READ MORE >>   Islam Aktual

Pada kesempatan dua kali mengobrol dengan Ustadz Yassin, yakni
bersama dengan acara Silaturahmi Maret 2004 dan sekali kesempatan
ekstra mengikuti tadarus pada pekan berikutnya, beliau dua kali
memaparkan bahwa pada masa lalu, ajaran Islam dibawa oleh tindak-tanduk
pengikutnya. Para pedagang dari Gujarat atau belahan Timur Tengah
lain datang ke negeri-negeri tujuan dengan akhlak yang barangkali
hanya sekian persen dari yang dicontohkan Nabi Muhammad, namun sudah
mengena di hati orang-orang sekitarnya.

Ferry M Simatupang
menimpali pada salah satu pembicaraan itu bahwa di kalangan orang
Amerika saat ini muncul anggapan kalau mau belajar Islam
bukan dari pemeluknya, melainkan lebih baik
langsung dari sumber-sumber otentiknya.

Memang hal ini kesadaran yang lebih bagus — karena dengan
demikian dapat melihat lebih proporsional (bukan memisahkan) —
antara ajaran Islam itu sendiri dan perilaku pemeluknya. Di sisi
lain tentu saja hal ini menjadi tantangan bagi kaum muslimin sendiri
untuk menampilkan Islam yang “lebih mendasar”. Karena sudah banyak
orang jera dengan simbolisme yang hanya baju atau kulit.

Hari Ahad yang lalu, 21 Maret, di href="http://www.sltrib.com">Salt Lake Tribune, dimuat opini
salah seorang Mormon (Salt Lake terkenal sebagai “Kota Pemeluk
Mormon”) tentang Islam dan ajakan kepada pembacanya untuk
mempelajari lebih jauh agama yang href="http://www.sltrib.com/2004/Mar/03212004/commenta/149533.asp">“memiliki keyakinan tunggal, cinta, dan toleransi” ini. Termasuk
dijelaskan dengan bahasa sederhana pandangan tentang makna
sesungguhnya dari “jihad” dan kewajiban mengenakan hijab.

  READ MORE >>   Islam Aktual