READ MORE >>   Ramadhan 2011, diary ramadhan

Diary Ramadhan edisi 8 Ramadhan 1432H
Oleh : Ummu Nabiel

Dear Nabiel yang Sholeh…

Saat ini Nabiel belum bisa membaca surat dari ummi ini, tapi InsyaAllah suatu saat Nabiel bisa membacanya. Ummi berharap surat ini menjadi salah satu kenang-kenangan yang indah dari ummi untuk Nabiel.

Nabiel sayang, setiap kali ummi bepergian bersama Nabiel, sering kali orang-orang memuji mata Nabiel yang indah. Mulai dari “mooi ogen”, “beautiful eyes”, sampai “matanya bagus sekali ya” adalah komentar favorit orang-orang tentang Nabiel. Alhamdulillah, Ummi bersyukur sekali Allah telah memberikan keturunan dengan mata yang Indah seperti Nabiel. Entah gen dari mana yang diwarisi, tapi rasanya mata Ummi dan Abi tidak ada yang seperti mata Nabiel.

Nabiel Sholeh, taukah Nabiel bahwa mata itu adalah jendela hati. Jadikanlah mata yang indah itu semakin indah karena memancarkan cahaya hati yang suci dan penuh keimanan. Keimanan yang kokoh seperti pohon besar yang akarnya menghujam ke dalam hati, dahannya menjulang ke angkasa, dan buahnya dapat bermanfaat bagi orang di sekitarnya.. Ummi doakan agar nabiel menjadi orang yang kokoh imannya, karena dengan modal itulah kita dapat berkumpul bersama kembali di surga nanti. Jangan samapai keindahan mata itu rusak karena pancaran hati yang kotor dan dikuasai oleh keangkuhan serta nafsu mamarah.

Nabiel sholeh, taukah Nabiel bahwa mata itu juga merupakan jendela dunia. Gunakanlah mata indah itu untuk menatap kebesaran ayat-ayat Allah melalui segala ciptan-Nya. Jelajahilah bumi Allah ini untuk membuatmu belajar, dan bersyukur atas segala nikmat-Nya. Tafakurilah setiap kejadian yang Nabiel lihat, ada banyak hikmah di dalamnya, karena hikmah adalah harta mukmin yang terserak, sehingga kita harus memungutnya.

Jadikanlah mata yang indah itu sebagai modal untuk mempelajari Ayat-ayat Allah dalam Al quran, membaca, memahami, serta menghafalkannya. Jangan biarkan cahayanya redup karena jarang membaca Al quran. Ummi berharap kelak nabiel menjada sahabat Al quran yang terus berinteraksi dan menghafalkannya.

Jangan pernah kotori keindahan matamu dengan pandangan-pandangan maksiat, yang tidak dihalalkan oleh Allah. Peliharalah mata indah itu agar tidak memandang sesuatu, kecuali kebaikan. Satu lagi, jangan sampai mata indah itu berubah menjadi mata duitan, apa lagi mata keranajng, na’udzubillahi min dzalik.. Suatu saat nanti, mata tersebut akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah, dia akan bercerita, untuk apa saja ia digunakan selama Nabiel hidup di dunia. Pada saat itu tiada yang bisa membela, kecuali amal sholihmu.

Jadikanlah mata indahmu itu, menjadi mata yang terjaga di malam hari untuk tertunduk menghadap Rab-Nya. Mata yang senantiasa basah, meneteskan bulir-bulir air mata karena bermunajat dan memohon ampunan dari Allah.

Nabiel sholeh, berlindunglah kepada Allah agar mata tersebut tidak buta oleh silaunya gemerlap dunia yang fana ini. Bersyukurlah atas karunia mata yang indah itu, dengan cara menghiasinya, dan menjaganya agar tetap indah, hingga matamu tertutup untuk selamanya.

Semoga Allah masih memberi kesempatan kepada ummi dan abi untuk dapat membesarkan dan tetap menatap mata indahmu hingga Nabiel dewasa, Amiiin…

Groningen, 11 Agustus 2011

Ummu Nabiel

  READ MORE >>   Ramadhan 2011, diary ramadhan