READ MORE >>   Intriguing Idea

Pada hari-hari kita menikmati tulisan tentang Muhammad oleh Ismail
Fahmi, href="http://cafe.degromiest.nl/2004/02/andai_dapat_kukucup_tanganmu">Andai
Dapat Kukucup Tanganmu,
saya mendapat tulisan introspektif dan kontemplatif yang berkait dengan
film Mel Gibson paling baru tentang Nabi Isa, href="http://imdb.com/title/tt0335345/">The Passion of The
Christ.

Penulisnya, William Rivers Pitt, dari href="http://www.truthout.org">The Truthout, meletakkan judul
The Passion
of Americans
sebagai editorial. Bagian-bagian penting yang
diangkat olehnya adalah kesadaran yang sesungguhnya sebagai umat
Kristiani di Amerika. Kebetulan saya sempat membaca beberapa komentar
tentang rencana legalisasi perkawinan sesama jenis di Amerika dan saya
amati masih cukup banyak komentator yang berpendapat bahwa hal
tersebut href="http://www.amnews.com/public_html/?module=displaystory&story_id=5297&format=html">tidak
dibenarkan dari sisi Kristiani.

Akan halnya film Mel Gibson yang mulai beredar sekarang, menjadi
pertanyaan sederhana namun penting: mengapa Mel Gibson membuat
sebuah film tentang penduduk di sebuah tempat kuno di Timur Tengah
namun diperankan oleh begitu banyak orang berkulit putih? Ini cocok
dengan “tudingan” Ali Syariati bahwa Yesus menjadi “seperti Alain
Delon” karena figur itu yang muncul dan dipakai oleh orang Barat.

Persoalannya sekarang ini, figur Timur Tengah yang seharusnya
melekat pada bentuk fisik dan keturunan yang dibawa Yesus, sedang
dihindarkan oleh pandangan publik Amerika, seperti ditulis pada
editorial tersebut,

The ugly truth which never even occurs to most
Americans is that Jesus looked a lot more like an Iraqi, like an
Afghani, like a Palestinian, like an Arab, than any of the paintings
which grace the walls of American churches from sea to shining sea.
This was an uncomfortable fact before September 11. After the
attack, it became almost a moral imperative to put as much distance
between Americans and people from the Middle East as possible. Now,
to suggest that Jesus shared a genealogical heritage and physical
similarity to the people sitting in dog cages down in Guantanamo is
to dance along the edge of treason.

Biarlah bangsa Amerika melakukan introspeksi (jika mau) terhadap
kebijakan mereka sekarang ini. “Balas dendam, kekerasan, dan kebencian,
bukan sifat umat Kristen. Kasih sayang, cinta, dan kepedulian adalah
ajaran menonjol dari Yesus,” demikian tulisan tersebut diakhiri.

Bagi kita, Nabi Isa adalah salah satu dari 25 rasul yang diutus
Allah. Ajaran tentang kasih sayang dan cinta tentu bukan sesuatu
yang asing bagi kita yang percaya bahwa agama yang hak adalah
yang diturunkan dari Allah SWT lewat para
utusan-Nya.

  READ MORE >>   Intriguing Idea