri Belanda) agendanya penuh banget, kita rencakan Wallage (walikota Groningen) yang akan meresmikan. Peresmian antara jam 16.00-18.00.

Kalau stilteruimte mau dipakai, silahkan, sekarangpun bisa, asal sesudah sholat sajadahnya dikembalikan di kotak/lemari, yang disediakan disebelah tempat wudhu.

Selengkapnya…


Groningen, Miming Mihardja

Kawans, saya ingin cerita sedikit fenomena tragedy of the common dalam perikehidupan berbangsa. Ini adalah suatu fenomena dimana kepentingan komunitas sering terabaikan karena umumnya tidak ada individu anggota komunitas yang merasa harus berkorban. Jika individu berkorban, maka benefit akan dinikmati secara kolektif oleh seluruh anggota komunitas, namun tiada keuntungan spesifik yang dinikmati oleh individu yang berkorban sebagai kompensasi atas pengorbanannya.

Ini menimbulkan pertanyaan manusiawi pada setiap individu: why should I? why not somebody else? Dari sudut masing-masing individu, tidak ada yang bisa dipersalahkan kalau tidak mau berkorban, namun faktanya tetap seseorang harus berkorban untuk mencegah agar kerugian komunitas tidak terjadi.

Selengkapnya…


Cafe deGromiest menerima kontribusi artikel dari setiap anggota dan alumni deGromiest di mana pun Anda berada. Berikut ini ketentuan yang kami jalankan:

  • Setiap anggota diperkenankan mengirim artikel ke Cafe deGromiest.
  • Setiap artikel yang diupload tidak otomatis akan ditampilkan di Cafe, tetapi akan direview terlebih dahulu oleh Redaksi Cafe.

Selengkapnya…


Dalam acara Halal bi Halal deGromiest tahun 2007, Lala dan Malik membacakan puisi berjudul “Demi Matahari”, yang merupakan terjemahan dari surat Asy-Syams (Matahari) ke dalam bahasa Indonesia (Malik) dan Belanda (Lala).

Di Youtube, video ini telah ditonton sebanyak 2,295 kali (per 11 Nov 2008). Selamat menikmati:





Salah satu tradisi deGromiest setiap bulan Ramadhan datang, yang dimulai pada Ramadhan tahun 2004, adalah membuat tulisan berhikmah di Cafe, satu tulisan setiap hari. Khusus untuk Ramadhan tahun 2005, kita mengumpulkan semua artikel beserta komentar yang diposting pembaca, ke dalam sebuah buku elektronik (e-book).

Ebook “Diary Ramadhan 1426H” ini bisa didownload di link berikut:

>>Diary-ramadhan-2005 (500 KB)


29 Ramadhan

Oleh: Eko Hardjanto

Siapa yang tidak mengenal Umar ibn Khattab ? sahabat mulia Rasullullah SAW. Dengan ketegasannya menjalankan perintah Islam, ia dijuluki Al-Faruq, Sang Pembeda. Dia tegas dan jelas membedakan antara yang haq dan bathil. Rasullulah SAW bersabda, setan pun lari ketika bertemu Umar ibn Khattab. Subhanallah.

Dalam do’a Rasullullah di awal da’wah Islam di kota Makkah, Rasullullah SAW pernah berdo’a, ” Ya Allah, kuatkanlah agamamu ini dengan salah satu di antara 2 Umar”. Akhirnya hidayah Allah diberikan kepada Umar ibn Khattab, ketika alunan ayat suci At-Thaha yang dibacakan adik perempuannya meluluhlantakkan hatinya, menggetarkan tangannya yang telah menghunus pedang untuk membunuh siapa saja yang ber-Islam. “Di mana Muhammad ?” gertaknya kepada adiknya, kemudian Umar dengan pedang terhunus menemui Sang Rasul, bersimpuh di hadapannya, lunglai tak berdaya, sinar Islam telah menghunjam hatinya.

Selengkapnya…


Ibu

Filed under Ramadhan 2005

26 Ramadhan

Oleh: Ilan Asqolani

Ketika berumur 1 tahun ibu menyuapi dan memandikan kita. Kita berterima kasih dengan menangis sepanjang malam. Ketika berumur 4 tahun, ibu selalu mengajak kita bermain ke tempat2 hiburan. kita berterima kasih padanya dengan selalu merengek untuk dibelikan permen. Menjelang umur 7 tahun, ibu menyekolahkan kita dengan harapan dapat menjadi orang yang berguna. Kita hanya bisa berterima kasih padanya dengan meminta uang jajan dan uang buku.

Pas usia remaja tiba, ibu berusaha keras supaya kita dapat masuk SMP dan SMU. Lalu kita pun berterima kasih kepadanya dengan meminta uang eksul (extrakurikuler) lah, uang baju lah, atau bahkan uang wisata. Di usia 20 tahun, ibu semakin terbebani dengan biaya kuliah kita di universitas dan biaya kost rumah. Lagi-lagi kita hanya berterima kasih padanya dengan tanpa memberi kabar, telepon ataupun surat tentang keadaan kita dan perkuliahan kita. Pulang ke rumah pun rasanya kalo pas lebaran saja. sekedar setor muka.

Menjelang pacaran, ibu disibukan dengan nasehat2 untuk mewanti2 kita supaya berhati2 dalam bergaul. Kita pun dengan enaknya mendengar nasehat2 tersebut seperti masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Ketika waktunya menikah, ibu berpesan supaya memakai adat tradisional aja. Kita pun menolaknya karena adat tradisional dilihat kurang ‘prestigious’. Jadi lebih memilih adat modern. Setelah menikah, kita pun ga tanggung2 berterima kasih padanya dengan meninggalkannya dalam kesepiannya yang mendalam menunggu kedatangan kita. Ketika ibu meminta kita untuk mengunjunginya, dengan tegas kita bilang ‘Kita sangat sibuk, ga da waktu’. Ibu hanya bisa menghela napas.

Ketika bayi udah terlahir, ibu lagi2 telepon untuk selalu merawat bayi sendiri. Tapi bagi kita itu buang2 waktu dan menghabiskan tenaga. Selagi masih bisa bayar babysitter kenapa musti repot2. Waktu pun terus berjalan tanpa sedikit perhatian pun kepada ibu. Sampai suatu hari pun tiba. suara telepon tetangga di kampung memberitahukan bahwa ibu telah tiada. Betapa kagetnya kita saat mendengar berita tersebut. Terbersit segala tingkah laku kita yang telah membuat dia menderita dan sedih. Rasa sesal datang menghampiri. Air mata pula lah sebagai wujud dari rasa sesal kita.Tapi semua sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur. Dia sudah kembali ke hadapan-Nya. Kita hanya bisa menyesali apa yang telah kita perbuat.


25 Ramadhan

Oleh: Palmira Bachtiar

Tulisan ini dibuat karena ingin menanggapi komentar mbak Uyung terhadap tulisan mas Teguh. Mbak Uyung sungguh heran mengapa teman biologist nya tidak percaya Tuhan. Saya merasa teman biologist itu juga merasa heran mengapa mbak Uyung percaya Tuhan dan memakai jilbab, 5 x sehari sholat serta 30 hari puasa menahan lapar, haus dan segala nafsu. Ada teman saya yang pernah bilang begitu. “Kenapa sih perempuan Islam harus menyembunyikan rambutnya yang indah dan tubuhnya yang molek?” Saya bilang padanya, “kalau kamu dilahirkan di Indonesia, dalam tradisi keluarga yang agama Islam yang ketat dan dengan pengalaman keagamaan yang sungguh romantis, saya yakin kamu saat ini sedang berjilbab”

Seandainya teman biologist itu diletakkan dalam konteks mbak Uyung, mengalami sejarah dan pengalaman hidup seperti mbak Uyung, sangat mungkin dia tidak mempertanyakan lagi keberadaan Tuhan. Di lain pihak, jika mbak Uyung lahir dan dibesarkan dalam keluarga teman biologist itu, sangat mungkin juga saat ini pertanyaan tentang Tuhan timbul dalam diri mbak Uyung. Wallahualam.

Ada cerita lain lagi. Tanteku sudah sejak lama tinggal di Belanda dan bersuamikan orang Belanda. Saudaraku, anak2 tanteku itu, sudah punya anak2 tapi mereka belum menikah, hanya samen leven saja. Kata tanteku, “Tolong jangan menilai mereka dari sudut pandang orang Indonesia. Mereka lahir dan dibesarkan di sini, jadi wajar jika nilai2 yang dianutnya adalah nilai2 di sini.” Saya pikir, betul juga. Mungkin seandainya saya lahir dan dibesarkan di Belanda dalam tradisi Belanda, sangat mungkin saat ini saya ga beda dengan saudaraku itu, samen leven dan tidak beragama. Wallahualam.

Kata temanku orang Arab, ada pepatah Arab yang bunyinya begini: kata2mu akan berbeda jika tanganmu ada dalam air panas. Artinya, hanya sebagian kecil saja dari tubuh kita ada dalam kondisi yang berbeda, persepsi kita sudah berbeda … apalagi jika seluruh tubuh kita diletakkan dalam kondisi yang jauh berbeda dengan kondisi sekarang.

Kadang2 renunganku menjadi lebih panjang. Seandainya saya terlahir nun di Afghanistan sana, sangat mungkin saat ini saya sedang memakai burka, buta huruf, atau sedang dalam kamp pelatihan Al Qaeda … hehehe bad luck!…. (footnote: asumsi Al Qaeda betul berada di Afghanistan!). Kedengarannya lucu tapi hanya dengan menempatkan diri dalam konteks itu, saya mengerti mengapa ada orang yang kemudian memilih menjadi teroris. Dia dibesarkan dalam tradisi yang sangat ekstrim, dicuci otak, diberi iming2 mati syahid dan langsung masuk surga. Buatnya, mati sekarang jauh lebih baik daripada mati sepuluh atau dua puluh tahun lagi … toh dia tidak punya apa2 di dunia ini. Tidak ada pekerjaan, tidak ada jabatan, tidak ada uang … hanya kemiskinan. Lalu, mengapa harus menunda mati dan masuk surga? Hai dunia, tolong mengertilah dia.

Tapi kemudian, bagaimana jika saya terlahir sebagai orang Yahudi? Aduh amit2 jabang bayi …. sungguh ngeri membayangkan diriku dibenci oleh seluruh umat Islam. Tapi seandainya saya lahir sebagai orang Palestina, saya pun akan sangat benci orang Yahudi karena mereka menyerobot tanahku. Ah … akhirnya saya memang harus bersyukur tidak terlahir seperti itu.

Perenunganku sampai pada kesimpulan: sangat sulit untuk menilai seseorang tanpa melihat sejarah dan pengalaman hidupnya. Sejarah dan pengalaman hidup kita saat ini menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa abad yang lalu karena pesatnya perkembangan teknologi informasi, transportasi dan telekomunikasi. Siapa tahu suatu waktu nanti, teman biologist itu bertemu seorang Muslim di internet dan menikah dengannya dan kemudian percaya kepada Tuhan? Kenapa tidak? Zaman yang cepat berubah menuntut kita lebih banyak mengerti orang lain. Insya Allah orang lain juga akan mengerti kita. Amin.


Ora et labora

Filed under Ramadhan 2005

24 Ramadhan

Oleh: Palmira Bachtiar

Mungkin slogan berbahasa Latin dan Yunani ini bukanlah hal yang popular bagi kaum muslim. Mungkin juga banyak kaum muslim yang agak alergi dengan hal2 berbau Nasrani atau Kristiani. Tapi izinkanlah saya tetap menulis pendapatku tentang makna slogan ini.

Saya ingin memulainya dengan pendapat tentang kehidupan. Ada dua kehidupan. Kehidupan sebelum mati dan kehidupan sesudah mati. Yang pertama adalah hidup di dunia fana yang kita semua sedang jalani, sementara yang terakhir adalah kehidupan abadi bersamaNya. Tentu saja yang terakhir itu hanya dipercayai oleh mereka yang beragama, yang percaya pada Allah S.W.T.: bahwa padaNyalah kita semua akan kembali, dan bahwa dimana dan bagaimana kita sesudah mati tergantung pada bagaimana kita sebelum mati.

Mana diantara kedua kehidupan itu yang lebih penting? Bagi yang beragama, jawabnya tentu kehidupan abadi itu. Saya ingat udztadku. Katanya, Rasulullah bersabda: hidup ini adalah jembatan menuju ke hidup sesudahnya. Maka janganlah kalian membangun istana di atas jembatan itu. Nanti lupa akan tujuan akhir itu. Sabda ini merupakan peringatan untuk tidak terbuai oleh hiasan2 dunia sehingga lupa akan akhirat.

Namun dilain kesempatan sang udztad juga berkata. Rasulullah bersabda, janganlah kalian menjadi miskin karena miskin itu mendekatkanmu dengan kekufuran. Tentu saja makna miskin menjadi sangat relatif. Tapi mari kita tidak berdebat mengenai ukuran akuratnya, melainkan sepakat bahwa yang dimaksud miskin disini adalah mereka yang tidak bisa hidup laik sehingga imannya dengan mudah tertukar oleh sebungkus mie siap saji, misalnya.

Bagi saya kedua sabda itu mengisyaratkan adanya keseimbangan antara dua kehidupan. Betul, akhirat adalah tujuan kita. Tapi dalam mencapai tujuan akhirat, kita masih dihadang oleh kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan. Artinya tujuan hidup sesudah mati (dalam konteks abad 21) makin diperberat oleh tugas2 dalam kehidupan sebelum mati.

Bagaimana mencari keseimbangan itu?

Dulu bekerja keras, sekarang bekerja keras dan bekerja cerdas. Khas kapitalis? Tidak apa2. Toh kapital itu ada macam2, bukan hanya finansial kapital tapi juga human capital, social capital, natural capital, physical capital. Jadi maknanya memang luas.

Dulu bekerja sendiri-sendiri, sekarang harus bekerjasama. Ibaratnya sapu lidi. Satu batang sapu lidi mungkin tidak ada gunanya. Tapi satu ikat sapu lidi, halaman rumahpun jadi bersih. Jadi, mari bekerja cerdas bersama2.

Kembali ke ora et labora, berdoa dan bekerja. Bagi saya, iman kita dan keyakinan kita terhadap kehidupan sesudah mati harus lebih dimaknai oleh kerja keras dan kerja cerdas secara bersama2 dalam kehidupan sebelum mati. Mari bekerja memerangi kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan sekarang juga. Insya Allah hal ini akan mendekatkan kita kepadaNya. Amin.


23 Ramadhan

Oleh: Teguh Sugihartono

Waktu aku masih tinggal di kampung halamanku Indonesia, rasanya kepalaku pening dan sumpek dengan segala permasalahan yang ada di negeri tersebut. Mulai dari cerita-cerita korupsi yang hampir kudengar saban hari, kolusi, dan macam-macam ketidakberesan lainnya yang tidak kalah parahnya seperti polusi, kemacetan dan keruwetan tata kota. Salah satu hal yang paling menggangguku adalah kenyataan bahwa kebanyakan penduduk negara Indonesia adalah orang Islam, tapi mereka tidak mempraktekkan nilai-nilai islami. Sedangkan dari cerita-cerita yang kudapat tentang nabi dan sahabat-sahabatnya adalah sangat lain dengan yang kulihat sehari-harinya.

Waktu aku pergi ke negeri Belanda untuk belajar, aku melihat kenyataan yang lain. Disini hampir segalanya teratur rapi, bersih, dan jarang sekali aku mendengar kasus korupsi atau kolusi. Dan masyarakatnya pun madani. Sebelum aku kesini aku punya pikiran kalo orang barat hidupnya individualistis, ternyata mereka disini sangat sosial, banyak santunan untuk orang-orang yang tidak punya atau miskin. Dan mereka tidak segan-segan untuk menolong sesama. Aku banyak sekali mendapat pertolongan. Yang bikin aku tertegun adalah kebanyakan masyarakat belanda tidak percaya Tuhan. Mereka hanya percaya pada diri mereka sendiri.

Ada kejadian yang sempat bikin aku shock ketika aku pertama kali berada di belanda. Aku tinggal di international student house. Aku tanya ke temanku yang berasal dari Spanyol. Aku tanya, “Kamu agamanya apa?”, Trus dia jawab, “saya tidak beragama, saya tidak percaya Tuhan, saya percaya pada diri saya sendiri”. Jawaban seperti ini belum pernah kudengar waktu aku masih di Indonesia. Terang saja aku kaget, kaget karena belum pernah mendengar hal yang seperti itu dan kaget karena keberanian dan kelugasan temanku menjawab pertanyaanku. Aku butuh waktu beberapa saat untuk bisa mencerna maksud dari temanku itu. Terus terang aku tidak mengerti apa maksudnya aku percaya sama diri sendiri. Aku pikir bagus toh, percaya diri? Ternyata maksud mereka, mereka percaya pada tubuh mereka sendiri yang konkret dan real, sedangkan Tuhan tidak bisa mereka lihat, jadi tidak real. Hmm..logis juga.

Ada juga hal lain yang bikin aku kaget. Waktu aku naek sepeda, ketika di perempatan tanpa lampu lalu lintas, mobil-mobil berhenti untuk mempersilakan aku lewat terlebih dahulu. Waktu itu aku masih hangat dari Indonesia, jadi ya bisa dibayangkan saja betapa kagetnya diriku. Sempat suatu kali aku tanyakan kenapa kok negara belanda bisa begini? Malah aku sempet berpikiran kalo negara islam itu memang seharusnya seperti ini. Santun kepada orang yang lebih rendah. Ada seseorang yang mengatakan bahwa kebaikan orang-orang belanda itu dulu kalanya berasal dari agama kristen. Dulu penduduk negara belanda beragama kristen. Trus aku pikir balik, mengapa negara-negara islam kok malah banyak korupsi, kemiskinan, dan masalah-masalah berat lainnya. Ada seseorang yang menjawab, itu karena negara-negara islam tidak menerapkan nilai-nilai islam.

Semakin lama aku bergaul dengan mereka semakin aku berpikiran sama dengan mereka. Hmm.. mungkin memang Tuhan tidak ada. Kalo Tuhan ada mana mungkin ada kesengsaraan di muka bumi ini. Di afrika banyak anak-anak kelaparan. Di bosnia orang-orang dibantai seperti tidak ada harganya. Kalo Tuhan ada maka akan sangat mudah bagi Dia untuk mencegah hal-hal seperti ini terjadi di muka bumi ini. Tapi keliatannya Tuhan tidak mencegah hal-hal mengerikan ini terjadi di muka bumi ini. Aku jadi sangsi bahwa Tuhan ada. Toh tidak ada Tuhan di belanda, orang-orangnya hidupnya baik. Maka apa perlunya ada Tuhan. Kalaupun Tuhan ada, tunjukkanlah apa tanda-tanda adanya Tuhan. Kira-kira begitulah yang ada dalam pikiranku waktu itu. Aku mulai jarang solat dan menunggu datangnya tanda bahwa Tuhan itu ada.

Malapetaka itu datang. Aku terkena musibah. Tubuhku sudah sangat lelah, hampir tidak bisa aku rasakan lagi. Kalut. Gelap. Tidak ada rasanya setitik cahaya solusi akan datang dari permasalahanku. Diriku bergetar tak berdaya. Kesendirian, kelelahan yang sangat, ketidak berdayaan dan kegelisahan semuanya terjadi bersamaan. Rasanya sudah mau mati. Sudah berapa lama aku tidak tidur waktu itu. Ketika itu aku berdoa kepada Tuhan. Tiba-tiba datang secercah rasa ketenangan. Tiba-tiba kurasakan bahwa aku tidak sendiri di dunia ini. Ada semacam jawaban datang dari lubuk hatiku yang paling dalam bahwa Tuhan mendengar doáku. Ternyata Tuhan itu ada. Tuhan itu dekat sekali dengan kita. Aku tidak pernah menyangka bahwa aku bisa keluar dari keadaanku waktu itu. Tapi aku dituntun dan dibimbingNya keluar dari masalah yang aku hadapi. Aku berterima kasih sekali bahwa Tuhan telah menolongku, dan yang paling berharga yang aku rasakan adalah bahwa Tuhan telah memberikan aku anugerah terindah, yaitu nikmat iman. Terima kasih Tuhan.

Ketika semua hal di dunia ini sudah tidak lagi berarti. Ketika tubuh ini sudah tidak bisa kita gunakan lagi. Maka barulah terasa bahwa kita bukanlah tubuh kita. Di dalam tubuh ini ada “sesuatu”. Apakah kita hidup di dunia ini hanya untuk memenuhi segala keinginan tubuh ini? Bagaimana dengan “sesuatu” itu? Apakah “sesuatu” itu? Ini pertanyaanku selanjutnya yang akan membuatku sibuk beberapa waktu kedepan.


Flu Burung

Filed under Ramadhan 2005

22 Ramadhan

Oleh: Agus Purwoko

Melihat dari kata flu, mungkin mas itob lebih kompeten untuk mengulasnya, tetapi dengan adanya kata burung, saya boleh dikatakan dapat sedikit mengulasnya. Cuma saja, mas itob juga pengamat burung, hanya burung-burung yang saya amati jauh lebih banyak dan beragam.

Wabah flu burung sudah menyebar ke mana-mana dan di Indonesia lebih banyak terkonsentrasi di P. Jawa. Bahkan di Jawa Barat, sudah ada korban (manusia) dengan terjangkitnya flu burung, menurut evaluasi team Kesehatan RI, sehingga satu keluarga korban sedikit diisolasi guna pencegahan merebaknya flu burung pada manusia. Pertanyaanya adalah apakah flu burung bisa menjangkit pada manusia?

Secaara medis mas itob bisa menjelaskan tetapi saya akan mengulas, penyebaran dan distribusinya. Gejala flu burung sama dengan gejala flu pada manusia dan penyebabnya adalah virus. Sampai sekarang flu pada manusia belum ada obatnya, mengapa? Virus flu yang meyerang manusia dengan sangat cepatnya mampu bermutasi, tentu saya dengan mengubah struktur genetiknya sehingga bila ada obat atau racun yang bisa membunuhnya, dengan hitungan detik, generasi berikutnya sudah kebal. Jadi cara yang mudah untuk menghidari flu adalah dengan menjaga stamina yang prima sehingga virus flu tidak bisa bersarang di tempat yang berlendir pada kerongkongan dan hidung. Flu burung juga meyerang pada tempat yang sama, akan tetapi tidak pada manusia melaikan pada unggas. Dua hari yang lalu, saya monton tv jerman yang menayangkan gambar virus flu burung dan bagaiman cara virus ini mengekspansi inangnya (bukan inang dari Medan). Virus ini berbentuk bulat dengan banyak tonjolan di permukaanya, bentuknya seperti ranjau kapal selam dengan banyak trigernya . Dari tonjolan itu, virus flu burung meninjeksikan sitoplasmanya ke dalam jaringan inang, kemudian dengan segera menduplikasikan dirinya dan menyerang inang, sebagian lagi keluar dari tubuh inang dan bebas di udara. Apakah mungkin virus yang sama menyerang pada manusia?

Hasil analisa pengkodean genetik, menunjukkan bahwa virus penyebab flu pada burung dan manusia berbeda. Oleh sebab itu, ada media yang menyangsikan akan hasil observasi team Kesehatan RI tentang sebab musababnya koraban flu burung di Jabar.

Di duga virus ini berasal dari Siberia dan dataran Cina (mungkin gejala umum yang banyak dan baru ditemukan di sana). Penyebarananya lewat udara, sehingga tanpa kontakpun bisa terjangkit dengan flu burung (sesama burung, lho…). Dengan demikian orang-orang (terutama para pengamat) mulai menuding bahwa pembawa virus flu burung adalah burung migarasi. Mengapa harus burung migrasi? Sebab utama ayam dari Siberia tidak bisa terbang ke Jawa. (wah.. bukan itu jawabanya….). Burung migrasi adalah kelompok burung camar, kedidi, trinil, gajahan, kuntul, dara laut dan bangau. (saya sebutkan yang umum saja). Ada jalur penerbangan rutin burung migrasi ini, jauh sebelum ada pesawat terbang dan mereka sudah melaksanakannya setiap tahun. Bila musim dingin tiba di Siberia dan Cina, dan anak-anak mereka sudah bisa terbang, maka mereka akan mulai melakukan penerbangan jarak jauh. Tujuannya adalah benua Australia. Coba bayangkan (merenung dulu lho…) mereka terbang ribuan kilometer jauhnya, dan tentu tidak bisa direct flight, seperti pesawat Boeng767, walaupun dengan ketinggian yang hampir sama. Jalur pertama (jalur ke dua tidak saya ulas), mereka singgah di Korea, mengisi bahan bakar, setelah cukup lemak yang dikumpulkan di tubuhnya, mereka melanjutkan terbang ke Australia, sebagian singgah di Aceh, Sumatera Selatan, Malaysia. Sama halnya di Korea, persinggahan ke dua mereka juga harus mengumpulkan energi guna terbang jarak jauh. Persinggahan berikutnya adalah Irian, kemudian diteruskan ke Australia. Sebaliknya bila musim dingin di Australia tiba, mereka kembali lagi ke Siberia dan daratan Cina.

Pertanyaanya adalah apakah mungkin burung-burung itu menularkan flu ke ayam, padahal burung tersebut tidak singgah di P. Jawa.? Di Sumatera Selatan, jarak antara tempat singah burung migrasi dengan tempat ternak ayam lebih kurang 100 km dan burung migrasi tidak akan memberikan salam kepada ayam, karena mereka tidak mempunyai kepentingan apapun. Apakah benar tudingan khalayak tentang mereka penyebar flu? Di Sumatera tidak ada survey tentang itu (saya hanya monitor populasinya saja), tetapi di Malesia ada. Team ornithologist Malaysia mengambil 47sample darah dari berbagai burung migrasi dan hasilnya nihil. Tidak ada satu burungpun yang membawa virus flu. Semua sehat dan perkasa (terbang ribuan kilometer). Masa bisa ya… semua sehat. Satu hal yang perlu diperhatikan, burung migrasi untuk terbang jarak jauh perlu persiapan yang matang. Pertama mereka harus cukup bahan bakar, pimpinan migrasi akan mengecek cuaca, dengan terbang dahulu kemudian memberitahukan kelompoknya bahwa cuaca mendukung untuk terbang jarak jauh, tetapi bila cuaca tidak bersahat, kelompok kecil yang survey cuaca akan turun kembali dan menunda penerbangan. Biasanya mereka berangkat bermigrasi pada sore hari. Bila cuaca baik, mereka memulai perjalanan dan burung yang tidak siap atau sakit akan ditinggalkan, tentu yang ditinggal akan mati (karena kedinginan dan penyakit), kalaupun ada yang memaksakan diri (biasanya ada) di perjalanan burung yang nekat itu, akan jatuh dan mati, baik kelelahan atau tidak kuat terhadap terpaan angina dingin. Jadi alam telah menyeleksi mereka agar tegar dan kuat sehingga bisa lulus hidup.

Kembali ke darat, kepada flu burung yang meyerang ayam di areal peternakan. Menurut saya, virus flu ada di mana saja (dalam udara) dan siap menginfasi inangnya. Kondisi lingkungan yang buruk, lebak, pengap dan kotor, seprti yang terjadi di areal peternakan ayam, meyebabkan virus flu burung berkembang dengan mudah. Kondisi kedua, adalah stamina ayam yang dimanja (ayam ras atau broiler) dengan makanan yang tersedia dan sedikit tantangan alam, menyebabkan daya tahan tubuh menjadi rendah dibandingkan dengan ayam kampong yang harus kuar pagi-pagi mengais-ngais mencari makan dengan tantangan ditangkap maling ayam.

Pada intinya, untuk bebes dari flu, perlu stamina yang prima dan menjaga kebersiha karena kebersiahan adalah sebagian dari iman. Semoga info ini ada faedahnya setidaknya sebagai penambah wawasan kita bersama.