READ MORE >>   Baitul Mal, Diskusi Milis, Galiro, , ,

Miming Mihardja

Menggenjot dana Galiro? kita pahami dulu sifat kelompok sasaran sumber dana:

1. Komunitas dG, dengan karakter: mhs Indonesia (sebagian besar dengan beasiswa) dengan tingkat propensity to share uang antara 5 EUR/bln (ini misalnya yang bawa keluarga) sampai kira2 25 EUR/bln (misalnya S3, single)
2. Mahasiswa Indonesia non-muslim, yang potensi-nya relatif rendah
3. Masyarakat muslim-non muslim lain di Groningen, misalnya warga Indonesia yang bermukim di Groningen dengan potensi yang mungkin lumayan besar.
4. Komunitas di luar 1, 2, 3, misalnya pelajar Indonesia atau orang Indonesia yang bermukim di kota lain di Belanda.

What can be done to optimize?
Utk masing2 kategori:

1. Kegencaran pengurus utk senantiasa woro-woro dan memelihara transparansi (selama ini pengururs sudah sangat baik).
Menggencarkan program standing order (automatic monthly donation), karena cara sumbangan manual tiap bulan ada kalanya lupa, males buka web abn, dst.
2. Kirim warta (sekali tiap dua bulan? atau tiap bulan?) ke milis PPIG, dengan catatan ini diperbolehkan menurut AD/ART Galiro (rasanya saat diskusi jaman kepengurusan saya boleh, dengan catatan khusus).
3. Yang ini rasanya bisa dioptimalkan, ada Uwak As, Bu Siti, Mba Evi, Bu Harnas, Bu Pantja (beliau ini punya kelompok arisan ibu2 Indonesia yang bisa jadi donatur potensial juga lho… sok tanya aja beliau, tanggal 6 Des mereka mau jalan2 ke Bremen katanya), dan banyak lagi.
4. Yang ini bisa kalau pengurus mau melebarkan sayap komunikasi ke organisasi pelajar Indonesia di kota lain. Seandainya PPI-nya belum punya program semacam Galiro, kan kita bisa minta mereka berkontribusi lewat Galiro.

Kalau keempat kelompok sasaran tsb dioptimalkan, Insya Allah dana Galiro bisa naik. Tapi kan kita paham bahwa energi pengurus juga terbatas. Ini mah sekedar saran, silakan dipilih yang workable.
Salam,
Eks praktisi dan pengamat Galiro.

  READ MORE >>   Baitul Mal, Diskusi Milis, Galiro, , ,