READ MORE >>   Catatan Pribadi

Tadi siang, sehabis shalat jum’at, ada ajakan dari pengurus masjid Groningen untuk duduk dan mendengarkan selama 30 menit diskusi dengan para pemimpin partai politik di pemerintahan kota Groningen. Adapun inisiatif diskusi tersebut datang dari para pemimpin partai politik di pemerintahan kota Groningen. Mereka ingin mengetahui apa pendapat dan pengalaman orang-orang muslim di kota Groningen khususnya, dan negara belanda pada umumnya. Hal ini dilandasi oleh keadaan panas yang terjadi beberapa bulan terakhir ini di negeri belanda setelah terjadinya kasus penembakan Theo van Gogh oleh Muhammad B., immigrant Maroko yang sudah berwarga negara Belanda. Kasus ini begitu merebak apalagi setelah media membuat kasus ini malah kian memanaskan keadaan. Mesjid2 dibakar, ketegangan antar orang muslim dan orang non-muslim lebih menjadi2. Malah ketegangan ini merebak menjadi ketegangan antara orang yang beragama dan orang yang tidak beragama. Contoh dari hal ini adalah gereja2 dibakar.

Dari diskusi yang saya dengar, dari pengakuan orang2 muslim di Groningen ini, kehidupan mereka tidaklah menyenangkan. Mereka hidup dalam ketakutan. Mereka tidak bisa secara bebas berjalan di luar tanpa orang lain melihat mereka secara rendah. Mereka tidak bisa hidup secara tenang di negeri belanda ini tanpa orang lain mencibir terhadap diri mereka. Salah seorang diantara mereka bilang malah kondisi seperti ini dimulai dari tragedi 11 September 2001. Dan semakin kemari semakin sulit. Contoh lain lagi adalah ketika wanita muslim keturunan afro yang memakai jilbab keluar rumah, ada orang yang menjaili mereka. Dan banyak contoh2 lainnya lagi. Sebelum saya mendengar lebih banyak lagi saya keluar dari masjid karena saya tidak tahan untuk mendengarkan lebih lanjut lagi. Saya tidak tahan mendengar bahwa ada orang lain yang berkeyakinan sama dengan saya menderita sedangkan saya merasakan nikmat dan rahmat. Dan yang paling saya tidak tahan adalah bahwa saya tidak bisa melakukan apa2!

Kemudian keajaiban terjadi, saya bertemu dengan Cak Fu di C1000, Padepoel. Saya ceritakan apa yang telah terjadi di masjid Selwerd. Dan Beliau berkata, “Mas Teguh, jika semua orang diam, tidak akan ada perubahan.” Saya pun berkata balik, “Cak Fu, diam pun adalah suatu sikap, dan dengan diam bukan berarti saya tidak melakukan apa2. Saya merasa belum menjadi orang yang baik, maka saya akan perbaiki diri saya sendiri dulu baru saya akan berkata atau bertindak untuk memperbaiki yang salah.” Kemudian Cak Fu berkata kembali, “Kalau semua individu baik memang gampang, tetapi dunia ini tidak seperti ini. Nabi Muhammad pun datang untuk melakukan perubahan. Seperti pemimpin revolusi lah beliau itu.” Saya setuju untuk melakukan perubahan. Tetapi kemudian saya bilang kembali, “Perjuangan yang paling sulit adalah melawan hawa nafsu sendiri. Diri sendiri adalah musuh yang paling sulit untuk ditaklukan. Maka dari itu memang 3M lah yang paling baik yang bisa kita lakukan. Yaitu Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal2 yang kecil dan Mulai dari sekarang.”

Kemudian diskusi kita terus berlanjut ke hal2 yang lain. Namun ada satu hal yang menggelitik hati saya. Memang kalo kita diam terus, tidak akan ada perubahan yang terjadi di sekitar kita. Kita harus mulai, walaupun dari hal2 yang sekecil mungkin. Mungkin dengan tulisan ini saya memulai untuk melakukan perubahan2. Mungkin dengan tulisan ini ada yang tergelitik dengan keadaan muslim2 di kota Groningen. Mungkin dengan tulisan ini ada yang memiliki ide cemerlang untuk mengatasi dan memberikan solusi yang nyata agar masalah ini bisa terselesaikan. Kalau saya sendirian memang tidak akan mampu untuk memecahkan masalah serumit dan sekompleks ini. Tapi dengan bantuan teman2 semua, insya Allah, masalah serumit dan sekompleks apa pun akan bisa ditemukan jalan solusinya. Insya Allah. Terima kasih Cak Fu atas diskusinya.

  READ MORE >>   Catatan Pribadi