READ MORE >>   Catatan Pribadi

“Mbak..mbak..maaf, kalau mau duduk di sebelah sana saja..” tegur seorang satpam sebuah toko buku, sambil menunjuk 2 buah kursi di bagian tengah ruangan . Dengan sedikit kesal, si pengunjung yang sedang membaca sambil duduk di lantai itu terpaksa berdiri. Membaca sambil berdiri hampir 1 jam membuat kaki si pengunjung enggan untuk diajak kompromi. Apalagi kursi yang ditunjuk satpam nyatanya bukan kursi yang disediakan bagi pengunjung, melainkan kursi khusus bagi pencari informasi. Apa mau dikata, teguran tetap harus ditaati bila tak ingin menanggung malu.

Teguran satpam sebuah toko buku besar di bandung tadi memang cukup sopan, tetapi menegur pengunjung untuk duduk di kursi yang hanya 2 buah, apalagi kursi itu dikhususkan hanya bagi pencari informasi , sama saja artinya dengan pihak toko buku melarang pengunjung untuk membaca buku sambil duduk. Boleh-boleh saja membaca berlama-lama, tapi kaki capek dan pegal resikonya..

Ironis sekali? disaat negri ini membutuhkan manusia-manusia yang gemar membaca untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas, disaat gemar membaca disebut-sebut sebagai salah satu cara untuk mencerdaskan bangsa, toko buku sebagai salah satu media pencerdas ini sama sekali tidak menyediakan fasilitas yang memadai bagi kenyamanan pengunjung untuk bisa berlama-lama membaca, atau menikmati buku bermutu yang mungkin tidak terbeli karena faktor ekonomi. Barangkali bagi pihak toko, menyediakan fasilitas itu sama artinya dengan merugi karena akan mengurangi tingkat penjualan akibat pengunjung yg tidak jadi membeli buku. Toko buku memang bukan perpustakaan, tapi menyediakan fasilitas ini dengan niat untuk turut mencerdaskan anak bangsa bukanlah hal yang sia-sia, karena pembeli akan tetap selalu ada. Tak ada salahnya bila kita berkaca pada salah satu toko buku di negri tetangga, yang menyadari fungsinya sebagai salah satu media pencerdas bangsa. .

Kinokuniya bookstore, terletak di Takasimaya Orchad road jantungnya negri Singapura. Kesan pertama yang muncul saat memasuki toko buku ini adalah..wow?betapa luas dan nyamannya tempat ini. Pengunjung yang tidak gemar membaca atau tidak suka membeli buku pun akan betah berlama-lama di toko ini.

Udara panas singapura akan langsung terasa sejuk dan nyaman begitu memasuki ruangan. Apalagi di pinggir ruangan disediakan kursi-kursi empuk memanjang yang memang disediakan bagi pengunjung . Lantai ruangan ditutupi karpet tebal dan bersih yang membuat pengunjung tak segan untuk duduk diatasnya. Buku-buku disusun dengan rapi dalam rak-rak tinggi, sesuai dengan jenisnya. Antara setiap rak diberi jarak cukup lebar, yang membuat pengunjung bisa leluasa mencari buku, tanpa perlu berdesak-desakan. .
Pemandangan yang menarik saat melewati bagian buku-buku ilmiah adalah ketika melihat beberapa anak muda sedang duduk diatas karpet sambil membaca dan mencatat buku yang sedang dibacanya. Adapula beberapa orang yang terlihat sedang serius membaca buku sambil duduk di atas kursi yang empuk. Petugas toko buku berseliweran memeriksa buku-buku atau melayani pengunjung yang membeli buku, tapi tak ada seorangpun petugas yang menegur anak-anak muda tadi. Mereka tetap dengan serius membaca dan mencatat isi buku, tanpa terganggu.

Saat masuk ke bagian buku anak-anak, rasa nya semakin kagum dengan toko buku ini., tak akan ada anak yang tidak senang berlama-lama di sini. Pemandangan yang terlihat tidak seperti di sebuah toko buku , tapi seperti sedang berada di sebuah taman bermain. Diatas karpet tebal yang berwarna indah disediakan beberapa buah bantal besar yang lucu, rak-rak buku yang disediakan pun tidak terlalu tinggi, disusun dengan menarik, sehingga bisa dijangkau oleh anak-anak. Buku buku yg disediakan dalam berbagai ragam dan bentuk pasti sangat disukai anak-anak. Di beberapa sudut tampak ibu-ibu muda sedang duduk diatas karpet sambil membacakan buku untuk balitanya. Ada pula seorang ibu yang sedang menidurkan bayinya diatas karpet , sementara anaknya yang lain begitu antusias berlari-lari memilih buku. Petugas berseliweran kesana kemari mengerjakan tugasnya, sekali lagi, tanpa ada seorangpun yang menegur.

Melihat ini semua membuat mulut berdecak kagum, andaikan ada toko buku seperti ini di Bandung. Tidak hanya mall dan mall yang menjadi tempat kunjungan, toko buku pun bisa menjadi tempat rekreasi yang nyaman. Akan semakin banyak orang-orang yang gemar pergi ke toko buku dan mendapatkan banyak ilmu. Akan semakin banyak manusia yang berkualitas karena tahu pentingnya buku.. Buku adalah jendela ilmu, dan toko buku bisa menjadi pembuka lebih banyak jendela. Semoga?(Agnes Tri H.)

  READ MORE >>   Catatan Pribadi