READ MORE >>   Catatan Pribadi

212

Waktu saya kecil, saya paling suka baca bacaan Wiro Sableng, murid kesayangan eyang Sinto Gendeng di Gunung Gede. Dari bacaan itu saya mendapat pelajaran bahwa semua yang ada di dunia ini terbagi menjadi dua. Hitam putih. Atas bawah. Kiri kanan. Baik jahat. Muka belakang. Setan malaikat. Pahit manis. Gelap terang. Kering basah. Api air. Langit bumi. Udara tanah. Yin dan yang. Tetapi semua ini menuju ke satu titik. Yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Maka saya sering berkelakuan seperti Wiro Sableng. Saya bangga kalo teman2 menyebut saya dengan sebutan Teguh Sableng. Karena berarti saya saudaraan ama si Wiro dong yach? Hehehe… Memang saya ini orang sableng. Hihihihi….

Saya sempat mengikuti kuliah matematika di ITB. Waktu itu dosen saya bercerita bahwa alam semesta ini pernah dimodelkan oleh seseorang pake model matematika. Dan di alam semesta ini ada manusia, syetan, malaikat, binatang, pohon, batu, politik, ekonomi, art, history, ada gedung, ada sungai, ada matahari ada bulan, ada langit dan ada bumi, ada Tuhan dan ada makhluk2nya. Pokoknya di model matematika itu semuanya komplit deh. Nah, yang paling membuat saya terkesan adalah ketika dosen saya itu bilang, ketika variable syetan dihilangkan dari system, maka akan terjadi ketidakseimbangan. Berarti dalam model alam semesta ini, syetan memang diperlukan untuk memberikan keseimbangan. Tanpa syetan, kiamatlah dunia ini. Berarti kita memang butuh syetan untuk hidup di dunia ini. Tapi kita pun harus ingat, bahwa kita lebih butuh Tuhan supaya kita hidup selamanya, tidak hanya di dunia ini tapi di dunia akhirat juga. Tinggal terserah kita saja. Kita mau berpihak sama syetan? Ataukah kita mau berpihak sama Tuhan? Terserah pilihan manusia, Tuhan sudah memberikan semua petunjuk2Nya secara jelas dan gamblang di kitab suci. Tinggal manusia yang harus menentukan sendiri apakah mereka akan berfikir dan mau mengikuti apa kata Tuhan atau mereka mau dibujuk oleh bujuk rayu syetan yang memabukkan dan menipu? Sesungguhnya janji Tuhan-lah yang harus kita pegang dan harus kita yakini. Tuhan tidak akan pernah ingkar janji. Kalo manusia berjanji kita sulit untuk percaya. Masa sama janji Tuhan kita tidak percaya?

Wallahualam.

  READ MORE >>   Catatan Pribadi