READ MORE >>   Catatan Pribadi

tepat setelah ustadz yaseen selesai membacakan terjemahan QS:Ibrahim-7:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih

bel pintupun berdering. karena kebetulan aku yang duduk paling dekat dengan pintu, maka aku segera berdiri untuk membuka pintu. dan di depanku, seorang lelaki berdiri disamping sepedanya. sambil berbicara bahasa belanda, beliau menunjuk-nunjuk tumpukan sepeda di depan tempat tinggal wangsa, dan memperlihatkan sesuatu di tangannya (yang kemudian ku kenali itu adalah rantai pengaman sepedaku). setelah berkomunikasi dengan bahasa inggris yang patah-patah, akupun mengerti maksudnya: seseorang telah mencuri salah satu sepeda diantara sepeda-sepeda yang diparkir itu dengan memotong rantai pengamannya. dan beliau melihat orang tsb, dan segera akan melaporkannya pada polisi. kemudian dengan cepat beliau berlalu.

akupun segera kembali ke dalam rumah, menceritakan semuanya pada temen-temen yang barusan habis ngaji bareng. (ini kegiatan tiap sabtu, lihat foto: Ngaji Sabtu.)
ku beritahu mereka, bahwa salah satu sepeda dicuri. dan sepeda yang dicuri itu adalah sepeda yang biasa ku kendarai. dalam hati, aku sempat tersenyum membayangkan kesulitan yang bakalan didapat oleh maling tsb. soalnya sepeda yang biasa kupakai tsb, rantainya dengan mudah bisa copot jika yang mengendarainya mengakselerasi kecepatan sepeda dengan tinggi. atau jika tidak hati-hati ketika membelok atau ketika ada sedikit goncangan. so…

aku sih nggak terlalu bermasalah dengan hal-hal begini. cuma mikirnya pulangnya gimana, karena aku perlu pulang malam itu. ketika semuanya sibuk membicarakan tentang hilangnya sepeda tsb, bel pintu sekali lagi. kali ini tiga orang berdiri di depan pintu, dan salah satunya bapak yang tadi. sambil tersenyum, beliau mengatakan bahwa malingnya udah tertangkap dan sepedanya bisa diambil di kantor polisi. kaget sih, kok cepet banget ketangkap. pasti rantainya lepas he he he…
dan aku segera bergegas ke kantor polisi membonceng bapak tadi.

imej polisi di sini memang kerasa agak beda dengan polisi di indo. saat melapor bahwa aku mau ngambil sepeda, polisi yang tugas jaga segera menelepon seseorang. setelah selesai menepon, aku diminta untuk menunggu, dan ditawarkan secangkir kopi. tawaran kopi ku tolak, karena aku agak canggung tidak terbiasa dengan polisi yang ramah :)
dan setelah menunggu sekitar 15-20 menit, dua orang polisi datang dan membawaku untuk mengidentifikasi sepeda dan membuat laporan pengaduan. dan ketika tawaran kopi datang lagi, kali ini dengan yakin ku jawab: cappucino please :P

dari informasi yang ku dapat, malingnya tertangkap di dekat bioskop pathe, yang hanya berjarak kurang dari 10 menit jalan kaki dari tempat wangsa. saat ditangkap, sang maling telah mengumpulkan 3 sepeda malam itu. malingnya sendiri sudah menjadi langganan polisi.

yah, begitulah. sepeda sempat hilang tidak sampai setengah jam. untung dapat ketemu lagi. dan kemudian, akupun mulai menganalisa peristiwa tsb lebih detail. pertama, benar kata salah satu temanku, bahwa untung yang diambil adalah sepeda yang kupakai. karena kalo sepeda temenku yang lain, maling bakalan lolos. karena sepeda yang ku pakai yang diambil oleh maling, membuat maling itu tertangkap (karena ada masalah dengan rantainya), dan sepeda bisa kembali. secara tidak langsung, sepeda yang kupakai itu bertindak sebagai tameng bagi sepeda-sepeda lainnya. dan kebetulan saat ngaji itu, aku datang paling belakangan sehingga terpaksa meletakkan sepeda paling luar dari deretan sepeda yang parkir. padahal biasanya aku datang lebih awal.

kedua, dari pengalaman berhubungan dengan polisi ketika membuat pengaduan dan mengklaim kembali sepeda, imej polisi sedikit membaik dimataku. soalnya ketika sering berhubungan dengan polisi di indo, tidak pernah bener. baik itu ketika membuat surat kelakuan baik, melapor kecopetan, dll, selalu polisinya ‘minta jatah’, walaupun saat melapor aku adalah korban. di sini, malah diajak ngopi.

ketiga, masalah dengan rantai sepedaku sebenarnya adalah berkah terselubung. andai saja rantainya bagus saat itu, sepeda itu bakalan udah hilang deh. jadi, meski belakangan sering dapat masalah dengan rantainya, justru masalah itu membantuku mendapatkan sepeda yang sempat hilang tsb. tapi mudah-mudahan bukan berarti rantainya jangan diperbaiki. ya nggak? :)

yup, begitulah kisah singkat kemalingan sepeda dan hikmahnya yang aku dapat. dengan peristiwa itu, aku mendapat pengalaman menarik. dan mengamati rangkaian peritiwa seperti ini, selalu membuatku tersenyum…

  READ MORE >>   Catatan Pribadi